Bab 10. Misi pertama berhasil

Bismillahirohmanirohim.

Azam benar-benar terus berusaha untuk bisa menyatukan keluarnya menjadi keluarga yang harmonis. Usahanya tak sia-sia.

Dia dan Erlang terus bekerjasama  agar mama dan papa mereka peduli dengan mereka berdua sebagai anak. Azam benar mengikuti saran dari sistem dia harus mendekati Erlang terlebih dahulu baru kedua orang tuanya dan cara itu Alhamdulilah berhasil Azam lakukan.

Sekarang setiap pagi seluruh anggota keluarga Abraham yang hanya terdiri dari 4 orang itu selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama dan makan malam bersama.

Mereka juga sudah dua hari ini sesekali saling menegur sapa satu sama lain, tak sedingin dan secuek dahulu. Mama Azam juga sudah bisa berbaur dengan kedua anaknya.

"Pagi ma" sapa Azam pada Maya.

"Pagi, kamu belum berangkat kerja Azam?" Maya sedang mengoleskan selai pada roti tawar untuk sarapan dirinya.

"Belum ma" sahut Azam sambil mengambil roti yang sudah diberi selai keju oleh Maya yang disodorkan untuk Azam.

"Terima kasih atas semua ini keluargaku sudah bersatu menjadi keluarga yang harmonis" batin Azam, tapi dia tidak tahu harus berterima kasih pada siapa.

Azam melahap roti buatan mama nya dengan begitu antusias. "Pelan-pelan makannya Azam" tegur Maya, dia tersenyum melihat anaknya tersenyum pada dirinya pula.

"Apakah aku tak pernah memberikan kasih sayang pada mereka? Kasih sayang sebagai ibu yang selalu ada untuk Azam dan Erlang" batin Maya.

Maya tatap wajah anak sulungnya itu dengan tatapan sendu, dia tak tahu seberapa sakit Azam dan Erlang yang selalu dia dan suaminya abaikan, karena hanya fokus  bekerja, bekerja dan bekerja.

"Mama kenapa?" Azam bisa melihat perubahan raut wajah mama nya itu, ada kesedihan yang terpancar dimuka cantik Maya

Walaupun umur sudah terus menua Maya masih tetap begitu cantik, dia selalu menjaga semua yang ada pada dirinya.

"Hahhhh" Maya menghela nafas kecil.

"Tidak papa Zam, kamu mengagetkan mama saja" Maya ikut duduk dikusi yang ada disebelahnya.

"Azam kira kenapa, oh iya ma kapan kita akan ke tempat kakek?"

"Mama juga kurang tau Zam, bagaimana kata papa mu saja nanti" setelah bicara Maya memasukan roti yang sudah dia oleh selai ke dalam mulutnya, perutnya sedikit keroncongan, tapi dia sedang tidak ingin memakan nasi.

Padahal nasi merupakan makanan pokok orang indonesia yang wajib ada disetiap makan, Maya sedikit mengurangi makan nasi. Ibu dua anak itu memang masih seperti anak muda saja.

Azam mengangguk mengerti. "Aku berangkat kerja dulu ma, Kino sudah di depan" pamit Azam berlalu begitu saja setelah Maya mengiakan perkataannya.

Hanya interaksi begitu saja yang baru ada di keluarga Abraham, tidak ada namanya Azam mengucapkan salam pada orang tuanya, bahkan untuk sekedar mencium punggung tangan orang tuanya Azam tidak tahu.

Hidup tanpa tahu seperti apa aturan agamanya membuat Azam melakukan apa saja hanya dengan nalurinya saja, bagaimana mau tahu tentang agama orang tuanya saja tak pernah mengajarkan dirinya tentang hal itu.

Ketika di usianya yang sudah dewasa dia dan adiknya hanya fokus pada hal yang berkaitan tentang materi saja, tidak ada yang lain sesuatu juga harus sesuai dengan logikanya.

Azam bergegas menuju halaman rumah Kino sudah menunggunya di sana, tapi belum sampai Azam keluar dari rumahnya dia mendengar suara sistem yang memberitahunya sesuatu.

[Ting....ting...tring....! Selamat anda berhasil melewati misi pertama, satu kebahagiaan bertambah dalam daftar diri anda, sudah ada 0,1% kebahagian yang anda dapatkan]

[Bukan hanya itu saja anda juga mendapatkan hadia yang lainnya, 1 keahlian yang belum anda miliki sudah anda miliki saat ini, sistem ikon sekarang sudah menjadi milik anda, walaupun begitu tapi anda harus tetap melakukan misi-misi selanjutnya]

"Aku berhasil?" tanya Azam pada diri sendiri, dia masih tak percaya jika dirinya bisa menyatukan keluarnya menjadi keluarga yang harmonis.

Butuh waktu berminggu-minggu bagi Azam untuk bisa membuat keluarga Abraham bisa saling peduli dengan satu sama lain.

"Tapi kamu jangan senang dulu Azam, masih banyak hal yang belum kamu lakukan" Azam merasa dirinya masih hampa, kebagian 0,1% yang dia dapat itu tak ada apa-apanya.

Mungkin jika Azam bisa berusaha lebih keras lagi dia akan mendapatkan level kebahagian 100% tanpa kurang, no minus.

"Ya harus berusaha lebih keras lagi Azam!" saat Azam kembali melanjutkan langkahnya sebuah benda aneh jatuh mengenai kepala Azam.

Benda itu tak sampai jatuh ke lantai, karena Azam cepat menangkapnya. "Benda apa ini" Azam memperhatikan benda yang dia pengang saat ini dengan saksama.

"Sebenarnya ini benda apa? Dan jatuh dari mana?" Azam mendongakan kepalanya keatas, siapa tahu ada orang iseng mengerjainya.

Azam memutar-mutar benda yang hampir mirip dengan bola itu, tapi ukuranya sangat kecil ditambah lagi ada dua sayap di sisi kiri dan kanan benda tersebut.

"Aku baru pertama kali melihat benda aneh semacam ini, lebih baik aku simpan saja"

Saat Azam akan memasukan benda itu ke dalam sakunya tiba-tiba dia kembali mendengar suara sistem yang tadi hilang secara tiba-tiba.

[Tunggu]

Azan menyeritkan dahinya heran, saat mendengar suara sistem itu dari benda yang bentuknya mirip seperti bola.

"Hei sistem apakah itu kamu?" tanya Azam memastikan.

[Benar sekali ini hanya bentuk kecil dari sistem ikon, jadi tolong jangan dibuang bola sayap ini yang akan memberitahu anda misi selanjutnya juga bola sayap ini  akan menemani anda dalam setiap misi yang akan anda kerjakan nanti]

"Kenapa bisa membentuk menjadi benda sekecil ini, apakah sistem memang benar-benar kecil seperti ini?"

[Bahkan lebih kecil dari bola sayap, coba anda tekan tombol biru emas yang ada di bola sayap setelah itu akan keluar bentuk sistem Ikon yang aslinya]

Benar saja setelah Azam mengklik tombol biru emas yang terdapat di bola sayap sebuah bentuk kotak kecil keluar dari sana dengan pantulan cahaya yang begitu bersinar.

[Sistem mengingatkan bersiaplah untuk misi kedua]

"Bos, anda kata tunggu sebentar aku akan segera ke depan kamu tak usah menyusulku ke dalam tapi kenapa anda lama sekali bos" keluh Kino.

Kino akhirnya memutuskan untuk menyusul Azam ke dalam rumah Abraham,  tadi Azam mengatakan akan langsung keluarga, tapi sudah 15 menit Kino menunggu bosnya itu, batang hidupnya tak terlihat juga.

"Ya ampun, maafkan saya Kino, saya lupa kalau kamu sudah ada di depan" Azam meruntuti kecerobohannya sendiri.

"Sudah ayo kita berangkat" Azam berlalu begitu saja dari hadapan Kino.

Kino masih tak percaya jika dia akan pernah mendengar kata maaf keluarga dari mulut Azam. "Tadi bos benar bilang maafkan" ujar Kino masih ragu dia belum benar-benar percaya jika seorang Azam Abraham dapat mengucapkan kata maaf pada orang lain.

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!