Hasilnya Sama

"Sayang, aku dan Angkasa pulangnya terlambat ya, hari ini ada tes kebersihan, ini kali pertama untuk Angkasa. Jadi aku mau melihat anak kita dulu," bohong Abian memberitahu istrinya.

Meski Abian tak sepenuhnya berbohong, tapi Abian memilih menghubungi Delia sendiri meski tadi sudah menghubungi Awan. Tak ingin istrinya menunggu kepulanganya, dan tak bertanya-tanya, Abian kembali menghubungi istrinya karena saat ini perasaanya sudah lebih tenang dibanding tadi.

Angkasa yang mendengar ayahnya harus berbohong pada mamanya merasa bersalah.

"Oh gitu ya, Bi." Suara Delia terdengar kecewa, karena biasanya Abian pulang lebih awal. Meski ada Awan dan Aira yang menemaninya dirumah, seorang istri akan lebih senang ditemani suami, bukan tak sayang anak, tapi hati terasa lebih tenang saja.

"Kamu sudah makan?" Delia diseberang sana mengangguk meski Abian tak melihatnya, namun sepertinya kontak batin diantara mereka sudah sangat kuat, hingga Abian bisa tahu jawaban Delia. "Kamu tidur duluan saja ya, jangan nungguin aku, karena giliran Angkasa masih lama, takutnya pulangnya kemalaman."

Terdengar Delia menyentak nafas, entah tiba-tiba saja hatinya sangat merindukan anak dan suaminya. "Yaudah, kalian hati-hati, kamu dan Angkasa juga jangan terlambat makanya."

"Iya sayang, i love you, i miss you." lanjut Abian dan diakhiri dengan Abian memberikan ciuman untuk sang isteri tercinta.

Angkasa semakin merasa bersalah saja melihat keromantisan kedua orang tuanya, terlihat sangat jelas jika cinta Abian pada Delia masih sangat besar.

"Love you more, Bi." Delia juga membalas ciuman sang suami dari sebalik telepon.

Awan yang berdiri menyender diambang pintu kamar mamanya dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku itu merasa bangga melihat keromantisan ayah dan ibunya yang masih awet meski diusia mereka yang tak muda lagi seperti yang dirasakan Angkasa, terlihat dari raut wajah sang mama jika cintanya pada sang suami masih begitu besar.

Setelah mamanya menutup telepon, Awan menghampiri sang mama dan ikut duduk disisi tempat tidur.

"Bener kan, kata Awan. Ayah dan Angkasa lagi tes kebersihan?" Tes kebersihan merupakan istilah yang digunakan Airlangga Airlines saat melakukan razia baik tentang obat terlarang, atau razia perselingkuhan dalam lingkungan kerja.

"Iya, Mama percaya. Lagian kan ayah nggak pernah ikut tes kebersihan sampai selesai."

"Sekarang Mama istirahat ya, jangan sampai Mama kecapean, tar pas Mama bangun, Ayah udah disamping Mama, meluk Mama." Goda Awan pada mamanya. Merapikan bantal yang akan digunakan Delia, setelah memastikan posisi Delia nyaman, Awan menarikkan selimut untuk sang mama.

"Anak nakal, belum merasakan berumah tangga sudah sok tahu adegan begitu."

"Kan suka lihat film, Ma."

"Film apa?"

"Film hollywood, drama korea, sinetron-sinetron romantis yang suka Mama tonton kan ada adegan seperti itu." Jawab Awan ngeles.

"Awas ya suka nonton film-film nggak jelas, Mama marah," Delia mengancam.

"Iya Ma. Awan nurut, nggak bakal nonton film begitu, tapi praktek boleh ya?"

"Awannn." Delia melototkan matanya, Awan tertawa.

"Bercanda, Ma. Yaudah, Awan balik ke kamar, Mama tidur, udah tenang kan Ayah udah telepon." Delia mengangguk. Awan beranjak, menyalakan lampu tidur, dan mematikan lampu utama.

Setelah sampai dikamarnya, dan sebelumnya Awan juga sudah mengecek kamar Aira, memastikan jika adiknya sudah tidur dan tidak bermain ponsel. Awan coba menghubungi Angkasa ingin tahu keadaan saudara kembarnya itu, namun nomor Angkasa sudah tidak aktif, mungkin sudah ditahan oleh pihak berwajib, ingin menghubungi Abian, takut dia malah menambah beban sang ayah. Sebagai saudara kembar, mendengar berita penangkapan Angkasa membuat Awan ikut tak tenang, dia yakin Angkasa tidak mungkin mengkonsumsi obat terlarang itu, ini pasti ada yang tak suka pada saudara kembarnya, dan menjebak Angkasa.

* * *

Denisa telah sampai di kantor kepolisian setelah mendapat kabar buruk yang menimpa sang keponakan. Angkasa masih bersama Abian, dan saat ini sudah didampingi pengacara, Abian tak ingin meninggalkan putranya barang sedikitpun, dia akan menemani sampai proses ini benar-benar selesai, dan membuktikan jika putranya tidak mengkonsumsi obat itu sama sekali.

"Angkasa, astaga. Apa yang terjadi?" Denisa memeluk Angkasa, wajahnya terlihat begitu khawatir seperti Abian, nafasnya pun putus-putus karena saat mendengar kabar dari Abian dia langsung meninggalkan klinik dan menghubungi Daniel menuju kantor polisi.

Sedang Daniel menghampiri Abian, menanyakan kejadian yang sebenarnya.

"Aku tidak tahu, Tante. Tapi hasil tesnya menunjukkan, kalau aku positif."

Denisa menghela nafas, menatap sendu wajah Angkasa yang terlihat lelah. Diusapnya lembut lengan Angkasa, memberi kekuatan sebagai pengganti Delia, karena kata Abian, Delia jangan sampai tahu dulu hal ini.

"Kamu yang tenang ya," ujarnya menenangkan, "tapi Angkasa, maaf sekali, tante bukan tidak percaya, sebelum kita memulai tesnya, Tante ingin kamu jujur, kamu benar-benar tidak mengkonsumsi obat itu atau tidak?" Denisa harus memastikan dulu, jika Angkasa tidak berbohong. "Tante tidak mungkin melanggar sumpah jika kamu benar-benar dinyatakan positif."

"Tante harus percaya sama aku." Hanya itu kata-kata yang hanya bisa Angkasa keluarkan, entahlah, dia jadi pesimis jika hasilnya akan negatif.

Denisa mengangguk, dengan disaksikan pengacara, pihak berwajib, Abian dan Daniel. Denisa mulai mengeluarkan alat yang tadi sudah ia siapkan, kemudian meminta Angkasa menampung air seni-nya dalam wadah. Setelahnya Denisa melakukan skirining toksikologi itu, dan setelah menunggu beberapa menit, hasilnya sudah bisa dilihat. Denisa perlahan melihat itu dan menunjukkannya pada orang yang ada disana hasilnya sama, positif.

Angkasa sudah tahu jika hasilnya akan sama.

"Ayah pulanglah, biarkan Angkasa sendiri disini," ucapnya pasrah.

"Ayah harus menjawab apa jika mama kamu bertanya?"

"Katakan saja, Yah. Angkasa kembali pulang kerumah teman."

"Tapi Ayah tidak mungkin meninggalkan mu sendiri."

"Pulanglah Yah. Besok saja kita cari jalan keluarnya. Tapi Angkasa minta Ayah dan Om, juga Tante, percaya jika Angkasa tidak mengkonsumsi obat tersebut."

Abian tak menjawab apa-apa lagi, hatinya begitu sakit mendengar keteguhan hati Angkasa menerima cobaan ini, sedangkan dia masih tak terima.

"Besok Tante akan kesini lagi, Ang. Kamu pikirkan saja, beberapa hari ini kamu ada menerima makanan dari siapa saja, dan Kak Abian," pintanya pada Abian. "Kakak tolong periksa cctv, siapa tahu, kita bisa menemukan bukti jika ada yang menjebak Angkasa."

Abian mengangguk, namum sebelum ia pulang, Angkasa kembali memanggilnya.

"Yah, bisakah Ayah katakan pada Captain Alex untuk menemui Angkasa kesini, ini penting."

Abian mengerutkan kening, ada hubungan apa Angkasa dengan Alex? Apa ini ada hubungannya dengan ditangkapnya Angkasa.

"Cuma dia yang bisa menolong Angkasa, Yah. Aku ingin bertanya sesuatu padanya. Jadi bisakah Ayah membawa Captain Alex kesini?" Pintanya lagi pada Abian.

"Iya, Ayah akan membawanya kesini." Abian menyanggupi permintaan Angkasa.

Terpopuler

Comments

Ran Aulia

Ran Aulia

ikutan deg2an

2024-06-28

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

kok bisa sih hasilnya positif sedangkan tidak mengkonsumsi pasti Angkasa sempat makan atau minum ditempat kerja yang sudah dicekoki barang haram itu

2024-04-15

0

Lina Susilo

Lina Susilo

dasar alex psikopat

2023-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 Pilot Baru
2 Ada Apa Dengan Arum?
3 Pesan Untuk Arum
4 Calon Istri
5 Jangan Ikut Campur
6 Sebotol Kecap
7 Pengepul Sampah
8 Mencari Tahu
9 Sengaja Menjebak
10 Aku Mencintaimu Alex
11 Arum Yang Malang
12 Akhir Yang Menakutkan
13 The Ashera
14 Rahwana
15 Ucapan Terima Kasih
16 Jujur
17 Alex Dan Masa Lalunya
18 Positif
19 Barang Bukti
20 Hasilnya Sama
21 Bebas
22 Jalan Yang Arum Pilih
23 Meminta Tolong
24 Jebakan Tikus
25 Sebuah Rahasia
26 Sudah Selesai
27 Rencana Daniel
28 Calon Istri Awan
29 Perang Saudara
30 Persidangan
31 Akhirnya
32 Masa Lalu Yang Terungkap
33 Saling Tipu
34 Sensitif
35 Ajaran Yang Manjur
36 Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37 Sarapan Bersama
38 Panggilan Sayang
39 Kumpul Keluarga
40 Dua Calon Istri
41 Ungkapan Hati Angkasa
42 Isi Surat
43 Meluluhkan Hati Mama
44 Tinggal Bersama
45 Penagih Hutang
46 Tertipu
47 Pemandangan Panas
48 Sama-sama Emosi
49 Cobaan Terberat
50 Proses Penyerbukan Bunga
51 Melamar
52 Hukuman Buat Angkasa
53 Senyum Mengandung Luka
54 Melaporkan
55 Mendapat Restu
56 Dikdik Bereaksi
57 Kisah Yang Berbeda
58 Buntut Masalah Lama
59 Skenario Angkasa
60 Apa Itu?
61 Permintaan Nining
62 Hutang Janji
63 Masih Menagih Hutang Janji
64 Membuat Kecewa
65 Perhatian Awan
66 Diterima Dengan Baik
67 Keputusan
68 Peringatan Reini
69 Tak Tertolong
70 Pengurusan Kepulangan
71 Siapa Arum?
72 Sepasang Sayap Angkasa
73 Melepas Rindu
74 Kehilangan
75 Keputusan Awan
76 Season 2. Awan.
77 Season 2. Awan
78 Season 2. Awan
79 Seasion 2. Awan
80 Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81 Seasion 2. Awan
82 Seasion 2. Awan
83 Seasion 2. Awan
84 Seasion 2. Awan
85 Seasion 2. Awan
86 Seasion 2. Awan
87 Seasion 2. Awan
88 Seasion 2. Awan
89 Seasion 2. Awan
90 Seasion 2. Awan
91 Seasion 2. Awan
92 Seasion 2. Awan
93 Seasion 2. Awan
94 Seasion 2. Awan
95 Seasion 2. Awan
96 Seasion 2. Awan
97 Seasion 2. Awan
98 Seasion 2. Awan
99 Seasion 2. Awan
100 Seasion 2. Awan
101 Seasion 2. Awan
102 Seasion 2. Awan
103 Seasion 2. Awan
104 Seasion 2. Awan
105 Seasion 2. Awan
106 Seasion 2. Awan
107 Seasion 2. Awan
108 Seasion 2. Awan
109 Seasion 2 . Awan
110 Seasion 2. Awan
111 Seasion 2. Awan. The End
112 Ekstra Chapter
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Pilot Baru
2
Ada Apa Dengan Arum?
3
Pesan Untuk Arum
4
Calon Istri
5
Jangan Ikut Campur
6
Sebotol Kecap
7
Pengepul Sampah
8
Mencari Tahu
9
Sengaja Menjebak
10
Aku Mencintaimu Alex
11
Arum Yang Malang
12
Akhir Yang Menakutkan
13
The Ashera
14
Rahwana
15
Ucapan Terima Kasih
16
Jujur
17
Alex Dan Masa Lalunya
18
Positif
19
Barang Bukti
20
Hasilnya Sama
21
Bebas
22
Jalan Yang Arum Pilih
23
Meminta Tolong
24
Jebakan Tikus
25
Sebuah Rahasia
26
Sudah Selesai
27
Rencana Daniel
28
Calon Istri Awan
29
Perang Saudara
30
Persidangan
31
Akhirnya
32
Masa Lalu Yang Terungkap
33
Saling Tipu
34
Sensitif
35
Ajaran Yang Manjur
36
Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37
Sarapan Bersama
38
Panggilan Sayang
39
Kumpul Keluarga
40
Dua Calon Istri
41
Ungkapan Hati Angkasa
42
Isi Surat
43
Meluluhkan Hati Mama
44
Tinggal Bersama
45
Penagih Hutang
46
Tertipu
47
Pemandangan Panas
48
Sama-sama Emosi
49
Cobaan Terberat
50
Proses Penyerbukan Bunga
51
Melamar
52
Hukuman Buat Angkasa
53
Senyum Mengandung Luka
54
Melaporkan
55
Mendapat Restu
56
Dikdik Bereaksi
57
Kisah Yang Berbeda
58
Buntut Masalah Lama
59
Skenario Angkasa
60
Apa Itu?
61
Permintaan Nining
62
Hutang Janji
63
Masih Menagih Hutang Janji
64
Membuat Kecewa
65
Perhatian Awan
66
Diterima Dengan Baik
67
Keputusan
68
Peringatan Reini
69
Tak Tertolong
70
Pengurusan Kepulangan
71
Siapa Arum?
72
Sepasang Sayap Angkasa
73
Melepas Rindu
74
Kehilangan
75
Keputusan Awan
76
Season 2. Awan.
77
Season 2. Awan
78
Season 2. Awan
79
Seasion 2. Awan
80
Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81
Seasion 2. Awan
82
Seasion 2. Awan
83
Seasion 2. Awan
84
Seasion 2. Awan
85
Seasion 2. Awan
86
Seasion 2. Awan
87
Seasion 2. Awan
88
Seasion 2. Awan
89
Seasion 2. Awan
90
Seasion 2. Awan
91
Seasion 2. Awan
92
Seasion 2. Awan
93
Seasion 2. Awan
94
Seasion 2. Awan
95
Seasion 2. Awan
96
Seasion 2. Awan
97
Seasion 2. Awan
98
Seasion 2. Awan
99
Seasion 2. Awan
100
Seasion 2. Awan
101
Seasion 2. Awan
102
Seasion 2. Awan
103
Seasion 2. Awan
104
Seasion 2. Awan
105
Seasion 2. Awan
106
Seasion 2. Awan
107
Seasion 2. Awan
108
Seasion 2. Awan
109
Seasion 2 . Awan
110
Seasion 2. Awan
111
Seasion 2. Awan. The End
112
Ekstra Chapter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!