Bab.08(Penyerangan)

"Aku tidak tahu ... Aku tidak tahu mereka dimana! Kalau pun aku tahu, aku tidak akan memberitahukannya padamu. Tuan ku akan marah ... Tuan ku akan marah!"

David kembali menempelkan senjatanya yang terbuat dari perak, logam mulia yang bisa menghancurkan tubuh Vampir dalam sekejap, pasak yang dia pegang tepat mengenai jantungnya.

Dengan rahang mengeras serta tatapan tajam David tidak hanya mengancamnya belaka, tapi dia tidak segan membunuhnya saat itu juga. David dilahirkan sebagai seorang pemburu Vampir, dengan kekuatan dirinya yang mampu bertarung, begitu juga dengan Elena dan lambat laun memperlajari mengenai seluk beluk dunia gelap para penghisap darah manusia yang akhir akhir ini meresahkan.

"Katakan atau kau akan hancur!"

"Tidak ... tidak ... tidak aku sudah bersumpah untuk tidak mengatakan apapun, terserah, kau bunuh aku saja. Aku tidak akan mati! Aku hidup kekal abadi." "Benarkah. Kau tidak akan mati? Kau hanya vampir dengan kasta paling rendah. Kau tidak ada apa-apanya bagi mereka, mereka tidak akan membuatmu menjadi setara. Mereka hanya membuatmu menjadi budak!" Ucap David yang berhasil menyulut kemarahannya.

Jelas itu akan sangat menguntungkannya, rasa marah maupun kesakitan yang muncul darinya akan sampai pada sang majikan. Vampir murni maupun Vampir campuran yang berhasil memilih pria itu sebagai budaknya.

"Apa aku benar?" sentaknya lagi, "Sekarang katakan dimana mereka?"

"Tidak... tidak tidak tidak tidak tidak," Teriaknya berulang kali. "Setelah aku berhasil membunuh untuk pertama kalinya, dan menghisap darah untuk pertama kalinya, maka aku akan kekal selamanya, dan setara dengan mereka." terangnya dengan terus mengeluarkan amarahnya.

Tapi David tertawa, "Kau telah dibohongi, kau tahu seorang vampir akan menjadi vampir yang benar-benar kuat saat dia membunuh manusia, membunuh untuk pertama kalinya juga darah pertama yang dia minum, bukan darah seekor anjing yang kau minum tadi!"

Vampir tersebut terlihat kaget dengan wajah tidak karuan, kini terlihat dia yang semakin marah dengan gigir taring yang semakin runcing.

"Itu jelas tidak mungkin! Kau jelas hanya memperalatku saja. Tidak mungkin tuanku membohongi aku, aku akan menjadi vampir yang kuat! Kau akan mati ditangan Tuan ku, dia sangat kuat, dia juga kejam."

"Mari kita buktikan, aku akan menusukmu satu kali, kalau kau tidak mati dan lukamu sembuh dengan sendirinya maka Tuanmu tidak berbohong."

"Bagaimana kalau tidak?"

" Kalau tidak. Tentu saja kau akan hancur lebur, aku tidak main main, kau lihat Ini dan rasakan sendiri. Kau akan segera tahu!"

Srakkkk!!

Wuussshh!

Arrgghh!

"Kau bisa lihat ini? Apa kau merasakannya?"

Vampir yang masih pemula itu berteriak saking sakitnya hujaman pasak yang terbuat dari perak murni itu tepat menghujam jantungnya. Menembus tulang belulangnya hingga hancur seketika.

Seketika pulalah angin berhembus sangat kencang tubuh vampir itu perlahan mengudara, berubah menjadi butiran debu yang menghilang sendirinya. Tidak terbayang bagaimana rasanya menghilang tanpa jejak, bahkan dia tidak bisa membedakan suatu Klan, pria itu hanya di peralat dan dijadikan budak saja. "David ... Kau membuat kita semua terseret masalah yang lebih besar." Ujar Elena.

"Untuk itu aku melakukannya!"

"Astaga. Apa yang kau lakukan itu hanya akan membawa bencana, mereka pasti akan tahu dan akan mencari kita!"

"Kau tenang saja Elena, karena itulah tujuanku. Aku ingin tahu apa mereka akan keluar setelah kita membunuh seseorang pembawa pesan alias budak salah satu dari mereka."

"Kau memang payah, kau hanya akan memancing mereka kemari dan menyerang desa."

"Kita akan mempersiapkannya malam ini!"

Keduanya keluar dari ruang bawah tanah dan kembali ke dalam rumah.

"Ayah, ibu ... Kalian dari mana saja, sampai larut begini baru kembali." tukas Joan saat melihat keduanya.

"Maaf sayang, kami berdua ada pekerjaan dan lupa memberitahumu." sahut Elena, disertai anggukan dari David.

"Pekerjaan apa? Kenapa sampai larut malam."

Suara auman serigala malam itu terdengar lebih keras dari pada malam malam biasanya. Membuat Elena dan juga David saling menatap sekilas.

"Joan ... Apapun yang terjadi malam ini, bersembunyilah dikamarmu. Jangan keluar sampai besok pagi. Kau mengerti!" tegas David yang memegang kedua bahunya erat. "Kau ingat pesan pesanku, ketika sesuatu terjadi pergilah ke utara. Bersembunyilah sampai kami datang menjemputmu lagi. Mengerti?"

Joan yang terheran hanya bisa mengangguk tanpa mengerti apa yang di maksud ayahnya itu, tapi dia tahu sesuatu akan terjadi.

***

Dan benar saja, kesakitan dan teriakan Vampir yang musnah ditangan David telah sampai pada sang Tuan. Paul yang membuatnya jadi Vampir tanpa sengaja pada malam bulan purnama 1 minggu yang lalu, setelah pertemuannya dengan Joan dan sempat kehilangan waktu berburu, tanpa sengaja bertemu dengan pria yang tengah memergokinya. Tentu saja Paul tidak tinggal diam saat ada manusia yang melihat aktifitas berburunya, hingga sang Lord sendirilah yang menggigitnya.

Kini Paul berwajah muram, tatapan kemarahan terlihat sangat jelas, saat merasakan jiwa kesakitan dan kemudian musnah di tangan seseorang.

Melihat hal itu, Mathias menghampirinya. "Ada apa Paul?"

"Seseorang telah membunuh budakku! Sudah lama aku tidak merasakan penderitaan dan kesakitan seperti ini!"

"Ada seseorang yang menantang kekuatan kita Paul."

"Ya ... Aku tahu!"

"Kita tidak akan tinggal diam, aku akan menyerangnya lebih dulu."

"Temukan mereka Mathias, mereka tidak bisa kita lihat, mereka punya kekuataan yang memperisai dan melindunginya dari kita."

"Tentu Paul, aku akan berkeliling untuk melihatnya dan menemukan mereka."

Paul mengangguk, menangkup wajah sang adik, dan menempelkan dahi mereka. Setiap ada yang terbunuh, maka Paul akan merasa sedih seperti ini.

Mathias dan beberapa anggota klan menyisir desa, auaman serigala bahkan menjadi pertanda kedatangan mereka, semua anggota melesat dengan cepat, indera penglihatan dan indera penciuman begitu tajam untuk mencari pembunuh saudara baru mereka.

"Cari mereka sampai dapat! Mati atau hidup!" ucapan Paul melekat di fikiran mereka, titah yang berasal langsung dari sang penguasa.

Sampai mereka menyerang desa, memporak porandakan seluruh desa kala para penghuni desa tengah terlelap tidur.

"David!" Elena yang tidak dapat memejamkan mata itu mengguncangkan tubuh suaminya. "Bangun David, mereka sudah datang!"

Elena memiliki insting yang sangat kuat, dia segera tahu jika anggota klan dari kelompok mereka pasti sudah menerima pesan terbunuhnya salah satu dari mereka.

"Bersiaplah Elena!"

Elena memasang perisai di kamar Joan, hingga dia tidak bisa mendengar apapun dan tidur nyenyak walau apapun yang terjadi, dia juga akan tersamarkan dan tidak akan terlihat oleh Klan Vampir.

Suara jeritan ketakutan mulai terdengar menyakitkan, tangisan anak anak, teriakan ibu mereka dan juga para binatang yang mengamuk seketika memekik telinga.

David dan Elena sudah menyiapkan semuanya. Hanya satu yang tidak mereka sadari, jika Joan sendiri bisa merasakan kedatangan mereka.

"Aaarrhhrg!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!