Aku Membencimu

Ctar

Ctar

Ctar

"Argh..." Teriak Sam

"Katakan!! Siapa kau dan untuk apa kau datang kemari?" Tanya Aaron

Sam hanya menatap sinis Aaron Bahkan dengan berani dia meludahi orang kepercayaan Alexander itu.

"Brengsek!!" Aaron kembali melayang cambukan di tubuh Sam. Tapi Sam tetap tutup mulut. Hanya terdengar suara teriakan yang keluar dari mulutnya.

Tap

Tap

Tap

Terdengar suara langkah seseorang masuk ke ruangan itu yang membuat Aaron berhenti mencambuk Samuel.

Dia adalah Alexander. Dia tidak menyangka jika masih ada seseorang yang bisa masuk ke wilayahnya. Padahal dia sudah memperketat sistem keamanannya. Dia yakin jika pria yang dia tangkap sudah tahu seluk beluk wilayahnya. Tapi saat Alexander mendekat, dia baru sadar jika pria yang dia tangkap memiliki wajah Asia.

"Katakan tujuanmu masuk ke istana ku!!" Seru Alexander dengan ekspresi dingin.

Sam menelan ludahnya kasar. Tatapan Alexander berhasil membuatnya menciut. Dia benar-benar merasa terintimidasi. Tapi walaupun begitu, dia tidak membuka mulutnya sedikitpun. Karena dia sudah berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun jika Sean yang membantunya masuk kemari.

"Masih tidak mau bicara?" Alexander memberi kode pada Aaron untuk membawa alat kesukaan nya untuk bermain sebentar dengan penyusup itu.

Glek

Samuel menelan ludahnya kasar melihat besi panas di depannya. Sudah di pastikan dia akan mati setelah ini. Tapi sebelum itu dia sangat ingin bertemu dengan Alice untuk mengatakan sesuatu padanya. Anggap saja ini permintaan terakhirnya.

"Kau tahu, aku sangat suka dengan teriakan kesakitan orang yang aku siksa. Terdengar indah di telinga ku. Apalagi saat mereka memohon untuk di ampuni." Seru Alexander

"Psikopat." Desis Sam yang membuat Alexander tertawa. Dia tidak habis pikir kenapa Alice bisa di tangkap oleh pria gila seperti Alexander. Kesalahan apa yang gadis itu perbuat sampai-sampai dia berurusan dengan Mafia ini?

"Apa kau sudah tidak sabar untuk mencobanya, hm?" Alexander mengambil besi panas tersebut dan siap di tempelkan di tubuh Samuel.

Tapi keributan di luar sana membuat Alexander menghentikan permainannya.

"MINGGIR!! AKU MAU MASUK." teriak seorang gadis yang menerobos bodyguard yang berjaga di depan pintu.

"Alice!!" Gumam Sam yang masih terdengar oleh Alexander.

"Sam!!! Sam!!!" Alice mendekati Samuel dan menakup wajah pria itu. "Ini beneran kau, Sam?"

"Iya Alice. ini aku. Aku datang untuk menjemput mu." Seru Samuel yang membuat mata Alice berkaca-kaca.

Interaksi mereka tidak lepas dari tatapan tajam Alexander. Apalagi mereka berkomunikasi menggunakan bahasa yang tidak ia mengerti.

"Menyingkirlah!!" Perintah Alexander

Alice membalikkan badan dan melindungi Sam yang terikat di belakangnya. "Aku tidak akan menyingkir dari sini." Sentak Alice

"Jangan membuat kesabaran ku habis, Alice." Bentak Alexander

Alice tersentak. Tapi dia tidak bergeming sedikitpun. Dia tidak akan membiarkan Alexander menyakiti sahabatnya.

Melihat Alice yang melindungi penyusup itu membuat Alexander naik pitam. Dia mengepalkan tangannya dan melempar besi panas di tangannya begitu saja. Dan dengan langkah lebarnya, dia mengangkat Alice ala karung beras dan membawanya keluar dari sana.

"Kyaa...Turunkan aku!!" Alice memberontak di gendongan Alexander. Dia memukul punggung dan juga menggigit bahu Alexander. Tapi pria itu tidak menunjukkan kesakitan sedikitpun.

Brukh

Alexander melempar tubuh mungil Alice ke tempat tidur dan menindihnya.

"Aw.." pekik Alice. Dia terdiam tidak berkutik saat Alexander menindihnya. "Ma_mau apa kau?" Tanya nya terbata

"Katakan!! Apa hubunganmu dengan pria itu?" Terlihat tatapan yang tidak biasa yang Alexander tunjukkan pada Alice. Dia menahan amarah melihat Alice yang begitu perduli dengan penyusup itu. Bahkan mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang lama terpisah.

Melihat hal itu membuat hatinya mendidih. Dia berfikir apa karena pria itu, Alice menolaknya? Jika benar maka dia tidak akan segan untuk menghabisi pria itu.

"Kenapa kau diam?"

"Dia sahabat ku. Dia yang salama ini melindungi ku. Dan aku tidak akan membiarkan kau menyakitinya." Teriak Alice

"Sahabat?" Alexander tertawa. Dia menegakkan tubuhnya dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. "Apa ada jaman sekarang pria dan wanita bersahabat?"

"Terserah jika kau tidak percaya. Tapi aku tidak akan membiarkan kau menyakitinya. Jika itu sampai terjadi.... "Alice melihat pisau buah di nakas dan mengambilnya. Dia mengarahkan pisau tersebut di lehernya. "Jika kau menyakiti Sam, aku tidak akan segan untuk bunuh diri." Ancam Alice

Alexander menatap tenang Alice yang mengancamnya. Dia justru mendekati wanita itu dengan tatapan yang tidak lepas dari wajah Alice.

"Ja_jangan mendekat!!! Atau aku akan....

Brukh

Dengan gerakan cepat, Alexander berhasil merebut pisau yang di pegang Alice dan membuatnya pingsan. Alexander mengangkat tubuh mungil wanita itu dan membaringkannya di tempat tidur. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh Alice dan mendaratkan kecupan singkat di bibir wanita itu.

"Good night baby girl." Alexander keluar dari kamar Alice dan kembali ke ruang bawah tanah. Di sana pria yang di duga penyusup itu sudah tidak sadarkan diri dengan luka di sekujur tubuhnya.

Dia menatap sejenak pria itu. Dia merasa ada yang tidak beres dengan pria di depannya itu. Jika memang dia sahabat Alice, kemungkinan dia juga berasal dari negara yang sama dengan Alice. Dan kedatangannya ke Qatar untuk mencari wanita itu.

Tapi masalahnya, bagaimana dia bisa tahu jika Alice ada padanya? Dan lagi, bagaimana dia bisa masuk ke wilayahnya dan lolos dari pengawasan penjaga? Penduduk Qatar saja yang sudah tahu wilayahnya tidak akan bisa masuk dan lolos dari penjaga. Tapi pendatang baru seperti Sam bisa masuk bahkan sampai di mansion nya.

"Cari tahu siapa pria ini dan kenapa dia bisa masuk ke wilayah ku." titahnya

"Baik tuan." Seru Aaron. Dia langsung melaksanakan perintah dari Alexander.

...****************...

Keesokan harinya, Alice. terbangun dengan kepala yang berdenyut pusing. Dia mencoba mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi? Dan sedetik kemudian, dia teringat dengan sahabatnya, Sam. Dia bergegas turun dan mencari ruangan di mana Sam di siksa semalam.

"Aku mohon bertahanlah Sam!!" batin Alice

Tapi belum sempat dia sampai di ruang bawah tanah, seseorang menghadang langkahnya. "Apa kau tersesat, Honey?" Alexander berdiri tepat di hadapan Alice. Dia tahu pasti saat sadar, wanita itu akan mencari sahabatnya. Untuk itu dia sudah menunggunya.

"Di mana Sam?"

"Sam? Oh maksud mu pria yang semalam itu. Sayang sekali, dia sudah mati."

deg

Alice menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Tidak!! Itu tidak mungkin. Kau pasti berbohong kan?" teriak Alice

"Turunkan nada bicara mu, Honey." seru Alexander

"Dasar pembunuh. Aku membencimu!!" Alice berteriak dengan air mata yang mulai menetes. Dia memecahkan vas bunga dan mengambil pecahan vas tersebut. "Kau tau Lex, Sampai kapanpun aku akan sangat membencimu karena kau sudah membunuh Sam. Dan tidak perlu menunggu sampai 11 bulan, sekarang pun aku akan pergi dari kehidupan mu." Alice. menusukkan pecahan vas bunga itu di perutnya.

"ALICE!!!" Alexander menopang tubuh Alice yang hampir jatuh. "Alice!!! Alice!! Kenapa kau lakukan ini, Hah?" Di tengah kepanikan, Alexander memanggil Aaron untuk menghubungi dokter Qomar. Sedangkan dirinya mengangkat tubuh Alice dan membawanya ke kamar.

"Please !! Aku mohon bertahanlah!!" Alexander menekan luka Alice untuk menghentikan pendarahan. Dia tidak menyangka jika Alice akan berbuat senekad ini. Padahal dia hanya menggertak saja. Dia ingin tahu reaksi wanita itu. Tapi semua di luar dugaan. Alice justru semakin membencinya.

"A_aku membencimu, Lex." ucap Alice sebelum akhirnya ia kehilangan kesadarannya.

"Alice!! Alice!! Bangun honey!!" Alexander menepuk pelan pipi Alice dan berharap wanita itu bangun. Sampai Dokter Qomar datang dan menangani luka Alice.

Alexander mengusap wajahnya kasar. Dia keluar dari kamarnya dan memberikan ruang untuk dokter Qomar menangani Alice.

"Tuan!!"

"Apa pria itu sudah lepas landas?" tanya Alexander. Dia tidak membunuh Sam melainkan mengirim Sam kembali ke negara asalnya.

"Maaf Tuan. Baru saja saya mendapat kabar jika mobil yang membawa pria itu di temukan meledak Tuan.

Deg

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

semoga Sam tidak meninggal

2024-10-14

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kasian Alice,hanya kerana mendapat tahu Sam meninggal sampai nekad nak bunuh diri....

2024-10-14

1

C a l l i s t o ®

C a l l i s t o ®

Nanti Alex yg dituduh bunuh lagi

2024-06-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!