Jangan Ikut Campur

Pukul delapan malam, pesawat yang diterbangkan Angkasa mendarat di Bandara Sultan Babullah International Airport. Ini merupakan penerbangan terakhir mereka setelah melakukan empat penerbangan. Otomatis mereka harus menginap di kota tersebut.

Cepat-cepat Angkasa keluar dari ruang kokpit agar bisa bertemu Arum.

"Arum." Panggilnya, Arum yang sudah keluar lebih dulu bersama teman pramugarinya menoleh.

Angkasa melangkah lebih dekat.

"Kamu ingatkan, kalau Captain Alex menitipkan kamu padaku?" dia mengingatkan, Arum mengangguk kecil, "tadi dia juga bilang, agar kamu makan malam bersama ku."

"Apa?"

"Masuklah ke kamar dulu, ganti pakaian yang hangat, aku tunggu," bisiknya. Angkasa menyempatkan diri menyapa teman pramugari yang berdiri disebelah Arum dengan senyuman sebelum melangkah meninggalkan Arum, tapi sejurus kemudian dia kembali menghentikan langkahnya dan memutar badanya.

"Oh ya Arum, kamu tidak boleh tak datang. Captain Alex akan marah padaku jika kamu menolak itu."

Arum yang diajak bicara hanya diam, menatap punggung Angkasa yang menjauh. Ia tak percaya, benarkah yang dikatakan Angkasa, Alex memintanya untuk makan malam bersama?

Namun meski merasa aneh, Arum tetap menuruti perkataan Angkasa yang mengajaknya makan malam bersama. Setelah membersihkan diri dan sudah siap keluar, Arum memeriksa ponselnya, tak ada pesan dari Alex.

Arum sedikit mengulang ucapan Alex saat mereka berada di ruang floops, tapi Arum pikir itu hanya gurauan Alex saja.

Arum mencoba menghubungi Alex, tapi Alex tak menjawab panggilanya. Arum mendesah, dia bingung, apakah benar Alex mengizinkanya keluar dengan laki-laki lain, dan ini untuk makan malam? Rasanya hal yang mustahil, tapi jika dia tak menurut, pilot baru itu akan menjadi sasaran kemarahan Alex nanti. Namun, sekali lagi Arum menghubungi Alex, Alex tak menjawabnya.

Arum meletakkan ponselnya diatas meja rias melihat pantulan dirinya dicermin, memeriksa penampilanya, tak ada yang kurang, tapi Arum sedikit mengoleskan lipgloss di bibirnya agar tak terlihat kering.

"Ih mba Arum cantik banget." Puji Adinda, teman sekamar Arum. Ia keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dari handuk kecil,

"Terima kasih, Din." Arum membalikkan badan, "tapi ini nggak berlebihan kan?"

Adinda menatap penampilan Arum dari atas hingga bawah, Arum sangat cantik dan manis dengan dress putih gading selututnya, dipadukan outher hitam yang panjangnya seukuran dress yang ia kenakan, kakinya dibalut dengan flat shoes hitam juga dan rambutnya ia biarkan tergerai rapi.

"Mba Arum ini kayak jelmaan bidadari yang turun dari kayangan," ujarnya memuji.

Arum tertawa. "Kamu ini bisa aja, Din. Eh tapi beneran ini nggak berlebihan kan? Soalnya aku cuma bawa dress ini aja."

Adinda mengacungkan jempol. "Perfect pokoknya nya mba."

"Aku tinggal dulu ya, kamu mau makan dimana?"

"Nanti aku turun sama yang lain aja mba."

* * *

Biasanya, disaat para awak kabin tidak kembali ke bandara awal mereka terbang, mereka harus stay di kota lain tempat mereka terakhir mendarat untuk mengistirahatkan diri.

Pihak maskapai sudah menyiapkan hotel khusus mereka tentunya. Di Airlangga Airlines, baik pramugari dan pilot disediakan kamar bersama, pilot bersama co-pilotnya, dan pramugari yang terdiri dari lima orang dibagi menjadi dua.

Hal itu dikarenakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan dari pihak maskapai, seperti perselingkuhan yang bukan rahasia umum lagi sering terjadi di dunia penerbangan.

Meski pada kenyataannya Angkasa adalah putra dari pemilik Airlangga Airlines, dia tetap mengikuti peraturan yang ada, padahal bisa saja Angkasa meminta kamar president suite untuknya sendiri, tapi ia tak ingin para karyawan lain curiga dan tahu siapa dia sebenarnya, maka dari itu, Angkasa memilih satu kamar dengan co-pilotnya.

Angkasa tersenyum mengingat perkataan Alex yang mengatakan menitipkan Arum padanya, tapi tak lama kemudian Alex menghampirinya dan mengancam Angkasa akan memecatnya dari Airlangga Airlines jika berani mendekati Arum.

Dan kali ini, Angkasa tidak akan menyia-nyiakan begitu saja kesempatan untuk mendekati Arum, sekaligus mencari tahu, apa yang terjadi pada Arum.

Angkasa menyenderkan tubunnya di daun pintu kamar hotel, menungu Arum sembari berbalas pesan dengan sang mama. Dia menoleh saat mendengar suara pintu dibuka.

Arum keluar dan menghampirinya.

Mata angkasa dibuat tak berkedip melihat Arum berjalan kearahnya, sungguh Arum terlihat sangat cantik malam ini, Angkasa merasa penampilan Arum malam ini dikhususkan untuk dirinya. Sedangkan Arum yang ditatap seperti itu oleh Angkasa, menjadi gugup.

"Apa ada yang aneh dengan penampilan saya, Capt?" Arum bertanya karena tak nyaman dengan tatapan Angkasa padanya.

Angkasa menegakkan tubuhnya dan memasukkan ponselnya kedalam saku celana.

"Kamu sangat cantik." Angkasa tak segan memuji Arum, karena memang itu pada kenyataan.

* * *

"Apa benar Alex meminta anda untuk mengajak saya makan malam, malam ini, Captain Angkasa?" Angkasa yang ingin memasukkan suapan sendok kedalam mulutnya mengurungkan niatnya karena pertanyaan Arum.

Angkasa harus meletakkan kembali sendoknya yang belum sempat masuk kedalam mulutnya itu.

"Kamu meragukan ku, Arum"

"Apa kalian begitu dekat sehingga dia menitipkan ku pada anda?"

"Arum?"

"Saya bukanlah barang yang bisa dititipkan Capt. Berhenti bermain-main jika anda tidak tahu apa-apa. Jangan pernah mendekati saya atau pun ingin tahu tentang saya. Jika anda merasa ada yang ginjal dengan saya, anda cukup diam dan lihat. Anda bukan malaikat yang bisa tiba-tiba datang jika seseorang itu dalam bahaya."

Angkasa sungguh dibuat terkejut, tak menyangka Arum akan mengatakan ini padanya dan mengetahui apa tujuannya. Angkasa sampai meneguk air ludahnya melihat tatapan Arum saat ini yang terlihat begitu marah padanya.

"Jadi menurut mu aku seperti itu, Arum?"

Dada Arum terlihat naik turun, karena emosi dengan pertanyaan Angkasa.

"Anda bisa membuktikannya jika memang benar Alex memintanya?"

"Dengan cara apa?"

"Hubungi dia."

Angkasa benar-benar di buat bungkam dengan permintaan Arum, ini diluar dugaanya.

Angkasa menarik nafas panjang, menatap kelain arah, dia tak sanggup melihat tatapan amarah namun penuh luka dimata Arum, meski gadis itu coba menutupinya, tapi Angkasa bahkan dapat menembus kedalam jiwa gadis itu.

"Jadi kamu ingin aku melakukan itu?"

"Anda bisa menghubunginya, Captain?"

Angkasa membuang nafas dari mulut sebelum menjawab permintaan Arum.

"Aku tidak bisa melakukan itu."

Arum tertawa hambar, sudah bisa menduga jika ini hanya akal-akalan Angkasa saja ingin mengajaknya keluar. Tanpa kata Arum berdiri hendak meninggalkan Angkasa, namun secepat kilat Angkasa menahan pergelangan tanganya.

"Lepas, Capt!" Tekankan Arum ucapannya.

"Tidak akan." Tolak Angkasa tegas, "apa kamu tahu jika hubungan kalian toxic?"

"Apa urusanya dengan anda?"

"Lepaskan dirimu dari jerat itu, Arum."

"Stop atas kesok-tauan anda, Capt. Bisakah anda menjalani hidup anda sendiri tanpa ikut campur hidup orang lain? Anda tahu? apa yang anda lakukan membahayakan orang itu?"

Angkasa diam, tapi diam-diam menyelami iris coklat mata Arum, mencari luka apa yang gadis itu alami. Sedalam itu Arum? Genggaman tangan Angkasa sampai melemah, dan itu membuat Arum bisa melepaskan tangannya dari genggaman Angkasa.

Arum berlari, dia menghapus air matanya. Semoga timnya malam ini tak ada yang memberitahukan ini pada Alex.

* * *

Di lain tempat.

Jika Angkasa tak menggunakan kekuasaannya untuk menggunakan fasilitas mewah saat melakukan perjalanan dinasnya, berbeda dengan Alex. Alex justru meminta fasilitas mewah dan dibedakan dari kru yang lain saat tak kembali.

Itu dikarenakan Alex bisa bercinta dengan salah satu pramugari yang telah menjadi patner bercintanya selama ini.

Jika sebelum-sebelumnya Alex akan sangat berna*fsu jika dihadapkan dengan para wanita seksi, malam ini Alex seperti kehilangan gairah bercintanya.

"Lex, ayolah. Aku sudah tidak tahan?"

Desah seorang wanita yang berbaring diranjang deluxe Alex sambil menyilangkan kakinya, sudah tak ada sehelai benangpun menutupi tubuh wanita itu, sebab dia dan Alex sudah melakukan pemanasan yang cukup lama, dan sudah menghasilkan pelumas yang cukup banyak.

Tapi disaat sang wanita siap dimasuki, Alex justru bangkit meninggalkannya, dan sibuk dengan gadgednya, sepertinya gadged itu terlihat lebih seksi dimata Alex dibanding wanitanya.

"Kenakanlah pakaian mu, dan pergilah. Aku sedang ingin sendiri."

"Jadi kau menolak ku?" Wanita itu bangkit dan memeluk Alex dari belakang, tanganya mengusap-usap dada berbulu Alex, dan tubuh bagian bawahnya menggesek-gesekan pada bagian p****t Alex yang bohai, dia menggoda Alex.

Alex memejam, mencoba menghalau sesuatu yang mulai terpancing dibawah sana.

"Enyahlah, aku sedang tidak be*a*su."

"Kamu memikirkan wanita itu? Iya? Apa kau mulai mencintainya?" Meski emosi, tapi wanita itu tetap mencoba merayu Alex, mengusap, dan menyentuh bagian sensitif tubuh Alex.

"Bukan, aku terpikirkan pilot baru itu, sepertinya dia gencar mendekati Arum. Menurut mu, akankah Arum tergoda denganya?"

Wanita yang berada dibelakang Alex itu diam, mengingat pilot yang Alex maksud.

"Pilot tampan dan mempesona itu?" tebak si wanita, sengaja memuji Angkasa didepan Alex, dan dia berhasil, Alex membalikkan tubuhnya.

"Kau memujinya?" Alex menarik rambut wanita itu kebelakang.

"Memang itu kenyataannya. Wanita mana yang bisa menolak pesonanya, di tamp-"

Plakkk

Auuu

"Teruskan!"

"Dia lebih segalanya dari mu."

Plakkk

Ponsel Alex berdering. Alex mengangkatnya.

"Arum sudah tidur? Dia tidak keluar? Bagus, awasi terus pilot itu." Setelah mendapatkan kabar tentang Arum, Alex langsung melempar wanita yang bersamanya keatas ranjang, Alex langsung menyerang wanita itu, menghujaminya tanpa ampun, namun nama dan wajah yang ia ingat.

"Arumm."

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

kelainan ini Alex

2024-05-15

0

Lina Susilo

Lina Susilo

Alex penjahat wanita

2023-04-11

0

fauzi

fauzi

kisah ny Amanda dn Thomas,,buat kan juga donk kak🙏🙏

2023-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pilot Baru
2 Ada Apa Dengan Arum?
3 Pesan Untuk Arum
4 Calon Istri
5 Jangan Ikut Campur
6 Sebotol Kecap
7 Pengepul Sampah
8 Mencari Tahu
9 Sengaja Menjebak
10 Aku Mencintaimu Alex
11 Arum Yang Malang
12 Akhir Yang Menakutkan
13 The Ashera
14 Rahwana
15 Ucapan Terima Kasih
16 Jujur
17 Alex Dan Masa Lalunya
18 Positif
19 Barang Bukti
20 Hasilnya Sama
21 Bebas
22 Jalan Yang Arum Pilih
23 Meminta Tolong
24 Jebakan Tikus
25 Sebuah Rahasia
26 Sudah Selesai
27 Rencana Daniel
28 Calon Istri Awan
29 Perang Saudara
30 Persidangan
31 Akhirnya
32 Masa Lalu Yang Terungkap
33 Saling Tipu
34 Sensitif
35 Ajaran Yang Manjur
36 Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37 Sarapan Bersama
38 Panggilan Sayang
39 Kumpul Keluarga
40 Dua Calon Istri
41 Ungkapan Hati Angkasa
42 Isi Surat
43 Meluluhkan Hati Mama
44 Tinggal Bersama
45 Penagih Hutang
46 Tertipu
47 Pemandangan Panas
48 Sama-sama Emosi
49 Cobaan Terberat
50 Proses Penyerbukan Bunga
51 Melamar
52 Hukuman Buat Angkasa
53 Senyum Mengandung Luka
54 Melaporkan
55 Mendapat Restu
56 Dikdik Bereaksi
57 Kisah Yang Berbeda
58 Buntut Masalah Lama
59 Skenario Angkasa
60 Apa Itu?
61 Permintaan Nining
62 Hutang Janji
63 Masih Menagih Hutang Janji
64 Membuat Kecewa
65 Perhatian Awan
66 Diterima Dengan Baik
67 Keputusan
68 Peringatan Reini
69 Tak Tertolong
70 Pengurusan Kepulangan
71 Siapa Arum?
72 Sepasang Sayap Angkasa
73 Melepas Rindu
74 Kehilangan
75 Keputusan Awan
76 Season 2. Awan.
77 Season 2. Awan
78 Season 2. Awan
79 Seasion 2. Awan
80 Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81 Seasion 2. Awan
82 Seasion 2. Awan
83 Seasion 2. Awan
84 Seasion 2. Awan
85 Seasion 2. Awan
86 Seasion 2. Awan
87 Seasion 2. Awan
88 Seasion 2. Awan
89 Seasion 2. Awan
90 Seasion 2. Awan
91 Seasion 2. Awan
92 Seasion 2. Awan
93 Seasion 2. Awan
94 Seasion 2. Awan
95 Seasion 2. Awan
96 Seasion 2. Awan
97 Seasion 2. Awan
98 Seasion 2. Awan
99 Seasion 2. Awan
100 Seasion 2. Awan
101 Seasion 2. Awan
102 Seasion 2. Awan
103 Seasion 2. Awan
104 Seasion 2. Awan
105 Seasion 2. Awan
106 Seasion 2. Awan
107 Seasion 2. Awan
108 Seasion 2. Awan
109 Seasion 2 . Awan
110 Seasion 2. Awan
111 Seasion 2. Awan. The End
112 Ekstra Chapter
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Pilot Baru
2
Ada Apa Dengan Arum?
3
Pesan Untuk Arum
4
Calon Istri
5
Jangan Ikut Campur
6
Sebotol Kecap
7
Pengepul Sampah
8
Mencari Tahu
9
Sengaja Menjebak
10
Aku Mencintaimu Alex
11
Arum Yang Malang
12
Akhir Yang Menakutkan
13
The Ashera
14
Rahwana
15
Ucapan Terima Kasih
16
Jujur
17
Alex Dan Masa Lalunya
18
Positif
19
Barang Bukti
20
Hasilnya Sama
21
Bebas
22
Jalan Yang Arum Pilih
23
Meminta Tolong
24
Jebakan Tikus
25
Sebuah Rahasia
26
Sudah Selesai
27
Rencana Daniel
28
Calon Istri Awan
29
Perang Saudara
30
Persidangan
31
Akhirnya
32
Masa Lalu Yang Terungkap
33
Saling Tipu
34
Sensitif
35
Ajaran Yang Manjur
36
Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37
Sarapan Bersama
38
Panggilan Sayang
39
Kumpul Keluarga
40
Dua Calon Istri
41
Ungkapan Hati Angkasa
42
Isi Surat
43
Meluluhkan Hati Mama
44
Tinggal Bersama
45
Penagih Hutang
46
Tertipu
47
Pemandangan Panas
48
Sama-sama Emosi
49
Cobaan Terberat
50
Proses Penyerbukan Bunga
51
Melamar
52
Hukuman Buat Angkasa
53
Senyum Mengandung Luka
54
Melaporkan
55
Mendapat Restu
56
Dikdik Bereaksi
57
Kisah Yang Berbeda
58
Buntut Masalah Lama
59
Skenario Angkasa
60
Apa Itu?
61
Permintaan Nining
62
Hutang Janji
63
Masih Menagih Hutang Janji
64
Membuat Kecewa
65
Perhatian Awan
66
Diterima Dengan Baik
67
Keputusan
68
Peringatan Reini
69
Tak Tertolong
70
Pengurusan Kepulangan
71
Siapa Arum?
72
Sepasang Sayap Angkasa
73
Melepas Rindu
74
Kehilangan
75
Keputusan Awan
76
Season 2. Awan.
77
Season 2. Awan
78
Season 2. Awan
79
Seasion 2. Awan
80
Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81
Seasion 2. Awan
82
Seasion 2. Awan
83
Seasion 2. Awan
84
Seasion 2. Awan
85
Seasion 2. Awan
86
Seasion 2. Awan
87
Seasion 2. Awan
88
Seasion 2. Awan
89
Seasion 2. Awan
90
Seasion 2. Awan
91
Seasion 2. Awan
92
Seasion 2. Awan
93
Seasion 2. Awan
94
Seasion 2. Awan
95
Seasion 2. Awan
96
Seasion 2. Awan
97
Seasion 2. Awan
98
Seasion 2. Awan
99
Seasion 2. Awan
100
Seasion 2. Awan
101
Seasion 2. Awan
102
Seasion 2. Awan
103
Seasion 2. Awan
104
Seasion 2. Awan
105
Seasion 2. Awan
106
Seasion 2. Awan
107
Seasion 2. Awan
108
Seasion 2. Awan
109
Seasion 2 . Awan
110
Seasion 2. Awan
111
Seasion 2. Awan. The End
112
Ekstra Chapter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!