Mencari Tahu

Angkasa baru saja mendarat bersama dengan Edward, Edward mengajak Angkasa untuk kopdar terlebih dahulu, mereka mencoba mengakrabkan diri, karena Angkasa juga bituh teman untuk dia mendapatkan banyak informasi. Disela obrolan mereka, Edward tampak sibuk dengan handphonenya sambil sesekali tertawa, itu membuat Angkasa kesal karena merasa dikacangi.

"Sebaiknya aku pulang, Ed. Kalau kau sibuk dengan handphone mu," ujar Angkasa merajuk.

"Hahaha, sebentar Capt, ini sedang seru."

Angkasa menyipitkan sebelah matanya. "Ya lanjutkan saja keseruanmu, aku lebih baik pulang."

Edward menahan tangan Angkasa. "Tunggu, Capt. Sebentar saja, aku ingin memberi tahu hal penting pada Captain."

Angkasa yang sudah beranjak dari kursi, terpaksa mendaratkan lagi pantatnya ke kursi besi bulat itu.

"Hal penting apa? Tapi kamu sibuk sendiri dari tadi."

"Sebentar-sebentar, sedikit lagi, ini sedang pemilihan polling, aku yakin Captain pasti terkejut dengan kabar ini." Edward masih menahan tangan Angkasa.

Dan bodohnya, Angkasa menurut saja apa kata Edward, padahal ia tak akan terkejut. Yang akan membuatnya terkejut hanya jika Arum tiba-tiba menghampirinya, dan tersenyum padanya, seraya memberikan roti srikaya.

"Yes, benar dugaan ku, Capt. Captain pasti pemenangnya."

Angkasa yang sempat berujar tak akan terkejut, tapi malah lebih terkejut, untung dia hanya mengatakan dalam hati.

"Pemenang apa? Aku tidak ada ikut lomba apapun." Angkasa menatap Edward penuh selidik, dia sampai menjulurkan lehernya ingin tahu apa yang membuat Edward mengatakan dia pemenangnya.

Edward yang sejak tadi sibuk pada ponselnya, kini mendekatkan tubuhnya pada Angkasa, agar Angkasa dapat melihat apa yang ia baca sejak tadi.

"Saya diikut sertakan sama mba Reini di grup 'Nyonya Rumah diudara'. Captain tahu kan Nyonya rumah di udara itu sebutan awal pramugari di Indonesia sebelum akhirnya dijuluki pramugari," Edward melirik Angkasa yang saat ini fokus ingin tahu isi ponselnya.

"Reini?" ulang Angkasa nama yang disebutkan Edward.

"Iya, dia salah satu FA di Airlangga Airlines, cukup senior juga dia." Jelas Edward memberi tahu.

Angkasa menggeleng, Reini sangat konyol mengikut sertakan Edward.

"Denger tidak Capt?" Edward menyenggol bahu Angkasa.

"Iya."

"Nah, disini tuh sedang ramai membahas Captain Alex dan Captain Angkasa. Mereka sedang melakukan poling, siapa pilot terkeren saat ini setelah Captain Angkasa bergabung di Airlangga Airlines. Disini ada 25 anggota, dan saya diikut sertakan mba Reini, untuk memilih Captain Angkasa. Dan finally, pemenangnya Captain, selisih poin cukup tipis Capt." Edward menyatukan ibu jari dengan jari telunjuknya.

Edward menjauhkan ponselnya dari Angkasa.

"Berapa? Aku tidak paham isi chat tadi."

"Captain nanya? Bertanya-tanya?" Edward menggoyangkan kepalanya lalu tertawa terbahak sengaja menggoda Angkasa, membuat Angkasa jengkel.

"Katakan Ed!"

"Weisss, sabar donk Capt. Saya ada ikut andil nih, masa tidak dapat apa-apa."

"Menang dari polling juga aku tidak mendapatkan apa-apa, malah aku bisa menuntut kalian karena membuat polling tanpa persetujuan ku."

Edward berdecak. "Captain tidak asik, ini hanya untuk seru-seruan. Dan sebagai pemenang, Captain menjadi pilot pertama yang bisa mengalahkan popularitas Captain Alex sebagai pilot idola di Airlangga Airlines."

Angkasa menghembuskan nafas lelah. "Itu tidak berguna sama sekali untuk ku."

Edward mengerti yang menjadi keresahan Angkasa. "Arum juga tidak ada di grup ini."

"Aku juga tidak perduli, dia sudah ada yang punya." Edward mencebikkan bibirnya atas jawaban Angkasa.

"Jadi Captain ingin tahu tidak, selisih poinnya?"

"Tidak." jawab Angkasa tegas.

"Dua poin, Capt, dan yang satu saya. Jadi selisih sebenarnya hanya satu," Edward menggeleng, "kalian sama-sama kuat, tapi Captain kalah kekuasaan dengan Captain Alex."

"Aku bilang aku--" ucapan Angkasa tak dapat ia teruskan ketika tanpa sengaja dia melihat Alex menyambut kedatangan Arum dengan sebucket bunga daisy, yang Angkasa tahu, bunga daisy melambangkan ketulusan, apa Alex benar-benar tulus pada Arum?

Tak dapat dipungkiri hati Angkasa terasa sesak bak dihimpit baru besar melihat Arum dan Alex, terlebih tatapan Arum pada Alex begitu mendamba.

Edward yang menyadari perubahan wajah Angkasa, ikut melihat arah pandang Angkasa, ia tahu dari pandangan Angkasa, menunjukkan jika dia terluka dan sangat mengharapkan Arum.

"Sabar Capt. Masih banyak Arum-Arum lain yang lebih cantik. Aku akan mengenalkan Captain dengan FA cantik yang lain disini."

"Menurut mu aku sakit hati?" Angkasa menoleh pada Edward, "aku tidak perduli tentang mereka, toh mereka memang pasangan, 'kan? apa perduli ku," ucapnya beranjak dari tempat duduk.

Angkasa menarik kopernya berjalan menuju ke tempat mobil jemputan, diikut Edward yang berlari kecil menyeimbangi langkah panjang Angkasa yang meninggalkanya secara tiba-tiba.

* * *

Edward yang ikut naik kedalam mobil jemputan Angkasa dibuat bingung saat menyadari ternyata mobil mereka mengikuti mobil yang ditumpangi Alex dan Arum meski jarak mobil mereka cukup jauh. Padahal tadi Angkasa mengatakan tidak perduli, nyatanya kini dia malah mengikuti mobil Alex. Hemm memang mulut tidak sejalan dengan hati.

"Katanya tidak perduli, tapi mengikuti." Ejek Edward bersedekap dada, menyandarkan tubuhnya di sandaran jok. Angkasa bergeming.

"Capt, saran saya. Mending Captain berhenti mengikuti mobil mereka, apa Captain tidak sayang dengan profesi Captain sekarang yang Captain dapatkan dengan susah payah? Bisa jadi orang tua Captain jual tanah dan sawah demi Captain bisa jadi pilot," cerocos Edward memperingati.

"Kamu kenapa sih, Ed? Lagian ngapain ikut masuk mobil saya?"

Edward nyengir. "Hehehe, iya ya? Kenapa saya ikut masuk mobil Captain?" Edward menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Angkasa hanya menggeleng. "Mau aku turunin di jalan?"

"Jangan Capt!" Tolak Edward.

"Jadi diamlah!" Perintah Angkasa, "tadi katamu, aku sayang dengan profesi ku? Memang sebesar apa kekuasaan Alex di AA (Airlangga Airlines)." tanya Angkasa tanpa melepaskan pandanganya sedikitpun dari mobil Alex.

"Kalau tidak salah, Papa Captain Alex salah satu orang di senayan, dan juga menjabat Dewan Komisaris di AA."

Dewan komisaris? Baiklah. Angkasa akan mencari tahu sendiri.

* * *

Sepulang dari mengikuti Alex dan Arum, Angkasa membersihkan dirinya lalu ikut bergabung makan malam bersama keluarganya.

"Yah, boleh Angkasa tanya sesuatu?"

"Tanya saja, Ang. Tidak bayar," jawab Abian sambil mengunyah nasinya.

"Bi." Tegur Delia, Angkasa dan Awan saling lirik, lalu tertawa.

"Hehehe apa sih, Ma. Ayah hanya bercanda," terangnya, "ada apa, Ang? tanyakan saja pada Ayahmu yang baik hati ini."

Aira yang mendengar guyonan Abiam yang terasa garing, merotasikan mata malas.

"Di maskapai kita, salah satu dewan komisarisnya, anggota Dewan?"

Abian meneguk air putih hingga tandas sebelum menjawab pertanyaan anaknya.

"Dewan komisaris?" Ulang Abian pertanyaan Angkasa, lalu mencoba mengingat siapa saja jajaran petinggi di Airlangga Airlines. "Oh, iya. Ayah ingat, Pak Axcel. Ada apa?"

"Sudah lama dia bergabung dengan AA?" tanya Angkasa serius ingin tahu.

"Sudah," jawab Abian, "sejak pesawat kita mengalami kecelakaan dulu, perusahaan kita hampir collaps, dan opa meminta bantuan anggota dewan agar Airlangga Airlines tetap bisa berjalan. Kalian cari saja kejadiannya di internet, sudah sangat lama, kalian semua belum ada." Abian teringat sesuatu.

"Eh, tapi setelah kejadian itu, Mama dinyatakan positif hamil kan, Ma?" tanya Abian pada istrinya.

"Iya, memang kadang setiap musibah, ada hikmahnya. Ada Ang, kamu tanya-tanya hal itu? Apa ada yang mengganggu pikiran mu?"

"Tdak apa-apa, Ma,.Angkasa hanya ingin tahu saja."

"Ya, nanti akan Ayah ceritakan asal muasal Airlangga Airlines, memang kalian semua harus tahu tentang sejarah AA, sebelum meneruskannya nanti." ketiga anak Abian yang sejak tadi mendengarkan mengangguk kompak.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

🤣🤣🤣🤣

2024-04-15

0

Ersa

Ersa

jiaahh mulut Edward minta di rukyah tuhhh... klo aja tahu angkasa siapa auto Mandi kembang si Edward 😂😂

2023-08-20

0

Lina Susilo

Lina Susilo

ayo ang semangat trus

2023-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 Pilot Baru
2 Ada Apa Dengan Arum?
3 Pesan Untuk Arum
4 Calon Istri
5 Jangan Ikut Campur
6 Sebotol Kecap
7 Pengepul Sampah
8 Mencari Tahu
9 Sengaja Menjebak
10 Aku Mencintaimu Alex
11 Arum Yang Malang
12 Akhir Yang Menakutkan
13 The Ashera
14 Rahwana
15 Ucapan Terima Kasih
16 Jujur
17 Alex Dan Masa Lalunya
18 Positif
19 Barang Bukti
20 Hasilnya Sama
21 Bebas
22 Jalan Yang Arum Pilih
23 Meminta Tolong
24 Jebakan Tikus
25 Sebuah Rahasia
26 Sudah Selesai
27 Rencana Daniel
28 Calon Istri Awan
29 Perang Saudara
30 Persidangan
31 Akhirnya
32 Masa Lalu Yang Terungkap
33 Saling Tipu
34 Sensitif
35 Ajaran Yang Manjur
36 Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37 Sarapan Bersama
38 Panggilan Sayang
39 Kumpul Keluarga
40 Dua Calon Istri
41 Ungkapan Hati Angkasa
42 Isi Surat
43 Meluluhkan Hati Mama
44 Tinggal Bersama
45 Penagih Hutang
46 Tertipu
47 Pemandangan Panas
48 Sama-sama Emosi
49 Cobaan Terberat
50 Proses Penyerbukan Bunga
51 Melamar
52 Hukuman Buat Angkasa
53 Senyum Mengandung Luka
54 Melaporkan
55 Mendapat Restu
56 Dikdik Bereaksi
57 Kisah Yang Berbeda
58 Buntut Masalah Lama
59 Skenario Angkasa
60 Apa Itu?
61 Permintaan Nining
62 Hutang Janji
63 Masih Menagih Hutang Janji
64 Membuat Kecewa
65 Perhatian Awan
66 Diterima Dengan Baik
67 Keputusan
68 Peringatan Reini
69 Tak Tertolong
70 Pengurusan Kepulangan
71 Siapa Arum?
72 Sepasang Sayap Angkasa
73 Melepas Rindu
74 Kehilangan
75 Keputusan Awan
76 Season 2. Awan.
77 Season 2. Awan
78 Season 2. Awan
79 Seasion 2. Awan
80 Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81 Seasion 2. Awan
82 Seasion 2. Awan
83 Seasion 2. Awan
84 Seasion 2. Awan
85 Seasion 2. Awan
86 Seasion 2. Awan
87 Seasion 2. Awan
88 Seasion 2. Awan
89 Seasion 2. Awan
90 Seasion 2. Awan
91 Seasion 2. Awan
92 Seasion 2. Awan
93 Seasion 2. Awan
94 Seasion 2. Awan
95 Seasion 2. Awan
96 Seasion 2. Awan
97 Seasion 2. Awan
98 Seasion 2. Awan
99 Seasion 2. Awan
100 Seasion 2. Awan
101 Seasion 2. Awan
102 Seasion 2. Awan
103 Seasion 2. Awan
104 Seasion 2. Awan
105 Seasion 2. Awan
106 Seasion 2. Awan
107 Seasion 2. Awan
108 Seasion 2. Awan
109 Seasion 2 . Awan
110 Seasion 2. Awan
111 Seasion 2. Awan. The End
112 Ekstra Chapter
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Pilot Baru
2
Ada Apa Dengan Arum?
3
Pesan Untuk Arum
4
Calon Istri
5
Jangan Ikut Campur
6
Sebotol Kecap
7
Pengepul Sampah
8
Mencari Tahu
9
Sengaja Menjebak
10
Aku Mencintaimu Alex
11
Arum Yang Malang
12
Akhir Yang Menakutkan
13
The Ashera
14
Rahwana
15
Ucapan Terima Kasih
16
Jujur
17
Alex Dan Masa Lalunya
18
Positif
19
Barang Bukti
20
Hasilnya Sama
21
Bebas
22
Jalan Yang Arum Pilih
23
Meminta Tolong
24
Jebakan Tikus
25
Sebuah Rahasia
26
Sudah Selesai
27
Rencana Daniel
28
Calon Istri Awan
29
Perang Saudara
30
Persidangan
31
Akhirnya
32
Masa Lalu Yang Terungkap
33
Saling Tipu
34
Sensitif
35
Ajaran Yang Manjur
36
Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37
Sarapan Bersama
38
Panggilan Sayang
39
Kumpul Keluarga
40
Dua Calon Istri
41
Ungkapan Hati Angkasa
42
Isi Surat
43
Meluluhkan Hati Mama
44
Tinggal Bersama
45
Penagih Hutang
46
Tertipu
47
Pemandangan Panas
48
Sama-sama Emosi
49
Cobaan Terberat
50
Proses Penyerbukan Bunga
51
Melamar
52
Hukuman Buat Angkasa
53
Senyum Mengandung Luka
54
Melaporkan
55
Mendapat Restu
56
Dikdik Bereaksi
57
Kisah Yang Berbeda
58
Buntut Masalah Lama
59
Skenario Angkasa
60
Apa Itu?
61
Permintaan Nining
62
Hutang Janji
63
Masih Menagih Hutang Janji
64
Membuat Kecewa
65
Perhatian Awan
66
Diterima Dengan Baik
67
Keputusan
68
Peringatan Reini
69
Tak Tertolong
70
Pengurusan Kepulangan
71
Siapa Arum?
72
Sepasang Sayap Angkasa
73
Melepas Rindu
74
Kehilangan
75
Keputusan Awan
76
Season 2. Awan.
77
Season 2. Awan
78
Season 2. Awan
79
Seasion 2. Awan
80
Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81
Seasion 2. Awan
82
Seasion 2. Awan
83
Seasion 2. Awan
84
Seasion 2. Awan
85
Seasion 2. Awan
86
Seasion 2. Awan
87
Seasion 2. Awan
88
Seasion 2. Awan
89
Seasion 2. Awan
90
Seasion 2. Awan
91
Seasion 2. Awan
92
Seasion 2. Awan
93
Seasion 2. Awan
94
Seasion 2. Awan
95
Seasion 2. Awan
96
Seasion 2. Awan
97
Seasion 2. Awan
98
Seasion 2. Awan
99
Seasion 2. Awan
100
Seasion 2. Awan
101
Seasion 2. Awan
102
Seasion 2. Awan
103
Seasion 2. Awan
104
Seasion 2. Awan
105
Seasion 2. Awan
106
Seasion 2. Awan
107
Seasion 2. Awan
108
Seasion 2. Awan
109
Seasion 2 . Awan
110
Seasion 2. Awan
111
Seasion 2. Awan. The End
112
Ekstra Chapter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!