Gagal

Keesokan harinya

Alice memutuskan untuk jalan-jalan sendiri di taman dengan penjagaan yang ketat. Dia sudah tidak menggunakan kursi roda lagi, tapi walaupun begitu, keadaannya masih lemah. Dia duduk di kursi panjang dan menikmati bunga-bunga yang tengah bermekaran di depannya.

Walaupun dia hidup bagaikan di penjara, tapi setidaknya dia masih bisa menikmati keindahan bunga-bunga tersebut.

"Bunga-bunga yang cantik. Aku yakin ibu Alex juga orang yang sangat cantik. Tapi kenapa dia bisa melahirkan pria menyebalkan seperti Alex?" gerutu Alice

Hari ini, Alexander sudah mulai bekerja seperti biasa. Pria itu sudah cukup lama meninggalkan pekerjaannya hanya demi menemani Alice dan merawatnya. Dan sekarang, setelah melihat Alice yang sudah membaik, Alexander memutuskan untuk pergi ke perusahaan.

"Sangat membosankan. Kapan aku bisa keluar dari sini? Aku merindukan kehidupan ku yang dulu." seru Alice

"Keluar dari mana?"

Alice tersentak. Dia menoleh dan melihat Laura yang berdiri di belakangnya. Apa wanita itu mendengar ucapannya?

Laura tersenyum dan duduk di samping Alice. "Aku minta maaf soal kemarin. Tiba-tiba aku mendapat telepon dari kantor dan aku terpaksa pergi. Maafkan aku, Alice." sesal Laura

"Tidak apa-apa. Aku bisa mengerti, kau pasti orang yang sangat sibuk."

"Ya begitulah. Oh iya, tadi aku sempat mendengar kau mengatakan, kau ingin keluar dari sini dan merindukan kehidupan mu. Sebenarnya ada apa , Lice?" tanya Laura penasaran. Sebenarnya dia merasa curiga jika Alice tertekan tinggal di mansion Alexander. Jika itu benar, maka dia akan dengan senang hati membantu wanita itu untuk pergi dari sini. Dengan begitu, tidak ada lagi yang menghalanginya mendapatkan Alexander.

"Alice," Laura menggenggam tangan Alice dan kembali berkata, "Tidak perlu takut. Katakan saja padaku, siapa tahu aku bisa membantu." seru Laura

"Ini sangat memalukan Ra." Alice menundukkan kepalanya. Dia tidak tahu harus memulai nya dari mana. Pertemuan singkat yang menjadikannya seorang tawanan hanya karena menolak lamaran seorang pria. Sangat konyol.

"Alice, katakan saja. Tidak perlu malu. Jika aku bisa, aku pasti akan membantumu."

"Sebenarnya aku hanya pendatang, Ra. Aku kesini karena ingin menyaksikan penampilan dari Jungkook karena aku sangat mengidolakan nya. Tapi malam saat aku berangkat ke stadion Al Bayt, aku bertemu dengan Alex yang saat itu di kejar oleh sekelompok orang bersenjata. Aku membawa Alex ke penginapan karena saat itu dia sedang terluka. Tapi aku tidak pernah menyangka jika pertemuan ku dengan Alex menjadi boomerang untuk ku. Dia mengirimkan barang-barang mewah dan bunga mawar ke penginapan dan karena aku tidak mengenalnya, aku mengembalikan semuanya. Tapi....

"Tapi apa?" tanya Laura. Dia sudah tidak sabar mendengar cerita Alice. Hatinya bergemuruh mendengar Alexander yang memberi Alice barang mewah hanya karena di selamatkan oleh wanita itu.

"Saat aku mengembalikan semua, Alex tidak terima dan mengurung ku di sini. Dia bahkan melamar ku untuk menikah dengannya."

Deg

"A_apa? Menikah?" tanya Laura terbata

"Iya, makanya aku melakukan aksi mogok makan dan berharap Alex melepaskan ku. Tapi ternyata....

Alice menggenggam tangan Laura dan kembali berkata, "Ra, aku mohon. Jangan beritahu Alex jika aku menceritakan semuanya padamu. Aku sedang memulihkan kondisi ku baru setelah nya aku akan mencari cara untuk keluar dari sini. Saat ini pasti Sam khawatir karena aku tidak memberinya kabar setelah sampai di Qatar." terang Alice

"Sam? Siapa?" tanya Laura

"Dia adalah sahabat terbaikku. Namanya Samuel. Dia pria yang selalu membantu ku dan melindungi ku. Aku yakin sekarang dia sangat mengkhawatirkan ku."

Laura terdiam sesaat. Di satu sisi dia senang karena Alice tidak mempunyai hubungan apapun dengan Alexander. Bahkan wanita itu ingin pergi dari sisi Alexander. Tapi disisi lain, Alexander secara terang-terangan melamar wanita itu bahkan sampai mengurung nya hanya karena takut Alice pergi. Dan ini tidak bisa di biarkan. Jika Alice terus berada di sini, dia akan menjadi saingan beratnya. Alice adalah ancaman besar untuknya.

"aku akan membantumu untuk kabur dari sini." seru Laura

"Benarkah?"

"Yes. Tapi kau tahu sendiri, penjagaan di sini sangat ketat. Jadi aku tidak mungkin membawamu langsung pergi dari sini. Aku hanya bisa memberimu bantuan ini." Laura memberikan sebuah botol obat pada Alice

"Apa ini?" tanya Alice

"Ini adalah obat tidur. Aku biasa mengkonsumsi nya jika aku susah tidur. Dan kebetulan aku membawanya. Jadi kau bisa menggunakannya untuk keluar dari sini. Kau tahu maksudku, bukan?"

"Iya, aku tahu maksud mu, Ra. Terimakasih." Alice menerima botol obat pemberian Laura. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dan sepertinya dia akan melakukannya besok setelah Alexander pergi ke perusahaan. Dengan begitu, dia bisa menjalankan rencananya dan pergi dari penjara ini. Ide yang bagus, bukan.

...****************...

Malam yang dingin sudah berganti dengan hangatnya matahari. Alice membuka matanya dan meregangkan tubuhnya. "Sudah pagi." gumamnya. Dia beranjak dari tempat tidur dan pergi mandi. Hari ini dia sangat senang karena sebentar lagi, dia akan bebas. Dia sudah merencanakan semuanya matang-matang dan dia yakin akan berhasil.

Huh.. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk segera bebas. Dan semoga semua berjalan lancar.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Alice menyelesaikan ritual mandinya. Dia memakai bathrobe dan keluar dari kamar mandi.

"Kau sudah selesai mandi, sayang." Lagi dan lagi, Alexander datang membawakan sarapan untuk Alice. Rasanya dia ingin memaki pria itu karena masuk ke kamar wanita sembarangan. Tapi dia harus menahannya. Dia tidak mau tenaganya terbuang sia-sia.

"Aku membawakan sarapan untukmu. Ayo di makan!!"

Alice duduk di samping Alexander dan mengambil alih piring dari tangan Alexander. "Lain kali kau tidak perlu membawa kan sarapan ke kamar." seru Alice

"Sepertinya kondisi mu sudah membaik. Kalau begitu besok kita makan bersama di ruang makan."

"Ya, sudah. Aku harus ke kantor. Jika kau membutuhkan sesuatu, mintalah pada pelayan. Jika pekerjaanku selesai, aku akan segera pulang." lanjut Alexander

Alice memutar kedua bola matanya malas. Selalu itu yang di katakan Alexander padanya. Padahal, mau dia pulang atau tidak, Alice tidak perduli.

Alexander mencium kening Alice sebelum berangkat ke kantor. Dia juga berpesan pada bodyguard yang berjaga untuk mengawasi Alice dan melaporkan apapun kegiatan wanita itu saat dia tidak berada di rumah.

"Dasar menyebalkan." gerutu Alice. Dia memakan habis sarapannya dan kemudian pergi untuk memakai baju. Dia tidak akan menundanya lagi dan akan segera menjalankan rencananya sekarang juga.

Alice keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Dia bisa melihat banyak mata yang mengawasinya. Benar-benar seperti tahanan bebas. Dia di kurung di dalam rumah yang mewah tapi di biarkan berkeliaran di dalamnya dengan pengawasan ketat.

"Selamat pagi nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala pelayan yang melihat Alice di dapur.

"Aku ingin membuat sesuatu. Apa boleh?" tanya Alice

"Maaf nona. Jika anda membutuhkan sesuatu, katakan saja pada saya. Saya akan membuatkannya untuk anda."

"Aku ingin memasak makanan khas negara ku. Kau tidak akan tahu seperti apa yang aku inginkan. Jadi biarkan aku memasak. Aku mohon." pinta Alice

"Emm.. Ba_baiklah kalau begitu. Saya akan membantu anda." seru kepala pelayan.

Alice tersenyum senang. Dia mulai mengeluarkan semua bahan yang ada. Dia berencana membuat kue kering dan akan membagikan pada semua orang yang ada di sini.

Alice dengan telaten membuat adonan roti di bantu oleh pelayan. Dia mencari kesempatan untuk memasukkan obat tidur kedalam adonan.

"Tolong kau ambilkan loyangnya. Dan kau, tolong buatkan aku minum." pinta Alice

"Baik Nona." kedua pelayanan yang membantu Alice, pergi menjalankan perintahnya. Dia melihat kesana kemari dan mulai memasukan semua obat yang ada di dalam botol tersebut dan mencampurnya jadi satu dengan adonan roti.

"Maafkan aku." batin Alice

Alice mencetak adonan di dalam loyang di bantu oleh pelayan dan setelah selesai, semua adonan di masukan kedalam oven.

"Jika sudah matang, tolong panggil aku. Aku mau ke mandi lagi. Gerah." seru Alice

"Baik nona."

Alice kembali ke kamar untuk mandi. Dia juga harus bersiap-siap karena setelah obat tersebut bereaksi, dia akan segera pergi dari rumah terkutuk ini.

Tidak butuh waktu lama, Alice segera menyelesaikan ritual mandinya. Dia memakai bajunya dan bergegas turun.

"Apa sudah matang?" tanya nya pada kepala pelayan

"Sudah nona." jawab kepala pelayan

"Kalau begitu, tolong kau bagikan pada semua orang. Aku ingin kalian merasakan kue khas tempat tinggal ku."

"Ta_tapi nona...

"Tidak ada tapi-tapi. Sekarang kau bagikan saja." pinta nya lagi

"Baik nona." kepala pelayan mulai membagikan kue buatan Alice pada penjaga, bodyguard dan juga pelayan. Alice mengamatinya dari jauh. Dia menyeringai dan kembali ke kamarnya untuk mengambil tasnya.

"Aku harus bergegas pergi. Tapi aku tidak punya uang. Apa yang harus aku lakukan?" satu hal yang Alice lupakan. Jika dia ingin pergi dari sini, dia harus mempunyai uang terlebih dahulu untuk memesan taksi. tapi sepertinya dia melupakan hal itu.

"Tidak ada cara lain." Alice keluar dari kamar dan mendapati semua orang terkapar di lantai. Dia menggeledah satu persatu bodyguard dan juga pelayan dan mengambil uang mereka.

"Maafkan aku. Jika kita bertemu lagi suatu hari nanti, aku akan mengembalikan uang kalian." setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Alice berlari keluar gerbang. Dia berjalan sambil mencari taksi yang lewat. Tapi sayang nya Alice tidak tahu jika itu adalah area milik Keluarga Smith. Dan dia harus berjalan jauh untuk bisa sampai di jalan raya.

"Astaga, jauh sekali." Alice masih terus berjalan di jalanan yang sepi itu. Hingga dari arah depan, dia melihat sebuah mobil mewah yang melaju kearahnya. Dia menyipitkan matanya mencoba melihat si pengemudi. Tapi sedetik kemudian, dia melebarkan kedua matanya dan mulai berlari menghindari mobil tersebut.

"Gawat!! Ini sangat gawat!! Kenapa dia bisa ada di sini?" Alice terus berlari menghindari kejaran mobil mewah tersebut. Ya, dia adalah Aaron. Dia kembali karena ingin mengambil berkas tuannya yang tertinggal. Tapi justru dia di kejutkan dengan Alice yang berjalan sendirian di jalan. Dan dia yakin jika wanita itu mencoba untuk kabur. Untuk itu, dia mengabaikan berkas milik tuannya dan lebih memilih mengejar Alice.

"Bagaimana mungkin nona Alice bisa keluar begitu saja?" Aaron menghentikan mobilnya karena Alice berlari masuk kedalam hutan yang sulit di lalui mobil. Dia mengambil senjatanya dan bergegas mengejar Alice.

"Ini gawat. Bagaimana jika Tuan tahu?" Aaron terus mengejar Alice yang semakin menjauh. Dia berharap wanita itu tidak bertemu dengan binatang buas karena hutan tersebut banyak binatang buasnya.

"Sepertinya pria itu sudah tertinggal jauh." Alice berhenti di belakang pohon. Dia mengatur nafasnya yang terengah-engah karena terus berlari.

"Sial!!! Kenapa jadi begini? Aku tidak mau gagal dan kembali ke neraka itu lagi." seru Alice. Dia merosot kan tubuhnya ketanah. Dia benar-benar lelah. Baru saja kondisinya membaik, tapi dia harus berlari begitu jauh.

Setelah cukup beristirahat, Alice kembali melanjutkan perjalanannya. Dia melihat kesana kemari dan tidak melihat Aaron sama sekali. Ini hal yang bagus. Dia bisa segera pergi dari sini dan mencari jalan keluar. Tapi saat dia membalikkan badannya, tiba-tiba tubuhnya menegang. Dia melihat seekor harimau berjalan mendekati nya

"Ha_harimau." lirih Alice ketakutan. Dia

merasa nyawanya di ujung tanduk. Dan saat harimau itu semakin mendekat, Alice berteriak dan berlari dari harimau tersebut. Hingga suara tembakan menggema di tengah hutan tersebut dan membuat Alice kehilangan kesadarannya.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

akhirnya tertangkap lagi

2024-10-14

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Laura punya niat yang terselindung

2024-10-14

1

Aidah Djafar

Aidah Djafar

hadeeeh Alice gagal maning kaburnye 🤦😁🤣

2024-02-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!