Kerjasama

Mengetahui jika Sean mengincar Alice, Alexander segera memerintahkan Aaron untuk memperketat kembali penjagaan. Tidak hanya di dalam mansion, tapi juga di luar mansion dan sekitar area milik keluarga Smith. Dia tidak mau kecolongan. Jangan sampai Sean mendapatkan apa yang dia inginkan karena itu bisa berbahaya untuk keselamatan Alice. Sean orang yang tidak pandang bulu. Dia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan nya. Dan itu adalah kehancuran keluarga Smith.

Keluarga Immanuel adalah musuh bebuyutan keluarga Smith. Mereka saling bersaing dalam dunia bisnis dan juga berebut kekuasaan. Tapi dari dulu, keluarga Smith lebih unggul dari keluarga Immanuel. Untuk itu, keluarga Immanuel selalu mencari cara untuk menghancurkan keluarga Smith.

Tok Tok Tok

"Masuk!!"

Aaron membuka pintu dan masuk ke ruangan Alexander setelah mendapatkan ijin dari si empunya. Dia membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani Alexander.

"Ini berkas yang harus anda tandatangani." Aaron meletakkan berkas tersebut di meja Alexander

"Bagaimana dengan penjagaan di mansion?" tanya Alexander

"Semua aman tuan. Saya sudah menempatkan bodyguard di berbagai titik yang tidak di ketahui musuh. Saya juga menambah cctv di berbagai tempat di luar mansion." seru Aaron

"Bagus. Kalian harus waspada. Jangan sampai musuh masuk ke daerah keluarga Smith. Kau tahu sendiri kan, Sean seperti apa? Dan aku tidak mau Alice terluka."

"Saya mengerti tuan."

"Aku yakin dia ingin menjadikan Alice sebagai alat untuk menghancurkan ku. Untuk itu, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Alexander menatap Aaron dan kembali berkata, "Panggil Max kemari!!"

"Baik Tuan."

Mereka tidak sadar jika pembicaraan mereka di dengar oleh seseorang. Dia adalah Laura

Laura datang ke perusahaan Alexander untuk membahas kembali kerjasama mereka yang sempat tertunda karena Alexander sulit untuk di temui hanya karena wanita yang bernama Alice.

Dia langsung menerobos masuk tanpa bertanya terlebih dahulu pada resepsionis. Dan saat dia ingin masuk ke ruangan Alexander, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Alexander dan Aaron.

Dia tidak menyangka jika Alexander mempunyai musuh bebuyutan. Dan hal itu menjadi kabar bagus untuk Laura. Dia akan menemui orang yang bernama Sean dan menawarkan kerjasama padanya.

"Aku harus mencari orang yang bernama Sean Immanuel." batin Laura.

Laura pergi dengan terburu-buru. Dia menghubungi seseorang untuk melakukan perintahnya. "Cari tahu siapa Sean Immanuel dan kirimkan identitas beserta alamat rumahnya padaku." titah Laura pada orang di seberang sana.

Laura masuk kedalam mobil nya dan berdiam diri sejenak. Dan tidak berapa lama, terdengar notifikasi tanda ada pesan baru masuk di ponselnya.

Dia membuka pesan tersebut dan membacanya dengan seksama. "Sean Immanuel, Pemilik perusahaan SI Company? Sepertinya aku pernah mendengarnya." Selama ini, Laura hanya fokus pada Alexander hingga dia mengabaikan perusahaan lain yang ingin bekerjasama dengannya. Dia akan meminta Asistennya untuk mengurusnya. Tapi jika dengan Perusahaan AS Corp, dia sendiri yang akan turun tangan.

Laura masih membaca data tentang Sean. Bahkan foto pria itu terpampang jelas di layar ponselnya. "Pria yang buruk." gumam Laura saat melihat wajah Sean. Dia mengendarai mobilnya menuju kediaman keluarga Immanuel.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, akhirnya Laura Sampai di depan rumah yang cukup mewah dengan cat warna putih. Dia keluar dari mobil dan menatap sejenak bangunan di depannya itu.

"Apa benar ini rumahnya?" gumamnya bermonolog. Dia melihat penjaga dan menghampirinya.

"Apa benar ini rumah Sean Immanuel?" tanya Laura

Penjaga menatap Laura dari atas sampai bawah. "Siapa kau?" tanya penjaga

"Aku Laura Angelina. Aku datang untuk menemui Sean. Katakan padanya aku mempunyai penawaran menarik mengenai Alexander Smith."

Salah satu penjaga masuk untuk memberitahu kedatangan wanita itu dan tujuannya datang kemari. Dan tentu saja Sean membuka lebar pintu rumah nya karena dia penasaran dengan tawaran dari Laura. Apalagi hal itu menyangkut Alexander.

"Silahkan masuk nona!! Tuan menunggu anda di ruang kerjanya." seru si penjaga

Laura mengangguk dan masuk ke rumah tersebut. Di sana, dia disambut oleh pelayan yang menggiringnya ke depan pintu ruangan kerja milik Sean.

TOK TOK TOK

"Masuk!!"

Laura menelan ludahnya kasar mendengar pria dengan suara yang begitu berat. Di lihat dari fotonya, memang pria itu terlihat sangat mengerikan. Tapi niatnya sudah bulat untuk menawarkan kerjasama dengan pria itu. Dan semoga pria itu mau bekerjasama dengan nya.

Cklek

Si pelayan membuka pintu dan mempersilahkan Laura masuk.

Dengan langkah perlahan, Laura masuk ke ruangan Sean. Di sana, seorang pria tengah berdiri sambil menikmati minumannya. Tidak lupa tatapannya yang tajam dengan wajah dinginnya menatap Laura seolah ingin menerkamnya.

"Selamat pagi, Tuan Sean. Perkenalkan namaku Laura Angelina. Aku putri dari Tuan Angelo." seru Laura memperkenalkan diri

"Aku tidak perduli. Sekarang cepat katakan!! Apa maumu?" tanya Sean

"Begini, aku ingin menawarkan kerjasama dengan mu. Aku dengar kau adalah rival Alexander dan ingin menangkap wanita yang saat ini berada di sampingnya untuk menghancurkan Alexander."

"Kebetulan aku adalah rekan bisnis Alexander. Dan aku mengenal wanita itu." lanjut Laura

"Lalu?"

"Aku akan membantumu mendapatkan wanita itu, dan kau bisa memanfaatkannya. Tapi aku minta padamu. Jika kau berhasil menghancurkan Alexander, aku minta kau tidak membunuhnya, karena aku menginginkannya."

Sean tertawa keras. Dia sudah menduga jika Laura sangat menginginkan Alexander. Tidak mungkin wanita lemah seperti Laura mengajaknya bekerja sama tanpa tujuan tertentu.

Hal itu membuat Sean semakin geram. Sebenarnya apa kelebihan dari seorang Alexander? apa hanya karena dia tampan dan kaya, sedangkan dia buruk rupa?

"Jadi kau menyukai Alexander?" tanya Sean

"Ya, aku sangat menyukainya. Siapa yang tidak menyukai seorang Alexander. Dia tampan, kaya dan mempunyai segalanya." seru Laura

"Sepertinya kau melupakan sesuatu. Jika kau bekerjasama denganku, Alexander akan hancur dan dia akan jatuh miskin. Apa kau masih mau dengan pria miskin sepertinya?"

"Tidak masalah yang penting aku bisa bersama Alexander dan aku ingin kau menyingkirkan wanita bernama Alice." seru Laura

Sean mengangguk pelan dia menenggak habis minuman di gelasnya dan meletakkannya di meja. "Oke, aku setuju. Sekarang katakan Informasi apa yang kau punya!!"

Laura menyeringai, dia mulai menceritakan tentang siapa Alice Sebenarnya . Dia hanya wanita sial yang tidak sengaja menolong Alexander dari kejaran musuh. Tapi Alexander justru jatuh cinta pada Alice pada pandangan pertama dan Alexander menyekap Alice sebagai tawanannya karena dia tidak ingin kehilangan wanita itu. Artinya wanita itu sangat berharga untuk Alexander.

"Seperti Aku tidak salah menjadikan wanita itu sebagai targetku." seru Sean.

"Jadi kau menerimanya?" tanya Laura

"Tentu saja. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Aku akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan ku menghancurkan Alexander." seringai Sean

Laura tersenyum. Rencana berhasil. Akhirnya dia mempunyai sekutu. Biar saja Alexander hancur. Nanti dia akan menawarkan bantuan pada pria itu dengan imbalan untuk menikah dengannya. Ide yang sempurna.

"kalau begitu, aku permisi dulu tuan Sean. senang bekerjasama dengan mu." Laura mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Sean

"Senang bekerjasama dengan mu, Nona Laura." Seringai Sean. Dia hanya memanfaatkan wanita di depannya ini karena dia tidak hanya ingin menghancurkan Alexander tapi juga membunuhnya. Kesempatan baik tidak boleh di lewatkan dan dia akan memanfaatkan nya dengan sebaik-baiknya.

"Tunggu kehancuran mu, Alexander." seringai Sean.

Setelah mendapatkan kesepakatan bersama, Laura keluar dari ruangan Sean. Tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang pria yang meringkuk tidak jauh darinya. Sepertinya pria itu mendapatkan hukuman dari Sean.

Tapi entah mengapa Laura merasa pernah melihat pria itu. Dia mendekat untuk melihat lebih dekat wajah pria itu. Tapi sayangnya salah satu anak buah Sean menghalangi nya.

"Anda mau kemana nona?" tanya bodyguard

"Dia kenapa?"

"Oh.. Dia tawanan Tuan Sean. Dia melakukan kesalahan dan di hukum oleh tuan Sean." seru bodyguard

Laura mengangguk pelan dan pergi dari sana. Tapi sekali lagi dia menoleh kearah pria itu dan terdiam sejenak. Dia yakin seperti pernah melihat pria itu. Tapi entahlah, dia tidak mau ambil pusing.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

siapa tahu kau yang hancur

2024-10-14

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

terlalu nekad kau Laura

2024-10-14

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Laura nekad kerjasama dengan Sean semata-mata untuk menyingkirkan Alice dari Alex,hati² saja Laura jangan sampai kau yang tersingkir 😏

2024-10-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!