Joan berteriak sekeras mungkin karena dia merasakan rasa panas seakan membakar dirinya, kamar yang dipasangi perisai oleh ibunya pun mampu dia tembusnya sendiri, Joan keluar untuk mencari pertolongan, dia mencari ibu dan ayahnya namun tidak menemukan mereka di mana mana,
"Ibu ... Ayah, tolong aku!" lirihnya ketakutan.
Suara jeritan yang memekik telingapun semakin jelas terdengar, anak anak menjerit memanggil nama orang tua mereka, namun Joan ingat nasihat Ayahnya agar dia tidak keluar dan tetap berada di dalam kamar saja, hingga dia hanya bisa menangis dengan posisi terpengkur di sudut ruangan.
Malam itu jadi malam paling panjang dalam hidupnya, rintihan kesakitan dan juga teriakan masih kadang terdengar. Ringkih kuda dan auman serigala yang seolah saling menyaut, menemani malam penyerangan klan Dominiq yang di pimpin oleh Mathias.
Joan menutup telinganya dengan kedua tangan, walau semakin lama suara suara teriakan mereka semakin terdengar sumbang.
Joan akhirnya tertidur dalam posisi duduk, setelah rasa panas yang menjalar seluruh tubuh dan terasa membakarnya itu perlahan mulai reda.
David dan Elena hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat malam itu, kumpulan klan yang menyerang secara membabi buta dan menghancurkan desa mereka, saat ini mereka berdua hanya bisa bersembunyi, memantau serta mengetahui jenis macam apa yang akan datang, dan tebakan Elena benar, jika mereka menerima kabar kematian Vampire yang mati di tangan David.
Perisai yang digunakan Elena mampu menyamarkan popsiis mereka hingga tidak ada yang bisa mengetahuinya, namun mereka juga urung melakukan enyerangan karena mereka kalh jumlah,
"Mereka terlalu banyak David. Kita lebih baik tidak melakukan apa apa dulu, ini akan sia sia, sedangkan kita hanya berdua saja, kita akan mati konyol dan meninggalkan Joan yang belum siap," terang Elena yang ada baiknya dilakukan saat ini, hingga mereka pun selamat tanpa diketahui oleh siapapun dari klan Vampire yang menyisir tempat itu guna mencari mereka berdua.
"Elena, kita akan pergi ke utara dan menunggu Joan, akan lebih baik begitu daripada kita pergi bersama, Joan. Dia akan berada di dalam bahaya jika bersama kita." tambah David dengan menganggukkan kepalanya.
Sampai akhirnya mereka berdua pergi ke utara, untuk mempersiapkan segalanya untuk membasmi klan Vampir yang akhirnya muncul juga.
"Semua senjata dia bawa, bahan belati naga emas yang selama ini tersembunyi dengan rapih. Busur panah beracun yang mampu menghancurkan Vampire, senjata yang menjadi andalan yang di pakai oleh Elena, juga tombak pusaka timah yang menjadi andalan David.
Sampai keesokan pagi, Joan terbangun setelah matahari muncul di puncak, tidak ada kokok ayam yang biasa selalu membangunannya setiap pagi, bahkan sosok Ibu yang selalu menyiapkan semuanya.
Joan melangkah keluar rumah, dan alangkah terkejutnya saat ini karena Joan melihat banyaknya rumah penduduk yang rusak, bahkan banyak pula hewan mati bergelimpangan dimana mana, jangan tanya soal darah, karena merahnya sudah bercampur dengan kotoran dan juga tanah.
Dia bergegas keluar, dengan berbekal beberapa roti gandum dan juga air didalam sebuah tas. Tak lupa juga dia menghubungi Eve namun tidak ada.
Akhirnya Joan mulai perjalanananya ke utara, dia pergi dahulu ke sebuah kota yang amat ramai, membeli bahan bahan makanan untuk di perjalanan, kota di utara Barness terkenal sangat angker, menjadi kota leluhurnya keluarga Bathory.
Sampai malam pun Joan belum juga sampai, dia baru saja tiba di station kereta api, gadis 19 tahun itu pun sudah mengantongi tiket kereta api ditangannya.
Suasana malampun lebih mencekam di bandingkan malam malam biasanya. Sesaat sebelum dia naik, ditubuhnya ditarik kebelakang dan tersentak kaget saat dirinya tahu siapa yang memanghil namanua.
"Kau?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments