Bab 9. Hampir berhasil

Bismillahirohmanirohim

Sebuah sistem ikon yang didapat oleh Azam tidak hanya mengalami evaluasi, tapi juga mengalami berevolusi dan evolusi.

Entah sistem itu Azam dapatkan sendiri, atau sebaliknya sistem itu yang memilih Azam sebagai banyaknya manusia dimuka bumi ini, Azam lah yang terpilih untuk mencapai sebuah kebahagiaan dengan bantuan sistem. 

3 hal yang dialami ini memiliki makna yang sangat berbeda, penyebutan kata yang hampir sama akan membuat orang bingung jika tak mengetahui 3 arti dari kata diatas.

Evolusi merupakan proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.

Evolusi juga akan berpengaruh pada sistem Ikon, bisa jadi saat mengalami evolusi sistem ikon akan menjadi versi yang sempurna, saat ini sistem itu ada di pertumbuhan tahap 3, atau bahkan bisa menjadi sistem yang paling jelek sekalipun.

Untuk berevolusi sendiri, Revolusi itu merupakan suatu perubahan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan. Dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan, yang akan dialami oleh sistem itu nanti.

Bisa saja sistem ikon akan hancur saat mengalami revolusi, karena dipaksa dalam sistemnya menggunakan kekerasan yang akan dialami.

Sementara evaluasi Evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan.

Sistem ikon sudah mengalami tahap evaluasi, tinggal menunggu dua tahap lagi sistem itu tidak akan eror lagi. Dan nantinya sistem akan membantu Azam dengan lebih mudah dari yang sekarang ini.

Terjadinya evaluasi, revolusi dan evolusi di dalam sistem Ikon, karena sudah 3 hal itu sudah terdaftar sendiri di dalamnya, hanya tinggal menunggu satu persatu dari 3 hal itu melakukan sendiri kapan waktunya untuk berevolusi, kapan waktunya untuk berevaluasi dan kapan waktunya untuk berevolusi.

Masih di tempat yang sama, Azam bersama keluarganya masih sarapan bersama di ruang makan, tak ada obrolan dari keempat orang itu, semuanya terkesan dingin dan sibuk dengan dunia mereka sendiri-sendiri, Azam yang ingin memulai pembicaraan tapi dia tidak tahu harus memulainya dari mana.

"Hmmm" dehem Azam yang membuat Erlang membuka suaranya.

"Kenapa kak? batuk-batuk sakit tenggorokan ya?" tanya Erlang begitu saja, tanpa dia melihat Azam.

"Sepertinya begitu" sahut Azam dengan santai, dia ingin melihat apa yang akan dilakukan Erlang jika dirinya sakit.

"Bi, buatkan jahe hangat untuk kak Azam!" suruh Erlang pada pekerja di rumah Abraham itu.

Sudut bibir Azam terangkat dia tahu walaupun Erlang terkesan cuek padanya dan hanya sibuk pada dunianya sendiri, tapi Erlang memang diam-diam selalu peduli pada Azam.

"Baik den Erlang" sahut seorang pekerja.

Para pekerja di rumah itu tak menyangka jika pagi ini mereka akan melihat keluarga Abraham sarapan bersama, para pekerja ikut senang melihat momen pagi ini.

"Aku senang melihat para pemilik rumah ini sarapan bersama, biasanya mereka akan sarapan sendiri-sendiri,selama aku bekerja disini, aku baru pertama kali melihat keluarga ini ada diruangan yang sama" ucap salah satu pekerja yang belum lama bekerja di rumah itu.

Seorang pekerja lain menepuk pundak temannya. "Hia, jangankan kamu bi Narti dan bi Ijah saja  yang sudah bekerja di rumah ini selama bertahun-tahun, baru kali ini melihat nyonya dan yang lainnya bisa sarapan pagi bersama, bisa satu ruangan secara bersama" jelas temannya.

"Sudah tak usah pada gosip lagi, sekarang kembali lakukan pekerjaan kalian masing-masing" tegur bi Ijah.

Di meja makan, Azam dan Erlang menjadi sedikit mengobrol, seperti kakak beradik yang sebelumnya juga tak pernah terjadi baru kali ini.

"Terima kasih Lang"

"what for?" (untuk apa?)

"nothing I just want to thank you" sahut Azam. (tidak ada aku hanya ingin berterima kasih saja)

"Reall?"

"Ya!" setelah itu Erlang kembali terdiam, anehnya kedua orang tua dari dua anak itu tak ada satupun yang angkat bicara, saat kedua putra mereka bisa saling mengobrol satu sama lain. 

[Hampir berhasil, teruskan jangan putus semangat ini baru permulaan, begini saja jika orang tua anda belum bereaksi, lebih baik dekati adik anda dulu Erlang, dengan ada dorongan dari kalian berdua satu sama lain pasti tidak akan terlalu sulit] 

Azam dapat mendengar suara sistem ikon yang sedang memberikannya usulan. "Oke, aku juga tahu sebenarnya disini yang paling diabaikan bukan aku tapi Erlang, aku tak tahu dia sama sepertiku atau tidak, tapi yang pasti semua ini sulit bagi Erlang begitu juga denganku" balas Azam pada sistem.

"Tuan ini, jahe hangatnya" satu gelas jahe hangat yang diminta oleh Erlang tadi sudah tersaji di depan Azam.

Azam hanya mengangguk sebagai tanda terima kasih pada pekerja rumahnya itu. Tak menunggu lama Azam langsung meminum air jahe itu secara perlahan.

Erlang yang melihat kakaknya meminum air jahe yang dia suruh buat pada pekerja rumahnya merasa senang. "Apakah kak Azam sudah mulai berubah?" pikir Erlang merasa sedikit senang.

Sudah lama sekali Erlang berharap Azam mau memperhatikannya tak mengabaikan dirinya, walaupun kedua orang tuanya tidak peduli pada mereka, setidaknya Azam mau memberikan sedikit kasih sayang sebuah keluarga pada dirinya.

Heru yang sudah selesai makan, akan pergi dari ruang makan itu tak jadi kala mendengar perkataan yang keluar dari mulut Azam. "Pa, boleh aku menumpang mobil papa untuk berangkat kerja?"

Azam berharap papa nya memperbolehkan, bukan itu saja, dia sengaja berbicara seperti itu agara mama dan papa nya berkomentar.

"Memang mobilmu kenapa?" tanya Maya heran.

"Yes berhasil" Azam merasa senang akhirnya mama nya itu membuka suara juga.

"Benar memangnya ada apa dengan mobilmu?" bingung Heru.

Erlang sedang mengamati kakaknya, dia penasaran apa yang akan dilakukan oleh Azam. "Apa yang sebenarnya kakak rencanakan" batin Erlang.

"Kino sudah datang, tapi dia mengatakan jika saat sampai di depan rumah mobilku entah apa sebab ban mobilnya bisa bocor"

Tepat saat Azam berbicara seperti itu Kino datang. "Tuan ayo kita berangkat" Kino mematung di ruang keluarga yang berbatasan langsung dengan ruang makan, saat melihat dengan jelas pagi ini semua orang berada di ruang makan.

"Sungguh pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya" Entah kenapa pemandangan seperti itu bisa membuat Kino takjub.

Di ruang makan Heru, Maya dan Erlang masih tak mengerti dengan Azam, Kino mengajaknya berangkat, tapi dia malam mau bersama papa nya itu.

"Bukankah tadi kamu bilang ban mobilku bocor Kino" ucap Azam sedikit berteriak agar semua orang mendengarnya dan tak berpikir yang aneh.

Episodes
1 Bab 1. Musuh dalam selimut
2 Bab 2. Tak bahagia
3 Bab 3. Sistem Ikon
4 Bab 4. mengenal diri sendiri?
5 Bab 5. Misi pertama sulit?
6 Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7 Bab 7. Kecelakaan tunggal
8 Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9 Bab 9. Hampir berhasil
10 Bab 10. Misi pertama berhasil
11 Bab 11. Misi kedua
12 Bab 12. permintaan Azam
13 Bab 13. Orang tak dikenal
14 Bab 14. Merasa hal aneh
15 Bab 15. Siapa pak Rohim?
16 Bab 16. Dakwah pak Rohim
17 Bab 17. Akan Mulai belajar
18 Bab 18. Obrolan bermanfaat
19 Bab 19. Azam mengirim pesan
20 Bab 20. Robert
21 Bab 21. Tata cara berwudhu
22 Bab 22. pulang sholat subuh
23 Bab 23. Misi kedua selesai
24 24. Lantaran niat baik
25 Bab 25. Keresahan Azam
26 Bab 26. Misi ketiga
27 Bab 27. Rencana Azam
28 Bab 28. Lombok
29 Bab 29. Kino dan Erlang
30 Bab 30. Azam pamit
31 Bab 31. Pergi dari Lombok
32 Bab 32. Lorong waktu
33 Bab 33. Ditolong orang
34 Bab 34. Rencana Rapum
35 Bab 35. Tak tahu artinya
36 Bab 36. Mafia Black Bar
37 Bab 37. Desa sumber jaya
38 Bab 38. Rencana gagal
39 Bab 39. Azam Abraham
40 Bab 40. Menolong mereka
41 Bab 41. Sudah dimulai
42 Bab 42. kekacauan
43 Bab 43. Berhasil
44 Bab 44. Memancing
45 Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46 Bab 46. Misi keempat
47 Bab 47. Tempat yang dituju
48 Bab 48. Berkenalan
49 Bab 49. Robert dan Han
50 Bab 50. Rumah usang
51 Bab 51. Merasa haus
52 Bab 52. Curiga
53 Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54 Bab 54. Sembuh
55 Bab 55. Terbongkar
56 Bab 56. misi selesai
57 Bab 57. Bertemu nenek
58 Bab 58. kebahagain
59 Bab 59. keluarga Abraham
60 Bab 60. Allhamadulilah
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Bab 1. Musuh dalam selimut
2
Bab 2. Tak bahagia
3
Bab 3. Sistem Ikon
4
Bab 4. mengenal diri sendiri?
5
Bab 5. Misi pertama sulit?
6
Bab 6. Memiliki prinsip hidup?
7
Bab 7. Kecelakaan tunggal
8
Bab 8. Tak pernah sebelumnya
9
Bab 9. Hampir berhasil
10
Bab 10. Misi pertama berhasil
11
Bab 11. Misi kedua
12
Bab 12. permintaan Azam
13
Bab 13. Orang tak dikenal
14
Bab 14. Merasa hal aneh
15
Bab 15. Siapa pak Rohim?
16
Bab 16. Dakwah pak Rohim
17
Bab 17. Akan Mulai belajar
18
Bab 18. Obrolan bermanfaat
19
Bab 19. Azam mengirim pesan
20
Bab 20. Robert
21
Bab 21. Tata cara berwudhu
22
Bab 22. pulang sholat subuh
23
Bab 23. Misi kedua selesai
24
24. Lantaran niat baik
25
Bab 25. Keresahan Azam
26
Bab 26. Misi ketiga
27
Bab 27. Rencana Azam
28
Bab 28. Lombok
29
Bab 29. Kino dan Erlang
30
Bab 30. Azam pamit
31
Bab 31. Pergi dari Lombok
32
Bab 32. Lorong waktu
33
Bab 33. Ditolong orang
34
Bab 34. Rencana Rapum
35
Bab 35. Tak tahu artinya
36
Bab 36. Mafia Black Bar
37
Bab 37. Desa sumber jaya
38
Bab 38. Rencana gagal
39
Bab 39. Azam Abraham
40
Bab 40. Menolong mereka
41
Bab 41. Sudah dimulai
42
Bab 42. kekacauan
43
Bab 43. Berhasil
44
Bab 44. Memancing
45
Bab 45. Melanjutkan perjalanan
46
Bab 46. Misi keempat
47
Bab 47. Tempat yang dituju
48
Bab 48. Berkenalan
49
Bab 49. Robert dan Han
50
Bab 50. Rumah usang
51
Bab 51. Merasa haus
52
Bab 52. Curiga
53
Bab 53. Falback Azam dan Ruli
54
Bab 54. Sembuh
55
Bab 55. Terbongkar
56
Bab 56. misi selesai
57
Bab 57. Bertemu nenek
58
Bab 58. kebahagain
59
Bab 59. keluarga Abraham
60
Bab 60. Allhamadulilah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!