Rebecca sedang berjalan menuju ke dapur. Dia ingin membuatkan segelas susu untuk pengantar tidur kedua anak kembarnya. Sesampainya di dapur, Rebecca segera mengambil dua gelas dan mengisinya dengan bubuk susu. Setelah itu dia tuangi air panas, kemudian dia membawa susu itu ke kamar anaknya.
Rebecca berjalan pelan sampai ke lantai atas. Setibanya di lantai atas, Rebecca memanggil kedua anaknya, "Baby, minum susu dulu. Setelah itu waktunya tidur karena besok sekolah."
Excel dan Evelyn turun dari kursi untuk meminum susu. "Mommy, semua tugas ku sudah selesai," seru Evelyn pada Ibunya.
"Oh, ya! Good girl! Mommy ingin kamu selalu begini Sayang," sahut Rebecca dengan mencium pipi gembul Evelyn.
Excel dan Evelyn sudah selesai meminum habis susu yang diberikan Ibunya. "Sudah ya, kalian berdua gosok gigi setelah itu segera tidur. Pasti hari ini sangat lelah. Apalagi Evelyn yang tadi bermain drama bersama Mommy," perintah Rebecca pada kedua anaknya.
Excel langsung pergi ke kamar mandi, sedangkan Evelyn merayu sang Ibu. "Mommy," ucap Evelyn dengan memeluk Ibunya.
"Ya. What's wrong, Baby?"
"Mommy, Evelyn minta maaf sama Mommy jika putri Mommy yang cantik, imut, dan manis ini selalu berbuat ulah sehingga Mommy sangat kesal terus marah-marah," ucap Evelyn dengan nada manja.
Excel mengintip keluar ketika mendengar ungkapan sang adik. Dia melihat Evelyn dengan masih menggosok gigi. Sedangkan Rebecca menghela nafas panjang melihat sikap manja putrinya.
"Evelyn ingin menjadi anak kesayangan Mommy. Terus aku juga ingin pintar seperti kak Excel jadi Mommy semakin sayang sama aku karena Evelyn sayang sama Mommy. I love you, Mom!"
"Iya, Mommy juga minta maaf sama kamu ya, Sayang. Mommy sering marah-marah sama kamu. Dibalik itu Mommy sangat sayang padamu Nak. Semua nasehat Mommy itu demi kebaikanmu, Sayang."
Excel keluar dari toilet, dia berdiri sambil melihat ibu dan adiknya yang sedang berpelukan.
"Iya Mommy, mulai sekarang Evelyn akan jadi anak yang lebih penurut," ucap Evelyn dengan memandang sang kakak. Excel menirukan gaya bicara Evelyn dari belakang. Mulutnya komat-kamit menirukan perkataan sang adik.
Evelyn pun kesal melihat sang kakak yang tengah menggodanya. "Mommy, look! Kak Excel sedang mengejek ku," seru Evelyn dengan menunjuk kakaknya.
Rebecca menoleh ke arah Excel, dengan cepat anak itu langsung naik ke atas kasur dan bersikap cool kembali.
"Excel cepat tidur, jangan menggoda adikmu," tegur Rebecca pada anak laki-lakinya.
Evelyn menahan tawanya, setelah itu dia pergi menggosok gigi. "Mommy, Evelyn menggosok gigi dulu ya," ucap Evelyn dengan selalu menyertakan senyum manisnya.
"Iya, Sayang! Cepat gosok gigi dan lekas tidur. Mommy keluar dulu ya, Sayang. Good night, my honey!" Rebecca mencium dahi kedua anak kembarnya, kemudian dia keluar dari kamar itu.
"Good night, Mommy!" jawab keduanya.
Setelah itu, Rebecca keluar dari kamar anaknya. Evelyn menggosok giginya dengan cepat. Dia ingin segera menggoda sang kakak. Selesai menggosok gigi, Evelyn keluar dari toilet dan segera menghampiri Excel.
Excel sedang membaca buku cerita sebelum tidur. Evelyn berlari dan naik ke atas kasur kakaknya. Di tengkurap di depan Excel dengan senyum lebar. Excel tak menghiraukan sikap adiknya itu. Dia lebih fokus dalam membaca buku.
Merasa diabaikan, Evelyn mengambil buku cerita kakaknya. Excel pun kesal karena selalu diganggu oleh sang adik.
"Please kembalikan buku ku Evelyn," ucap Excel kesal.
"No, ini akan aku simpan sebelum Kakak menilai aktingku. Please, bicara Kak. Aktingku bagus kan tadi?" sahut Evelyn dengan mengedipkan kedua matanya.
"Akting mu sangat payah!" sungut Excel pada adiknya.
Evelyn langsung memasang wajah cemberut. Dia sangat tidak suka jika Excel tak menghargai usahanya.
Excel menahan tawanya melihat kekesalan Evelyn. Dia tetap stay cool dengan sikap adiknya yang bar-bar itu. Evelyn menatap tajam kakaknya. Hingga Excel semakin gemas ingin mencubit pipi Evelyn yang chubby.
"Minggir tidak, aku mau tidur," seru Excel mengusir adiknya.
Evelyn semakin cemberut dengan mata yang berkaca-kaca. Excel semakin ingin tertawa melihatnya. Akhirnya, Excel menyerah dia tidak ingin melihat adik kesayangannya itu sedih.
"Oke fine! Kakak akan memberi nilai aktingmu tadi. Berapa ya? Emm.... 80 for you, Evelyn," ucap Excel pada sang adik.
Nilai itu tak membuat Evelyn senang, karena dia terlanjur kesal dengan kakaknya. Gadis kecil itu tetap diam dengan memalingkan muka. Lalu, Excel ingin mengganggu adiknya lagi. Dia khawatir kalau Evelyn benar-benar marah.
Pernah suatu ketika, Evelyn marah pada kakak dan juga ibunya. Dia kabur dan sembunyi di luar rumah hingga membuat sang ibu kebingungan. Sejak saat itu, Excel takut kalau adiknya itu dalam mode diam.
"Oke, jika masih diam. Kakak tidak mau lagi melanjutkan ini," seru Excel santai.
"No, Kakak. Jangan menjahili ku lagi. Nanti aku bisa sedih," rengek Evelyn pada kakaknya.
"Ya, Kakak tidak akan menjahilimu lagi. Sekarang sana tidur, besok lakukan tugasmu. Jangan sampai gagal!"
Evelyn beranjak dan turun dari kasur sang kakak, dengan cepat dia melompat ke kasurnya sendiri.
"Lihat saja besok, aku akan dapat nilai sempurna. Lalu, aku ingin Kakak memujiku," ucap Evelyn dengan menaikkan selimutnya.
"Kakak akan tunggu keajaiban itu darimu Evelyn jelek."
Evelyn diam tak menjawab kakaknya. Setelah itu, mereka berdua pun tidur dengan nyenyak
Di Hotel
"Tuan besok ada pertemuan dengan salah satu brand ambassador dari Ameera Fashion. Tuan ingin bertemu secara pribadi atau mewakilkannya," tanya Edward pada bosnya.
"Kamu saja yang pergi Edward. Aku malas sekali, besok aku ingin pergi ke suatu tempat," jawab Reigner dengan mata fokus menatap laptop di pangkuannya.
"Baiklah, Tuan saya akan melaksanakan tugas dengan baik. Saya permisi dulu, Tuan."
Edward ingin keluar dari kamar. Setelah itu, Reigner memanggilnya kembali. "Aku ingin kamu mendapatkan kerja sama dengan Ameera fashion. Bawalah model andalannya itu ke Italia. Kalau kamu berhasil, akan aku tingkatkan bonusmu tahun ini."
"Baiklah, Tuan! Saya akan mengerjakan tugas ini dengan baik. Saya jamin, anda akan puas dengan hasilnya nanti."
"Emm, aku percaya padamu," sahut Reigner.
Setelah itu, Edward sang asisten keluar dari kamar bosnya. Reigner ingin sekali bisa memboyong model dari Ameera fashion. Dia penasaran dengan kualitas dari model yang terkenal di California itu. Jadi demi tujuannya, Reigner berani mengambil keputusan untuk melakukan kunjungan langsung di perusahaan itu. Menurutnya, akan sangat beruntung jika peluncuran produk barunya bisa menghadirkan model yang berkualitas.
"Gadis kecil yang manis. Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya ya? Ada rasa lain di hati ini ketika melihat wajahnya yang cantik. Besok aku akan ke tempat ice cream itu, siapa tahu aku akan bertemu dengannya lagi," gumam Reigner dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Yuyun Yuningsih
lanjut thor💪💪
2023-01-12
1