Bab 20. Robert

Bismillahirohmanirohim.

Prang!

Prang!

Prang!

Suara pecahan kaca terdengar di mana-mana bahkan pecahan kaca itu sampai membuat adanya korban jiwa.

"Kalian semua memang tidak bisa diandalkan! Hanya mencari 1 orang saja tidak becus!"

Satu orang dengan pakaian mewah dengan warna yang serba hitam pekat menatap puluhan manusia dari lantai atas sambil terus membanting puluhan gelas kaca yang berukuran 32 oz  ke arah bawah.

Gelas kaca itu terjun bebas dari lantai dua ke lantai satu, tidak ada yang boleh menghindar dari gelas-gelas kaca yang dilempar dari atas itu.

"Aku mengerahkan ratusan orang untuk menangkap 2 orang saja gagal! Sampai ratusan peluru dan bom ditembakan masih tidak berhasil!"

"Apa kerja kalian disini ha?! Mengurus dua tikus saja tidak becus!" orang itu terus memaki puluhan manusia yang berjejer rapi di lantai bawah.

Tatapannya yang begitu tajam seperti ingin memakan mangsanya saat itu juga. "Bangkainya saja tidak kalian temukan! Aku beri kalian waktu 1 bulan jika kalian masih tidak menemukan orang itu jangan harapan keluarga kalian bisa selamat" ancamnya.

"Sepertinya kalian lupa jika hidup dan mati kalian ada ditanganku" ucap orang itu dengan bangga.

Padahal yang menentukan hidup dan mati seseorang hanyalah Allah. Entah memiliki apa dia hingga berani mengatakan hidup dan mati orang-orang itu ada ditanga nya.

"Ingat aku tidak mau mendengar kabar lagi jika kalian pulang tidak mendapatkan informasi apa-apa sedikit pun!" ucap orang itu dengan tegas.

Prang!

Prang!

Dia kembali menjatuhkan gelas sebelum pergi meninggalkan tempatnya  bicara tadi.

Entah sudah berapa banyak orang yang terkena serpihan gelas kaca itu, ada yang sampai mengenai mata mereka.

"Bos Robert memang begitu keterlaluan!" ucap salah satu orang yang ada di dalam puluhan manusia itu.

Sudah banyak darah yang bercucuran dari tempat itu, saat mereka akan pergi untuk menolong yang sudah terluka atau hanya sekedar menyelamatkan diri mereka sendiri, seorang dengan pakaian berbeda dari lantai dua di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tadi mengeluarkan suara.

"Ini hukuman untuk kalian yang sudah gagal menjalankan misi yang bos berikan! Segera obati yang terluka buang saja jika ada yang terluka parah atau kurung dia ini perintah dari bos langsung!" ucap orang itu dengan suara yang menggema  di seluruh tempat itu.

Sementara di lantai bawah ada beberapa orang yang mengepalkan tangan mereka dengan kuat, mau melawan tidak bisa mereka kalah dengan kekuatan dan jumlah.

Mau berkhianat bukan hanya mereka nanti yang terkena dampaknya, tapi juga keluarga mereka yang tidak bersalah bahkan tidak mengetahui apa-apa.

Bertahan tetap disiksa seperti tahanan disuruh melakukan apa saja, jika membantah mati adalah hukumannya.

"Ini benar-benar tidak adil untuk orang-orang seperti kita!" masih tidak terima dengan perlakuan bos mereka yang tidak bisa manusia manusiakan manusia.

"Sudahlah diam Rajo, kau mau berbuat apa sudah tidak bisa, salahkan dirimu sendiri kenapa bersedia menjadi anggota Robert" sahut salah satu temannya.

"Tapi ini bukan sebuah pekerjaan, kita lebih diperlakukan seperti  budaknya"

"Sudah diam Rajo atau sebentar lagi belati dari lantai dua mengenai tepat di jantungmu" peringat salah satu temannya.

"Dari pada sibuk mengoceh yang tidak jelas lebih baik bantu temanmu yang terluka dan pastikan jangan sampai ada yang terluka parah diantara kita"

Mereka semua sibuk akhirnya sibuk membantu satu sama lain agar bisa cepat selesai, penyesalan orang-orang itu adalah sudah menjadi bagian dari anggota Robett, yang ternyata di dalamnya penuh hal-hal yang begitu kejam.

Sekali saja ketahuan berkhianat bukan hanya orang berkhianat itu saja yang akan terkena imbasnya, tapi juga orang-orang terdekat mereka akan merasakan hal yang sama.

Satu jam kemudian lantai satu sudah kembali seperti semula tidak ada lagi serpihan kaca di lantai itu, semuanya sudah aman, orang-orang yang terluka sudah dibantu oleh dokter untuk mengobati luka-luka yang ada pada tubuh mereka.

Di ruang yang sangat gelap di rumah itu dua orang sedang berdiskusi, lebih tepatnya satu orang diantara mereka berdua sedang memberikan informasi apa yang sudah terjadi.

Bark!

Bark!

Brak!

Laki-laki berbaju hitam pekat itu dengan gaya yang mewah menggebrak meja kerjanya sendiri dengan begitu kuat.

"Bos Robert sabar dulu" ucap orang kepercayaan yang sering dipanggil raja pembunuh atau jika di markas ada dijuluki Rapum yang artinya raja pembunuh itu tadi.

Lagi-lagi Robert menggebrak meja nya dengan begitu kasar.

Bark!

"Sabar? sabar kamu bilang Rapum! Aku sudah dua kali mencoba melakukan pembunuhan untuk Azam Abraham itu tapi selalu gagal!"

"Dan sekarang kamu bilang sabar! Yang benar saja apa kamu waras Rapum!" maki Robert.

Saat ini emosi orang itu sudah tidak terkendali lagi, bahkan gelas yang sudah dia pecahan tadi sudah tidak terhitung berapa jumlahnya.

"Dan lebih lagi rencana yang sudah disusun dengan begitu matang kemarin gagal begitu saja! Padahal sudah dipastikan jika bom dan ratusan peluru itu akan menghancurkan mobil Azam itu"

"Setelah kerugian yang aku alami begitu besar aku tak mendapatkan hasil apa-apa bahkan bangkai Azam saja tidak ada ditanganku!" Robert yang merupakan penjahat yang terkenal paling lihai di Negara mereka mengeluarkan semua unek-unek dalam dirinya.

"Maafkan saya bos Robert, saya sudah salah!" Rapum tidak berani menatap Robert dia sudah benar-benar salah bicara.

"Sekarang pikirkan bagaimana cara agar kita bisa mendapatkan kabar si Azam itu!" suruh Robert dengan tegas.

"Bos saya sudah mendapatkan kabar dari salah satu anak buah kita yang ditahan oleh Azam, dia mengatakan jika hanya ada Kino bersama mereka sementara Azam tidak ada disana"

"Sekarang dimana mereka berada?" Rapum menggeleng lemah tanda dia tak mendapatkan kabar apa-apa lagi selain tentang keberadaan Kino.

"Sungguh kalian semua tidak bisa diandalkan sama sekali!" kesal Robett, padahal dia juga sudah ikut turun tangan.

"Kerjakan tugasmu Rapum aku ingin sendiri sekarang sebelum aku ingin membunuh kalian semua dengan tanganku sendiri!" usir Robert pada orang kepercayaannya.

Tidak ada bantahan dari Rapum, malah sebelum pergi dia memastikan lebih dulu jika bosnya itu akan baik-baik saja"

"Saya harap bos tidak melakukan hal gila" ucap Rapum sebelum bangkit  dari tempat duduknya.

Robett hanya mengangguk dan meyakinkan Rapum jika dia tidak akan melakukan hal gila seperti sebelumnya saat gagal membunuh Azam.

Setelah itu barulah Rapum pergi dari ruangan yang berwarna serba hitam itu, di dalam ruangan itu seperti tidak ada kehidupan sedikitpun, hanya ada kegelapan di dalam ruangan tersebut.

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!