Paul mengerjapkan kedua matanya mendengar pertanyaan dari Joan, "Entahlah .. Aku tidak tahu Joan, kenapa kau bertanya hal semacam hal itu, bukankah kau tidak percaya akan adanya vampire di sini?" tukasnya menohok.
"Ya .. Tapi kejanggalan yang terjadi akhir akhir ini juga kematian kedua orang tua ku mengarah pada pembunuhan terencana bukan? Siapa yang membunuh mereka berdua Paul?" tanya balik Joan dengan tajam.
Paul terkesiap, "Apa mksudmu?"
Mau tidak mau, Joan memang harus mengatakan nya pada Paul, dia juga ingin memastikan sesuatu.
"Apa maksud pertanyaanmu Joan?" Tukas Paul menjadi lebih tidak sabar lagi.
"Maksudku adalah, kedua orang tuaku adalah David Bathory!" jqwabnya dengan tegas.
"Bat --- apa?"
"Bathory, kau tahu sesuatu tentang nama keluarga itu?"
"Jadi kau ada)ah anak dari Bathory? Maksudku anak yang diadopsi oleh kelurga itu?" kedua mata mata Paul terbeliak sempurna menatap gadis yang duduk di hadapannya dengan kepala yang di angguk anggukan, tak sampai situ, pisau yang tengah di pegangnya pun terjatuh ke atas piring hingga berdenting.
Melihat reaksi yang diperlihatkan oleh Paul, Joan semakin yakin jika Paul tahu sesuatu, atau bahkan buku yag dia baca sebelumnya mengenai pria berumur 2000 tahun dan sudah menjadi musuh bebuyutan keluarga Bathory itu benar adanya, Paul yang saat ini duduk dihadapannya.
Mengingat hal itu, Joan tampak sedih, ia menatap Paul dengan tatapan yag sulit di artikan lagi.
"Legenda itu Paul ... Legenda yang mengatakan jika berhasil membunuh keturunan terakhir pasti akan membuat klan vampire bisa setara dengan manusia, bahkan dia bisa menguasai dunia Paul. Dan kau tahu David ayahku adalah keturunan terakhir?" pancingnya
Paul menggelengkan kppalanya. Dia tahu darah David tidak berarti apa apa, dan bahayanya lagi, Joan lah kemungkinan yang kini jadi buruan Mathias adiknya, Joan yang diperkirakan adalah keturunan terakhir dan David sengaja melindunginya dengan mengatakan jika dialah keturunan terakhir karena melindungi Joan. Itu bisa saja terjadi. fikirnya kemudian.
"Jika itu benar, itu artinya kematian ayahmu akan membuat klan vampire semakin berkuasa."
Joan terbeliak, " jadi itu benar?"
"Entahlah .. Aku tidak tahu legenda itu Joan " ujar Paul berbohong, dia tidak mungkin mengatakan semua hal pada Joan termasuk dirinya yang seorang vampire bahkan sang pemimpin. Dan itu juga dilakukan Joan, gadis itu hanya mengangguk lirih dan tidak berniat mengatakan ada kemungkinan jika dia lah keturunan terakhir seperti yang dikatakan Ayahnya dalam surat yang dia temukan.
Mereka sama sama terdiam dengan saling menatap, sama sama menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya dan dipastikan kenyataannya akan membuat keduanya berpisah.
Joan dan Paul sendiri tidak menginginkan hal itu terjadi, mereka sudah sama sama memiliki perasaan yang sulit dicerna oleh logika, kedekatan keduanya yang lama lama membuat perasaan mereka berdua semakin dalam saja.
"Sudah malam, pulanglah." ujar Joan kemudian,
Paul mengangguk, tapi rasanya dia tidak mungkin pergi begitu saja setelah tahu apa yang terjadi, terlebih mengetahui Joan lah anak yang dia adopsi David, dia sudah pasti akan diintai banyak klan kedepannya.
Jadi benar, pelindung itu ... Pelindung yang sempat aku lihat tempo hari dan ini ada hubungannya. Pantas saja jika Joan sulit aku baca fikirannya.
Kabar yang kini beredar mungkin masih tentang kesuksesan klan Dominiq yang mendapatkan darah keturunan terakhir, tapi tidak akan lama lagi, kabar terbaru sudah pasti akan beredar dimana darah itu tidak berarti apa apa, terlebih, Mathias sudah bertekad mencari Joan.
"Baiklah aku akan pergi, tapi kau tidak boleh kemana mana sendirian, tempat ini dokelilingi hutan belantara, dan aku takut jika kau akan tersesat nantinya." tukas Paul yang bangkit dari duduknya perlahan lahan. Seolah mengukur waktu agar di bisa lebih lama berada di sana.
Joan mengangguk, dia juga sebenarnya takut jika sendirian, tapi jika itu benar, mana mungkin dia ingin terus bersama Paul, bukankah itu sangat aneh, jika Paul adalah vampire yang harus dia buru dan mungkin gara gara Paul lah orang tuanya terbunuh secara mengenaskan.
Joan ... Kau harus tahu satu hal, apapun yang kau temukan ... aku merasa kita sangat dekat, terlepas dari apa yang kau percayai saat ini, mungkin kau berfikir yang tidak tidak tentangku dan aku terima hal itu, tapi satu hal yang aku tahu, aku mencintaimu dan tidak mungkin aku melukaimu. Batin Paul.
Joan terperanjat, sampai dia menjatuhkan piring dari tangannya hingga terjatuh ke atas meja setelah mendengar kata kata yang di ucapkan oleh Paul dalam hati,
"Apa yang terjadi?" tanya Paul.
"Tidak, aku hanya merasa pusing, dan aku sepertinya harus istirahat,"
"Baiklah, istirahatlah, aku tidak akan mengganggu mu lagi, dan aku juga akaa memastikan semuanya baik baik saja,"
Joan mengangguk, menatapnya dengan nanar, dia takut semua benar adanya, Paul, vampire yang membunuh orang tuanya,dan juga legenda itu. Apa yang harus dia lakukan jika semua itu terjadi.
"Baiklah, aku pu)ang dulu, mintalah bantuan ku jika kau membutuhkan bantuanku Joan, aku pasti akan datang,
Joan mengangguk lagi, walau dia tidak tahu apa yang terjadi kedepannya namun dia yakin jika semua benar adanya, entah kenapa hatinya selalu mengatakan hal yang sama namun juga percaya pada Paul sekalipun dia adalah vampire yang di buru oleh keluarga secara turun temurn.
Setelah kepergian Paul, dia lari masuk kedalam kamar dan menelengkupkan kepalanya diatas bantal dan menangis sesegukan, bagaimana ini. Bagaimana jika semua ini benar, apa yang harus aku lakukan tuhan, apa yang akan terjadi ke depannya. Ya tuhan, ayah ibu ... kenapa semuanya jadi begini, sementara hati dan fikiran ku yakin dan aku bisa percaya pada Paul, tapi kenyataannya dialah orang yang menyebabkan kalian meninggal dan membuat aku jadi sebatang kara seperti sekarang, Tuhan apa yang harus aku lakukan."
Sementara kesedihanpun kini di rasakan Paul, hatinya ikut sakit saat dia keluar dari rumah yang kini dtempati oleh Joan seorang diri, Paul menatap rumah itu dari pepohonan dimana ia kini berdiri, dan angin berembus menyibakkan jendela kamar dimana Joan kini tertelengkup dengan suara sesegukan..
"Apa yang terjadi sebenarnya ini. Apa kah Joan mulai tahu siapa aku, apa kah Joan mulai nmenyadarinya," gumamnya pelan dengan terus menatap kedua bahu Joan yang terlihat bergetar karena menangis.
Sementara itu Mathias tidak hentinya mencari keberadaan Putri yang di sinyalir adalah putri yang dia adopsi oleh David. Dan desa yang kini luluh lantah tanpa peghuni satu pun menjadi titik awal pencariannyaa.
Bahkan Mathias mengerahahkan seluruh anggota untuk menyisir semua tempat termasuk tempat tempat yang tidak mungkin di kunjungi manusia. Goa goa yang tersembuunyi, kandang kandang ternak, juga rumah rumah yang kini tinggal reruntuhan.
"Cari anak itu dan bawa dia dalam keadaan hidup kehadapanku! Kalian faham itu?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments