Gelombang kejut yang tercipta segera menyapu dedaunan kering yang ada di sekitar sana.
Lima Harimau Pembela Kebenaran saat ini sudah bertarung dengan lawannya masing-masing.
Perlu diketahui, yang sekarang sedang dihadapi oleh mereka itu bukanlah orang-orang biasa. Semuanya adalah tokoh kelas atas dari aliran sesat.
Masing-masing dari mereka mempunyai jurus pamungkasnya tersendiri. Setiap jurus itu juga tidak bisa dipandang ringan, kalau saja di antara Lima Harimau Pembela Kebenaran ada yang melakukan sedikit kesalahan, niscaya yang sedikit itu akan berubah menjadi fatal.
Sementara itu, rombongan musuh sisanya masih terlihat berdiri mematung di tempatnya masing-masing. Untuk sementara waktu, mereka hanya menyaksikan jalannya pertarungan sambil sesekali mengawasi keadaan sekitarnya.
Pertarungan yang berlangsung itu, semakin lama makin sengit lagi. Kedua belah pihak sudah mengerahkan segenap tenaga dan kemampuannya.
Benturan pukulan atau tendangan semakin sering terjadi. Benturan antar senjata pusaka juga tidak kalah hebatnya.
Dari awal sampai saat ini, pertarungan mereka masih berjalan seimbang.
Tokoh-tokoh sesat yang memihak kepada Partai Panji Hitam itu, dalam hatinya masing-masing merasa keheranan.
Mereka tidak habis pikir, kenapa pekerja di kediaman Zhang Xin mempunyai kemampuan yang tidak rendah?
Bahkan kalau diusut lebih lanjut, kemampuannya hampir setara dengan mereka sendiri.
Dalam pada itu, pertarungan antara Harimau Utama yang melawan Pengemis Gila tampak sudah hampir mencapai puncaknya.
Harimau Utama saat ini sedang berada di posisi menyerang. Tombak kembar pusaka yang ia gunakan segera mengerubungi seluruh tubuh Pengemis Gila.
Bayangan tombak semakin banyak. Seolah-olah bayangan senjata itu telah menutupi angkasa.
Namun si Pengemis Gila juga bukan tokoh biasa. Walaupun dirinya sudah berada di bawah angin, tapi buktinya sampai saat ini ia masih bisa bertahan.
"Raja Ular Mematuk Gunung ..."
Wushh!!!
Dalam situasi yang sangat menentukan, tiba-tiba ia berteriak nyaring. Tongkatnya mendadak bergerak kembali. Tapi gerakan yang sekarang tampak berbeda dari sebelumnya.
Tongkat itu semakin cepat. Gerakannya juga makin lincah dan rumit. Hal itu menyebabkan Harimau Utama tidak bisa membaca gerakan lawannya dengan jelas.
Dalam waktu sesaat saja, si Pengemis Gila sudah bisa membalikkan keadaan. Sekarang dia menjadi di atas angin. Serangan tongkatnya makin lama semakin hebat.
Gulungan sinar hitam menyelimuti tubuh kedua tokoh yang terlibat dalam duel sengit itu.
Malam semakin larut. Pertempuran pun semakin menegangkan. Di awal pertarungan, Lima Harimau Pembela Kebenaran memang sudah berada di atas angin.
Namun ketika mencapai empat puluh jurus, situasinya benar-benar langsung berbalik. Lima Harimau Pembela Kebenaran jadi di bawah angin.
Berbagai macam luka sudah tercipta di tubuh mereka masing-masing.
Darah segar sudah beberapa kali keluar dari mulut mereka.
Akibat dari semua itu, gerakan Lima Harimau Pembela Kebenaran langsung turun drastis. Sepak terjang mereka tidak sehebat waktu awal bertarung.
Sekarang, kelima orang itu baru sadar betapa hebatnya tokoh-tokoh sesat yang bertarung dengannya.
Di sisi lain, mereka juga jadi ngeri saat membayangkan betapa kuatnya Partai Panji Hitam.
Bagaimana tidak, tokoh aliran sesat yang mempunyai kemampuan tinggi saja hanya dijadikan pesuruh. Kalau pesuruhnya sudah sekuat mereka, lantas bagaimana dengan petingginya?
Tidak ada yang bisa membayangkan hal itu. Lima Harimau Pembela Kebenaran pun sudah tidak mampu membayangkannya. Lebih-lebih, mereka sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Hal itu terjadi karena saat ini, Lima Harimau Pembela Kebenaran sudah berubah menjadi mayat!
Ya, mereka telah tewas. Tewas karena pisau terbang yang tiba-tiba menusuk jantungnya dengan sangat tepat.
Entah kapan pisau itu dilemparkan. Yang pasti, Lima Harimau Pembela Kebenaran hampir tewas secara bersamaan!
"Membunuh manusia rendahan saja sampai menghabiskan waktu puluhan jurus. Sungguh memalukan,"
Sebuah suara yang seram tiba-tiba terdengar dari belakang sana.
Ketika Tiga Setan Kanglam dan lainnya menengok ke belakang, mereka segera mendapat adanya seorang pria tua yang sedang berjalan dengan langkah ringan menuju ke arahnya.
"Ketua Cabang ..." semua orang bicara serempak. Mereka juga langsung bertekuk lutut untuk memberikan hormatnya.
Ternyata orang itu tak lain adalah Ketua Cabang yang terdapat di kota sekitar. Dan lagi, dia juga merupakan orang yang sudah membunuh Lima Harimau Pembela Kebenaran menggunakan pisau terbang.
Kemampuan lemparan pisaunya sungguh tiada dua. Kecepatannya dalam melemparkan pisau terbang juga sulit dicari tandingan.
Mungkin karena alasan itulah dirinya dijadikan Ketua Cabang!
"Kenapa kalian malah diam seperti patung? Ayo periksa ke dalam sana. Cari di mana keparat Zhang Xin itu berada," ucapnya memberikan perintah.
Secara serempak semua orang yang ada di sana langsung memburu ke dalam. Mereka segera memeriksa setiap sudut yang terdapat di kediaman si Pedang Kilat.
###
Di tempat lain, Zhang Xin bersama keluarga kecilnya saat ini sedang duduk di bawah sebuah batu yang besar. Mereka belum lama tiba di tempat tujuannya.
Yaitu di Gunung Thai San.
Keadaan di Gunung Thai San saat malam hari benar-benar indah. Meskipun tidak terdapat banyak tumbuhan yang subur, namun kalau kita sudah mencapai di puncak, maka sebagian besar Kota Tionggoan bisa dilihat dengan cukup jelas.
Saat ini, Zhang Fei juga sedang berdiri di pinggir tebing bebatuan yang terdapat di sana. Anak muda itu sedang memandang ke bawah sana. Melihat kota yang dihiasi oleh lentera seterang rembulan.
Angin gunung berhembus lirih. Membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
"Suamiku, tiba-tiba aku teringat kepada Lima Harimau Pembela Kebenaran. Aku mempunyai firasat buruk tentang mereka," ujar Liu Lin merasa sangat cemas.
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja," jawab Zhang Xin. Ia kemudian merangkul isterinya dan kandung membelai rambut yang hitam legam tersebut.
Si Pedang Kilat sebenarnya juga merasakan hal yang sama. Bukan cuma itu saja, ia bahkan tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi di kediamannya.
Sejak kepergiannya, dia sudah tahu bahwa pihak musuh pasti akan menyambangi rumahnya. Di satu sisi, dia pun mengerti bahwa Lima Harimau Pembela Kebenaran pasti tidak akan tinggal diam.
Singkatnya, Zhang Xin sudah tahu bahwa pekerja setianya itu akan tewas di tangan musuh.
"Maafkan aku, karena ketidakbecusanku, kalian harus tewas di tangan para setan berwujud manusia itu," gumamnya lirih sambil menghela nafas berat.
Diam-diam, kedua tangannya mengepal. Dendam kesumat kepada Partai Panji Hitam sudah tidak bisa dihapuskan lagi.
Dalam hatinya, si Pedang Kilat bersumpah bahwa ia akan membalaskan dendamnya tersebut.
"Kalau Dewa masih memberikan kepercayaan hidup untukku, maka aku pasti akan menghancurkan partai laknat itu," ujarnya bertekad terhadap diri sendiri.
Sementara itu, entah sejak kapan, Liu Lin dan Zhang Fei ternyata sudah tertidur dengan pulas. Istri dan anaknya itu tidur persis di sisi kuda peliharaannya.
Melihat bagaimana kondisi keduanya, Zhang Xin secara merasakan hatinya sangat sakit. Seolah-olah ada ribuan batang jarum yang sedang menusuk-nusuknya.
"Istriku, anakku, maafkan aku. Karena aku, kalian justru jadi sengsara seperti saat ini," katanya lirih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 516 Episodes
Comments
Iron Mustapa
😃😄😀😄
2023-11-13
1
Atha 😘😘
👍👍👍👍👍
2023-07-24
1
Jimmy Avolution
Nice...
2023-07-14
0