Bismillahirohmanirohim.
"Aku harus memulai semuanya dari mana? Jika ini masalah bisnis tentu aku tau langkah awal yang akan aku ambil, tapi ini menyatukan keluarga yang sudah lama hidup dengan dunia masing-masing"
Azam masih saja berperang dengan pikirannya sendiri, saat ini dia sudah ada di mobil bersama Kino, untuk menemui klien penting Azam.
Tapi pikiran Azam tak sama sekali tertuju pada kliennya itu, dia lebih memikirkan hidupnya sendiri.
"Kino" panggil Azam dari kursi belakang.
"Iya bos" sahut Kino merasa was-was.
"Aku mau tanya prinsip hidupmu seperti apa? Apakah kamu memiliki prinsip hidup untuk mengikuti saja alur yang ada, atau ada prinsip hidupmu yang lainnya?"
Pertanyan Azam sungguh membuat Kino bingung, bukan bingung karena isi pertanyaan yang dilontarkan oleh Azam, tapi Kino lebih bingung kenapa bosnya itu bisa menanyakan hal seperti itu, bisanya juga Azam tak akan pernah peduli dengan hal-hal semacam itu.
"Prinsip hidup saya kadang berubah-ubah bos" Kino kembali menyahut dari depan kemudi.
Prinsip hidup merupakan sebuah hal yang dimiliki oleh masing-masing orang dan menjadi ciri pembeda dengan orang lain. Adanya prinsip hidup akan membuat seseorang bersikap lebih bijak tentang bagaimana seharusnya menentukan langkah dan mengambil sebuah keputusan.
Azam mengangguk tanda dia mengerti, tapi tak sampai disitu saja, Azam kembali bertanya pada Kino. "Kino" panggil Azam lagi.
"Iya bos" Kino masih tetap fokus mengemudi.
"Apakah kamu pernah memikirkan setiap sesuatu yang terjadi pada dirimu?" tanya Azam lagi.
"Ada apa dengan bos hari ini" bingung Kino dalam benaknya.
"Kadang iya, kadang juga tidak bos" lagi-lagi Azam hanya mengangguk.
Tak terasa keduanya sudah sampai di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya, hari ini sejarah baru bagi Kino bisa mendengar Azam berbicara dengan panjang lebar, padahal bukan menjelaskan tentang pekerjaan.
Azam akan sangat awet bicara, jika bersama orang lain yang bukan menjelaskan tentang bisnis, namun jika dia sudah membicarakan bisnis maka Azam sanggup berjam-jam, membahas hal itu.
Mereka sampai dengan tepat waktu, bersamaan dengan itu seorang yang berpakaian layaknya orang kantor sama seperti Azam dan Kino, datang secara bersama dengan mereka.
"Tuan Azam Abraham" sapa orang itu pada Azam, dia menyodorkan tangannya pada Azam. Azam menerima uluran tangan itu dengan baik, tapi tanpa ada ekspresi sama sekali yang Azam tujukan.
"Saya kira, saya sudah telat begitu lama tak tahunya bisa datang secara bersama" ucap orang itu, sambil duduk di kursi yang sudah ada begitu juga dengan Azam dan Kino.
"Hmmm" Azam hanya mengeluarkan sebuah deheman, tanpa menjawab perkataan kliennya.
Mereka memulai membahas kerja sama yang akan mereka lakukan, Azam benar-benar meneliti setiap perusahaan yang meminta kerja sama dengan perusahaan dirinya. Azam tak ingin terjadi kesalahan sedikitpun bahkan menyebabkan dirinya rugi.
Lama mereka membicarakan masalah bisnis, tapi sebenarnya Azam tak terlalu fokus mendengarkan apa yang diucapkan oleh Kliennya itu, untung saja Kino selalu peka dengan keadaan dan situasi.
Ting....!
Azam tiba-tiba mendengar suara sistem saat dirinya sedang tidak fokus. [Hal pertama yang harus anda renungkan saat ini, kejadian yang sedang terjadi ini]
[Coba anda renungkan, Anda mampu berjam-jam duduk dan mengobrol bersama orang yang tak memiliki gelar saudara sama sekali dengan anda, semua itu karena membahas sesuatu yang dapat menguntungkan kita berupa uang tentunya]
[Tapi apakah kita lupa, jika mereka tak akan selamanya ada untuk kita, mereka akan datang ketika dia membutuhkan kita, bukan kita yang membutuhkan dia]
"Jadi kesimpulannya apa?" tanya Azam dalam benaknya, saat mendengar beberapa penjelasan yang diberikan oleh sistem.
Azam yakin sekali pasti sistem itu bisa mendengar isi hatinya, karena sudah beberapa kali saat Azam berbicara pada dirinya sendiri di dalam benaknya, sistem itu akan nimbrung dengannya begitu saja, padahal sama sekali memang tidak diajak.
[Kesimpulannya jika kamu sudah merenungi semua yang kamu lihat dan kamu alami, setelah itu perlahan mendekati keluargamu perlahan-lahan, ambil kembali hati kedua orang tuamu, yakinkan mereka]
"Aku akan segera mempraktekan apa yang sistem ajarkan tadi pada saya" ujar Azam di dalam benaknya..
"Bagaimana tuan Azam apakah kerja sama ini akan segera dilakukan?" tanya klien Azam, yang membuat Azam tersadar apa yang sudah, jika saat ini dirinya sedari tadi sedang melamun, walaupun wajahnya terlihat seperti menyimak apa yang dikatakan oleh klien nya, tapi pikiran Azam entah sudah melayang keman.
Azam tak langsung menjawab, dia melihat Kino, sebentar untuk meminta penjelasan ulang apa yang sudah dikatakan klien nya, saat dirinya tak terlalu menyimak.
Kino yang paham akhirnya memutuskan untuk membisikan sesuatu, pada Azam tentang apa yang dia dengar.
"Saya rasa dia ada niat lain, selain untuk bekerja sama dengan perusahaan bos" bisik Kino pada Azam sebentar.
Setelahnya Azam mengangguk paham. "Baik pak Rizwan saya akan menyetujui kontrak kerja sama kita, tapi ingat jika perusahaan bapak sudah terlanjur bekerja sama dengan Abraham group maka tak menutup kemungkinan perusahaan bapak akan hancur, jika mengundurkan diri begitu saja" jelas Azam pada kliennya yang bernama lak Rizwan.
"Saya paham pak Azam, terima kasih sudah mau menerima kontrak kerjasama ini" sahut pak Rizwan, setelah itu pak Rizwan pamit untuk pulang, karena masih ada urusan yang harus dia lakukan.
Azam terkekeh geli saat melihat pak Rizwan meninggalkan tempat itu. Suara sistem kembali terdengar di telinga Azam. [ Sekarang apakah ada paham dengan apa yang anda lihat dan anda alami saat ini].
"Aku sudah bisa memahami sedikit demi sedikit, apa yang aku alami dan aku lihat saat ini. Satu hari ini benar-benar jauh berbeda dari hari-hari yang lainnya, hari-hari sebelumnya dari hari ini"
Azam segera bangkit dari tempatnya, saat sudah beres dengan kegiatan yang dia lakukan tadi, Azam teringat jika dia harus pergi ke kantornya untuk bekerja.
"Susah sekali ternyata untuk mencari sebuah kebahagian" keluh Azam dalam benaknya, saat dia masuk ke dalam mobilnya.
Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Bersyukur dan Berbuat Ikhlas adalah salah satu cara agar hidup akan terasa lebih tenang dan bahagia.
[Yakinlah pada diri sendiri jika anda bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, setelah menyelesaikan misi pertama anda akan dibawa menemui dua orang yang berbeda satu orang diantara dua orang itu akan membantu menjelaskan, apa itu kebahagian dan apakah setiap orang berhak merasakan bahagia itu]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments