Bab 13

Evelyn sedang tertawa senang di depan televisi. Dia tertawa karena melihat tontonan yang sangat lucu. Tak lama kemudian, Rebecca tiba di rumah. Hal itu membuat Evelyn bingung karena tidak biasanya sang Ibu pulang cepat.

Evelyn pun menyapa sang ibu dan bertanya, "Mommy, tumben sekali sudah pulang."

Rebecca menghentikan langkahnya dan menjawab," Ya Sayang. Kepala Mommy sedikit pusing, jadi Mommy meminta izin untuk pulang cepat. Kakak ada dimana? Kok kamu sendirian di sini."

" Kak Excel sedang belajar di kamarnya, Mommy," jawab Evelyn dengan mulut penuh dengan cemilan.

"Ya sudah, Mommy ke atas dulu ya. Mommy mau istirahat, bangunkan Mommy jika makan malam sudah siap."

"Siap, Mommy!"

Rebecca pun naik ke atas dia ingin sekali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Melihat sikap sang Ibu yang tak seperti biasanya membuat Evelyn sangat penasaran. Jiwa detektifnya seakan-akan terpanggil dan menyuruhnya untuk segera menyelidiki sebab yang terjadi.

"Aku harus membahas ini dengan Kak Excel. Mommy tidak boleh bersedih," gumam Evelyn dalam hati. Setelah itu dia naik ke lantai atas untuk memberitahu sang Kakak.

Evelyn berlari lalu masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. "Kakak, kakak gawat!" seru Evelyn sangat panik.

"What Evelyn? Bisakah untuk tidak menggangguku?" protes Excel pada adiknya.

"No Kakak, ini benar-benar gawat. Kakak harus mendengarkan ceritaku," ucap Evelyn dengan raut wajah yang serius.

"Oke. Sekarang ceritakanlah cepat, karena aku masih belum selesai mengerjakan semua tugas."

Evelyn pun menceritakan perihal kepulangan Ibunya yang terlihat sangat sedih.

"Kalau Mommy sampai terlihat sedih pasti ada masalah besar yang terjadi. Kira-kira Mommy sedang ada masalah apa ya?" gumam Excel sembari berpikir.

Evelyn pun tak kalah seriusnya dengan excel. Meski terlihat sangat bandel, dia akan ikut bersedih jika ibunya tersandung masalah.

"Kakak cepat selesaikan tugas, nanti kita introgasi Mommy. Apa yang sebenarnya terjadi?" sahut Evelyn cemas.

"Baiklah kakak akan selesaikan dulu tugas ini. Tapi kamu harus keluar dulu Evelyn, karena Kakak tidak bisa konsentrasi kalau kamu tetap ada di sini. Oke!"

Evelyn mengangguk setelah itu dia keluar kamar dan membiarkan kakaknya untuk mengerjakan tugas terlebih dahulu. Evelyn turun ke bawah dan kembali ke ruang televisi dan melanjutkan makan camilannya.

Di Dalam Kamar.

Rebecca merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan memandang langit-langit kamar. Kepalanya sangat pusing setiap kali memikirkan sikap Mario yang tanpa batasan.

"Oh God! Bagaimana aku bisa terlepas dari jerat pria itu? Aku tidak bisa menuruti semua keinginannya. Tiga hari kedepan apa yang akan dilakukannya terhadapku?" gumam Rebecca dengan pikiran yang kacau.

"Excel dan Evelyn apa yang harus aku lakukan terhadapnya? Bagaimanapun juga semua orang pasti tahu statusnya? Aku tidak mungkin menutupinya terus."

Rebecca terus bimbang dengan kondisinya saat ini. Dia tidak punya pilihan lain selama masih berada dalam jerat kontrak dengan Mario. Pusing memikirkan semua masalah, akhirnya Rebecca pun tertidur.

Sampai malam hari tiba, Rebecca masih tertidur pulas. Hingga Excel dan Evelyn masuk ke kamar untuk membangunkannya. "Mommy bangun, Mommy sudah waktunya makan malam," ucap Excel pelan di samping Ibunya.

Melihat wajah sang Ibu yang terlihat sangat kelelahan membuat Evelyn menjadi sedih. Gadis kecil itu memasang wajah imut di samping ranjang Rebecca.

Mendengar suara anak kembarnya memanggil Rebecca pun terbangun. Dia menguap dan mengerjapkan matanya sembari melihat Excel dan Evelyn yang terlihat khawatir.

"Mommy are you okay?" Evelyn bertanya kepada Ibunya.

Tidak mau kedua anaknya khawatir, Rebecca pun menyembunyikan wajah sedihnya. "Why baby? Mommy baik-baik saja kalian tidak usah khawatir. Sini-sini Mommy peluk kalian."

Rebecca memeluk kedua anak kembarnya dengan penuh kasih sayang. Dia mencium ujung kepala Evelyn dan juga Excel. "Bagaimana hari kalian tadi siang? apakah menyenangkan?"

"No Mommy," jawab Evelyn menggelengkan kepalanya.

"Hem! Kenapa bisa sampai begitu? Apa ada yang mengganggu putri cantik Mommy di sekolah?"

"No, tidak ada yang mengganggu Evelyn, karena tidak akan ada yang berani!" sahut Evelyn tidak bersemangat.

"Ya tentu saja tidak ada yang mengganggumu. Mereka semua takut karena kamu seperti nenek sihir," celetuk Excel menggoda sang adik.

Mendengar ucapan sang kakak membuat mata Evelyn melirik dengan tajam. Tentunya gadis kecil tak akan tinggal diam. "Mommy. Mommy tahu kalau Kak Excel ...!"

"Evelyn bukannya tadi kamu ingin memberitahu sesuatu pada Kakak? Kalau begitu ayo sekarang kita turun ke bawah." Excel berdiri dan menarik tangan adiknya untuk keluar dari kamar. Dia sengaja menyela pembicaraan Evelyn.

Melihat ada yang aneh dengan tingkah kedua anak kembarnya, membuat Rebecca sedikit heran. Dia bertanya-tanya apa yang lagi disembunyikan oleh kedua anaknya tersebut.

"Mommy, kita keluar dulu ya! Mommy cepat turun karena kita sudah lapar," seru Excel sembari terus menarik tangan adiknya.

"Oke sayang. Sebentar lagi Mommy akan turun," jawab Rebecca. Setelah itu dia bangun dan turun ke bawah untuk makan malam.

Di Lantai Bawah.

"Evelyn hampir saja kamu membuka rahasia Kakak di depan Mommy," seru Excel yang masih menggenggam tangan Evelyn.

Muka Evelyn cemberut tak menanggapi. Dia sengaja cuek dan mengabaikan Excel yang tadi mengatainya. Evelyn ingin sang Kakak meminta maaf kepadanya.

Melihat sikap adiknya yang semakin hari semakin menyebalkan, membuat Excel harus bersabar agar rahasianya tetap terjaga. Excel menghela nafas dalam dan menghembuskannya kasar."Oke Evelyn, oke! Kakak mengerti. Kakak minta maaf ya! Evelyn yang manis," ucap Excel merayu adiknya.

"Baiklah, Jangan ulangi lagi ucapan Kakak yang tadi," sawit Evelyn dengan gaya manja.

Tak lama kemudian Rebecca turun ke bawah dan segera makan malam bersama kedua anaknya. "Sayang kok masih di sini, ayo cepat makan!"

Rebecca, Excel dan Evelyn berjalan menuju ke meja makan. Di meja makan sudah banyak hidangan yang tersedia. Semua adalah makanan kesukaan Excel maupun Evelyn.

Sepuluh menit berlangsung Evelyn segera memberi kode kepada kakaknya untuk membicarakan tentang rencana pergi ke Italia. Excel dan Evelyn saling bermain mata untuk saling mengisyaratkan. Lalu Excel memberanikan diri untuk memenuhi permintaan sang adik itu.

"Mommy. Bolehkah liburan nanti Mommy ajak kami untuk berlibur di Italia?" ucap excel dengan ragu.

Rebecca menghentikan kunyahanya dan menanyai balik Excel. "Sayang, kamu ingin pergi ke Italia? Why coba jelaskan alasannya kepada Mommy?"

Excel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia harus menjawab pertanyaan ibunya dengan jawaban yang tepat. "Ya Excel ingin sekali liburan ke Italia, Mommy. Semua karena teman Excel, dia bercerita kalau berlibur di sana sangat menyenangkan," jawab Excel yakin.

"Ya Mommy, Evelyn juga ingin liburan ke Italia," seru Evelyn menimpali jawaban sang Kakak.

Rebecca sedikit tercengang ketika kedua anaknya memilih liburan ke Italia. Sungguh sangat kebetulan sekali dengan rencananya yang akan memenuhi kontrak kerja di negara tersebut.

"Baiklah jika itu yang kalian inginkan. Mommy akan kabulkan permintaan kalian untuk liburan di Italia. Tapi dengan satu syarat, kalian berdua harus tetap akur dan menurut sama Mommy. oke!"

Evelyn tampak senang karena ibunya memenuhi permintaan sang Kakak jadi rencana dia mencari sosok ayahnya akan berhasil.

"Terima kasih Mommy. Evelyn janji akan menjadi anak yang baik dan selalu menurut dengan Mommy dan Kak Excel," ucap Evelyn dengan sangat manis.

Sikap manis Evelyn membuat Excel sedikit kesal. Ingin sekali dia memberitahu Ibunya dengan rencana Evelyn di Italia. Namun, melihat antusias adiknya yang sangat ingin bertemu sekali dengan sosok sang ayah. Membuat Excel tetap menuruti apapun yang direncanakan oleh Evelyn. Meski dia tahu itu adalah hal yang beresiko.

Terpopuler

Comments

SENJA ROMANCE

SENJA ROMANCE

@Andini Andana kak ada novel bagus nih

2023-02-08

0

Anonymous

Anonymous

Lanjutannnnnnn

2023-01-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!