Bismillahirohmanirohim.
[Sistem Ikon kembali aktif, silahkan bersiap, anda akan memulai melakukan misi pertama anda, di system Ikon, mohon untuk mengatakan Ya!]
[Jika anda sudah mengatakan Ya! Maka misi sudah bisa dimulai, sistem akan membantu anda untuk menyelesaikan misi, masuk-masukan yang akan diberikan oleh sistem akan sangat berguna untuk anda]
Azam merasa dirinya baru saja membuka mata untuk menikmati dunia, tapi mood yang dia miliki hancur saat itu juga, ketika mendengar suara sistem, yang sedari kemarin terus bersuara di telinganya.
Anehnya suara yang dikeluarkan sistem tersebut, hanya Azam saja yang dapat mendengarnya, orang lain tidak bisa, Azam, sendiri merasa aneh kenapa hal seperti ini bisa terjadi.
"Hmmmm, aku baru saja membuka mata sudah disuruh mengerjakan misi, lagipula siapa kamu yang bisa-bisanya menyuruh seorang Azam Abraham" protes Azam tidak terima.
"Baru kali ini ada yang berani menyuruh seorang Azam Abraham!" Azam menggelengkan kepalanya.
Azam pikir mungkin semua hal didunia ini hanya dinilai dari materi, tapi kenyataan yang sebenarnya tidak seperti itu.
[Maafkan sistem, tapi sudah peraturan dari sistem, siapa yang berhasil mengaktifkan sistem Ikon ini, maka dia harus menyelesaikan semua misi yang sudah tersedia di dalam sistem ini sendiri]
Azam bangkit dari tempat tidurnya menuju jendela kamarnya yang berbatasan langsung dengan pemandangan yang begitu indah diluar sana.
Hanya dari kamar Azam saja bisa menikmati pemandangan seindah itu, Azam berdiri sambil menatap keluar jendela, dia menikmati pemandangan luar sana melalui kaca jendela kamarnya.
Azam membuka hordeng kamarnya sedikit lebih lebar dari sebelumnya, agar bisa menikmati pemandangan di luar sana lebih leluasa lagi.
"Aku akan menurutinya, tapi lebih dulu beritahu aku misi pertama yang harus aku lakukan apa?"
Azam tak ingin langsung menyetujui sesuatu maka dari itu dia harus tahu apa yang akan diperintahkan oleh sistem tersebut.
[Anda harus menyetujui misi ini dulu, baru anda akan mengetahui misi apa yang akan anda lakukan]
"Tinggal kasih tahu apa susahnya sih" Azam masih saja protes.
Ya, dia tipikal orang yang tidak suka basa-basi, Azam lebih senang dalam sesuatu yang to the point.
[Tidak bisa karena ini sudah menjadi peraturan yang ada di dalam sistem]
Azam mengambil nafas panjang, tak menyangka jika sebuah sistem bisa begitu keras kepala melebih manusia.
"Aku menyetujui misi pertama ini!" Azam sudah memutuskan langkah apa yang akan dia ambil.
Apakah Azam akan selalu hidup berdampingan dengan sebuah sistem luar biasa dan apakah dengan bantuan sebuah sistem Azam bisa menemukan kebahagian yang sesungguhnya.
Sebenarnya semalaman Azam tak bisa tidur dengan nyenyak, dia terus saja memikirkan kejadian yang Azam alami, otaknya masih mencerna apa yang terjadi.
Ting…..ting…..ting…..!
Tiba-tiba saat Azam mengatakan jika dia menyetujui misi pertamanya, sebuah cahaya berkilau menerjang kedua netranya, Azam merasa cahaya itu sekaan masuk ke dalam dirinya, perlahan Azam memejamkan kedua bola matanya, saat merasa cahaya itu ingin menerobos masuk ke dalam kedua bola matanya.
"Apa yang terjadi" ucap Azam, dia meraba tempat disekitarnya siapa tahu ada sesuatu yang bisa Azam jangkau di dekatnya.
Saat ini Azam rasa dirinya terasa seakan tumbang, tubuhnya berubah menjadi begitu berat.
Tak lama setelah itu cahaya tadi sedikit demi, sedikit menghilang begitu saja dari pandangan Azam, laki-laki itu kini sudah duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.
Azam akhirnya bisa membuka kedua bola matanya dengan sempurna, saat merasa cahaya itu sudah menghilang seluruhnya.
[Misi pertama anda sudah aktif, misi pertama yang harus anda lakukan adalah, Anda harus bisa meyakini diri sendiri, jika semua hal yang ada dimuka bumi ini ciptaan Allah. Mulai dari hewan, tumbuhan, manusia, malaikat hingga jin, surga dan neraka, Allah lah yang menciptakannya]
"Caranya?" bingung Azam.
[Anda harus merenungi setiap hal yang anda lihat, setiap hal yang anda alami, misi pertama anda tak hanya itu, anda juga harus bisa membuat keluarga anda menjadi keluarga yang harmonis]
[Anda harus bisa menyatukan keluarga anda, keluarga juga merupakan salah satu kebahagian yang harus anda gapai]
Azam menelan ludahnya kasar, saat misi pertamanya begitu sulit bagi Azam untuk dirinya melakukan hal itu.
Azam merasa dirinya. Tak sanggup melakukan hal ini, Azam menjadi sedikit ragu pada dirinya.
"Bagaimana jika aku gagal?, atau bagaimana jika aku menolak untuk melakukan misi ini?"
[Peraturan sudah ada di dalam sistem, anda bisa mengetahui, jika sudah menyelesaikan beberapa misi yang diberikan oleh sistem Ikon, jika anda gagal sistem akan membantu anda untuk mendorong agar anda berhasil dalam misi]
[Tapi jika anda tak ingin melanjutkan misi ini, anda akan dieliminasi dan dipastikan tidak akan pernah tahu arti dari kebahagiaan yang sesungguhnya, sistem akan mengontrol diri anda setelahnya]
"Aku paham sekarang, jadi aku harus memulai misi ini kapan?" tanya Azam.
[Mulai sekarang anda sudah bisa menjalankan misi pertama anda]
"Aku akan mencobanya perlahan" ujar Azam, sambil berlalu ke kamar mandi, sadar dirinya harus pergi ke kantor.
Tok...tok...tok....!
Ketukan yang terdengar dari pintu kamar Azam, membuat laki-laki itu membelokan langkahnya yang akan masuk kamar mandi, menjadi pergi ke depan pintu masuk kamarnya.
"Siapa?" tanya Azam memastikan, dia belum membukakan pintu kamarnya untuk orang yang berada di luar.
"Kino bos! Bos kita terlambat ada klien penting pagi ini, kita hanya memiliki waktu 20 menit lagi" ucap Kino dari depan pintu.
Jelas sekali jika laki-laki yang sudah beberapa tahun ini menemani Azam, begitu gelisah hal itu terdengar jelas dari nada bicara Kino.
"Beri aku waktu 10 menit" ucap Azam, dia segera meleset ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu segera bersiap.
Benar saja 10 menit pas Azam sudah rapi dengan jasnya dan celana kantornya, laki-laki itu terlihat begitu gagah dan jelas sekali jika dia memiliki kekuasaan.
Azam turun dari lantai dua menuju depan rumahnya, diikuti Kino di sebelahnya, saat berada di lantai satu Azam memperhatikan sebentar mama nya yang sedang asik dengan dunianya sendiri.
"Bagaimana caraku agar bisa menyatukan keluarga ini" keluh Azam dalam benaknya.
Saat dia menoleh ke ruang makan Azam, dapat melihat adik laki-lakinya yang sedang sarapan, dia tak peduli dengan hal lain, adiknya itu sama seperti dirinya dan kedua orang tuanya sibuk dengan dunia mereka masing-masing.
Sementara papanya Azam yakin sudah pergi bekerja. "Apakah bisa menyatukan 1 keluarga yang selalu hidup dengan dunia mereka masing-masing?" tanya Azam dalam benaknya.
"Bos kenapa anda melamun? jika anda terus melamun kita akan benar-benar telat" ucap Kino yang membuat Azam tersadar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments