Bismillahirohmanirohim
"Bos bagaimana dengan para tahan kita?" Kino seperti biasa sedang menyetir mobil untuk Azam bosnya itu.
Bukan Azam tak bisa menyetir mobil sendiri tentu saja dia sudah bisa bahkan bisa dikatakan lebih lincah dari pada Azam, tapi Azam malas menyetir sendiri jika ada Kino tak mungkin juga dia menyetir untuk asisten nya.
"Apakah mereka belum ada yang mau membuka suara? Siapa yang sudah menyuruh mereka melakukan semua itu?" Azam masih tetap fokus pada gejetnya.
Kino tak langsung menjawab pertanyaan Azam, akhir-akhir ini Kino merasa heran pada bosnya, Azam itu tak ada lagi nada ketus yang keluar dari mulut Azam, Azam juga jika bisa sepertinya sekarang ini selalu berhati-hati tidak seperti dulu yang selalu cepelas-ceplos entah orang itu sakit hati atau tidak Azam tak akan peduli.
"Mereka mengatakan mau mengaku di hadapan bos langsung"
"Putar balik! sekarang juga kita kesana" suruh Azam pada Kino.
Tak ada protes yang keluar dari mulut Kino, dia sudah bisa seperti itu Azam sering sekali menyuruhnya berbalik arah saat sudah akan sampai di tempat yang akan mereka tuju.
"Aku masih penasaran apa yang menyebabkan bos Azam bisa berubah seperti ini, tapi tak ada siapapun yang membuatnya berubah, apakah dia berinisiatif untuk berubah sendiri" Kino masih saja terus bertanya-tanya dalam benaknya.
"Hmmmm, apakah kamu sedang membicarakanku Kino?" tegur Azam
"Ti-da-k bo-s" ujar Kino terbata-bata mana dia tahu jika Azam akan menangkap basah dirinya sedang membicarakan bosnya sendiri pada diri sendiri.
"Tak usah gugup aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu, sekarang aku tanya padamu Kino, bukankah seseorang itu berubah wajar?"
Azam menanti jawaban asisten kepercayaannya yang sudah bekerja dengan dirinya hampir 10 tahun.
"Ya bos benar, setiap orang pasti akan berubah pada waktunya" sahut Azam.
"Jadi menurut kamu apakah saya berubah? Dan dibagian mana saya berubahnya, sikap kah atau penampilan?" Azam sengaja memancing Kino, sadar atau tidak jika dia sedang dijebak dalam pertanyaan.
"Sikap anda sekarang sangat berbeda wajah dengan dulu bos" jawab jujur Kino.
Lagi-lagi Azam masih memancing Kino. "Dulu sikap saya seperti apa Kino? Dan sekarang seperti apa?"
"Sebelum satu bulan ini bos dulu galak ketus tak memiliki ekspresi sama sekali" jawab Kino dengan spontan.
Azam mengangkat sebelah alisnya saat mendengar jawaban yang begitu jujur dari mulut Kino yang ditunjukkan pada dirinya, Azam senang Kino berkata jujur tapi dia tak menyangka saja asistenya bisa sejujur itu.
Biasanya Kino tak akan pernah blak-blakan dengan dirinya, kecuali jika dia keceplosan saja seperti saat ini.
"Upss, saya kayaknya saya salah ngomong bos" cicit Kino, dia langsung menutup mulutnya kala sadar dengan yang dirinya katakan saat ini.
Azam menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. "Huhhh, sudah lah lupakan saja" kata Azam sambil memejamkan kedua matanya, dia merasa mengantuk saat ini.
"Selamat-selamat" ucap Kino sepelan mungkin agar Azam tidak mendengar perkataannya sama sekali tak lupa dia mengelus dadanya.
"Aku merasa senang bos Azam sudah tidak seperti dulu lagi, akhir-akhir ini juga aku perhatikan keluarga mereka semakin hari semakin baik, sudah ada komunikasi sedikit demi sedikit di dalamnya" tak tahu kenapa Kino merasakan senang jika Azam menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Lama Kino mengemudikan mobilnya sampai dia memberhentikan mobil Lamborghini Aventador SV Roadster Grigio Telesto itu tepat di gedung Abraham yang pernah Azam dan Kino datangi sebelumnya.
Azam adalah salah satu pemilik mobil Lamborghini Aventador SV Roadster Grigio Telesto, mobil termahal yang dijual di indonesia harga mobil itu juga tak main-main.
Harganya bahkan mencapai kisaran sekitar 22,5 miliar rupiah mungkin menurut orang kalangan menengah mobil itu sangat mahal, sedangkan bagi kalangan rendah mobil itu bukan mahal-mahal lagi, mereka akan berpikir puluhan kali jika memiliki uang sebesar 22,5 miliar rupiah untuk membeli mobil Lamborghini Aventador SV Roadster Grigio Telesto.
Mereka pikir lebih baik membeli kebutuhan lainnya yang lebih penting dari sebuah mobil, tapi tidak bagi Azam bahkan 3 mobil Lamborghini Aventador SVJ Roadster Grigio Telesto dia mampu untuk membelinya.
"Bos kita sudah sampai" Kino berusaha membangunkan Azam dengan pelan.
"Hmmmm" Azam tak membuka suara apapun, dia langsung bangun setelah itu keluar dari mobilnya begitu saja.
Azam masih berusaha mengumpulkan nyawanya padahal dia sudah ada di luar mobil. "Bagaimana keadaan mereka akhir-akhir ini?" tanya Azam tanpa melihat Kino bingung dengan pertanyaan yang Azam lontaran pada dirinya.
"Sejak kapan bos peduli dengan para musuhnya?" tanya Kino heran, tapi pertanyaan itu tak sampai keluar dari mulut Kino.
Dia masih waras jika harus mengeluarkan pertanyaan konyol untuk bosnya, bukan konyol sih lebih tepatnya berbahaya untuk dirinya sendiri.
"Kenapa diam?"
"Ah, tidak papa bos, seperti yang bos suruh waktu itu mereka diperlakukan dengan baik seperti tahanan pada umumnya"
Setelah mendapat jawaban dari Kino Azam berlalu pergi masuk ke ruang bawah tanah yang ada di perubahan Abraham group.
Tak ada yang tahu jika Kino membangun ruang bawah tanah di bawah perusahaan Abraham group hanya Azam dan Kino yang tahu jalan masuk menuju ruang bawah tanah tersebut.
Azam melangkah masuk ke dalam ruangan itu dia kembali menemui orang-orang yang sudah pernah dia temui sebelumnya bersama Kino juga.
"Sekarang kalian mau mengaku atau tidak? pilihan ada pada kalian aku sudah memberikan kalia waktu 1 bulan untuk membuka mulut, aku juga sudah memperlakukan kalian seperti manusia dalam 1 bulan ini, jika kalian masih tidak mau mengaku setelah diberi keringanan jangan salahkan aku terlalu kejam pada kalian" ancam Azam pada 5 orang yang ada di dalam jeruji besi itu.
"Kami mengakui kesalahan kami tuan Azam!" ucap mereka berlima dengan kompak, Azam tersenyum ternyata tidak sia-sia yang dia lakukan sekarang.
"Aku kira bos sudah berubah, tubuhnya hanya untuk membuat mereka mengaku saja" batin Kino, Kino belum tahu jika Azam sudah berbuah.
"Bagus kalian mengaku juga jadi siapa yang menyuruh kalian?"
"Bos Robert yang menyuruh kami!"
"Robert ya baiklah, aku akan segera membebaskan kalian" ujar Azam sanati.
Saat itu juga sistem bola sayap memberi tahu Azam. [Selamat misi kedua anda sudah aktif hadiah lebih besar lagi akan segera anda dapatkan jika anda berhasil menyelesaikan misi kedua]
[Misi kedua anda adalah mengenal sang pencipta lebih dekat lagi dan berbuat baik terhadap sesama, jika anda membebaskan mereka maka anda sudah melakukan kebaikan 1%]
[Anda juga akan bertemu dengan seseorang yang akan membantu anda lebih mengenal Sang Pencipta]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments