365 Hari

Alexander memutuskan untuk segera pulang karena merindukan Alice. Dia juga ingin melihat keadaan wanita itu karena dia yakin jika Alice sedang badmood sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai apalagi di luar sana ada bahaya mengancam.

Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Alexander terparkir sempurna di pelataran mansion mewahnya. Aaron turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuknya.

Dengan langkah lebar, Alexander langsung menuju kamar Alice. "Buka pintunya!!" Titahnya pada bodyguard yang berjaga di depan kamar Alice.

"Baik tuan." Bodyguard membuka pintu kamar Alice dan mempersilahkan tuannya untuk masuk.

"Bagaimana harimu, sayang." Alexander masuk ke kamar Alice dan duduk di samping wanita itu.

"Hariku sangat buruk karena seharian aku hanya di kamar tanpa melakukan apapun. Sampai kapan kau akan mengurungku seperti ini Lex? Aku ini manusia, bukan binatang peliharaan mu." Sentak Alice

"Maafkan aku, sayang. Tapi aku melakukan ini juga demi kebaikanmu." seru Alexander

"Kebaikanku? Ini semua bukan demi kebaikan ku tapi demi dirimu sendiri. Kau egois, Lex."

Alexander terdiam. Dia akui jika dia sangat egois. Demi memiliki seorang wanita, dia melakukan hal segila ini. Tapi sekarang situasinya sangat berbeda. Di luar sana, ada singa yang mengincar Alice. Dia bisa saja menerkam Alice kapanpun setiap ada kesempatan. Dan Alexander tidak ingin hal itu terjadi.

"Aku mohon Lex. Biarkan aku pergi dari sini. Aku hanya ingin pulang." Alice terus memohon pada Alexander. Tapi semua sia-sia belaka. Karena sampai kapanpun, Alexander tidak akan melepaskan Alice.

"Sayang, aku akan mengabulkan apapun keinginan mu, kecuali satu. Pergi dari ku. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi." seru Alexander

"Aku membencimu Alexander. Sampai kapanpun aku akan terus membenci mu."

Alexander menghela nafas panjang dan berkata, "365 hari." Alexander menatap Alice yang juga menatapnya. "Beri aku waktu 365 hari untuk membuatmu jatuh cinta padaku. jika selama itu tidak tumbuh cinta di hatimu, aku akan melepaskanmu." Seru Alexander

Alice terdiam sesaat. Itu terlalu lama menurut nya. Baru beberapa hari saja dia sudah merasa berada di neraka, apalagi jika selama satu tahun. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya. Tapi jika dia tidak menerima penawaran ini, selamanya dia akan terkurung di sini.

"Hanya satu tahun Alice. Kau pasti bisa bertahan. Tapi itu terlalu lama." Batin Alice

Alexander mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak berudu berisi cincin yang sangat indah. "Jika kau setuju, aku ingin kau memakai cincin ini sampai waktu yang sudah di tentukan. Dan selama satu tahun kedepan, aku akan memenuhinya apapun yang kau inginkan. Kecuali pergi dari ku. Kau akan terus berada di sisi ku selama satu tahun. Apa kau bersedia?" Tanya Alexander

"Ini bukan cincin pertunangan kan?"

Alexander tertawa, "kau boleh menganggap nya cincin pertunangan, cincin pernikahan atau cincin apapun. Yang terpenting selama satu tahun kedepan, jangan pernah melepas cincin ini. Dan jika sampai di hari yang sudah di tentukan kau masih tidak mencintaiku, kau bisa melepas cincin ini atau membuangnya." Seru Alexander

Alice memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang. Dia mengambil cincin di tangan Alexander dan memakaikannya. "Baiklah, aku terima penawaran mu. Tapi aku harap kau menepati janjimu nantinya. Jika sampai 365 hari aku tidak mencintaimu, kau harus melepaskanku. Ah tidak hanya itu, kau harus memberiku uang dan mengantarku pulang. Setelah itu kita tidak mempunyai hubungan apa-apa."

"Oke deal." Alexander dan Alice saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan bersama.

Walau berat untuk Alexander memutuskan hal itu, tapi semua itu dia lakukan untuk membuat Alice nyaman di sisinya dan berhenti merengek untuk pergi dari nya. Dia akan mengajak Alice jalan-jalan dan akan mengajaknya kemanapun dia pergi. Dengan cincin yang di Alice pakai, dia tidak akan merasa khawatir lagi. karena di cincin itu telah terpasang alat pelacak.

Ya, Alexander meminta orang kepercayaan nya untuk memasang alat pelacak di cincin yang dia berikan untuk Alice. Tujuannya adalah, jika sampai terjadi sesuatu pada Alice dia akan tahu keberadaan Alice.

Dan untuk perjanjian yang mereka lakukan, selama 365 hari dia akan berusaha mengambil hati wanita itu dan dia yakin jika tidak sampai 365 hari, Alice akan jatuh cinta padanya.

"Sekarang, apa aku boleh keluar?" Tanya Alice

"Silahkan!!" Alexander membuka pintu untuk Alice dan berjalan di samping wanita itu.

"Aku tidak akan lagi mengurung mu. Kau boleh pergi berkeliling seperti biasa. Tapi bodyguard ku akan tetep mengawasi mu. Dan jika kau ingin jalan-jalan keluar, aku yang akan menemani mu." Seru Alexander

"Seperti nya kau masih tidak percaya padaku."

Alexander tertawa dan menggenggam tangan Alice. "Bukan aku tidak percaya. Tapi aku takut kau mengingkari janji mu."

"Cih.. walaupun aku wanita miskin, tapi aku tidak pernah mengingkari janjiku. Jadi kau tidak perlu khawatir. Aku akan bersabar sampai satu tahun kedepan dengan syarat, kau tidak mengekang ku lagi."

"Tentu sayang." seru Alexander. "Dan aku juga akan bersabar menunggu satu tahun kedepan untuk menjadikan mu milikku seutuhnya." Batin Alexander

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

semoga hati Alice akan mencair juga

2024-10-14

1

Aidah Djafar

Aidah Djafar

baguslah lice kamu jngn ngeyel lagi ya 🤔😁😂

2024-02-29

0

Dewi Purwanti

Dewi Purwanti

biasanya kalo di novel2 lain mafia pasti sudah meniduri si perempuan tp Alex salut sech g begitu karakternya 🙃

2023-04-09

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!