Bab 13. Orang tak dikenal

Bismillahirohmanirohim.

Tengah malam Azam dan Kino sudah menyusun rencana untuk segera berangkat ke Sumba. Azam memang sengaja memulai perjalanan di malam hari karena dia merasa malam hari adalah waktu yang tepat untuk pergi dari tempat tinggalnya.

"Erlang pastikan tidak ada yang tahu aku pergi!" titah Azam pada sang adik.

"Beres bang, sama Erlang semua aman" ujarnya tapi Azam tak menggubris karena laki-laki itu sudah lebih dulu pergi.

Erlang hanya mendengus kesal, walaupun Azam sudah berubah bagi Erlang, tapi tetap saja abang satu-satunya itu masih tetap mengesalkan.

"Baik-baik disana bang" batin Erlang seperti merasakan akan kehilangan Azam dalam waktu lebih lama dari pada 2 tahun yang Azam katakan.

Sementara itu Kino dan yang lainnya sedang menunggu kedatangan Azam, tak lama kemudian yang ditunggu akhirnya datang juga.

Azam membawa satu lagi orang kepercayaannya untuk menyetir mobil satu lagi sedangkan Azam hanya berdua dengan Kino.

Sepertinya kecurigaan Erlang benar jika Azam  dan Kino memiliki hubungan lebih jika mereka seperti ini selalu dalam 1 mobil yang sama, melihat karakter Azam sih hal itu tak mungkin juga terjadi.

"Hati-hati Kino takut ada pengkhianat diantara mereka" intropeksi Azam.

"Terus awasi mobil itu jangan sampai kita kecolongan lagi" lanjut Azam.

"Baik bos" hanya dua kata yang mampu Kino ucapkan pada Azam.

'Aku merasa akan terjadi sesuatu disini' Azam sudah merasa akan ada hal buruk yang menimpa mereka.

Mobil yang mereka kendari hampir keluar dari daerah tempat tinggal Azam, tapi saat itu juga ada hal yang tak mereka pikiran sebelumnya terjadi.

'Bom'

'Bom'

'Bom'

Ledakan yang begitu kuat saat di perbatasan membuat mereka semua terlonjak kaget, Azam sudah was-was dia sangat takut hal seperti ini terjadi dan benar saja, untungnya kedua mobil milik Azam itu sudah dia pasang anti bom, jadi mereka aman.

Disaat asap masih menebal Kino dan satu pengemudi lainnya segara kabur saat ada kesempatan.

Azam dapat melihat ada seorang yang berdiri tidak jauh dari tempat ledakan itu sedang tersenyum penuh kemenangan, ingin sekali Azam menembak orang itu.

Tapi Azam urungkan karena dia mengingat saat ini tidak sendiri ada orang lain juga. "Siapa sebenarnya orang itu, apakah dia orang suruhan Robert" ucap Azam lirih, Kino masih mampu mendengar perkataan Azam, tapi dia tetap diam saja.

"Waspada di depan Kino kita tidak tahu hal apalagi yang akan kita hadapi" peringat Azam.

Kino membatin dalam benaknya sendiri. 'Padahal cuman mau keluar kota, harus uji nyali dulu'

Firasat Azam kembali benar ternyata di depan sana sudah ada orang berjejer dengan pakaian mereka yang serba hitam semua, tak lupa senjata lengkap yang berada di tangan mereka.

Kino sampai menelan ludahnya kasar saat melihat lautan manusia tengah berdiri berjejer seperti ini menghadang mereka.

"Bagaimana ini bos kita sudah dikepung" adu Kino, jujur dia sudah tak kuasa lagi saat ini yang Kino bisa hanya pasrah apakah takdirnya akan mati saat ini di tangan orang banyak.

"Kino jangan jadi orang ketakutan seperti itu mana jiwa berani kamu!" Kino hanya mampu menghela nafas bos nya ini benar-benar. Dalam hal seperti ini saja masih begitu tenang.

"Apa dia manusia? Bisa setenang ini menghadapi banyak manusia" Kino tak habis pikir.

Mobil masih terus melaju semakin dekat ke gerombolan orang-orang itu. "Sepertinya kita sudah dijebak oleh mereka bos" adu Kino lagi.

Kino merasakan mobil yang dia kendari sudah tidak bergerak, saat 100 bom sudah diaktifkan dan seluruh senjata apa siap ditembakan.

"Bersiapa lah sebentar lagi lepaskan peluru!" Azam seperti tidak asing dengan suara barusan, dia seperti sangat familiar dengan suara barusan tapi Azam tak tahu suara siapa.

Azam memang memiliki pendengaran dan penglihatan yang tajam, sebelumnya dia memang sudah memiliki keahlian seperti itu, tapi tak sebaik sekarang mungkin itu hadiah yang Azam dapat dari sistem Ikon.

Dalam hitung

1

2

3

Entah suara siapa itu, ribuan peluru api dipasang mengarah pada dua mobil yang di dalamnya ada Azam dan Kino juga orang-orang yang akan Azam bawa ke Sumba.

Saat peluru itu sudah meluncur mengarah pada mereka tiba-tiba bola sayap keluar, mobil Azam memang bukan hanya anti bom saja tapi juga anti peluru.

Tapi sekarang Azam tak mau jadi egois, bagaimanapun juga Azam yang sudah membawa mereka dalam bahaya saat ini.

[Sistem hanya bisa membantu sebisanya, anda dan orang-orang yang bersama anda akan terpisah]

Azam dapat mendengar dengan jelas apa yang dikeluarkan sistem, hanya Azam yang dapat melihat cahaya terang sedangkan yang lainnya sudah tak berani membuka mata.

[Sistem membawa kalian semua pergi]

"Kemana saja asalkan sekarang yang penting selamatkan semua orang dulu" panik Azam.

Disaat kepanikan itu Azam tak menyangka jika misinya dalam melakukan kebaikan naik walaupun tidak terlalu banyak.

[Selamat kebaikan anda mengikat menjadi 4,5% ayo teruslah berbuat baik!] Azam membuang nafas lega setidaknya kebaikannya bukan hanya menambah 2% tapi juga mereka selamat dari maut.

Sejatinya bukan manusia yang menentukan hidup mati seseorang, jika Azam paham tapi dia belum sampai ke tahap itu, dia baru akan belajar mengenal tuhan Nya lebih dekat lagi.

[Pemberitahuan jika seluru orang yang bersama Azam sudah diantar ke Sumba, mereka selamat sampai tujuan]

Azam bernafas lega dia sendiri kini tak memikirkan dirinya lagi, sementara itu di tempat kejadian semua orang tercengang karena 2 mobil yang sudah mereka tembakan beribu peluru dan bom sudah tak ada.

"Bagaimana bisa!" sentak orang yang paling beda dari yang lainnya.

"Cari mereka semua sampai ketemu" sentak orang itu pada seluruh anak buahnya mungkin.

"Azam Abraham! Awas kau!" orang itu menggebu memanggil nama Azam, seakan begitu beci pada Azam Abraham, entah apa yang membuat orang itu benci pada Azam.

Azam yang tak tahu dimana bersin-bersin merasa jika ada yang sedang membicarakannya.

"Hacim...hacim.....hacim...! Siapa yang ngomongin aku!" Azam segera bangkit dari tempatnya.

"Dimana aku?" tanya Azam entah pada siapa dia sadar berada di tempat yang sama sekali tidak Azam kenali.

Azam terus berjalan beberapa langkah tiba-tiba dia bertemu seorang yang tidak Azam kenal, dari cara berpakai orang itu saja Azam menatap aneh.

"Assalamualaikum" sapa orang itu pada Azam, Azam yang tak tahu harus menjawab apa hanya diam saja.

"Kamu Azam?"

Deg!

"Bagaimana orang ini bisa tahu namaku" batin Azam merasa heran.

Melihat Azam diam orang itu tersenyum. "Perkenalkan saya pak Rohim" ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Azam.

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!