Bab.17(Memastikan)

Kedua nya saling bertatapan dengan dalam, Paul masih memeluk tubuh Joan dengan erat begitu juga dengan Jaon yang melingkarkan tangan di pinggang Paul. Hawa dingin yang menyeruak dari tubuh Paul seakan sangat terasa olehnya namun Joan tidak mau ambil pusing dengan hal itu, semakin dia dekat dengan Paul, semakin nyaman dia rasakan bersamanya.

Jangan tanya kenapa dia merasa hal itu, hatinya sendiri yang berbicara seperti itu.

"Kau sudah makan?" tanya Paul

"Aku tidak berselera makan Paul, jangankan ingin makan sesuatu, aku bingung dengan semua yang terjadi secara cepat ini Paul. Aku takut!"

"Aku mengerti, kau pasti kaget dengan semua yang terjadi, tapi apa kau tahu kenapa orang tua mu bisa terbunuh secara kejam itu?" tukas Paul yang belum menyadari jika Davidlah ayahnya, dan Mathias adiknya lah yang melakukan hal keji itu.

"Entahlah Paul aku tidak tahu. Yang jelas mereka memang mengincar kedua orang tuaku, dan aku kini sendirian di dunia ini." tukasnya denga lirih.

"Tenanglah, aku akan mrenemanimu. Sekarang kita makan dulu ya, dimana dapurnya ... Aku akan memasak untukmu."

"Kau bisa memasak?"

"Tentu saja aku bisa, kau mau apa. Gulai, sate kelinci atau rusa bakar?"

Joan membelalakkan kedua matanya, "Kau akan berburu lebih dulu? Mana ada bahan bahan itu di sini, aku hanya melihat ayam dan telurnya saja."

"Ya .. Aku bisa berburu dengan cepat, kau tunggu aku sampai kembali oke?" ujar Paul yang mengurai pelukannya pada Joan, " ingat tunggu aku dan jangan kemana kemana." ujarnya dengan melangkahkan kaki nya keluar dari rumah

Joan menggelengkan kepalanya, dia tidak habis fikir Paul selalu melakukan hal hal diluar fikirannya, pria itu membuatnya terpesona, apalagi tatapannya yang begitu meneduhkan.

"Aku tahu kau akan membuatku aman Paul, mungkin kau memang diciftakan untuk menjagaku setelah kedua orang tua ku meninggal. Aku sendirian sekarang," gumam Joan setelah melihat Paul yang berlalu pergi.

Bruk!

Tanpa dia sadar, sebuah buku yang berada di rak paling atas terjatuh tak jauh dari kakinya. Dia juga terperangah saat buku tersebut terbuka di tengah tengah halaman. Dan yang membuatnya semakin terperangah adalaah hal yang dia lihat,

"Apa ini?" ujarnya dengan mengambil buku yang terbuka tersebut.

Terlihat beberapa gambar seorang pria yang dengan jelas, wajahnya juga postur tubuhnya yang mirip dengan Paul, didalamnya juga ada keterangan tanggal kelahiran dan juga posisi yang kini di pegangnya.

"Ini? Bukan kah Paul?"

Keterangan pada buku itu sangat detail, bahkan kelemahannya terhadap sinar matahari dan legenda Bathory, semua ini membuat Joan pusing kepala, benarkah yang dia lihat itu, benarkah apa yang terjadi itu.

Brak!

Pintu terbuka, Paul datang dengan dua kelinci yang sudah mati, dia tersenyum pada Joan yang buru buru menutup buku di tangannya dan menyembunyikannya di dalam laci lemari.

"Kau berhasil?" tanyanya kikuk.

"Tentu saja, ini sangat mudah bagiku, ayo kita makan sepuasnya, akhir akhir ini populasi kelinci dihutan sepertinya menurun, lihatlah, kelinci ini kecil kecil sekali." ujar Paul yang menunjukkan kelinci yang telah mati di tangannya,

"Benarkah? Aku tidak pernah tahu hal itu." ujar Joan yang semakin curigaa, " Memangnyaa kau suka sekali berburu di malam hari, bagaimana kau melihat mereka Paul, siang hari saja mereka sulit di temukan, apalagi malam hari!" Joan semakin curiga saja.

Bagaimana tidak, dia bahkan baru tahu jika seseorang bisa berburu di malam hari tanpa alat alat perangkap,

"Tentu saja karena aku memiliki kemampuan yang mumpuni tentang pemburuan. Aku ini pemburu hewan!" sahut Paul yang langsug menyimpan kelinci diatas meja. "Mana dapurnya, tunjukan padaku dan kau akan tahu kehebatanku yang lain selain berburu." tukas Paul yang menjadi tidak sabar,

Joan pun menujukan dapur padanya, dan membiarkan Paul didalam sana sementara dia masuk ke dalam kamar dan membaca buku yang telah dia temukan itu kembali.

Setelah hampir 30 menit berkutat dengan segala macam perlengkapan. Aahinya Paul kembali dengan daging kelinci yang sudah siap di hidangkan, wangi semerbak dari rempah rempah yang di temukan Paul di dapur juga wangi pembakaran menyeruak ke dalam lubang hidung Joan.

"Makanlah." ajak Paul yang menarik kedua bahu Joan dan menyuruhnya untuk duduk di kursi

Joan pun menurut saja, selain kepalanya tidak mampu berfikir dia juga masih bingung harus mengatakan apa, dia takut semua kenyataan itu benar adanya, dia sangat takut jika fikirannya benar. Tapi mau tidak mau dia harus memastikan semuanya agar menjadi jelas,

"Paul ... aku ingin bertanya padamu."

"HM ... Tanya saja, jika aku tahu jawabannya, aku sudah pasti akan menjawabnya.

"Siapa nama lengkapmu?"

"AKu?

Joan menganggu, "Ya ... , kau!"

"Paul Sancwres, kenapa?" Paul mengunyah paha kelinci bakar dengan bumbu rempah yang sangat wangi itu.

Deg!

Persis dengan nama yang tertera di bawah sebuah gambar yang baru saja dia lihat.

"Berapa usiamu?" tanyanya lagi.

"Usiaku? Entahlah aku tidak ingat, yang pasti aku lebih tua darimu, kenapa kau bertanya seperti itu!"

"Maaf sepertinya aku tidak sopan, tapi aku hanya ingin tahu saja!"

"Ayo makan dulu ... Kalau dingin ini pasti tidak enak." kilahnya dengan mengalihkan pembahasan. "Kau sendiri suka apanya daging paha, leher, atau dada." tambahnya lagi.

"Semuanya." sahut Joan yang menatap Paul dengan begitu dalam, begitu juga dengan Paul yang menatap Joan dengan nanar.

"Sama berarti, seperti aku yang menyukai semua yang ada di dirimu Joan, tapi aneh sekali dengan pertanyaanmu itu, ada apa?"

Joan menggelengkan kepalanya lirih, "Tidak apa apa, bukankah aku sudah bilang kalau aku hanya ingin tahu saja,"

Paul terdiam dengan terus menatap Joan tanpa kedip, seolah sedang mencari tahu isi fikirannya tapi tidak juga menemukan apa apa, Paul tidak dapat membaca sedikitpun isi hati dan fikiran Joan saat ini,

Aneh ... aku tidak bisa membaca fikiran Joan, batinnya.

Kalau begitu, apa Paul seorang Vampire? Tapi mana mungkin, tapi mungkin saja, bagaimna kalau iya dia seorang vampire yang selama ini di buru keluarga leluhurku, apa yang aku harus lakukan tuhan, bagaimana mungkin aku menyukai Vampire yang selama ini jadi buruan Kedua orang tuaku.

"Paul ... Apa kau tahu sesuatu tentang keluarga Bathory, katanya keluarga itu adalah pemburu vampire. Apa kau tahu legenda itu?"

Paul terperanjat, dia bahkan kaget bukan main, terlihat wajahnya sangat panik, "Bagimana kau tahu hal itu?" ujar Paul

"Ya ... Dikalangan penduduk memang sangat ramai membicarakan hal itu, terutama akhir akhir ini, kalau katanya mereka ini satu satu keluarga yang bisa memburu Vampire, aku tidak percaya jika vampir itu ada, tapi aku juga penasaran dengan cerita itu. Apa kau tahu hal itu?"

"Entahlah Joan , aku tidak tahu yang pasti aku juga tidak tau apa itu benar atau tidak, legenda itu semuanya bohong, mungkin .. Aku tidak tahu."

Joan memicingkan kedua matanya, merasa jika paul menyembunyikan sesuatu, dan anehnya hatinya yakin akan hal itu, tapi kenapa juga hatinya juga percaya pada Paul. Ini sangat membingungkan baginya.

"Katanya jika membunuh keturunan terakhir, maka Vampir akan kekal selamanya? Mereka bisa menguasai dunia? Benarkah itu?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!