Melamar Pekerjaan

Sementara itu, di mansion Alexander, Alice juga dalam masa pemulihan.

Dan hal itu membuat Alexander lagi-lagi mengabaikan pekerjaannya hanya demi merawat wanita itu. Dia begitu telaten mengganti perban di perut Alice bahkan dia secara khusus menyiapkan makanan untuk Alice. Dia selalu memperhatikan apapun yang wanita itu konsumsi agar Alice bisa segera pulih.

Dan lagi-lagi Alice melihat ketulusan Alexander. Dia yang awalnya membenci Alexander karena melukai sahabatnya perlahan luluh dengan perhatian pria itu. Tapi walaupun begitu, dia masih kesal karena perlakuan Alexander sebelumnya.

"Satu kali lagi."

"Aku sudah kenyang Lex." Tolak Alice

"Baiklah." Alexander meletakan piring di nakas dan mengambil obat untuk Alice. "Sekarang minum obatnya." Alexander membantu Alice untuk minum obat

"Terimakasih."

"Sama-sama." Alexander memberikan piring kotor tersebut pada pelayan.

"Kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Alexander yang di jawab gelengan dari Alice.

Alexander menghela nafas panjang. Dia tahu apa yang dipikirkan Alice. Dia yakin wanita itu mengkhawatirkan sahabatnya. Dan hal itu membuat Alexander menahan amarahnya. Memangnya apa pentingnya pria itu? Jika begini terus, Alice tidak akan bisa mencintainya. Jadi sepertinya dia harus memutar otak untuk mengambil hati Alice sekali lagi.

"Apa kau mau ikut dengan ku ke perusahaan?" Tanya Alexander

"Perusahaan?" Tanya Alice memastikan

"Iya. Aku tahu kau bosan, jadi aku akan mengajakmu ke perusahaan ku. Lagipula pekerjaanku sudah menumpuk karena lama aku abaikan demi merawat mu."

Alice berdecak kesal. "Siapa yang memintamu untuk merawat ku?" Gerutu Alice

Alexander tersenyum dan memerintahkan pelayan untuk membantu Alice bersiap. Walaupun wanita itu tidak mengiyakan ajakannya, tapi Alexander tahu jika Alice sangat ingin keluar dari kamarnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Alice sudah siap. Dia duduk di kursi roda yang di dorong oleh pelayan dan turun ke lantai dasar menggunakan lift.

Saat pintu lift terbuka, semua mata terpana melihat kecantikan Alice. Dia dengan memakai blazer berwarna cream yang di padukan dengan celana panjang yang berwarna senada terlihat sangat anggun. Apalagi rambutnya yang tergerai bergelombang dan makeup yang tipis membuat kecantikan nya sangat natural.

Bahkan Alexander menatap Alice dengan mulut terbuka menatap kagum wanita Asia tersebut.

"Mobil sudah siap tuan." Seru Aaron yang membuyarkan lamunan Alexander.

"Ah.. I_iya. Kita berangkat sekarang. " Seru Alexander. Dia berjalan terlebih dahulu di ikuti Alice yang di dorong oleh pelayan di belakangnya.

Aaron menahan tawanya. Ini pertama kalinya Tuannya terlihat gugup di depan wanita. Tapi itu wajar karena nona Alice memang sangat cantik. Tidak salah tuannya bisa jatuh cinta pada wanita itu.

Aaron membuka pintu mobil untuk Alexander. Tapi pria itu tidak kunjung masuk. Dia berbalik dan mengangkat Alice ala bridal dan membawanya masuk ke dalam mobil.

"Terimakasih." Seru Alice

"Sama-sama." Ucap Alexander. Dia meminta Aaron untuk segera berangkat karena sebentar lagi dia ada meeting penting. Dia juga membawa satu pelayan dan beberapa bodyguard untuk menjaga Alice saat dia rapat nantinya.

"Wah..." Alice melihat keluar jendela, dia terlihat kagum dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Rasanya sudah lama sekali dia tidak melihat pemandangan seperti ini. Benar-benar bagaikan pertapa yang baru saja keluar dari gua.

Alexander melirik sekilas Alice yang tersenyum lebar. Dan hal itu juga membuat Alexander merasa senang. Harusnya dia melakukan hal ini dari awal untuk menyenangkan wanita itu.

Mobil mewah yang di kendarai Aaron terparkir sempurna di depan perusahaan. Dia turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Alexander.

Alexander keluar dari mobil dan mengitari mobil. Dan saat Aaron membuka pintu untuk Alice, dia membungkuk dan mengangkat tubuh Alice ala bridal dan membawanya masuk ke perusahaan.

"Lex, apa yang kau lakukan? Turunkan aku!! Aku akan memakai kursi roda saja." Pinta Alice. Dia merasa risih dengan tatapan karyawan Alexander. Bahkan mereka juga berbisik-bisik saat melihatnya di gendongan Pria itu.

Alexander menghentikan langkahnya. Dia menatap tajam karyawan nya dan berkata, "Apa aku menggaji kalian untuk bergosip? Jika kalian sudah bosan bekerja di perusahaan ini, kalian bisa angkat kaki dari sini." Ucap Alexander dengan nada dinginnya. Dia kembali melangkah membawa Alice ke ruangannya yang berada di lantai paling atas.

"Aku ada meeting dengan klien. Kau tidak apa-apa kan aku tinggal?" Tanya Alexander

"Kalau mau pergi ya pergi saja. Kenapa harus bilang padaku?" Gerutu Alice

Alexander tersenyum dan mencium kening Alice. "Kalau begitu aku rapat dulu. Jika kau bosan, kau bisa jalan-jalan dengan mereka." Ucapnya menunjuk pelayan dan beberapa bodyguard yang berbaris rapi di depan pintu.

"Ayo!!" Ucapnya pada Aaron.

"Baik tuan."

Alice melihat Alexander dan Aaron yang menghilang dari balik pintu. Dia mendorong kursi rodanya mendekati jendela besar yang ada di belakang kursi kebesaran Alexander.

"Woah.. Dari sini kita bisa melihat Gedung-gedung dan lalulintas yang padat. Mungkin juga kita bisa melihat Sunset dari sini." Gumam Alice.

Cukup lama Alice di ruangan Alexander dan setelah merasa bosan, dia meminta tolong pada pelayan untuk mengantarnya berkeliling.

Lagi-lagi dia terkagum-kagum dengan interior perusahaan Alexander yang terkesan sangat mewah. Bahkan pria itu menyediakan ruangan khusus untuk karyawannya.

"Kira-kira berapa gaji yang di berikan pria itu ya? Aku jadi penasaran." Batin Alice. Dia terdiam sejenak dan terbesit ide di otaknya.

Sepertinya dia harus melamar pekerjaan di perusahaan Alexander untuk mengisi waktu luangnya.

"Apa kau menikmati jalan-jalannya?" Tanya Alexander.

Alice menoleh dan mengangguk mengiyakan ucapan Alexander. "Dan sekarang aku lapar." Ucapnya

"Baiklah, aku akan memesan makanan untuk kita." Alexander mengambil alih kursi roda Alice dan mendorongnya kembali keruangan nya.

"Lex, boleh aku meminta sesuatu?"

"Katakan!! Jika aku bisa, aku pasti akan kabulkan nya." Seru Alexander

"Aku yakin kau bisa mengabulkan. Karena permintaan ku ini sangat mudah."

"O ya?" Alexander berhenti dan jongkok di depan Alice. "Kalau begitu katakan padaku!! Apa yang kau inginkan?"

"Setiap hari aku merasa bosan di rumah. Jadi aku ingin bekerja di sini untuk mengisi waktu luang ku. Aku bersedia bekerja menjadi apapun. Asalkan aku mempunyai pekerjaan." Pinta Alice

Alexander terdiam. Dia memikirkan permintaan Alice. Memang permintaannya tidak berat. Tapi apa kata orang nanti jika kekasihnya bekerja untuknya?

Kekasih? Huh bahkan tidak ada yang tahu siapa Alice sebenarnya. Dan sejak kapan Alice menerima cinta Alexander?

Melihat Alexander yang terdiam, Alice menggenggam tangan pria itu dan meyakinkan jika dia kan bekerja keras. Lagipula jika mereka berada di tempat yang sama, Alexander bisa mengawasinya secara langsung.

"Baiklah, aku setuju. Dan aku akan mengangkat mu menjadi asisten pribadi ku. Tenang saja, aku akan tetap menggajimu. Tapi itu tergantung bagaimana cara bekerja mu nanti. Bagaimana?" Seru Alexander

"Setuju!! Terimakasih Lex." Alice tersenyum lebar dan hal itu membuat Alexander merasa senang. " Sama-sama sayang." Alexander berdiri dan kembali mendorong kursi roda Alice.

Dia tidak tahu jika semua ini hanya akal-akalan Alice saja. Saat ini Alice tidak mempunyai uang dan semua barang-barang nya juga di sita oleh Alexander. Untuk itu Dia bekerja di perusahaan Alexander untuk mengumpulkan uang. Dan setelah itu, dia bisa kabur kapanpun dia mau.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Alice kau terlalu yakin bisa kabur dari Alex

2024-10-15

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

maka nya Alex jatuh cinta saat pandangan pertama 🤭

2024-10-15

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Alex begitu perhatian...

2024-10-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!