Bab 16. Dakwah pak Rohim

Bab 16

Bismillahirohmanirohim.

"Kenapa sampai sekarang aku belum mendapatkan kabar tentang bos, kalau pak Heru tahu tamat sudah riwayatku!"

Sampai hari ini Kino terus mencari keberadaan Azam, dia benar-benar tak tahu Azam bosnya itu berada dimana.

Cemas pasti karena dia yang seharusnya bertugas menjaga Azam, Kino tak tahu kenapa dia dan semua orang-orang yang ikut bersama mereka sudah berada di Sumba.

Padahal seingat Kino malam itu mereka tengah dikepung banyak orang, sampai ribuan peluru juga bom ditembakan ke arah mereka.

Kino pikir seharusnya mereka sudah tidak ada di dunia ini, tapi Kino bersyukur dia dan yang lainnya masih hidup.

Tetap khawatir takut Azam malah tertangkap dengan orang-orang itu, Kino juga sempat mencari informasi siapa yang sudah mengepung mereka tapi dia belum mendapatkan titik terangnya.

"Aku harus mencari bos dimana lagi" keluh Kino.

Tak lupa Kino juga sudah menyelesaikan semua yang  Azam suruh padanya untuk memberikan sepeser uang pada 10 orang itu agar bisa untuk modal mereka.

Kino belum ingin kembali sampai dia bisa menemukan dimana Azam berada, atau dia hanya sekedar mendapatkan kabar Azam maka dia akan kembali.

"Sudah lebih baik aku awasi mereka semua dulu di Sumba apakah mereka akan benar-benar tak akan berkhianat lagi, aku curiga salah satu dari mereka masih menjadi anak buah Robert"

"Tidak mungkin malam itu perjalanan malam kami terbongkar oleh musuh kalau bukan ada yang membocorkannya, aku curiga pasti dalangnya Robert aku tahu dia ingin sekali membuat bos tiada"

"Jadi tugasku saat ini harus terus mengawasi mereka semua dulu, tapi tak melupakan untuk terus mencari keberadaan bos"

Akhirnya Kino melangkah pergi dari tempat penginapannya, dia akan melihat aktifitas para penduduk di kota Sumba, lebih tepatnya 10 orang yang dikirim untuk memperbaiki diri mereka di kota Sumba.

Kino berjalan pelan sambil menikmati angin segar yang berembus di kota itu, Sumba benar-benar tempat yang nyaman untuk memulai hidup baru.

Para penduduk yang begitu ramah, suasana masih terkesan alami dan baik untuk menenangkan pikiran.

***

Di rumah pak Rohmi beliau sedang melakukan pengajian, teman yang kyai Rohim bawakan kali ini adalah 'Agar lebih dekat dengan Allah'

Azam yang berada di kamar tamu rumah pak Rohim masih bisa mendengar suara beliau dengan bantuan sistem.

"Assalamualaikum WR. WB." ucap pak Rohim menyapa para jamaahnya.

"Waalaikumsalam WR. WB" sahut semua jamaah dengan serentak.

Azam mengingat pertama kali dia bertemu dengan pak Rohmi dan hal pertama yang diucapkan pak Rohim padanya adalah kata salam seperti yang dia dengar saat ini.

Tapi saat itu Azam tak bisa menjawab apa-apa. 'Berarti kalau ada yang bilang Assalamualaikum maka jawabnya Waalaikumsalam' ucap Azam dalam benaknya.

"Kita sebagai umat islam harus tahu siapa Allah, Allah adalah sang maha pencipta dan maha segala-galanya, kalian yang tau asmaul husna pasti tahu apa saja 99 nama lain Allah"

"Nah sekarang kita akan membahas bagaimana cara agar bisa lebih dekat dengan Allah Yakin pada Allah dan mencintai Allah padahal kita tidak melihat Alla Azza Wa Jalla"

"Cara adalah tafakur, kita melihat kebesaran-kebesaran Allah Azza Wa Jalla Allah Subhanahu Watta 'Alla"

"Nah disini kita bisa lihat dari hadits-hadits yang diriwayatkan, salah satu diantara hobi para Nabi itu Tafakur"

"Coba Lihat alam semesta ini, tak mungkin seorang manusia bisa menciptakan alam semesta, tapi Allah bisa"

"Lihat bagaimana Allah  Subhanahu Watta Alla menciptakan alam semesta kemudian tafakur tentang diri kita, tafakur tentang pengalaman hidup kita, Nah semua itu tadi dapat membuat kita lebih tahu siapa Allah"

"Maka dari itu Allah banyak berfirman dalam Al-quran salah satunya ada dalam surat Al-imran yang berbunyi"

"Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ 

inna fii kholqis-samawati wal-ardhi wakhtilafil-laili wan-nahaari la-ayatin li-ulil-albaab

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,"

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 190)

"Ada lagi Firman Allah yang lainnya, coba lihat langit. lihat langit" pak Romi sudah mulai terbawa dalam dakwahnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ بِا لْحَـقِّ ۗ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍ 

a lam taro annallaha kholaqos-samaawaati wal-ardha bil-haqq, iy yasya yudzhibkum wa ya-ti bikholqin jadiid

"Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu),"

(QS. Ibrahim 14: Ayat 19)

"Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ وَاَ نْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَ خْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّـكُمْ ۚ وَسَخَّرَ لَـكُمُ الْـفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِى الْبَحْرِ بِاَ مْرِهٖ ۚ وَسَخَّرَ لَـكُمُ الْاَ نْهٰرَ 

allohullazii kholaqos-samaawaati wal-ardho wa angzala minas-samaaa-i maaa-ang fa akhroja bihii minas-samarooti rizqol lakum, wa sakhkhoro lakumul-fulka litajriya fil-bahri bi-amrih, wasakhkhoro lakumul-an-haar

"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu."

(QS. Ibrahim 14: Ayat 32)

"Nah dari ketiga ayat di atas yang saya sebutkan tadi, masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan tentang penciptaan alam semesta ini" ujar pak Rohim.

"Lalu lihat ayat itu dihadapan kita, lihat langit disitu kita bisa menemukan kebesaran Allah yang begitu luar biasa bahkan tidak akan ada satupun makhluk yang mampu menyamai-Nya"

"Melihat bumi kita juga bisa menemukan kebesaran Allah, melihat nasib seseorang bagaimana dia bisa survey dari sebuah masalah besar, pengalaman masa lalu kita renungkanlah"

"Disemua tempat kita bisa melihat kebesaran-kebesaran Allah dan semua yang ada dimuka bumi ini alam semesta ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan"

"Kita bisa tafakur dimana saja, bisa tafakur dengan alam semesta bahkan sosial media yang kalian gunakan bisa membuat kita tafakur"

"Pertanyaan apa sih tafakur? Nah tafakur itu merenungkan, memikirkan berfikir, mengingat Allah melalui segala ciptaanNya yang tersebar di langit dan bumi.

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!