Paul kembali ke aula gereja dimana tempat itu menjadi tempatnya persembunyiannya selama ini, desa yang kini luluh lantah membuatnya sedih, ditambah kematian dua orang secara mengenaskan yang ternyata adalah kedua orang tua Joan, dia melesat menemui Mathias di kamar peristirahatannya, sebuah peti mati yang ada di sebuah kamar yang lembab dan dingin.
"Mathias!" serunya marah, "Mathias..." teriaknya "Kaluar kau, keluar atau aku hancurkan tempat ini."
ujarnya lagi semakin marah.
Peti mati itu kini terbuka, kedua manik Mathias yang terpejam pun kini terbuka, "Ada apa? Kau membuatku kaget my lord."
"Hentikan pencarianmu akan anak yang di adopsi oleh David, kau sudah membunuh banyak orang dan juga menghancurkan satu desa, apa kau juga akan terus menghancurkan semua dataran ini"
Mathias mengernyit, dia keluar dari peti mati dan menghampiri kakaknya. "Ada apa, kenapa kau berubah fikiran atau kau sendiri sudah menemukan anak itu?" ucapnya, "Apa kau tahu jika bisa saja David sengaja menyembunyikan nya atau David sengaja tidak melibatkannya karena satu dan dua hal?" tanyanya penuh curiga.
"Legenda itu tidak pernah ada, semua hal yang berkaitan dengan hal itu tidak akan pernah ada, tidak ada yang namanya darah keturunan Bathory yang akan membuat kita setara dengan manusia normal, semua ada dala jalurnya sendiri sendiri, kita hanya akan aktif di malam hari dalam kekal, tidak akan ada yang bisa mengubah hal itu sedikitpun, sebaiknya kau hentikan pencarianmu karena tidak akan membuahkan apa apa, kau hanya akan membuat semuanya menjadi lebih rumit."
"Tunggu... Apa yang terjadi My lord, kau bilang apa. Semuanya akan sia sia, bagaiman mungkin, legenda itu sudah ada ribuaan tahun lalu, bahkan kita sudah berperang melawan keluarga Bathory sejak leluhur mereka ribuan tahun yang lalu, dan langkah kita tinggal sedikit lagi Paul, kau tidak akan percaya ini, kita akan menemukan anak adopsi itu dan memastikan nya sendiri, jita memang tidak ada hubungannya ya sudah, anak itu tidak mungkin menjadi ancaman bagi kita, kecuali firasatku benar kali ini, jika David memang sengaja melakukannya untuk melindungi anaknya itu, dia mengatakan pada orang orang jika anak itu di adopsinya tapi bagaimana kalau anak itu ternyata keturunan terakhir dari Bathory, kau akan melewatkan hal itu dan membuat klan kita terancam Paul." ujarnya menohok. Tentu saja Paul terdiam dengan rahangnya yang bergemelatuk.
"Sudah aku bilang, hentikan semuanya, kau tahu apa akibatnya jika kau terus melakukan hal ini, semua klan akan keluar dan membunuh dengan bebas, ini sangat berbahaya Mathias!"
"Itu sebabnya kita harus menemukan anak itu terlebih dahulu, jangan sampai klan lain yang menemukannya dari pada kita, ini akan lebih berbahaya Pul, camkan itu!" ujarr Mathias yang menyibak jubah yang di pakainya lalu melesat pergi.
Paul tidak mungkin bisa mencegah adiknya itu untuk tidak melakukannya, Mathias yang lebih ambisius daripadanya, tidak memiliki kontrol dan juga sangat kejam, dia akan membunuh tanpa ampun, bahkan dia tidak akan memikirkan konsekwensi yang akan dia terima di kemudian hari ataa tindakannya yang gegabah itu.
"Mathias! Kau tidak mendengarku?"
"Maaf my lord, kali ini aku tidak sependapat denganmu, setelah memastikan sendiri dan bertanggung jawab atas perbuatanku sebelumnya yang membuatmu marah aku akan segera kembali, dan saat itu tiba, aku siap menerima hukuman apapun darimu, tapi aku harus memastikannya sendiri." ujar Mathias dengan suara bathin yang hanya mampu di dengar oleh Paul seorang diri.
Paul kini meghela nafas, dia harus mencegah hal itu terjadi, karena sudah pasti nyawa Joan yang akan jadi taruhannya, disamping itu hal besar akan terungkap jika Mathias berhasil.menemukannyaa.
Paul tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi, karena sudah pasti Joan akan tahu siapa dirinya selama ini, dan sudah pasti akan membencinya karena kedua orang tuanya mati mengenaskan di tangan adiknya sendiri.
Mathias kembali ke desa yang kini luluh lantah tanpa penghuni, hanya suara suara anak anak hewan ternak yang kehilangan induk mereka yang telah mati, semilir angin berhembus sangat kencang, dan wangi darah yang manis menyeruak dalam hidungnya.
"Sepertinya aku mengenal wangi ini. Tapi dimana aku pernah mencium wangi seperti ini ya?"
Sementara Mathias mengingat ngingat wangi darah yang terbawa angin sepoi sepoi. Joan berjalam ke dalam reruntuhan rumah miliknya, dia ingin mencari barang barang miliknya terlebih pakaian ganti yang sangat dia butuhkan saat ini, dia juga ingin mencari peninggalan peninggalan kedua orang tua yang bisa di gunakan nya sebagai petunjuk.
Namun langkahnya terhenti saat tiba tiba belat yang dia gengganm bergetar hebat begitu juga perasaanya yang tiba tiba tidak karuan, ada wangi yang menyeruak masuk ke dalam lubang hidungnya, juga pandangannya yang tiba tiba berubah, dia tersentak kaget bahkan sangat kaget ketika pandangannya bisa mencapai ribuan mil dalam sekali kedip, bahkan binatang binatang yang tengah bersembunyi di dalam hutan mampu dia lihat dari tempatnya berdiri, angin yang tiba tiba berputar putar dan bayangan sesosok pria yang dia lihat dari satu tempat.
Joan terhenyak saat melihat kedua matanya yang merah menyala, juga serigaian di bibirnya saat itu, dia sampai ketakutan dan berlari menjauh ke dalam hutan dan bersembunyi, saat itulah perisai di tubuhnya bekerja otomatis dan melindungi dirinya agar tidak ketahuan, Joan tidak tahu bagaimana hal ini terjadi, yang pasti dia merasa jika drunya kini dalam bahaya. Wangi yang sama pula kian menguat menusuk hidungnya . Dan sesuatu terjadi di depan matanya sendiri.
"Ku dengar buruanmu itu gagal Mathias, bagaimana kau bisa begitu ceroboh hm? Sayang sekali, aku fikir klan kalian akan berkuasa tapi ternyata tidak, kita memiliki kesempatan yag sama kali ini, aku akan menemukannya lebih dulu, dan kau akan gigit jari Mathias." ujar seorang pria yang Joan lihat hanya bayangannya saja.
"OOH ,,, jangan senang dulu, klan kalian tidak mungkin bisa mengalahkan klan Doniminiq yang sudah teruji, bukan berdasarkan satu kegagalan saja tapi klan kami sudah pasti lebih berkuasa saat ini!"
Joan menutup mulutnya tak percaya, bagaimna bisa dia mampu melihat kejadin yang tidak ada di hadapannya, tapi ribuan mil jauhnya dari sana, sebuah lahan kosong yang terlihat seperti hamparan hijau namun semuanya sangat gelap.
Dan yang bisa dia lihat hanya siluet pria pria yang kini sedang bersitegang, dan anehnya suara nya begitu sangat jelas dengan wangi yang kuat menusuk.
"Apa ini kelebihan yang muncul tiba tiba seperti apa yang di katakan ayah dalam suratnya, mana mungkin aku bisa mendengarnya padahal jarak mereka sangat jauh."
Pertarungan klan Dominiq dan klan an Deemon tersebut tidak terelakkan lagi, dan Joan menyaksikannya dari tempat persembunyiannya dengan perlindungan perisai tentu saja.
"Ayah ... Apa kah ini benar. Kalau itu benar ... yang mereka cari adalah aku ayah?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments