Mereka meninggalkan sebuah rumah yang cukup megah dan besar. Keluarga kecil itu juga meninggalkan beberapa orang pekerja.
Kepergian majikannya yang sangat mendadak itu membuat para pekerja kaget sekaligus bersedih.
Namun mau bagaimana lagi, meskipun majikannya tidak terus terang secara langsung, tapi para pekerja tersebut juga tahu bahwa sang majikan saat ini sedang menghadapi masalah besar.
Perlu diketahui, pekerja yang ada di rumah kediaman Zhang Xin itu jumlahnya ada lima orang. Dan kelimanya tersebut bukanlah pekerja biasa.
Mereka adalah para pendekar yang memilih untuk mengabdikan seluruh hidupnya kepada Zhang Xin. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan ataupun rasa kagumnya kepada orang tua yang berjuluk si Pedang Kilat itu.
Kebetulan juga, lima pekerja itu, sebenarnya adalah sahabat yang selalu tampil bersama dalam setiap duka maupun suka.
Dulu, mereka sangatlah terkenal. Dalam dunia persilatan Tionggoan, orang-orang itu dikenal dengan julukan Lima Harimau Pembela Kebenaran.
Lima Harimau Pembela Kebenaran tentunya berasal dari aliran putih, nama mereka sangat tersohor. Tidak ada orang persilatan yang tak mengenalnya.
Semua pasti kenal. Semua pasti mengetahuinya.
Sayang sekali, itu semua terjadi di masa lalu. Belasan tahun silam.
Sekarang, Lima Harimau Pembela Kebenaran tak lebih hanyalah pekerja. Pekerja yang sudah bersumpah untuk setia terhadap majikannya sampai ajal menjemput.
Kalau saja ada orang persilatan yang mengetahui keadaannya saat ini, niscaya sebagian besar dari mereka akan mencemoohnya. Mungkin orang-orang itu akan menganggap bahwa Lima Harimau Pembela Kebenaran adalah sekumpulan manusia bodoh.
Tapi bagi mereka sendiri, mereka tidak pernah memperdulikan apa kata orang. Selama yang dilakukannya itu tidak merugikan manusia lain, kenapa tidak?
Di dalam kehidupan, kalau memang belum bisa bermanfaat, minimal jangan pernah merugikan orang lain!
Saat ini, di dalam ruangan utama kediaman Zhang Xin, Lima Harimau Pembela Kebenaran sedang berkumpul. Mereka semua sedang berunding, membicarakan persoalan yang saat ini dihadapi oleh sang majikan.
"Menurut kalian, sebenarnya manusia mana yang berani mencari masalah dengan majikan kita ini?"
Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun, tiba-tiba berkata di tengah keheningan. Orang itu mempunyai perawakan tinggi, wajahnya sangar dengan otot menonjol di setiap tubuhnya.
Dalam Lima Harimau Pembela Kebenaran, orang itu biasa disebut dengan julukan si Harimau Kanan.
Seperti juga julukannya, di masa lalu, dalam setiap pertarungan, ia memang selalu berada di posisi kanan.
"Yang berani mencari masalah dengan majikan tentunya sangat banyak. Tapi yang berani mencari masalah secara terang-terangan, aku rasa sangat sedikit," sahut rekannya yang biasa disebut Harimau Depan.
"Hemm, aku setuju dengan perkataanmu. Tapi, kira-kira siapakah manusianya?" ucap Harimau Kiri menimpali.
"Terkait siapa pastinya, di antara kita tentu saja belum ada yang tahu. Namun aku merasa bahwa yang mencari masalah saat ini bukan berasal dari perorangan,"
Si Harimau Belakang, yang biasanya paling kalem dan jarang bicara, kini juga mulai ikut nimbrung dalam diskusi tersebut.
Cara bicaranya berbeda dengan yang lain. Ia berbicara dengan amat sangat perlahan. Seolah-olah dirinya takut salah bicara. Seakan-akan ia ingin semua orang yang ada di sana mendengarkan ucapannya.
"Maksudmu dari perkumpulan?" tanya si Harimau Kiri dengan cepat sambil menatap wajah sahabatnya itu.
"Perduli perorangan atau perkumpulan. Yang jelas apabila mereka mencari majikan kemari, kita tidak boleh tinggal diam,"
Di tengah diskusi, terdengar suara yang serak parau. Suara itu terkesan berwibawa. Seolah-olah yang bicara barusan adalah Kaisar.
Ketika mendengar suara tersebut, empat anggota Lima Harimau Pembela Kebenaran langsung menundukkan kepalanya. Mereka tampak sangat menghormati si pemilik suara.
Usut punya usut, ternyata suara itu milik pimpinan mereka sendiri.
Yaitu si Harimau Utama!
Orang yang disebut Harimau Utama sebenarnya terlihat biasa saja. Kalau empat lainnya mempunyai postur tubuh tinggi kekar, dia justru malah sebaliknya.
Si Harimau Utama sudah tua. Usianya mencapai enam puluh lima tahun. Tubuhnya juga kurus, seperti halnya jerangkong hidup.
Sekilas pandang, ia tidak nampak seperti orang-orang persilatan. Dirinya justru terlihat seperti kakek tua renta yang tidak mempunyai kemampuan apapun.
Padahal dibalik penampilannya yang seperti itu, entah sudah berapa banyak jago dari kalangan hitam yang tewas di tangannya.
Kemampuan yang dimiliki si Harimau Utama ini benar-benar hebat. Bahkan menurut kabar yang dulu sempat beredar, dirinya sanggup membunuh tiga pendekar kelas satu hanya dalam waktu kurang dari lima puluh jurus.
Padahal seperti yang diketahui, pendekar kelas satu itu sudah termasuk jago kelas atas. Membunuh satu pendekar kelas satu saja sudus sulit, apalagi membunuh tiga sekaligus. Dalam waktu singkat pula.
Dari sini saja bisa dibayangkan bagaimana kemampuannya.
Suasana di dalam ruangan utama itu masih hening. Empat anggota Lima Harimau Pembela Kebenaran belum ada yang berani bicara lagi. Semuanya masih diam. Keempatnya masih menundukkan kepala.
Ini adalah tanda penghormatan mereka terhadap pemimpinnya. Sejak dulu sampai kini, tanda penghormatan itu masih tetap berlaku!
"Berapa lama kita menyembunyikan diri dari dunia persilatan?" tanya si Harimau Utama kepada sahabat-sahabatnya.
Suaranya masih sama. Bedanya, kali ini ia bicara dengan nada rendah. Tidak terlihat seperti pemimpin yang sedang bicara dengan anak buahnya.
Perlu diketahui, sejak dulu, si Harimau Utama tidak pernah menganggap ia adalah pemimpin. Ia pun tidak pernah menganggap keempatnya adalah anak buah.
Orang tua itu juga tidak minta untuk dihormati atau sebagainya.
Dia justru memperlakukan mereka seperti layaknya sahabat sejati. Sahabat sehidup semati.
Apa yang mereka lakukan terhadap dirinya, tak lain adalah bentuk penghormatan semata!
"Kurang lebih sekitar dua belas tahun, Ketua," jawab si Harimau Kiri tetap menundukkan kepala.
Harimau Utama menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dia juga meminta agar anggota mengangkat kepala dan berlaku seperti biasanya.
Setelah semua kembali seperti semula, ia baru berkata lagi.
"Kalau begitu, ini adalah waktu yang tepat untuk Lima Harimau Pembela Kebenaran bangkit kembali,"
Sorot mata yang satu itu tiba-tiba besinar tajam. Seolah-olah mendadak berubah menjadi mata pedang.
"Kami siap menerima perintah," ucap empat anggota Lima Harimau Pembela Kebenaran secara serempak.
"Bagus. Kita hidup bersama, mati pun harus bersama,"
"Setuju!!!"
Kobaran semangat di dalam jiwa Lima Harimau Pembela Kebenaran langsung mencuat sampai ke ubun-ubun kepala. Mereka yang tadi seperti orang lemah, sekarang telah berubah.
Seolah-olah mereka telah menjelma menjadi Dewa!
"Ketua, apakah kita harus tetap menunggu kedatangan mereka di sini?" tanya si Harimau Depan.
"Tidak perlu," jawab Harimau Utama seraya menggelengkan kepala.
"Kenapa?"
"Karena mereka sudah datang!"
Lima Harimau Pembela Kebenaran kemudian saling pandang satu sama lain. Sesaat kemudian, mereka segera mendengar langkah kaki yang banyak. Seperti genderang perang yang ditabuh bertalu-talu.
Tanpa ada komando, kelimanya tiba-tiba melesat lenyap dari pandangan mata. Beberapa kejap kemudian, Lima Harimau Pembela Kebenaran sudah kembali ke ruangan utama.
Mereka datang lagi dengan penampilan yang berbeda!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 516 Episodes
Comments
Iron Mustapa
😚😚😚😚😚😚😚
2023-11-13
1
Jimmy Avolution
Terus...
2023-07-14
1
Imam Sutoto Suro
keren thor lanjutkan
2023-06-29
0