Bab 17. Akan Mulai belajar

Bismillahirohmanirohim.

Azam yang dapat mendengarkan pengajian yang diisi pak Rohim semakin merasa dirinya adalah orang yang tidak tahu apa-apa akan dunia ini.

Azam sadar dirinya hanya mementingkan dunia dunia dan dunia, yang dia pikirkan hanyalah materi, materi dan materi, terus bekerja agar mendapatkan uang banyak.

Bagaimana dia tidak seperti itu ajaran orang tuanya hanyalah tentang materi, Azam sering kali meng skip hal-hal yang berbau agama.

Azam pikir agama tidaklah terlalu penting, yang dia tahu setelah mati yang sudah tidak akan ada apa-apa lagi.

Hingga dia bertemu  dengan pak Rohmi dan mendengarkan apa yang beliau sampaikan pada semua jamaah yang mengikuti pengajian sore hari ini.

'Jadi selama ini hidupku tak ada artinya? Selama ini aku sibuk mencari rezeki tapi dengan pedenya aku meninggalkan Sang pemberi rezeki itu sendiri'

Belum ada sehari Azam berada di rumah pak Rohim, dia sudah banyak mendapatkan pelajaran hidup.

'Sekarang aku sadar kenapa aku tak pernah mendapatkan kebahagiaan, itu karena diriku sendiri yang sudah lalai akan Sang pencipta'

"Ternyata benar tidak semua yang hidup di istana rumah mewah itu selalu bahagia dan tidak semua yang hidup di gubuk akan selalu menderita" ucap Azam pada diri sendiri dia mulai kembali melakukan tafakur.

"Contohnya seperti diriku sendiri, hidup di rumah mewah bak istana bahkan aku sudah menjadi rajanya, tapi tak pernah aku jumpai kebahagiaan itu"

"Sedangkan pak Rohim hidup di gubuk sesederhana tapi senyum tak pernah pudar di wajahnya, walaupun sudah termakan usia"

Azam sejak bertemu dengan pak Rohmi selalu memperhatikan beliau, tak pernah Azam melihat pak Rohim bicara cuke dan muka jutek pada orang lain yang Azam lihat semenjak dia berada di desa itu.

Di ruang tamu sederhana milik pak Rohim mereka masih melanjutkan pengajian dengan membaca kalam - kalam Allah, lagi-lagi Azam yang mendengar kalam - kalam Allah dilantunkan merasa nyaman dengan lafad-lafad tersebut, hatinya terasa tenteram.

"Sebegini indahkan agamaku yang selama ini aku tinggalkan?" tanya Azam entah pada siapa.

Saat Azam tengah bergelut dengan pikirannya sendiri bola sayap kembali keluar dengan sendirinya.

[Agama anda bahkan lebih indah dari yang anda dengar saat ini] bola sayap itu terbang di atas kepala Azam.

Azam yakin jika bola sapa sudah keluar pasti ada sesuatu yang akan disampaikan, bola sayap yang merupakan bagian dari sistem ikon itu berukuran kecil tidak seperti bola-bola besar pada umumnya.

Bola sayap memiliki 4 sayap berwarna-warni yang begitu indah sayap bagian kiri berwarna emas, sementara sayap bagian kanan berwarna bisa, sedangkan sayap atas bawah berwarna biru keemasan dan biru dicampur warna putih. Ukurannya juga hanya sebesar bola bekel.

Di dalamnya tersimpan banyak informasi yang sang penting, informasi tentang banyak hal. Bola sayap itu masih terbang di atas kepala Azam, sambil mengeluarkan cahaya yang menyejukkan.

[Selamat kebahagiaan anda kini sudah mencapai 15% sungguh pencapaian yang luar biasa anda memang benar-benar pantas mendapatkan sistem Ikon dengan keahlian dan kecerdasan yang anda miliki, anda akan mendapatkan hadiah karena sudah mencapai kebahagiaan 15%, hadia sudah di kiri ke dalam tubuh anda]

Azam tidak tahu jika bola sayap melemparkan sesuatu pada tubuhnya lalu dengan keahlian bola sayap memasukkan sebuah pil pada tubuh Azam.

Setelah itu bola sayap kembali ke tempatnya, saat bola sayap itu pergi Azam merasakan sakit yang begitu luar biasa pada tubuhnya, entah apa yang terjadi pada dirinya, tapi jujur Azam memang tidak tahu apa-apa.

Sakit yang Azam rasakan hampir 1 jam berlalu yang anehnya  saat dia sudah tidak merasakan sakit lagi setelah melewati 1 jam sakit yang luar biasa itu.

Azam bangun dari tempat tidurnya dia memeriksa tubuhnya sendiri. "Aku benar-benar sudah sembuh" Azam masih meraba dirinya sendiri saking tidak percayanya.

"Apa ini hadiah yang di maksud oleh sistem ikon untuk ku?" 

***

Keesokan harinya Azam sudah sembuh seperti sedia kala dia sudah kembali bugar akhirnya Azam menginap di rumah pak Rohim.

Pak Rohim benar-benar merawat Azam dengan baik, tanpa ada keluhan sedikit puan, Azam merasa sangat berterima kasih pada pak Rohim karena sudah menjaganya dengan baik, saat ini Azam masih di dalam kamar tamu milik pak Rohmi.

[Belajarlah agama pada pak Rohim, karena ini merupakan misi ketiga anda, anda akan mendapatkan ilmu dari pak Rohim anda juga akan tahu seberapa indah agama anda yang selalu anda tinggalkan]

[Sistem kemarin sudah memberikan  hadiah karena anda berhasil menyelesaikan misi kedua anda hadiah lainnya sudah di kirim pada akan anda dan pada kedua orang tua anda dan adik anda di rumah, sistem sudah memberitahu mereka jika anda baik-baik saja di sini sistem juga mengatakan anda akan berkelana ]

Azam tersadar jika dia sudah tidak memegang handphone miliknya lagi dan mobilnya sendiri Azam sudah tak tahu dimana.

"Hp saya di mana?" tanya Azam pada sistem.

[Untuk saat ini hp dan mobil anda sedang disita oleh sistem jika anda berhasil menyelesaikan misi ketiga maka semua barang anda akan dikembalikan, untuk saat ini fokuslah untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya]

Azam hanya bisa menghela nafasnya pelan, kenapa disaat seperti ini dia masih bisa memikirkan dunia, tapi saat dia masih bergelut tenang dunia dia sama sekali tak terpikirkan tentang akhirat.

"Lalu apa yang harus aku pelajari lebih dulu disini pada pak Rohmi?"

[Seperti rukun islam yang ada 5 di dalamnya 1. Membaca dua kalimat syahadat yang berbunyi  Asyhadu Lailahaillallah Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah

Shalat 3. Puasa 4. Membayar zakat 5. Naik haji bila mampu]

[Dari 5 rukun islam ini anda bisa belajar yang pertama dan yang kedua lebih dulu pada pak Rohim, kyai Rohim bisa menjadi guru anda]

[Anda harus tahu jika belajar agama harus memiliki sanad yang jelas agar tidak nyelempeng nantinya, belajar tanpa guru itu sama saja berguru dengan setan, itu akan sangat mengerikan]

[Karena setan musuh orang-orang mukmin, musuh nyata bagi orang islam, bahkan setanlah yang sudah menjerumuskan orang-orang ke jurang yang salah, jadi berhati-hatilah karena setan juga akan mudah menguasai hawa nafsu]

Sistem sudah menjelaskan semuanya pada Azam dengan panjang lebar, Azam juga memang sudah bertekad akan bertanya tentang banyak hal pada pak Rohim.

Setelah sistem itu entah pergi kemana Azam segera keluar dari kamarnya untuk menemui pak Rohim.

"Aku harus bisa mengenal agamaku sendiri dengan baik, apa yang disampaikan sistem benar pak Rohim cocok menjadi guruku" 

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!