Mimpi 2

Airin membuka mata dengan perasaan yang terkejut, pikirannya terus tertuju pada mimpi yang barusan ia alami.

"Untung itu cuman mimpi, tapi kenapa aku bisa gak nolak, dia laki-laki asing, aku tidak kenal sama sekali dengannya, tapi mengapa aku malah diam saat dia?" perkataan Airin menggantung, ia sungguh merasa heran dengan dirinya sendiri.

"Arrrrgghh aku gak mau ingat-ingat itu lagi" Airin menutup telinga, sesuatu yang barusan terjadi di mimpinya membuatnya benar-benar kehilangan jati dirinya.

"Mbk" panggilan itu menghentikan tindakan Airin, Airin menatap ke arah Nana yang berdiri di ambang pintu.

"Kenapa?"

"Anterin aku sekolah"

"Sekolah, ini masih pagi, gak ada orang di sekolahan jam segini"

"Ini udah siang, lihat sekarang jam berapa"

Airin langsung beralih melihat ke arah jam yang terpampang di dinding.

"Jam 7, sudah jam 7 aja, aku kira masih jam 6" terkejut Airin ketika melihat jam yang menunjukkan pukul 7 pas.

"Ayo mbk anterin aku sekolah, nanti telat"

"Sebentar" Airin berlari masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan tubuhnya sebentar lalu keluar setelah semuanya siap.

Airin mendekati Nana yang duduk di teras rumah sembari menunggunya selesai.

"Ayo"

Nana bangkit dari duduk dan mendekati motor, Airin melajukan motor menuju sekolahan, sudah menjadi rutinitasnya setiap hari mengantar jemput Nana sekolah.

Sepanjang perjalanan Nana terus melihat ke arah genderuwo yang mengikuti Airin dari spion.

"Kenapa genderuwo itu gak pergi-pergi, apa yang dia inginkan sebenarnya, kenapa dia terus ngikutin mbk" batin Nana yang merasa aneh sekaligus penasaran.

Di sepanjang perjalanan Nana hanya diam saja, ia tidak mengatakan apapun, karena Airin jelas tidak akan mempercayainya.

Setelah memakan waktu yang cukup lama motor berhenti tepat di depan sekolahan Nana.

Nana langsung turun dan masuk ke dalam sekolahannya, Airin kembali melajukan motor menuju rumah.

Setelah sampai di rumah, Airin menyapu halaman rumah terlebih dahulu baru kembali ke dalam kamarnya untuk tidur.

Tak ada kegiatan yang Airin jalani selama ini, dia kebanyakan menghabiskan waktunya dengan tidur dan tidur.

Di dalam mimpi Airin kembali berada di tempat yang aneh, bukan hutan bukan rumah melakukan sebuah danau yang indah.

"Aku ada di mana, kenapa aku berada di sini, ibu bapak, kalian ada di sini bukan?" teriak Airin yang tengah kenapa menjadi ketakutan saat melihat danau yang indah itu.

Tak ada tanggapan, tempat yang Airin singgahi saat ini sepi dan sunyi, hanya ada dia seorang yang berada di sana.

"Ibu bapak, kalian ada di sini bukan?"

Masih tidak ada jawaban, Airin menjadi takut pada tempat yang indah itu.

Suara-suara aneh yang keluar dari dalam hutan yang ada di belakangnya membuatnya semakin tambah ketakutan.

"Ibu bapak tolong Airin"

"Airin takut hiks hiks" tangis Airin terduduk di bawah dengan memeluk tubuhnya sendiri.

"Jangan takut, ada aku di sini"

Suara itu membuat tangisan Airin terhenti, Airin mendongak menatap ke arah seseorang laki-laki yang berdiri di depannya dengan menyunggingkan senyuman manisnya.

"Bima"

Terkesiap Airin saat lagi-lagi ia bertemu dengan pria tampan yang begitu misterius dan sangat asing baginya.

"Iya ini aku, kamu tidak usah takut, ada aku di sini" dengan lembut Bima menghapus air mata yang mengalir di pipi Airin.

"Bima aku takut, aku ingin pulang, ayo antarkan aku pulang"

"Tidak akan ada apa-apa Airin, kamu tidak usah takut, ada aku di sini, aku yang menjaga mu dan menjamin kalau kamu tidak akan terluka walau sedikitpun"

"Tapi Bima aku ingin pulang, aku tidak mau di sini, aku takut"

"Ayo ke rumah ku saja, di sana aman, tidak akan ada bahaya yang mengancam mu, karena aku tidak akan pernah biarkan siapapun melukai mu"

Airin mengangguk, kejadian mengerikan yang waktu itu ia alami sekarang sudah tak ia ingat, awal bagaimana ia bertemu dengan Bima sudah benar-benar ia lupakan.

"Ayo ikut ke rumah ku, di sana aman untuk mu"

Airin setuju ia mengekor di belakang Bima.

Bima masuk ke dalam hutan, Airin mengikutinya dari belakang, suara-suara aneh dari pada hewan-hewan kecil dan juga makhluk-makhluk halus yang menjadi penghuni hutan selama ini terus terdengar di telinga Airin yang berjalan menunduk.

Sepanjang perjalanan Airin tak mendongakkan wajahnya sama sekali, ia merasakan banyak sekali makhluk-makhluk halus di sekitarnya itu yang membuatnya tak berani menatap mereka semua.

Tiba-tiba Bima menghentikan langkahnya, Bima menatap ke arah Airin yang terus menunduk.

"Jangan takut, ada aku di sini"

Airin mendongak menatap wajah Bima yang entah kenapa membuatnya tenang walaupun ia masih belum tau siapa Bima sebenarnya.

"Ayo jalan lagi" Bima menggenggam erat tangan Airin lalu kembali berjalan menuju rumahnya.

Airin merasa sedikit tenang, tidak takut seperti tadi.

Suara-suara hewan-hewan dan makhluk-makhluk halus masih terus terdengar namun Airin tidak begitu takut seperti sebelumnya.

Setelah beberapa lama mereka berjalan, akhirnya hutan itu telah usai, mereka bertemu dengan sebuah rumah kuno yang besar di ujung hutan.

Airin menatap rumah kuno itu, ia tidak melihat rumah lain lagi setelah itu, rumah kuno itu berdiri sendiri di sana.

"Itu rumah ku, ayo masuk ke dalam"

Airin mengangguk, ia masuk ke dalam rumah kuno bersama Bima.

Mata Airin terus melihat ke penjuru ruangan yang benar-benar berbeda dengan rumahnya, di dalam rumah kuno itu banyak sekali tulisan-tulisan yang tidak ia mengerti.

"Sepi sekali rumah ini, apa di sini tidak ada orang lain lagi selain kita berdua?"

"Tidak ada, selama ini aku memang tinggal sendiri, jadi kau tidak akan menemukan orang lain lagi di rumah ini"

Mendengar jawaban Bima Airin pun langsung diam, pantas saja keadaan rumah itu sepi, ternyata hanya mereka berdua yang berada di rumah itu.

Airin melangkah masuk ke dalam salah satu kamar dan kamar itu sudah tidak asing baginya, karena ia pernah masuk ke dalam kamar itu di mimpi sebelumnya.

Airin mendekati kaca besar yang berada di kamar Bima.

Tiba-tiba Bima memeluk pinggang Airin, Airin langsung tercekat, ia menatap Bima dengan tidak percaya.

"Jangan bergerak, aku menginginkan mu"

"Apa kau gila, lepaskan aku, jangan sentuh aku lagi, kau bukan siapa-siapa ku, jangan berbuat yang tidak-tidak pada ku atau-

"Atau apa?"

Airin menatap wajah Bima yang tampak tenang, tak ada rasa takut pada ancamannya walau sedikitpun.

"Atau aku akan bunuh kamu!"

"Oh ya, sebelum kau bunuh aku, aku sudah lebih dulu menaklukkan mu"

"Arrrrgghh"

Terpopuler

Comments

FiaNasa

FiaNasa

pagi² aja Airin tidur klau g ada aktifitas ya ngaji kek sholat Dhuha kek,,mondok 3 th g ada manfaatnya klau kerjaannya cuma molor aja.

2023-02-23

1

lihat semua
Episodes
1 Penghinaan
2 Ke puskesmas
3 Kemarahan Ratna
4 Menjambak keras rambutnya
5 Menangis sepanjang malam
6 Tidak ada perubahan
7 Ekonomi sulit
8 Di ikuti genderuwo
9 Di bawa ke dukun
10 Penjelasan dukun
11 Bekas kemerahan di leher
12 Menjaga jarak
13 Keanahen Nana
14 Ternodai
15 Noda merah di seprei
16 Kesurupan
17 Memutuskan berhenti dari pondok
18 Mimpi
19 Mimpi 2
20 Kerasukan
21 Kerasukan 2
22 Kerasukan 3
23 Mimpi di dalam mimpi
24 Kedatangan polisi
25 6 bulan kemudian
26 Keguguran
27 Di nodai genderuwo
28 Dendam yang terbalaskan
29 Kepergian Bima
30 Undangan
31 Hadir di dunia nyata
32 Menatapnya tanpa henti
33 Berusaha menghancurkannya
34 Kemarahan Airin
35 Menghindarinya
36 Terkejut ketika tau segalanya
37 Akan berusaha menolak
38 Balas dendam
39 Kedatangan tamu tak di undang
40 Rencana licik Kamila
41 Berusaha mengusir Zidan
42 Rawan anak hilang
43 Panggilan dari orang misterius
44 Terbakar api cemburu
45 Alasan menghindarinya
46 Kesepakatan bersama
47 Melihatnya menikah
48 Hati yang terluka
49 Kemarahan bu Juleha
50 Ketakutan
51 Dua orang yang saling mencintai
52 Terjebak di tempat yang gelap
53 Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54 Di kejar makhluk seram
55 Kecewa
56 Bimbang
57 Tidak ada lagi ruang untuk mu
58 Percekcokan Yasha dan Zidan
59 Berusaha melarangnya datang
60 Moment 10 tahun yang lalu
61 Masam
62 Fitnah keji
63 Fitnah keji 2
64 Mata yang ternodai
65 Saling adu mulut
66 Apapun bisa di tikung
67 Kaget
68 Tertangkap basah
69 Lingkaran api
70 Mengabaikannya
71 Tegang
72 Tenang di tempat yang salah
73 Mempercepat pernikahan
74 Kecurigaan Nana
75 Deal
76 Di introgasi
77 Kemarahan Nana
78 Tidak bisa memberontak
79 Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80 Pengawasan yang di perketat
81 Kembali bercek-cok
82 Menjatuhkan harkat dan martabat
83 Di desak
84 Kekacauan Zidan
85 Menganggapnya Airin
86 Positif hamil
87 Pernikahan dadakan
88 Tak henti-hentinya berdoa
89 Resmi menjadi pasangan suami istri
90 Biang kerok
91 Pengantin baru
92 Tak ingin kehilangan dia
93 Taruhan
94 Kepergian Yasha
95 Di rundung kesedihan
96 Tidak ada kabar tentangnya
97 Berjuang sendiri
98 Tertekan selama kepergiannya
99 DEG!
100 Kenyataan pahit
101 Tamat
102 Pengumuman Novel baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Penghinaan
2
Ke puskesmas
3
Kemarahan Ratna
4
Menjambak keras rambutnya
5
Menangis sepanjang malam
6
Tidak ada perubahan
7
Ekonomi sulit
8
Di ikuti genderuwo
9
Di bawa ke dukun
10
Penjelasan dukun
11
Bekas kemerahan di leher
12
Menjaga jarak
13
Keanahen Nana
14
Ternodai
15
Noda merah di seprei
16
Kesurupan
17
Memutuskan berhenti dari pondok
18
Mimpi
19
Mimpi 2
20
Kerasukan
21
Kerasukan 2
22
Kerasukan 3
23
Mimpi di dalam mimpi
24
Kedatangan polisi
25
6 bulan kemudian
26
Keguguran
27
Di nodai genderuwo
28
Dendam yang terbalaskan
29
Kepergian Bima
30
Undangan
31
Hadir di dunia nyata
32
Menatapnya tanpa henti
33
Berusaha menghancurkannya
34
Kemarahan Airin
35
Menghindarinya
36
Terkejut ketika tau segalanya
37
Akan berusaha menolak
38
Balas dendam
39
Kedatangan tamu tak di undang
40
Rencana licik Kamila
41
Berusaha mengusir Zidan
42
Rawan anak hilang
43
Panggilan dari orang misterius
44
Terbakar api cemburu
45
Alasan menghindarinya
46
Kesepakatan bersama
47
Melihatnya menikah
48
Hati yang terluka
49
Kemarahan bu Juleha
50
Ketakutan
51
Dua orang yang saling mencintai
52
Terjebak di tempat yang gelap
53
Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54
Di kejar makhluk seram
55
Kecewa
56
Bimbang
57
Tidak ada lagi ruang untuk mu
58
Percekcokan Yasha dan Zidan
59
Berusaha melarangnya datang
60
Moment 10 tahun yang lalu
61
Masam
62
Fitnah keji
63
Fitnah keji 2
64
Mata yang ternodai
65
Saling adu mulut
66
Apapun bisa di tikung
67
Kaget
68
Tertangkap basah
69
Lingkaran api
70
Mengabaikannya
71
Tegang
72
Tenang di tempat yang salah
73
Mempercepat pernikahan
74
Kecurigaan Nana
75
Deal
76
Di introgasi
77
Kemarahan Nana
78
Tidak bisa memberontak
79
Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80
Pengawasan yang di perketat
81
Kembali bercek-cok
82
Menjatuhkan harkat dan martabat
83
Di desak
84
Kekacauan Zidan
85
Menganggapnya Airin
86
Positif hamil
87
Pernikahan dadakan
88
Tak henti-hentinya berdoa
89
Resmi menjadi pasangan suami istri
90
Biang kerok
91
Pengantin baru
92
Tak ingin kehilangan dia
93
Taruhan
94
Kepergian Yasha
95
Di rundung kesedihan
96
Tidak ada kabar tentangnya
97
Berjuang sendiri
98
Tertekan selama kepergiannya
99
DEG!
100
Kenyataan pahit
101
Tamat
102
Pengumuman Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!