"Bagaimana keadaan mu, sayang?" Alexander masuk ke kamar Alice dengan membawa nampan berisi bubur. Dia duduk di tepi tempat tidur dan meletakkan nampan tersebut diatas nakas.
"Tolong biarkan aku pergi, Lex." seru Alice dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Alexander mengabaikan ucapan Alice. Dia mengambil bubur yang dia bawa dan mulai menyuapi Alice.
"Ayo, makanlah !! Agar kau punya kekuatan untuk kabur dari sini."
Alice menatap Alexander. Dia berfikir jika pria itu sedang mengejek nya saat ini. Mau bagaimanapun, dia tidak akan bisa kabur dari sini. Tapi tidak ada salahnya mencobanya lagi bukan.
"Buka mulutmu, Alice!! Atau kau lebih suka aku menyuapimu menggunakan mulutku, hm."
Alice berdecak pelan dan membuka mulutnya saat Alexander menyuapinya.
"Habiskan!! Setelah ini minum obatnya. Dengan begitu kau akan cepat pulih dan...
Alexander mendekat dan berbisik di telinga Alice, "Aku tunggu aksi heroik mu untuk kabur dari istanaku."
Alice melirik tajam Alexander yang tertawa mengejeknya. Dia mengepalkan tangannya erat. Andai kondisi tidak lemah, dia akan menghajar pria itu. Hah.. Sekarang dia menyesal telah melakukan aksi mogok makan karena itu membuat nya terlihat menyedihkan.
...****************...
Sementara itu, di belahan dunia lainnya. Di bar terbesar di kota A. Seorang pemuda terlihat tidak berkonsentrasi dalam bekerja. Dia terlihat gelisah dan berkali-kali mengecek ponselnya. Dia adalah Samuel, sahabat Alice.
Pasalnya, sejak keberangkatan Alice ke Qatar lima hari yang lalu, gadis itu belum memberinya kabar sama sekali. Bahkan dia tidak bisa menghubunginya karena nomor Alice tidak aktif.
Itu di karenakan, ponsel Alice di buang oleh Alexander. Dia tidak ingin orang lain tahu jika Alice bersamanya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan"
"Ck.. Kau ada di mana, Alice? Kenapa nomor mu tidak bisa di hubungi?" Samuel mencoba menghubungi Alice sekali lagi, tapi tetap saja nomor gadis itu tidak aktif. Samuel sangat khawatir karena Alice tidak pernah seperti ini. Apalagi sekarang gadis itu berada di negari orang.
"Sial!!! Harusnya aku ikut di pergi. Mungkin semua ini tidak akan terjadi." sesal Samuel
"Sepertinya aku harus menyusulnya. Ya, aku akan mencari anak nakal itu. Awas saja jika terjadi sesuatu padanya." Samuel pergi menemui pemilik bar. Dia akan meminta ijin cuti beberapa hari dengan alasan ingin pulang kampung mengunjungi makam kedua orang tuanya.
Ijin sudah dia dapatkan. Sekarang tinggal mencari uang untuk membeli tiket dan biaya hidup di sana nantinya. Kebetulan dia mempunyai tabungan. Dia juga menggadaikan motornya untuk tambahan biaya ongkos. Dia tidak tahu berapa lama dia akan di sana. Jadi dia harus sedia uang lebih.
Setelah uang terkumpul, Samuel segera memesan tiket pesawat. Dia juga mulai bersiap-siap. Dia tidak bisa menundanya lagi. Dia benar-benar khawatir terjadi sesuatu pada Alice. Apalagi gadis itu mempunyai uang banyak hasil taruhan seminggu yang lalu. Dia takut gadis itu menjadi korban perampokan. Dan dia hanya bisa berharap jika semua itu tidak terjadi.
"Tunggu aku, Alice. Aku akan segera menyusul mu." gumam Samuel.
...****************...
Pesawat yang di tumpangi Samuel mendarat sempurna di Bandara Internasional Hamad. Dia segera menyetop taksi dan mencari penginapan yang murah di sekitar stadion Al Bayt.
Dia ingat jika sebelum berangkat, Alice pernah berkata jika dia akan mencari penginapan yang dekat dengan stadion Al Bayt agar memudahkan nya untuk menyaksikan penampilan dari pria Korea yang Alice idolakan.
Untuk itu, dia akan memulai pencariannya dari sana. Dan semoga dia mendapatkan petunjuk.
"Kita sudah sampai tuan." seru sang sopir.
Samuel melihat keluar jendela mobil. Dia nampak mengerutkan keningnya karena itu bukan tempat yang dia cari. "Pak, sepertinya anda salah tempat. Aku mencari penginapan di dekat stadion. Bukan tempat mengerikan seperti itu."
"Turun saja, jika kau masih sayang dengan nyawamu."
Samuel terdiam. Sepertinya dia dalam bahaya saat ini. Sial!! karena terburu-buru, dia tidak memperhatikan taksi yang dia tumpangi.
"Ayo cepat turun!!" sopir taksi menodongkan senjata api pada Samuel hingga mau tidak mau, dia menuruti perintah sopir taksi.
Samuel turun dan mengangkat kedua tangannya. Tiba-tiba segerombolan orang datang dan memeriksa nya.
"A_apa mau kalian sebenarnya?" tanya Samuel
Tapi pria yang memeriksanya tidak mengatakan apapun. Dia menggeledah isi tas Samuel seperti mencari sesuatu. Apa mereka curiga jika dia adalah mata-mata atau apa?
"Sepertinya dia bukan bagian dari mereka." seru pria yang memeriksa Samuel
"Lalu bagaimana? Apa kita akan melepaskan nya begitu saja? Dia sudah melihat kita." seru pria yang lain
"Kita bunuh saja."
"Jangan!! Kita bawa saja pada tuan Sean. Biar tuan Sean yang memutuskan."
Samuel diam memperhatikan mereka satu persatu. Jujur, dia tidak tahu apa yang mereka ucapkan. Tapi sepertinya mereka salah tangkap orang. Dan dia berharap, mereka melepaskan.
Tapi sayangnya dia salah, kedua tangannya justru di ikat kebelakang. Bahkan kepalanya ditutup menggunakan kain.
"Hei, apa yang kalian lakukan? Aku bukan orang jahat. Aku baru datang dan ingin mencari kekasihku. Tolong lepaskan aku!!" teriak Samuel
"Diam lah!!! Atau peluru ku ini akan menembus kepalamu." seru si sopir taksi. Diantara mereka semua hanya dia yang tahu apa yang diucapkan Samuel. Untuk itu dia bertugas menjadi sopir taksi untuk mencari mangsa.
"Aku mohon tuan. Aku ingin mencari kekasih ku. Dia datang untuk menyaksikan pembukaan piala dunia beberapa hari yang lalu. Tapi sampai sekarang, dia tidak bisa di hubungi. Untuk itu aku kemari, aku ingin mencarinya."
"Apa kau pikir aku perduli?" Pria itu mendorong Samuel masuk kedalam mobil mereka yang lain dan membawanya ke tempat bos mereka berada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
kedatangan Samuel di Qatar di sambut orang jahat
2024-10-13
0
Yunerty Blessa
Alex mengejek Alice 😂
2024-10-13
1
C a l l i s t o ®
Niat sekali 😵
2024-06-12
2