BRSM 11

Di Kantor.

Rebecca sedang sibuk berpose ketika pemotretan berlangsung. Pekerjaannya kali ini di persembahkan sebagai cover sebuah majalah fashion. Setelah beberapa take, pemotretan pun berakhir. Rebecca pergi mengambil tasnya lalu pergi ke toilet.

Dia berjalan pelan menuju ke ruang ganti. Sesampainya di dalam, Rebecca segera membuka resleting dress itu dengan sangat kesulitan. Tiba-tiba saja dari belakang ada tangan yang sengaja membantunya. Rebecca terkejut dengan tangan yang akan membuka resleting itu.

Rebecca ingin menoleh, namun ditahan oleh orang itu. "Hai, Rebecca. Kamu semakin seksi sekali, Darling," bisik orang itu ke telinga Rebecca.

Mendengar suara pria, Rebecca langsung saja berbalik, "Shiitt, siapa ka...? Mario, sejak kapan kamu ada di sini?"

Mario Gotze adalah CEO dari Ameera Fashion. Sudah sejak lama dia menyukai Rebecca. Gaji besar dan pelayanan yang bagus sengaja dia berikan hanya untuk menarik perhatian sang model.

"Halo Baby, senang bertemu denganmu. Kamu tahu dua bulan tanpamu membuat diri ini tersiksa," bisik Mario dengan menarik tubuh ramping itu ke dalam pelukannya.

Rebecca mencoba melepaskan diri dari tangan kuat Mario. Namun, itu semua tak bisa dia lakukan karena pria itu semakin mengeratkan pelukannya.

"Mario, lepaskan aku! Nanti ada orang yang melihat," bisik Rebecca memberontak.

"No, aku tidak akan melepaskanmu. Aku ingin memberi hukuman padamu karena telah mengabaikan ku selama jauh darimu."

"Please Mario! Jangan seperti ini!"

"Kenapa kamu mengabaikan telepon dariku, Baby? Kamu sudah berani melawanku? Hem?" ucap Mario dengan mengangkat dagu Rebecca. Dia ingin mencium bibir wanita yang ada dalam pelukannya itu.

Mata Rebecca melotot dan segera mendorong tubuh kekar Mario untuk menjauh darinya. "Stop Mario, jangan sampai aku berteriak di sini," seru Rebecca dengan sangat emosi.

"Oke, oke calm down, Baby! Aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku hanya ingin melihatmu marah, karena wajahmu akan semakin cantik jika sedang marah."

Mario terus menggoda Rebecca hingga membuatnya semakin muak. Semua ini terjadi di saat Rebecca menandatangani kontrak di Ameera Fashion. Bayaran sangat tinggi dan juga fasilitas mewah disuguhkan untuk menarik perhatiannya. Pada saat itu Rebecca mulai familiar sebagai model tercantik di California. Hingga pria bernama Mario itu tertarik dan menawarkan kerjasama.

Melihat nominal dan juga fasilitas mewah dicantumkan dalam kontrak kerja tersebut, membuat Rebecca langsung setuju tanpa membaca isi keseluruhan kontrak. Setelah bekerja beberapa bulan, Mario mulai menunjukkan sisi negatifnya. Dia sering menggoda Rebecca dan juga bertindak me sum seperti tadi.

Rebecca ingin membatalkan kontrak tersebut. Namun, semua itu sia-sia ketika dia membaca kesepakatan kontrak. Di situ tertulis bahwa "Jika partner membatalkan kontrak secara sepihak dan masa kontrak itu belum habis. Maka hukuman penjara dan juga denda harus dibayarkan pada saat itu juga"

Sejak saat itu, Rebecca harus bertahan hingga masa kontrak berakhir. Dia tidak bisa hidup dalam penjara, karena ada sang buah hati yang harus selalu dijaganya.

"Sekarang keluar lah dari sini Mario. Aku ingin berganti baju. Cepatlah! Jangan membuatku semakin marah," seru Rebecca semakin emosi.

"Oke, aku keluar. Aku tunggu kamu di bawah, kita makan siang bersama hari ini. Harus mau dan jangan menolak! Bye Baby!" Mario keluar dari ruang ganti tersebut.

Rebecca mengepalkan kedua tangannya. Dia merasa muak dengan sikap bos me sumnya itu, "Shiitt, bodoh, bodoh sekali kamu Rebecca. Aku sudah muak dengan semua ini. Aku harus menjauh darinya, kalau tidak maka dia akan semakin nekat. Ya, aku harus terima tawaran kerjasama itu. Aku akan membawa anak-anak ke Italia."

Setelah itu, Rebecca segera berganti baju. Dia harus menerima ajakan makan siang itu. Akan bahaya jika Rebecca menolaknya.

Di Ice Cream Sweet Shop.

Excel sedang membujuk adiknya untuk cepat pulang. Namun, bujukan itu tak membuat Evelyn bicara. Bahkan dia sengaja mengacuhkan sang Kakak.

"Evelyn, please ayo kita pulang! Kakak ada tugas dari sekolah tadi. Please, Evelyn. Come on!"

Paman Abrein hanya diam memperhatikan kedua anak asuhnya itu. Dia sudah sangat hafal sekali dengan sifat dan watak keduanya. Sikap Evelyn yang seperti saat ini hanya bisa dibujuk dengan sesuatu yang disenanginya. Kalau tidak menggunakan cara itu, jangan harap gadis kecil itu akan luluh. Sikap keras kepala Evelyn sangatlah mendominasi.

"Oke, mari kita pulang! Besok Kakak akan berbicara dengan Mommy dan syarat yang Kakak berikan padamu batal," ucap Excel dengan serius. Dia benar-benar sangat kesal.

Mata Evelyn melirik ke arah sang Kakak, "Are you sure, Kakak? Promise?"

"Ya, im promise," jawab Excel.

Bibir Evelyn tersenyum lebar, "Yes, akhirnya berhasil juga. Thank you, Kakak! Tidak sia-sia aku mengikuti kelas drama di sekolah," celetuk Evelyn hingga membuat Excel terkejut.

"What? Kamu sedang mengerjaiku, Evelyn? Evelyn jawab aku!" teriak Excel semakin kesal.

"Menurut Kakak?" tanya Evelyn dengan tersenyum manis. Setelah itu dia berjalan melenggang menuju ke mobil.

Excel terus menggerutu sepanjang jalan. Dia terus mengancam adiknya itu, "Evelyn kamu sangat menyebalkan! Kakak tidak akan mau bicara dengan Mommy. Kakak akan mempengaruhi Mommy agar tidak menyetujui rencana mu."

"But, Kakak sudah berjanji padaku tadi? Jadi Kakak harus menepati janji itu."

"No, Kakak akan batalkan janji itu. Now!" sahut Excel keras.

"Kalau Kakak membatalkan janji itu. Emm, may be aku akan beritahu Mommy kalau Kakak pernah dicium oleh Angela! So, tentukan pilihanmu Kakak."

Excel semakin terkejut dengan ungkapan Evelyn, "Evelyn, dari mana kamu tahu hal itu? Kamu tahu, itu sangat memalukan, Evelyn. Please jangan kasih tahu Mommy!"

"Kakak tahu kan kalau adikmu yang manis dan imut ini adalah seorang detektif. Kakak, aku juga tahu kalau Angela sering mengirim surat pada Kakak," bisik Evelyn dengan kedua alis di naik-naikkan untuk menggoda sang Kakak.

Tangan Excel membungkam mulut sang adik dengan refleks. Sehingga membuat Paman Abrein sedikit khawatir dengan perdebatan kedua anak asuhnya.

"Seberapa jauh kamu tahu tentang rahasia Kakak, Evelyn? Please jawab Kakak, sekarang!"

Evelyn melepaskan tangan Excel dari mulutnya, "Aku akan memberitahu Kakak nanti setelah Kakak menepati janji itu. Oke! Jadilah Kakak yang baik buat sang adik. I love you Kakak!"

Evelyn sangat senang melihat wajah kesal Kakaknya. Ada kebanggaan tersendiri ketika sang Kakak begitu penasaran dengan semua yang disembunyikannya.

"Kakak, cepatlah! Jangan sampai aku berubah pikiran ya," teriak Evelyn dari depan.

"Berisik kamu Evelyn. Tunggu saja pembalasan dariku adik jelek," sahut Excel tak kalah sengit.

"What? Kakak lebih jelek dariku. See, mana wajah tampan yang biasa kulihat? Mungkin Angela akan kabur jika melihat wajah Kakak yang jelek itu."

"Shut up, Evelyn. Jangan katakan lagi. Oke!"

Akhirnya kedua anak kembar yang berbeda sifat itu masuk ke dalam mobil dan langsung pulang ke rumah.

Terpopuler

Comments

SENJA ROMANCE

SENJA ROMANCE

uuuuuhhhhh kurang di buka semuanya

2023-02-08

0

SENJA ROMANCE

SENJA ROMANCE

"nanti keluar di dalam ya baby, biar hangat" 😎😎😎

2023-02-08

0

💕Leyka Gallardiev 💕

💕Leyka Gallardiev 💕

novel sebagus ini kok sepi yah 🤔 sayang baget

2023-02-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!