Keadaan Alice sedikit membaik. Walau dia masih merasa pusing dan lemas, tapi setidaknya dia sudah bisa menggerakkan tubuhnya dengan bangun dari tempat tidur.
"Kau sudah bangun, sayang." lagi-lagi Alexander masuk ke kamar Alice membawa makanan untuk wanita itu.
"Seperti yang kau lihat, aku lebih baik dari kemarin. Jadi bersiaplah menghadapi aksiku yang akan berusaha keras keluar dari neraka ini."
Bukannya marah, Alexander justru tertawa keras. Dia duduk di samping Alice dan meletakkan nampan di atas nakas. "Aku senang dengan semangat mu, sayang. Sekarang kau harus makan dan minum obat. Agar kau cepat pulih." Alexander mengambil mangkuk berisi bubur dan menyuapi Alice dengan telaten.
Diam-diam Alice memperhatikan Alexander. Sebenarnya pria ini sangat baik dan perhatian. Tapi sayangnya dia pemaksa. Harusnya, jika pria ini benar-benar menyukainya, dia harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. Bukan langsung mengajak menikah. Mungkin orang lain akan senang, apalagi Alexander pria tampan dan kaya. Tapi semua itu tidak berlaku untuk Alice. Karena dia juga membutuhkan cinta.
"Gadis pintar." puji Alexander saat bubur yang di bawanya habis di makan oleh Alice. "Sekarang, minum obatnya." Alexander membantu Alice meminum obatnya dan meletakkan gelas di atas nakas.
"Sekarang, kau mau istirahat atau bagaimana?" tanya Alexander
"Aku ingin pulang. Aku mohon ijinkan aku pulang, Alex." pinta Alice
"Maaf Alice, untuk hal itu aku tidak bisa. Aku tidak akan membiarkan mu pergi." Alexander menggenggam tangan Alice dan kembali berkata, "aku mencintaimu, sayang. Tidak bisakah kau mencoba mencintaiku juga?"
Alice menarik kembali tangannya yang di genggam Alex. Harus berapa kali dia memberitahu Alex jika semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia tidak ingin salah mengambil keputusan untuk menikah dengan seorang pria. Banyak orang di luar sana yang sudah lama mengenal dan memutuskan menikah tapi masih bisa bercerai, apalagi mereka yang baru sehari kenal. Dan sekarang, dia justru di kurung di sini. Sangat menyebalkan.
"Aku ingin jalan-jalan."
...****************...
Sementara itu, di sebuah gedung pencakar langit berlogo AS Corp, seorang wanita cantik dengan blazer berwarna merah yang dipadukan dengan rok mini berwarna senada, terlihat berjalan di lobby. Dia adalah Laura Angelina. Rekan bisnis dari Alexander Smith.
Sudah beberapa hari, Alexander tidak bisa di hubungi. Padahal sebelumnya, pria itu akan bersemangat menerima ajakan pertemuan nya jika menyangkut masalah pekerjaan. Tapi sekarang? Entah ada apa dengan pria itu. Untuk itu, dia datang ke perusahaan Alexander untuk mencari tahu.
Laura adalah wanita yang di gadang-gadang akan menjadi pendamping Alexander Smith. Karena selama ini, pria itu tidak pernah terlihat dengan wanita manapun kecuali dengan Laura.
Hal itu membuat Laura besar kepala. Dia semakin menegakkan kepalanya apalagi Alexander tidak menyangkal kedekatan mereka.
Mereka tidak tahu jika sebenarnya, Alexander dekat dengan Laura karena memang Laura adalah satu-satunya wanita yang menjadi rekan bisnisnya. Dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun, tapi tidak mungkin dia menjauhi rekan bisnisnya sendiri, bukan. Dan Laura yang tahu akan hal itu, mencoba terus menjalin kerjasama dengan perusahaan Alexander hanya untuk bisa dekat dengan pria itu.
"Selamat pagi, nona Laura? Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis saat melihat wanita itu berdiri di depannya.
"Aku ingin bertemu dengan Alexander. Apa dia ada di ruangan nya?"
"Maaf nona. Beberapa hari ini tuan Alexander tidak datang ke kantor."
"Apa? Memangnya kemana dia? Apa dia melakukan perjalanan bisnis ke Luar Negeri?" tanya Laura
"Maaf nona. Tuan tidak ada jadwal perjalanan bisnis. Jadi kemungkinan tuan memang sedang beristirahat di rumah."
"Apa dia sedang sakit?" terlihat kekhawatiran di wajah Laura. Dan hal itu semakin membuat orang lain yang melihatnya semakin yakin jika mereka memang memiliki hubungan.
"Saya kurang tahu, nona."
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih informasinya." Laura bergegas pergi. Dia akan pergi ke mansion Alexander. sungguh, dia benar-benar khawatir terjadi sesuatu pada pria itu. Pantas saja beberapa hari ini dia sangat sulit di hubungi.
Laura masuk kedalam mobil dan mulai menginjak pedal gas. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia ingin segera tahu keadaan Alexander.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Laura sampai di pelataran mansion Alexander. Dia keluar dari mobil dan bergegas masuk. Sebenarnya ini pertama kalinya dia datang kemari. Walaupun dia tahu alamat mansion Alexander, tapi pria itu tidak suka orang asing datang jika tidak ada keperluan penting.
"Maaf, anda siapa, nona?" tanya penjaga yang menghalangi Laura
"Aku Laura Angelina, rekan bisnis tuan Alexander Smith. Aku datang karena ingin bertemu dengan tuan kalian. Ada hal penting yang ingin aku bahas dengannya." terang Laura.
"Tunggu sebentar!!" salah satu penjaga masuk ke mansion untuk memberitahu tuan mereka yang saat ini sedang mengajak Alice jalan-jalan ke taman menggunakan kursi roda.
"Taman yang indah." seru Alice
"Kau suka?" Alexander jongkok di depan Alice dan kembali berkata, "taman ini adalah taman kesayangan mendiang Mommy. Dia yang menanam semua bunga-bunga ini. Tapi beliau sekarang sudah tenang di atas sana. Dan aku meminta pelayan untuk terus merawat bunga-bunga ini. Karena setiap bunga yang bermekaran, aku merasa mommy hadir di sini."
Alice melihat ada kesedihan di kedua mata Alexander. Dia bisa merasakannya karena dia sendiri juga kehilangan sosok ibu yang sangat dia sayangi.
"Maaf mengganggu tuan." seru penjaga yang menghampiri mereka
"Ada apa?"
"Di luar ada wanita bernama Laura Angelina. Dia datang karena ada hal penting yang ingin di bicarakan." seru si penjaga
"Ck.. Mau apalagi dia?" gumam Alexander yang masih terdengar oleh Alice
"Suruh dia masuk !!"
"Baik tuan." penjaga kembali ke depan di mana Laura berada dan mempersilahkan wanita itu untuk masuk
"Siapa?" tanya Alice
"Bukan siapa-siapa. Dia hanya rekan bisnis ku . Jadi kau tidak perlu cemburu."
"Ish.. Siapa juga yang cemburu? Mau kau dekat dengan siapapun aku tidak perduli."
"Benarkah?"
"Alexander!!!" panggil Laura
Alexander berdiri dan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. "Ada keperluan apa kau datang kemari, Laura?"
Alice mendongak menatap Alexander. Dia yang tadi berkata lembut, seketika berubah datar dan terkesan dingin. Bahkan auranya sangat berbeda.
"Aku datang kemari karena kau sangat sulit di hubungi. Aku ingin membahas tentang kerjasama kita yang.....
"Apa kau tahu sekarang ada dimana? Bukankah aku sudah bilang, jika masalah pekerjaan, kau bisa datang ke perusahaan." seru Alexander
"Ma_maafkan aku." Laura menatap wanita yang duduk di kursi roda dengan posisi membelakanginya. Dia penasaran, siapa wanita itu? Apa dia adik Alexander? Tapi semua orang tahu jika Alexander adalah anak tunggal.
"Jaga matamu, Laura!!!" seru Alexander dengan suara lantangnya
"Ma_maafkan aku, Lex."
Alice menoleh dan tersenyum pada Laura. "Halo nona, perkenalkan nama ku Alice." sapa Alice
"A_alice?"
"Dia Alice Smith. Istriku." seru Alexander
Deg
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
cari lelaki lain saja Laura.... jangan jadi pelakor 😏
2024-10-13
0
Yunerty Blessa
sabar Alice, cinta mu bakal terbalas juga
2024-10-13
0
Aidah Djafar
hahaha maen ngaku2 aja c Alex 😁ISTRI 🤦😁😏
2024-02-29
0