BRSM 17

Hingga sore hari tiba Rebecca masih berdiam diri di bawah selimut dalam kamarnya. Dia masih belum mau keluar dari kamar meski Paulina telah membujuknya. Dalam pikirannya masih terngiang ketika dilecehkan oleh seseorang. Air matanya meleleh ketika mengingat kejadian itu.

"Non, Bibi mohon keluarlah kasihan anak-anak, mereka bertanya-tanya tentang keadaanmu sekarang," ucap Paulina dari luar pintu.

Rebecca hanya diam, dia tidak ingin bertemu kedua puteranya, dalam keadaan yang rapuh.

"Non, sikap Nona yang seperti ini bisa membuat bingung anak-anak," seru Paulina lagi.

Rebecca semakin mengeratkan selimutnya, dia ingin sekali lepas dalam jerat Mario. Tak lama kemudian terdengar suara Evelyn yang mengetuk pintu dari luar. Dia merengek ingin masuk ke dalam.

"Mommy, buka pintunya Mom! Mommy, are you okay? Mom, open the door please!"

Evelyn terus berteriak memanggil Ibunya. Selanjutnya Excel, dia ikut memanggil Ibunya agar mau membuka pintu.

"Mom, Mommy kenapa? Kalau Mommy sedih nanti aku dan Evelyn jadi ikut sedih, Mom. Buka pintunya, Mommy," seru Excel dengan terus mengetuk pintu.

Mendengar suara kedua anak kembarnya yang terus merengek, membuat hatinya tergugah. Rebecca bangun dan membuka pintu. Dia memaksakan diri untuk tersenyum.

"Mommy," seru Excel dan Evelyn memeluk kaki Ibunya.

"Ya, Sayang. Maafkan Mommy ya, membuat kalian khawatir." Rebecca menggandeng tangan kedua anak kembarnya itu menuju ke kasur.

Rebecca kembali merebahkan tubuhnya dengan tetap memeluk Excel dan Evelyn. Kedua bocah itu menatap sang Ibu dengan penuh tanya. Mereka sangat penasaran, apa yang sedang terjadi?

"Mommy are you okay?" tanya Evelyn pada Rebecca.

"Mommy sedikit tidak baik, Sayang! Tapi kalian jangan khawatir ya, besok Mommy juga sudah tidak apa-apa. Kalian berdua tidak usah bersedih. Oke!"

"Mom, jangan bersedih nanti Excel juga ikut sedih," ucap Excel dengan suara melas.

"Iya Sayang. Mom, hanya butuh istirahat. Ada kabar bagus buat kalian berdua."

"What Mommy?" sahut Evelyn dengan tangan memainkan ujung rambut Ibunya.

"Mommy sudah mengurus visa kalian untuk pergi ke Italia, Sayang. Untuk sekolah nanti bisa via zoom schooling ya. Jadi kalian tidak ketinggalan pelajaran."

"Iya Mommy, Evelyn sudah tidak sabar ingin cepat kesana. Aku ingin pergi ke Roma dan juga ke Venesia bersama Dad ....Oh, emm, maksudku bersama Mommy!" ucap Evelyn hampir saja keceplosan.

Untung saja Evelyn tidak keceplosan bicara. Hampir saja dia membocorkan sendiri rencananya. "Huh, hampir saja Mommy tahu maksudku," gumamnya dalam hati.

Excel diam tak bersuara, dia hanya melihat Ibu dan juga sang adik yang tengah mengobrol. Justru dalam pikirannya sekarang adalah pria yang di search di internet. Excel semakin penasaran dan bertanya-tanya apakah pria itu Ayahnya.

Rebecca melihat putranya sedang melamun. "Excel kamu kenapa kok melamun, Sayang?" tanya Rebecca penasaran.

"Emm, nothing Mommy. Excel sedang mengingat tugas yang masih belum selesai. Oh ya, Mommy. Ulangan Evelyn dapat nilai sempurna loh," seru Excel mengalihkan pembicaraan ibunya.

Rebecca terkejut mendengar ucapan Excel, "Really? Apa benar itu Sayang?" tanya Rebecca pada Evelyn.

"Benar, Mommy. Evelyn lupa dengan itu."

"Good job, Sayang. Pertahankan nilaimu ya. Mommy bangga dengan kalian. Baiklah, sekarang kalian mandi. Nanti kita makan malam. Terimakasih sudah menghibur Mommy." Rebecca mencium kedua anaknya. Setelah itu Excel dan Evelyn pergi untuk mandi karena hari hampir malam.

Rebecca menghela nafasnya, apapun yang terjadi dia tidak boleh terlihat sedih di depan kedua buah hatinya.

Dua Minggu Kemudian.

"Tuan, visa tinggal Nona Rebecca sudah siap dan sudah saya proses kedatangannya," ucap Edward pada Reigner yang sedang sibuk dengan laptopnya.

"Bagus segera urus semuanya. Tempat tinggal dan semua fasilitasnya di sini."

"Siap Tuan, tiket pesawat pun sudah saya booking. Mungkin lusa dia akan sampai," sahut Edward.

Reigner mengangguk-angguk tanda mengerti. Setelah itu Edward keluar dari ruang kerja bosnya dan Reigner kembali melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba saja handphonenya berdering. Reigner mengangkat panggilan itu.

"Halo, Mom," panggil Reigner pada sang Ibu.

[Halo Rei, lusa Mom akan kembali. Tolong jemput di bandara ya.]

"Cepat sekali Mom kembali. Memangnya Mommy sudah puas liburannya?" ucap Reigner sedikit tidak suka.

[Dasar anak kurang ajar. Kamu tidak suka kalau Mom kembali cepat. Di rumah Mom masih mempunyai tugas untuk mencari seorang istri untukmu. Mom tidak ingin ya menua tanpa menimang seorang cucu. No, jangan sampai itu terjadi]

"Mom, sudahlah tidak usah memaksa Rei untuk menikah. Aku sudah punya pilihan Mom," protes Reigner pada ibunya.

[Mana? Sudah sejak lama kamu bilang sudah mempunyai calon, mempunyai calon. Sampai Mom semakin tua, kamu tidak ada inisiatif memperkenalkannya ke rumah.]

"Terserah padamu Mom. Tapi Rei tidak akan pernah menerima kencan buta lagi. No again!" Reigner menutup teleponnya. Dia sangat pusing ketika sang Ibu membahas soal istri.

Sejak kejadian beberapa tahun yang lalu, Reigner tidak pernah lagi mendekati seorang wanita. Ada rasa tidak suka setiap dia di dekati oleh wanita lain. Meski dulu dalam keadaan tidak sadar, Reigner masih ingat ketika dia menjebol kehormatan Rebecca. Pada saat itu juga pengalaman pertama Reigner bercinta dengan seorang gadis.

"Aku tidak akan menikah sebelum menemukan gadis itu Mom. Meski aku tidak tahu dia dimana? Tapi dalam hatiku yakin kalau suatu hari nanti akan bertemu kembali," gumam Reigner dalam hati.

"Mungkin saja, jika gadis itu hamil dan mau mengandung benihku. Aku yakin kalau anak itu sudah besar sekarang. Ahh, membuat ku jadi teringat dengan gadis manis waktu itu. Aku suka dengan senyumannya."

Reigner terus membayangkan tentang masalalunya. Dia belum bisa move on hingga bertahun-tahun lamanya.

Di Tempat Lain.

Evelyn sedang sibuk menari di depan kaca. Dia sedang mempraktekkan kelas menarinya itu. Tiba-tiba dia lupa dengan satu gerakan dan ingin mencarinya di internet.

Kebetulan laptop Excel sedang menyala dan tidak digunakan. Evelyn mencari gerakan itu menggunakan laptop sang Kakak.

"Emm, dimana ya mencari gerakan tari," ucap Evelyn sembari memencet mouse laptopnya.

Mata Evelyn membulat sempurna ketika melihat history pencarian ada foto seseorang yang dia kenal, "Uncle baik. Oh No, jadi Kakak diam-diam menyelidiki tentang Uncle baik. Hem, Kakak ternyata diam-diam selangkah lebih maju ya dengan ku. Aku tidak boleh melewatkan ini. Aku harus mencari informasi tentang Uncle baik, karena lusa aku akan pergi ke sana."

Evelyn terus mencari informasi tentang Reigner. Dia membuka seluruh link yang memuat semua informasi. Akhirnya dia menemukan salah satu kantor Reigner. Evelyn berseru senang dan dengan cepat mengambil kertas juga pulpen.

"Yeay, aku akan mencatat alamat ini. Nanti aku akan mengajak Kak Excel untuk mencarinya bersama. Uncle kita akan bertemu sebentar lagi," seru Evelyn sangat girang.

Tiba-tiba suara sang Kakak membuyarkan kesenangannya, "Evelyn, apa yang sedang kamu lakukan?"

Evelyn berjingkat kaget dan langsung menoleh, "Emm itu Kak. Aku sedang ...!

Terpopuler

Comments

SENJA ROMANCE

SENJA ROMANCE

🤔🤔🤔🤔 rasanya enak ya Reigner?

2023-02-08

0

💕Leyka Gallardiev 💕

💕Leyka Gallardiev 💕

hayoo ketahuan kak Excel lagi kepoin leptop nya😁

2023-02-07

0

Alya Yuni

Alya Yuni

Skolah tinggi tpi membodohkn dri maunya di lecehkn emang krja lain gk ada

2023-01-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!