Bab 8. Tak pernah sebelumnya

Bismillahirohmanirohim.

"Aku harus mendekati siapa dulu? Papa atau mama?" bingung Azam.

Azam tak punya keberanian untuk mendekati salah satu dari kedua orang tuanya, selalu bersikap cuek pada kedua orang tuanya, membuat Azam malu sendiri, jika tiba-tiba dia berubah menjadi ramah pada mereka.

"Aku benar-benar tak tahu harus mulai dari mana" 

Azam hanya bisa mondar-mandir di kamarnya, dia tau langkah apa yang akan dirinya ambil, namun memulainya begitu sulit bagi Azam.

"Huhhh" 

Azam membuang nafas kasar. "Sistem dimana kamu? Tolong lakukan sesuatu agar aku dan keluarga tiba-tiba bisa berkumpul di satu ruangan, seterusnya aku yang akan menyelesaikan"

Azam tak tahu apakah sistem yang sering muncul hanya dengan suaranya saja itu, jika muncul secara tiba-tiba, apakah dia juga akan muncul saat Azam sendiri yang memintanya.

Azam masih menunggu sistem yang dia minta tadi, namun Azam merasa tak ada tanda-tanda jika sistem itu akan membantunya kala ini.

"Hei sistem! Dimana kamu? Bukankah kamu sudah berjanji akan menolongku?" dengus Azam, karena si sistem tak kunjung keluar.

"Baiklah, jika kamu tak mau membantuku kali ini, maka aku tak akan melanjutkan misinya, aku tak peduli dengan peraturan yang ada di dalam sistem itu" ancam Azam.

"Aku mau lihat apa yang ngaku-ngaku sistem itu akan muncul saat mendapatkan ancaman" ucap Azam lirih.

"Kamu tidak mau keluar juga rupanya!" 

Azam masih mencari cara bagaimana agar sistem itu bisa muncul saat ini juga. Tak lama kemudian sebuah cahaya emas kebiruan, muncul di hadapan Azam.

[Maaf sistem terlambat, karena sistem sedang berada dalam tahap evaluasi, maaf atas ketidaknyamanan anda]

Azam tak menjawab dia kali ini sedang memutar otaknya, bagaimana caranya agar bisa memberikan sedikit pelajaran pada sistem, lama berpikir Azam tak menemukan ide, karena sekarang yang dia hadapi bukanlah manusia, melainkan sebuah sistem.

"Ok aku tahu, tapi aku baru sadar kalau sistem juga bisa berevalusi, ahiss, sudah tak usah bahas hal itu, sekarang bagaimana caranya agar aku dan orang rumah bisa berada di satu ruangan yang sama, tanpa disengaja"

Evaluasi merupakan proses yang mengkaji secara kritis suatu program, aktivitas, kebijakan, atau semacamnya. Hal ini melibatkan pengumpulan informasi tentang kegiatan dan hasil program.

[Permintaan disetujui]

[Sistem sudah melakukan apa yang anda minta, sekarang anda turun kebawah untuk makan bersama dengan keluarga anda] 

Kata-kata yang keluar dari sistem membuat Azam tercengang tak percaya, bagaimana bisa makan bersama? Bahkan seumur hidupnya Azam tak pernah melihat keluarganya makan bersama dalam satu meja yang sama.

Dulu waktu Azam masih kecil hingga dia dewasa, tak pernah sekalipun mama nya yang mengurus dia, hanya seorang baby sister yang mengurus dirinya. Begitu juga dengan sang adik, kedua orang itu tak pernah merasakan gendongan seorang ibu dan ayah.

Mama dan papa Azam, selalu sibuk bekerja dari dulu, mungkin sampai mereka lupa jika mereka sudah memiliki dua anak.

"Ma-ka-n ber-sa-ma?" tanya Azam dengan terbata.

"Bagaimana bisa makan bersama? Bahkan aku saja tak pernah tahu kapan saat aku makan 1 meja dengan kedua orang tuaku dan adikku sendiri" Azam masih ragu dia tak percaya dengan pesan yang diberikan oleh sistem.

[Sistem sudah mengatur semuanya, jadi anda tak perlu khawatir, sekarang tak usah banyak bicara turun saja ke lantai bawah menuju ruangan makan]

Lagi-lagi sebuah sistem bisa memerintah seorang Azam Abraham dengan sesuka hati. 

Bukan sesuka hati, lagi pula tak tahu sistem punya hati atau tidak, jadi sesuka sistem saja.

"Aku akan menurutinya, tapi awas saja jika yang dikatakan sistem tidak sesuai faktanya" ancam Azam.

Azam berjalan gontai menuju lantai bawah, untuk sarapan pagi ini, saat Azam akan menuju lantai bawah dia berpapasan dengan papa nya.

"Pagi pa" sapa Azam, Azam sendiri tak tahu kenapa dia bisa refleks menyapa papa nya itu.

Heru menaikkan sebelah alisnya bingung dengan tingkah anak sulungnya ini, bisanya dia akan begitu cuek pada siapapun, pada orang rumah juga dia tetap akan terkesan cuek saja, bahkan ditanya pun dia belum tentu menjawab jika bukan masalah pekerjaan yang ditanyakan pada dirinya.

"Pagi" sahut Heru akhirnya, tapi masih dengan muka anehnya menatap si sulung.

"Kenapa papa menatapku seperti itu?" Azam pura-pura tidak tahu.

Padahal sebenarnya dia tahu kenapa sang papa menatapnya dengan begitu aneh. Jika bukan karena kedua orang tuanya Azam dan sang adik tak akan menjadi orang yang begitu dingin pada orang lain, termasuk kedua orang tua mereka.

Sebenarnya disini Azam lah yang seharusnya menatap heran mama dan papa nya bagaimana bisa bertahun-tahun mereka tak pernah sekalipun menunjukkan kasih sayang pada kedua putra mereka.

Maka dari itu Azam akan berusaha membuat keluarganya menjadi sebuah keluarga yang penuh kebahagiaan di dalamnya, buka seperti  ini yang seperti tak ada kehidupan sama sekali di dalamnya padahal apa penghuninya.

Saat sampai di ruang makan mama, Azam sudah duduk dengan santai di kursi yang ada di ruang makan itu. Perempuan dua anak itu sudah siap akan mengambil pirinya.

Melihat anak sulungnya dan sang suami bisa ke ruang makan bersama dia tetap biasa saja tak bereaksi apa-apa.

"Pagi ma" sapa Azam, dia mendaratkan bokongnya di kuris yang ada di dekat mama nya.

"Pagi" sahut Maya dengan cuek.

"Sabar Azam, ini baru proses awal jangan langsung menyerah" batin Azam.

Seharusnya orang tuanyalah yang berjuang untuk mendapatkan perhatian dari anak-anak mereka, karena mereka yang mengabaikan Azam dan sang adik, tapi demi sebuah kebahagian yang sesungguhnya Azam mau melakukan ini.

Setelah mereka duduk, Azam dapat mendengar suara orang sedang bersenandung dengan merdu, jelas Azam tahu siapa itu, pasti adiknya yang jarak usianya 5 tahun dari dirinya.

Adik Azam terpaku sebentar di depan pintu masuk ke ruang makan, saat melihat semua orang rumah kumpul disana.

"Tumben sekali, ada apa ini" gumun adik Azam.

"Pagi Lang" sapa Azam.

Erlang mengerutkan dahinya, saat mendengar sang kakak menyapa dirinya, sementara kedua orang tuanya tetap sibuk dengan kegiatan mereka.

"Apakah gunung es di rumah ini sudah mencari?" tanya Erlang dalam benaknya.

Kaki adik Azam itu tetap melangkah ke meja makan. "Ini sejarah yang harus diabaikan sih fix" lagi-lagi Erlang berbicara pada dirinya sendiri.

"Sudah lama aku menunggu momen seperti ini terjadi"

"Apa yang dikatakan sistem Ikon benar-benar terjadi, hari ini kami satu keluarga sarapan bersama, yang tak pernah terjadi sebelumnya"

Adik kakak itu sama-sama berbicara pada diri mereka sendiri, dengan apa yang sudah terjadi pagi ini, sejarah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, padahal hal biasa bagi setiap keluarga sarapan bersama, tidak dengan keluarga Abraham

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!