Airin mengebut di jalanan, ia ingin segera sampai di sekolahan Nana yang lumayan jauh dari rumahnya.
Tak berselang lama dari itu Airin menghentikan motornya di depan sekolah Nana.
"Mbk kemana aja, kenapa lama banget, aku nungguin lama di sini" omel Nana yang berdiri di depan sekolahan.
Suasana sekolahan sudah sepi, semua murid-murid sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
"Maaf mbk ketiduran, ayo naik"
"Enggak mau"
Airin langsung mengerutkan alis."Kok gak mau, ayo cepetan naik"
Nana menggelengkan kepalanya."Ayo na kita harus pulang, nanti ibu nyariin"
Nana tetap tidak mau, ia terus menggelengkan kepalanya.
"Mau kamu apa?"
"Usir dia dulu, baru aku mau pulang"
Airin tambah bingung dengan apa yang Nana katakan.
"Siapa yang mau di usir, di sini hanya ada kita berdua saja, gak ada orang lain"
"Ada kak, itu di belakang kakak, dia terus ngikutin kakak dari kemarin"
Airin menatap ke arah jok yang kosong, tidak ada siapapun yang terlihat, di dekatnya juga tidak ada siapapun, namun mengapa Nana terus mengatakan kalau ada orang yang mengikutinya.
"Tapi gak ada siapa-siapa Nana, di belakang mbk kosong, gak orang lain, hanya kita berdua yang berada di sini"
"Ada, itu orangnya" tunjuk Nana pada genderuwo namun Airin tidak dapat melihatnya.
"Enggak ada na, gak ada siapapun, kamu salah lihat mungkin, ayo kita pulang, nanti ibu nyariin"
Nana menghela napas, ia terpaksa mau ikut pulang bersama Airin.
Airin melajukan motor menuju rumahnya kembali.
Sepanjang perjalanan Nana tidak mengatakan apapun, ia diam saja dan itu semua membuat Airin semakin merasa aneh pada adiknya.
"Ada apa sama Nana, kenapa dia tiba-tiba diam, biasanya dia gak pernah kayak gini" batin Airin merasa aneh.
Airin terus melajukan motor dan berhenti tepat di depan rumahnya.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab mik yang berada di depan rumah.
"Bapak mana mik?" Nana langsung menanyakan tentang Farhan yang tak terlihat di matanya.
"Nebang pohon pulai, kamu mau ikut?" Nana langsung menggeleng cepat.
"Enggak mau, pohon itu banyak hantunya, Nana gak mau di ganggu sama hantu" mik tersenyum mendengar jawaban si kecil manis itu.
"Sana kamu ganti baju dulu, baru makan" suruh mik yang di balas anggukan oleh Nana.
"Airin kamu mau kemana?" langkah Airin langsung terhenti saat mendengar suara Ratna.
"Ke kamar bu"
"Tadi pagi kamu belum makan, sekarang kamu makan dulu" suruh Ratna yang tengah menyapu lantai.
"Baik bu"
Airin masuk ke dalam dapur, ia makan di sana sendirian.
Setelah selesai makan Airin masuk ke dalam kamarnya, ia kembali merebahkan tubuhnya di kasur dengan memainkan hp.
"Mbk ini jagung"
Airin menatap ke arah Nana yang berdiri di ambang pintu dengan membawa jagung bakar.
"Masuk aja, kenapa di sana"
"Enggak mau, dia masih belum pergi, aku gak mau masuk kalau dia masih ada di dekat mbk"
"Di dekat mbk gak ada siapapun, kamu stop bilang aneh-aneh kayak gini"
"Mbk harus percaya sama aku kalau di dekat mbk ada genderuwo"
"Genderuwo? kamu ngawur ya" Airin tertawa paksa, ia tak menanggapi serius ucapan Nana.
"Mana ada genderuwo di sini, kamu jangan bohong terus na"
"Aku gak boong mbk, beneran ada genderuwo yang ngikutin mbk, mangkanya aku gak mau dekat-dekat sama mbk"
Airin menatap aneh, ia merasa bingung harus percaya atau tidak dengan ucapan Nana.
"Enggak, enggak, enggak, kamu bohong, gak mungkin ada genderuwo yang ngikutin mbk, siniin jagungnya"
Terpaksa Nana masuk ke dalam kamar Airin dan mendekatinya.
"Ini" Nana melempar jagung itu dengan kasar.
"Eh mau kemana?" Airin melihat Nana yang hendak keluar dari dalam kamarnya.
"Main apalagi, mbk mau ikutan?"
"Enggak males, oh ya kamu dapat jagung ini dari mana?"
"Enggak tau, bapak yang ngasih"
Setelah mengatakan hal itu Nana langsung keluar dari dalam kamar Airin, ia benar-benar ngeri saat melihat genderuwo yang berada di dekat Airin.
"Dari mana bapak ambil jagung ini ya?"
"Ah bodo, aku gak mau mikirin itu"
Airin memakan jagung bakar itu yang benar-benar lezat menurutnya.
"Airin"
Airin langsung menatap ke arah Ratna yang masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa bu?"
"Jagain rumah ya, ibu sama bapak mau keluar sebentar, kamu jagain Nana di sini, mik sama abah lagi ada di rumah pak Jefri, di sana ada orang yang baru meninggal"
"Meninggal? siapa yang meninggal bu, kenapa Airin gak tau dan gak ada berita-berita apa sejak tadi?"
"Ada kerabatnya pak Jefri yang meninggal dan di bawa pulang ke kampung, dia dari Jakarta, sekarang ambulance masih belum sampai, kamu jagain rumah, ibu sama bapak mau keluar dulu"
"Baik bu, suruh Nana ke sini aja bu"
"Iya" Ratna keluar dari dalam kamar Airin.
"Mbk" pandangan Airin langsung tertuju pada Nana yang berdiri di ambang pintu.
"Sini, kenapa berdiri di sana"
Nana menggeleng."Enggak mau, dia masih belum pergi"
"Dia gak akan bahayain kamu kok, sini aja, dia gak gigit"
"Enggak mau mbk, mbk ayo kita ke rumah pak Jafri, kita ke sana aja, dari pada di sini cuman berdua"
"Tapi bagaimana dengan rumah?"
"Gak akan ada yang bakal ngambil juga, biarin aja rumah gak ada yang jaga, orang di rumah gak ada apa-apanya"
"Iya juga, ayo kita ke sana, bentar mbk mau ambil kerudung dulu"
Airin mengambil kerudung yang ia letakkan di atas nakas.
Nana menajamkan matanya saat melihat Airin tengah memakai jilbab di depan kaca lemari besar.
"Itu leher mbk kenapa, kok merah-merah?"
Airin langsung melihat ke arah lehernya yang merah.
"Mbk juga gak tau, merah sendiri, mungkin karena ulat"
Nana diam, ia terus melihat ke arah leher Airin yang seperti memar-memar, namun ia tidak mengatakan apa-apa.
"Ayo kita ke rumah pak Jefri"
Nana mengangguk, lalu keduanya berangkat ke rumah pak Jafri, tak lupa pula Airin mengunci rumah sebelum ia tinggal.
"Ayo kita ke sana"
Nana hanya mengangguk, ia memberi jarak yang agak jauh dengan Airin, ia tidak mau dekat-dekat dengan Airin karena genderuwo itu terus mengikuti Airin.
Airin menatap aneh ke arah Nana yang menjaga jarak.
"Nana kenapa ya, kok dia makin hari makin aneh aja, apa benar ada genderuwo yang ngikutin aku, tapi untuk apa, aku gak lakuin apapun, masa iya ada genderuwo yang ngikutin aku, pasti Nana bohong, gak mungkin itu terjadi" batin Airin yang tetap tak percaya walaupun Nana sudah bilang yang sebenarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
FiaNasa
ini critanya gimana ya,,masak Airin g merasakan gimana gitu klau ada mahluk yg ikutin dia,,padahal dia kan udah mondok tuh,lagian dia g percaya ucapan adiknya,,dr awal juga katanya cuma libur 3 hari tp kok udah sembuh gbalik² juga k pondok..juga klau udah tau kena hal gaib ortunya kok g kasih nasehat agar perbanyak zhikir kek jgn telat sholat kek sebagai benteng.
2023-02-23
1