"Paul ... Kau itu?" gumam Joan yang menyibakkan sedikit selimutnya.
"Ya ... Ini aku!"
Tentu saja Joan terperangah saat melihat Paul yang kini berdiri menatapnya, gadis itu bangkit dari ranjang dengan kedua manik ynag membola, "Bagaimana kau bisa masuk Paul?"
"Tentu saja kau masuk lewat pintu, kau fikir aku hantu yang bisa masuk dari tembok?" tukas Paul dingin, kedua maniknya tajam dengan sorot yang menakutkan.
Joan menatapnya, bulu bulu di tengkuknya tiba tiba meremang dengan sendirinya saat tatapan mereka beradu, sampai Paul sadar jika dia mulai menakutkan karena kemarahan yang tersisa tadi akibat dari pertengkrannya dengan Mathias.
^Flashback On^
Brak!
Patung yang tergantung di dinding aula gereja terjatuh saat Paul membalikkan tubuh menghadap ke arah pintu dimana Mathias baru saja berjalan masuk, pria berambut panjang itu tertawa hingga tawanya menggelegar kemana mana dengan sebuah benda yang ditenteng ditangannya.
"Kau terlalu gegabah Mathias!" serunya dengan melesat menghampiri adik vampire nya itu dengan tatapan yang menakutkan, "Langkahmu terlalu jauh, kau membinasakan hampir seluruh desa dan kau kembali setelah membantai manusia yang tidak berdosa Mathias."
"Kau harusnya senang Paul, aku membawakan mu hadiah, setelah beribu ribu tahun lama nya kita terbelenggu dalam dunia penuh kegelapan hingga hari ini tiba, kita kan bisa melawan dunia dengan kekuat yang kita miiki sekarang, legenda itu Paul ... Legenda itu akhirnya terjadi."ujarnya dengan mengangkat satu tangannya yang memegang potongan kepala David dengan darah yang masih bercucuran. "Keluarga terakhir Bathory, musuh bebuyutan kita kini telah musnah, dan kita akan kekal abadi tanpa takut lagi keluar di siang hari, " tukasnya lagi dengan tertawa.
Bugh!
Tanpa Mathias duga sebelumnya, jika Paul kini justru memukulnya dengan sekali telak hingga mengenai rahangnya yang kuat.
"Itu sebabnya aku bilang kau terlalu gegabah, langkahmu terlampau jauh dan kau sangat ceroboh. apa kau sendiri sudah memastikan jika dia adalah keturunan terakhir Bathory, tidak ada yang lain dan kau yakin kali ini kita menang setelah legenda itu terjadi?"
Mathas terhenyak, dia tidak menyangka jika reaksi sang pemimpin ynag tidak lain adalah kakaknya sendiri itu sangat berlebihan, bahkan dia tidak percaya yang yang dikatakannya jika David lah orang terakhir dari keluarga pemburu yang selama berpuluh puluh abad memburu mereka.
"Kau sudah memastikannya hah? Bagaiman kalau kau sendiri salah Mathias, apa kau bisa memperbaiki semua kekacauan ini? Semua klan akan keluar dari persembunyiannya jika kau salah dan mereka akan lebih berani lagi, itu yang kau mau. Hah?"
"Aku tidak bodoh Paul, aku jelas memastikannya sebelum kembali, dan dia memang tidak memiliki keturunan lagi, mereka hanya mengadopsi seorang anak dan ...."
"Mengadopsi? Lalu kau tahu dimana anak itu?"
Mathias menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tau, yang jelas ini Bathory yang terakhir, darah nya akan membuat klan kita lebih unggul dari klan yang pengucut itu, kita tidak akan terkalahkan, dan soal anak yang mereka adopsi, aku tidak mencium keberadaannya, mungkin saja dia terbantaii saat penyerangan di desa itu, entah lah aku tdak tahu." sahutnya dengan herdikan bahu.
Beberapa anggota klan yang mengambil darah David membawanya guna dijadikan estrak yang bisa di minum oleh semua anggota klan, mereka mulai bekerja membuatnya, dan dipastikan darah itu jangan sampai jatuh ke tangan klan lain dan membuat mereka unggul daripadanya.
Bahkan beberapa penjaga mengawasi dengan ketat pada setiap manusia yang datang pada hari itu ke dalam aula gereja yang dijadikan markasnya.
"Kau tidak perlu khawatir lagi Paul, semua sudah aku bereskan, kita bisa berpesta malam ini."
"Lakukan uji coba lebih dulu, aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun, itu artinya aku tidak mau mendengar kegagalan satu pun, atau kau akan mati di tanganku Mathias. Mengerti?" ujarnya dengan kedua mata yang merah menyala, dan Mathias tentu saja takut melihatnya.
Paul memang tidak seextrem dirinya dalam membunuh mangsa ataupun menghukum anggota klan, tapi dia dia marah, tatapannya saja mampu meluluh lantahkan daging serta tulang belulang jika dia mau. Mathias mengangguk, dia menyerhkan kepala David pada salah satu kepercayanyamdan menyuruh mereka memajangnya dengan indah agar dapat di lihat semua anggota klan sebagai keberhasilan yang luar biasa, sementara Pul hanya menatapnya datar saja, dia masih menunggu apakah adiknya itu benar atau tidak.
Feeling seorang pemimpin jauh lebih kuat dari siapapun, dia memberi keputusan yang tidak akan main main, itu srbabnya dia tidak ingin ada satu kesalahanpun.
Legenda berabad abad lamanya yang dipercaya semua klan jika darah dari keturuanan Bathory yang akan membuat kedudukan klan mereka jauh lebih tinggi termasuk dari pada manusia, klan Vampire yang berhasil meminumnya akan kekal abadi pun akan muncul di permukaan dan bisa menjadi kemusnahan bagi seluruh manusia di muka bumi, bahkan mampu menggantikan mereka dalam inflastruktur pemerintahan, beraktifitas layaknya manusia, berbaur sesuka hati tanpa takut sinar matahari yang mampu melepuhkan dan menghancurkan seluruh kekuatan yang mereka miiki.
Sampai akhirnya seorang budak Vampir baru baru ini dijadikannya kelinci percobaan, sebelum extrak darah itu di berikan pada paul, budak vampire itu pun lebih dulu mengkomsumsinya. Tubuhnya mengeluarkan kepulan asap dengan kulit pucat kini berubah kemerahan, semua orang tampak bersorai melihatnya dan mereka sudah dipastikan berhasil 100%.
"Keluarlah dan berjalan kearah sana," ujar Mathias yang menuruhnya berjalan di terik matahari langsung."
Budak itu tentu saja senang karena dia sudah pasti akan lebih sering keluyuran dari pada biasanya dan tidak peru takut keluar di siang hari, namun nyatanya mereka salah, kini budak itu menjerit kesakitan saat sinar matahatmri membuat kulitnya terbakar, tak sampai di situ, Paul dan mathias bahkan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana budak vampire itu hancur lebur tanpa sisa oleh sengatan matahari.
"Apa apaan ini?"seru Mathias yang terperangah kaget.
Begitu juga dengan Paul yang menatap tajam ke arah Mathias dan membuatnya jatuh terhempas kebelakang tanpa dia sentuh sedikitpun.
"My lord! Tunggu ..."
"Kau sangat gegabah Mathias, kau tidak hanya membut kekacauan tapi kay juga membuat masalah fatal kali ini, kau tidak termaafkan!"
"PAUL ... Maksudku my lord, aku bisa memperbaikinya , jangan lalukan apapun dulu, aku bisa memperbaiki semuanya, aku akn memastikannya sendiri jika tidak ada keturunan terakhir dari keluarga Bathory ataupun gangguan yang lainnya, dia ... Darah itu ... Mungkin tidak berlaku bagi seorang vampire budak, dia itu manusia pada umunmnya yang sengaja kita jadikan vampire dan mungkin saja exstrak itu tidak bekerja dengan baik.
"Kalau begitu kau cobalah sendiri dan lakukan seperti apa yang dia lakukan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments