"Tidak berani, apa yang kami katakan memang benar. Di sini tidak ada siapa-siapa lagi, kecuali kami berlima. Majikan sudah pergi entah ke mana,"
Harimau Utama mendadak bicara sebelum empat anggotanya memberikan jawaban.
Suaranya sama seperti pada saat di dalam ruangan utama tadi. Malah kali ini, tidak terlihat adanya wibawa dari seorang pemimpin.
Ia bicara layaknya kakek tua renta yang sudah dekat ajalnya.
"Hemm ..." si Tombak Sesat mendengus dingin. "Ke mana perginya dia?"
"Kami sendiri tidak tahu. Sebab majikan tidak bilang sesuatu apapun,"
"Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu, tua bangka," ucap si Pengemis Gila tiba-tiba nimbrung.
"Kalau memang majikan kalian tidak ada di dalam, biarkan kami pergi untuk memeriksanya," sahut si Biksu Seribu Tasbih.
Begitu selesai bicara, dia langsung melangkahkan kakinya ke depan. Niatnya untuk memeriksa secara langsung.
Siapa sangka, sebelum langkahnya lebih jauh, empat anggota Lima Harimau Pembela Kebenaran langsung ikut maju dan menghalangi langkahnya.
"Walaupun majikan sudah tidak ada di sini, tapi bukan berarti kalian bisa masuk seenaknya," kata Harimau Belakang dengan nada sedingin es.
"Hehehe, rupanya kalian juga sama seperti majikan bodoh itu. Sama-sama keras kepala," kata Pengemis Gila sambil tersenyum mengejek.
"Tuan-tuan, semuanya sudah kami katakan dengan jelas dan jujur. Karena itulah, mohon agar kalian segera pergi dari sini,"
Harimau Utama bicara lagi. Walaupun sebenarnya dia tahu bahwa ucapan itu percuma.
"Kau berani mengusir kami? Hemm, kau pikir dirimu siapa, tua bangka?"
Kemarahan si Pengemis Gila sudah tidak bisa ditahan lagi. Sebelum ucapannya selesai, dia malah sudah melompat ke depan.
Tongkat kayu yang selama ini menjadi senjata andalannya langsung diayunkan. Tongkat itu mengincar bagian batok kepala.
Andai kata kepala Harimau Utama berhasil dihantam oleh tongkat tersebut, niscaya pada saat itu pula kepalanya akan hancur.
Untunglah orang tua itu sudah siap dengan keadaan seperti yang sekarang terjadi. Sebelum tongkat benar-benar mengenai batok kepalanya, mendadak tombak kembar yang ada di dibalik punggungnya langsung dicabut keluar.
Trangg!!!
Benturan keras terjadi pada saat itu juga. Tongkat kayu milik Pengemis Gila seketika terpental kembali.
Orang tua itu tersentak kaget. Dia tidak menyangka kalau serangannya akan dimentahkan dengan mudah oleh pihak lawan.
"Pantas saja kau berani bicara, ternyata dirimu punya kemampuan juga," katanya sambil tersenyum sinis.
Ia tidak berhenti sampai di situ saja. Si Pengemis Gila segera menyalurkan tenaga dalam ke tongkatnya. Tenaga dalam yang tersalurkan jauh lebih besar dari sebelumnya.
"Kalau begitu, mari kita bermain-main barang sebentar,"
Wushh!!!
Kakinya menjejak tanah. Dalam satu kedipan mata, ia sudah tiba di hadapan Harimau Utama.
Begitu jaraknya sudah semakin dekat, dia langsung melayangkan serangan yang berikutnya. Tongkat kayu itu segera berubah menjadi ular berbisa. Meliuk-liuk tanpa berhenti, mengincar setiap inci tubuh Harimau Utama.
Serangan yang diberikan oleh si Pengemis Gila tidak boleh dipandang sebelah mata. Meskipun saat ini dia baru mengeluarkan setengah kemampuannya, namun yang setengah itu justru sudah sanggup untuk menghabisi dua pendekar kelas satu dalam waktu singkat.
Pertarungan sengit segera terjadi. Harimau Utama dan Pengemis Gila sudah terlibat dalam adu jurus yang menegangkan.
Keduanya mulai mengeluarkan jurus hebat miliknya masing-masing.
Melihat rekannya sudah bertempur, dua dari Tiga Setan Kanglam yang lainnya tidak bisa tinggal diam lagi. Secara bersamaan mereka pun ikut terjun ke arena pertarungan.
Wushh!!! Wushh!!!
Dua bayangan manusia sudah melesat. Mereka tampak seperti burung walet yang akan menceburkan dirinya ke tengah sungai.
Gerakannya sangat cepat. Mantap, juga penuh perhitungan.
Namun dalam pada itu, pihak lawan pun sudah tentu tidak akan membiarkan mereka begitu saja.
Melihat dua musuh baru yang akan mengeroyok pemimpinnya, Harimau Kiri dan Harimau Kanan segera bertindak dengan cepat.
Mereka juga turut melompat secara bersamaan dari dua sisi berbeda. Begitu musuh sudah di depan mata, keduanya langsung melancarkan serangan lebih dulu.
Wutt!!!
Cambuk di Harimau Kanan sudah dilepaskan. Suara yang menggetarkan jiwa segera terdengar saat itu juga. Dia mengincar Tombak Sesat dengan penuh tenaga.
Lawan yang menjadi sasarannya tersenyum dingin. Ia pun segera menggerakkan tombak miliknya. Benturan kembali terjadi.
Harimau Kanan tidak berhenti sampai di situ, ia menarik cambuknya lalu segera menyerang dari sisi yang berbeda.
Bersamaan dengan serangan yang dia lancarkan, si Harimau Kiri juga melakukan hal serupa. Pedang kembar setengah depa mendadak keluar dari balik lengannya.
Begitu dirinya sudah dekat dengan si Biksu Seribu Tasbih, dua batang pedang itu langsung berkelebat dengan sangat cepat.
Kalau orang lain yang menjadi targetnya, niscaya ia akan mampus pada saat itu juga. Untungnya yang ia serangan adalah Biksu Seribu Tasbih, dengan gerakan yang tidak kalah cepatnya juga, dia segera menangkis dua batang pedang kembar tersebut.
Tasbih yang besar-besar itu diputarkan di tengah udara. Percikan api segera terlihat pada saat dua senjata bertemu.
Tiga pertarungan sengit saat ini sudah terjadi di halaman luar kediaman Zhang Xin yang berjuluk si Pedang Kilat.
Semuanya sudah mendapatkan musuh masing-masing. Yang tersisa hanyalah Harimau Depan dan Harimau Belakang.
"Yang lain sudah sibuk dengan pertarungannya masing-masing, lantas apakah kita hanya bisa berdiri seperti orang bodoh?"
Si Harimau Depan sudah tidak sabar. Ia bicara demikian sambil menoleh kepada rekannya.
"Kalau ada yang mau bertarung melawan kita, kenapa tidak?"
Harimau Belakang menatap musuh yang ada di depannya dengan kandungan sedingin es. Golok melengkung di tangannya digenggam semakin erat lagi.
"Apakah di antara kalian, ada yang ingin bertukar jurus barang sebentar?"
Tanpa banyak basa-basi, ia langsung menantang musuhnya secara halus.
"Ide yang bagus. Aku siap menjadi lawanmu,"
Seorang pria berusia empat puluh tahun tiba-tiba maju ke depan. Ia mengenakan pakaian serba hijau yang gombang. Wajahnya pucat pasi. Bola matanya sedikit memerah.
"Perkenalkan, aku dijuluki si Kelelawar Hijau. Malam ini, aku ingin berduel denganmu,"
Orang yang mengaku berjuluk Kelelawar Hijau itu segera mengembangkan kedua lengannya. Sebelum Harimau Belakang menjawab, ia sudah melompat ke depan kayaknya kelelawar di tengah malam.
"Aku si Tangan Membalik Jagat, ingin meminta petunjuk dari Tuan,"
Di sisi lain, ketika pertarungan yang baru sudah terjadi, seorang tokoh aliran sesat lainnya juga sudah maju ke depan.
Orang dengan julukan Tangan Membalik Jagat itu mempunyai postur tubuh tinggi. Kedua lengannya terlihat kasar.
Bisa diketahui bahwa dia sudah menguasai semacam ilmu tangan kosong yang bersifat keras.
"Harimau Depan juga ingin meminta petunjuk dari Tuan,"
Wushh!!!
Tanpa banyak membuang waktu, Harimau Depan juga sudah melompat ke muka.
Di tengah udara, dia langsung melayangkan serangan jarak jauh yang membawa tenaga dahsyat.
Blarr!!!
Ledakan yang cukup keras langsung terdengar ketika dua pukulan jarak jauh bertemu di tengah jalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 516 Episodes
Comments
Iron Mustapa
harimau mengaung menerkam mangsa... mantaaaaaaapp
2023-11-13
1
glanter
ayo harimau....maju trusss
2023-10-14
1
Bina
bagaimana nasib lima harimau 🐅🐅🐅🐅🐅 ?
2023-07-15
0