Bismillahirohmanirohim.
"System? membantu untuk bahagia? Bagaimana caranya?" bingung Azam.
"Bahkan aku saja yang memiliki segalanya tak pernah merasakan bahagian, bagaimana bisa sebuah sistem membantuku untuk bahagia?"
"Apa yang dinamanyakan bahagia yang sesungguhnya?" Azam masih bengong memikirkan semua ini.
Laki-laki dengan perawakan hampir sempurna itu, masih tak mengerti apa yang dia alami saat ini, bertemu dengan sebuah sistem tentu saja hal yang tidak masuk akal bagi Azam.
Apalagi laki-laki itu selalu memikirkan sesuatu harus sesuai dengan logikanya, jika dalam logika tak masuk, maka hal itu tidak bisa terjadi itu bagi Azam.
[( Anda telah berhasil mengaktifkan sistem Ikon, itu artinya sistem akan membantu anda dalam hal apapun terutama untuk menemukan kebahagian yang sesungguhnya)]
[(Jika anda masih ragu, maka anda akan langsung melakukan misi pertama, jika anda setuju, maka harus menjawab Ya! )]
Suara yang mengaku jika, itu adalah sebuah sistem, kembali terdengar di telinga Azam, tapi dia masih tidak percaya dengan semua ini.
"Jika benar adalah sebuah sistem maka tunjukan wujudnya!" tantang Azam.
"......"
[(Ok!)]
[ Saya akan menjelaskan semuanya sebelum itu, cahaya yang anda gapai tadi adalah sebuah pantulan cahaya yang keluar dari sistem ini dan saat anda menggapai cahaya tadi itu artinya anda sudah mengaktifkan sistem Ikon]
[Anda sudah melihat wujud sistem yang asli sebelumnya, berupa cahaya putih campur dengan warna biru, tapi sekarang karena sistem sudah diaktifkan otomatis warna sistem juga akan sedikit berubah dari sebelumnya]
Azam berusaha bangkit dari tempat itu, dia masih mendengarkan suara yang terus muncul, tapi tak ada wujudnya itu.
Azam mencoba untuk duduk di rumput yang biasa orang sebut rumput jepang, rumput itu tumbuh lumayan banyak disana.
Azam sendiri tak tahu saat ini dia ada dimana, laki-laki itu memutar kedua bola matanya untuk mencari dari mana asal suara itu berada.
"Apakah benar-benar sebuah sistem? Ini sungguh tak masuk akal, bukankah hal seperti ini hanya ada di dalam novel, atau film-film" batin Azam.
[Sistem ulangi satu kali lagi, apakah anda akan melakukan misi pertama saat ini? Jika ya maka ucapkan Ya! Untuk menyetujui, jika tidak anda bisa mengulur waktu terlebih dahulu]
Azam membuang nafas kasar, dia sudah bisa diri dengan tegap seperti sedia kala. "Aku harus membuktikan semua ini terlebih dahulu" gumun Azam lirih.
"Jika benar semua ini adalah sebuah sistem, maka buktikan terlebih dahulu, dimana aku berada dan bawa aku ke tempatku sebelumnya" tantang Azam.
Masih tak percaya dengan semua ini, logika laki-laki itu masih terus berputar untuk mencerna hal ini riil atau tidak.
"Jadi aku tidak ingin langsung memulai misi!"
[Permohonan telah disetujui]
[Segera dilaksanakan! Apa yang anda inginkan] sistem itu menyetujui begitu saja apa yang Azam inginkan.
[ Sebelum sistem membawa anda ke tempat sebelumnya sistem akan menjelaskan saat ini anda berada dimana]
"Aku akan mendengarkan nya dengan sangat baik" sahut Azam, dia seakan mengobrol dengan temannya.
[Anda berada di daerah X yang jarang sekali dilewati orang, angin yang tadi menerjang anda, sampai membuat anda pingsan itu merupakan angin barat]
[Angin barat terjadi biasanya di bulan september-Desember, tapi angin barat akan lebih kental saat akhir desember, dan tempat ini memang jarang sekali orang lewati ]
Azam masih setia mendengarkan apa yang dikatakan oleh sistem tersebut. "Aku sendiri tak tahu berada dimana tadi, jika sistem ini tak menjelaskan padaku" gumun Azam lagi.
"Aku hanya mengikuti kemana kaki ku ini melangkah"
[Anda sudah mendengar semua penjelasan yang saya berikan, sekarang kita akan kembali ke tempat sebelumnya]
Tanpa disadari oleh Azam, sistem itu sudah menarik dirinya ke tempat pertama kali dia menginjakkan kaki di daerah situ, di mana dia dan Kino sebelumnya berada di sebuah gedung yang sangat bagus.
"Apa! Aku sudah benar-benar ada di depan kantor Abraham!" pekik Azam dalam hatinya.
Sejujurnya Azam masih tak percaya dengan semua ini, tapi sistem tadi sudah membuktikan pada Azam.
"Aku saat ini akan percaya hanya sampai ini saja dulu, tidak lebih jadi jangan bangga dulu ok!" ucap Azam begitu saja, entah sistem itu mendengar atau tidak intinya Azam sudah mengatakan apa yang dia inginkan.
Azam kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan bawah tanah, disana terlihat Kion sedang melakukan tugasnya, melihat Azam sudah datang Kino semakin was-was.
Tugas laki-laki itu yang Azam berikan padanya belum juga selesai, padahal Azam hampir pergi beberapa jam saja.
"Apa yang kamu lakukan dengan para tikus-tikus ini Kino?
Azam menatap Kino dengan malas, dia sudah pamah pasti setiap hal yang Azam suruh kerjakan pada Kino tak akan beres dalam waktu sekejap.
"Maaf bos, sampai saat ini mereka belum ada yang mau mengaku" cici Kino.
"Hmmmmm" deheman panjang dari Azam membuat Kino paham, dia kembali melakukan kegiatannya.
Kino menatap nyalang beberapa orang yang ada disana. "Dengarkan aku baik-baik!" ucap Kino menggelegar di tempat itu.
Azam duduk di kursi dengan santai, sambil menonton apa yang akan Kino lakukan. "Saat ini di depan kalian sudah ada bos Azam Abraham! Jika kalian berani tak mengaku lagi maka bersiaplah menanggung akibatnya!" ancam Azam pada beberapa orang yang ada di depannya.
Orang-orang itu berada di dalam jeruji besi, jadi mereka tak dapat berbuat apa-apa, hanya bisa bungkam atau mengaku.
"Untuk kalian hanya ada dua pilihan mengaku sekarang juga, atau bersiap tak mendapatkan ampunan, juga kesempatan kedua!" tegas Kino.
Mereka yang sedari tadi diam perlahan mulai menyuruh satu sama lain untuk berkata saat mendengar nama Azam Abraham disebut.
Seketika mereka semua menjadi tegang, walaupun Azam begitu terkenal, tapi hanya namanya saja, jarang sekali orang mengetahui seperti apa rupa dari seorang Azam Abraham, yang selalu diperbincangkan dimana-mana.
Namanya bukan hanya terkenal di kalangan pebisnis saja, tapi juga para kaum wanita maupun pria, sayang bukan namanya saja yang terkenal, tapi karakter tanpa ekspresi nya pun sudah begitu terkenal.
Azam Abraham, seorang pebisnis muda yang kekayaannya sendiri melebihi orang tuanya sendiri di usia muda sudah memiliki segalanya, anehnya walaupun hidup dengan gemerlap harta laki-laki itu tak pernah sekalipun tersenyum.
Itulah kabar yang beredar tentang Azam, mereka mengira Azam tak pernah tersenyum, karena pernah gagal dalam masalah cinta.
Yang sebenarnya terjadi dia gagal karena cinta yang sesungguhnya, cinta yang tak mengenal pemilik cinta itu sendiri.
Perlahan diantara orang itu mulai ingin membuka suara, tapi kembali terhalang dengan perkataan Azam. "Aku akan menghukum kalian dengan seberat-beratnya!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
✨Mohammad Yusuf✨🐾🌀🎏
Magic System kok gak lanjut sih mbak ILMA.....
2023-01-02
3