Sebuah mobil Rolls-Royce terparkir sempurna di pelataran rumah mewah bergaya Eropa. Aaron, asisten pribadi Alex, turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Tuannya.
Pria berdarah campuran Amerika itu keluar dari mobil dengan aura yang berbeda saat bersama dengan Alice.
Jika tadi dia bersikap hangat dan lembut, sekarang pria itu memasang wajah dinginnya, tatapannya yang tajam mengintimidasi siapapun yang di tatapnya.
Dia melangkah masuk ke Mansion nya melewati bodyguard dan maid yang berjejer rapi menyambut kedatangannya.
"Dokter Qomar sudah menunggu anda di ruang kerja, tuan." seru Aaron
Alex berdehem pelan dan masuk keruang kerjanya. Di sana, dia mendapatkan perawatan pada luka di bahunya.
Semalam, dia pergi untuk menyaksikan pembukaan piala dunia di stadion Al Bayt. Dia menyamar sebagai warga biasa dan sengaja pergi tanpa pengawal, karena dia tidak mau menjadi pusat perhatian. Tapi siapa sangka, musuh mengetahui penyamarannya. Dan sialnya, dia tidak membawa senjatanya karena adanya pemeriksaan sebelum masuk ke stadion.
Alex berlari dan menggiring musuh ketempat yang sepi dan terjadilah perkelahian hebat antara mereka. Tapi sayang, salah satu dari musuh berhasil melukai bahu Alex.
Alex melihat darah keluar dari bahunya, dia kembali menyerang musuh. Dan saat ada kesempatan, dia melarikan diri dan bersembunyi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahunya dengan menggunakan belati. Setelahnya, dia membalut bahunya untuk menghentikan pendarahan. Tapi lagi-lagi musuh mengetahui tempat persembunyiannya, Alex terpaksa berlari dan tanpa sengaja bertemu dengan Alice.
"Cari tahu, siapa yang menyerang ku semalam dan cari identitas Alice Eleanor. Dia menginap di penginapan Spacious di Al Khawr." titah Alex
"Baik Tuan." Aaron pergi menjalankan tugas yang diberikan padanya. Dia yakin jika yang menyerang tuannya adalah musuh mereka, tapi siapa Alice? Apa dia juga musuh? sungguh, ia penasaran karena selama ini dia tahu jika tuannya tidak suka berdekatan dengan wanita manapun kecuali dalam urusan bisnis.
"Saya sudah selesai mengobati luka anda, Tuan." seru dokter Qomar
"Kau boleh pergi."
Dokter Qomar dan dua perawat menunduk hormat dan keluar dari ruangan Alex.
Alex menyandarkan punggungnya. Dia memejamkan matanya dan membayangkan senyum manis milik Alice.
"Alice!!" gumam Alex. Dia memegang dadanya, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Ada getaran aneh yang menjalar ditubuhnya.
"Ada apa denganku? Kenapa Aku sangat ingin bertemu dengannya lagi. Aku merindukannya." ucapnya bermonolog. "Aku harus mendapatkannya." Alex merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang. "Aku punya tugas untukmu."
...****************...
Alice masih di dalam taksi. Dia mengepalkan kedua tangannya menahan sesuatu yang sejak semalam mengendap di hatinya.
"Oke Alice. Inhale... Exhale...!! Huft.." ucapnya bermonolog. Si supir taksi melirik Alice dari kaca spion. Dia merasa penumpangnya itu sedikit aneh karena berbicara sendiri. Tapi tiba-tiba....
"AARRGHH... Aku tidak bisa melihat penampilan Jungkook hiks. Gara-gara bedebah sialan yang menyerang Alex, usahaku sia-sia datang kemari." teriak Alice.
Sopir taksi tersentak dan menepikan taksinya. Dia menoleh kebelakang dan bertanya, "Are you all right, miss?"
Alice menautkan kedua alisnya bingung dengan ucapan si sopir. Hingga akhirnya dia sadar jika dia sedang berada di negara orang. "Astaga, dia pasti tidak tahu apa yang aku katakan barusan." batin Alice
"Miss?"
"Aku baik-baik saja Pak. Hanya saja, semalam aku tidak bisa menyaksikan pembukaan piala dunia. Aku tidak bisa melihat idola ku." seru Alice mendramatisir. Dia mengatakan dengan bahasa yang di mengerti oleh si sopir taksi.
"Oh, karena itu. Aku kira Anda terluka atau bagaimana. Tidak masalah walaupun tidak bisa menyaksikan secara langsung. Yang penting kita masih bisa melihat pertandingan sepakbolanya." seru sopir taksi
Alice hanya tersenyum kikuk. Jujur dia tidak mengerti soal sepakbola. Dia datang ke Qatar hanya untuk menyaksikan penampilan Idolanya saja, tidak lebih.
Akhirnya Alice memutuskan untuk berkeliling mengunjungi tempat-tempat wisata di Qatar. Dia menikmati liburan singkatnya sesuai rencana awal. Dan setelah dia puas, dia kembali ke penginapan. Tapi sesampainya di penginapan, dia di kagetkan dengan banyaknya barang-barang mewah yang ditujukan untuk dirinya.
"I_ini...
"Maaf nona. Tadi ada kurir yang mengantarkan barang-barang ini untuk nona Alice Eleanor." seru manager penginapan.
"Iya, itu memang namaku. Tapi aku tidak memesan barang-barang ini, pak. Apa ada nama si pengirim?" tanya Alice
"Ada nona. Dan yang mengirim barang-barang ini adalah Tuan Alexander." terang manager
"Alexander?" Alice mengerutkan keningnya karena merasa asing dengan nama itu. Dia bukan penduduk asli sini dan baru datang kemarin. Jadi tidak mungkin dia langsung mempunyai penggemar rahasia, bukan?
"Apa nona tidak tahu siapa Tuan Alexander?" tanya si manager yang di jawab gelengan oleh Alice.
"Tuan Alexander adalah orang yang disegani di negara ini. Dia adalah pengusaha sukses yang menduduki peringkat teratas, Nona." terang si manager
Alice tidak perduli siapa Alexander, yang dia tidak habis pikir, kenapa Alexander mengirimkan barang-barang mewah padanya padahal mereka tidak saling mengenal.
Disaat Alice tengah kebingungan, tiba-tiba beberapa pria bertubuh kekar dengan perawakan yang besar, datang membawa begitu banyak bunga mawar.
"Dengan Nona Alice?" tanya pria itu
"Iya, saya Alice. Ada yang bisa saya bantu?"
"Kami diperintahkan untuk mengirimkan bunga-bunga ini untuk anda, nona." seru pria itu
Alice menerima salah satu bunga tersebut. Bunga yang cantik. Dia menghirup dalam aroma bunga mawar di tangannya. Sangat harum. Tidak dipungkiri jika Alice sangat suka dengan bunga-bunga tersebut.
Dia melihat bunga-bunga yang berjejer di depan matanya yang terlihat sangat indah. Mungkin jika dia membuka usaha toko bunga dan melelang barang-barang mewah tersebut, dia akan mendapat keuntungan yang besar. Tapi sayangnya, dia berada di negara orang. Dan dia tidak tertarik membuka usaha di sini.
"Apa ini juga dari Tuan Alexander?" tanya Alice
"Iya Nona."
"Baiklah. Tapi bolehkah aku meminta tolong?"
...****************...
Di rumah mewah bergaya Eropa yang terletak di kawasan Elite, para maid di sana tengah di sibukkan dengan persiapan menyambut tamu spesial tuan mereka.
Mereka mendekorasi ruang makan menjadi lebih elegan dan romantis dan menyiapkan makanan mewah sesuai perintah Tuan mereka.
Dia adalah Alexander, pria tampan dengan wajah nya yang putih bersih, hidung mancung, alis yang melengkung seperti pelangi dan bibirnya berwarna merah kecoklatan. Tapi walaupun begitu, Alexander memilki tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin dan dia terkenal kejam.
Alexander adalah pria yang di selamatkan Alice dari kejaran orang-orang yang tidak dikenal. Dia juga yang mengirimkan hadiah-hadiah mewah untuk Alice sebagai tanda terimakasih.
Tapi sebenarnya, itu ia lakukan untuk mengambil hati wanita itu. Dia sudah mendengar informasi dari Aaron. Ternyata Alice hidup sebatang kara di Indonesia. Dia bekerja di cafe untuk memenuhi kebutuhannya. Dan dia bisa sampai ke Qatar, karena memenangkan pertaruhan.
Hal itu membuat Alexander semakin yakin untuk mendapatkan Alice dan menjadikan nya pendamping hidup.
Kini Alexander tengah bersiap untuk menyambut kedatangan Alice. Dia mendapatkan kabar dari bodyguardnya jika Alice akan datang. Untuk itu dia menyiapkan semua itu.
Sementara di luar, Alice baru saja tiba di istana milik Alexander. Dia menatap kagum desain interior rumah tersebut. Sangat mewah dan elegan. Tapi ini bukan waktunya untuk memuji keindahan rumah tersebut. Alice datang karena ada hal penting yang ingin dia katakan pada Alex.
Ya, dia sudah tahu jika Alexander adalah Alex yang dia selamatkan semalam.
"Silahkan duduk nona!! Saya akan memanggilkan Tuan Alexander." Aaron meninggalkan Alice sendiri di ruang tamu. Dia bergegas ke kamar Tuannya untuk mengatakan jika Alice sudah datang.
Tok tok tok
"Masuk!!"
Aaron membuka pintu kamar Alexander setelah mendapat ijin dari si empunya. Dia membungkuk memberi hormat. "Nona Alice sudah datang, Tuan."
Tersungging senyum tipis di bibir Alexander. Dia menatap dirinya di cermin untuk melihat penampilannya. "Perfect. Aku yakin, dia akan tergila-gila padaku." batin Alexander. Dia berjalan terlebih dahulu diikuti Aaron yang mengekor di belakangnya.
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga. Alice yang saat itu tengah melihat hiasan patung berbentuk kuda, mengalihkan pandangannya menatap sosok pria tampan bak pangeran dongeng menuruni anak tangga.
"Alex?" gumam Alice. Dia tidak percaya jika pria yang dia tolong menjelma bak pangeran. Padahal saat pertama kali bertemu, pria itu terlihat biasa saja.
"Alice!!" panggil Alexander saat berdiri tepat di depan Alice.
Wanita itu tersadar dari lamunannya. Dia menatap pria yang saat ini berdiri di depannya, "Kau Alex?" tanya Alice
Alexander mengangguk dan tersenyum. Dia menuntun Alice untuk duduk dan memberi isyarat pada Aaron untuk meninggalkan mereka berdua.
"Terimakasih sudah menolongku. Dan terimakasih juga, kau mau datang ke rumahku. Aku sangat senang, Alice. Aku sudah meminta maid untuk menyiapkan makan malam untuk kita. Jadi bagaimana jika kita.....
"Alex, dengarkan aku!!!" Alice memotong ucapan Alexander dan kembali berkata, "Kau tidak perlu berterimakasih karena aku ikhlas menolong mu. Dan tujuanku kemari, aku ingin menanyakan perihal barang-barang yang kau kirimkan padaku. Apa maksud semua itu, Lex?"
"Sudah pasti itu sebagai tanda terimakasih ku. Dan bunga-bunga itu mewakili hatiku." seru Alexander
Kening Alice nampak berkerut. Dia tidak paham maksud Alexander mengenai bunga-bunga yang ia kirimkan padanya. Apa maksudnya mewakili hatinya?
Tahu jika Alice bingung, Alex menggenggam tangan Alice dan berkata, "kau boleh percaya atau tidak, tapi aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, Alice."
Deg
"Dan aku ingin melamar mu. Jadi, kau mau kan menikah dengan ku?" Alexander begitu yakin jika Alice akan menerimanya. Siapa yang bisa menolak pesona seorang Alexander. Tidak hanya tampan, tapi Alexander juga kaya raya. Banyak wanita memperebutkannya. Tapi tidak ada satupun yang berhasil membuat hatinya bergetar. Dan sekarang, hal itu ia rasakan saat bersama dengan Alice
"Alice!!" panggil Alexander
"Ma_maafkan aku, Lex. Aku tidak bisa. Kita baru bertemu, bagaimana mungkin kita menikah? Lagipula aku tidak mencintaimu." seru Alice
Deg
"Ta_tapi Lice, cinta bisa datang karena biasa. Dan aku yakin cepat atau lambat kau akan mencintaiku."
"Maaf Lex. Aku tetap tidak bisa. Aku datang kemari karena ingin mengucapkan terimakasih padamu dan mengembalikan semua yang kau berikan padamu. Maaf, aku tidak bisa menerimanya." seru Alice
Alexander mengepalkan tangannya. Matanya memerah, rahangnya mengeras menahan amarah yang siap meledak.
"Kalau begitu, aku pulang dulu. Senang bertemu denganmu." Alice beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi.
"Apa kau pikir, kau bisa pergi dengan mudah, hm?"
Alice menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Alexander. "Apa maksudmu?"
"Alexander Smith selalu mendapatkan apa yang dia inginkan." seringai Alexander
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
Alex nekad sekali 🤦
2024-10-13
2
Yunerty Blessa
wow baru jumpa langsung jatuh cinta 🤭
2024-10-13
1
Yunerty Blessa
jangan bilang Alex jatuh cinta dengan Alice
2024-10-13
1