"Sstt jangan nangis, mungkin sebentar lagi rasa sakitnya akan hilang"
Airin terus menangis, walaupun Ratna terus berusaha menenangkannya namun Airin tetap saja tidak bisa tenang, karena rasa sakit itu benar-benar sangat luar biasa, seperti tercabik-cabik rasanya perut Airin saat ini.
"Airin gak kuat bu, apa yang harus Airin lakuin, sakiiit banget bu hiks hiks"
Ratna merasa sangat iba sekali pada Airin yang terus mengeluh sakit namun ia tidak bisa apa-apa.
"Sakitnya gak berkurang sama sekali?" Airin menggeleng cepat, obat yang di berikan bu bidan itu tidak berfungsi, buktinya perut Airin masih sangat sakit walaupun sudah minum obat.
"Enggak bu, obat itu gak dapat ngurangin rasa sakitnya sama sekali, Airin harus gimana bu, Airin gak kuat" air mata terus mengalir di pipi Airin, ia terus memegangi perutnya yang terasa sakit.
Ratna menghapus air mata itu."Kalau sampai sore rasa sakit itu tidak berkurang, kita periksa lagi"
Airin tidak menjawab, ia terus menangis dengan menahan rasa sakit itu.
"Kenapa Airin Ratna?" Ratna berbalik badan menghadap ke arah mik yang berdiri di ambang pintu.
"Airin ngeluh sakit mik, Ratna gak tau harus ngapain, obat yang di kasih sama bu bidan gak ngaruh sama sekali"
"Di mana Farhan, apa dia sudah pulang?" Ratna menggeleng cepat.
"Belum mik, bang Farhan masih belum pulang"
"Mik sakit mik, perut Airin sakit mik" Airin mengadukan rasa sakit itu pada miknya.
Mik mendekati Airin, ia sangat merasa iba pada Airin cucu pertamanya.
"Ndok kamu yang sabar, kamu harus bisa kuat, kamu pasti akan sembuh, mik yakin itu" Airin menggeleng cepat, ia rasanya sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit itu.
"Ratna telpon Farhan, suruh dia pulang, anak sakit kok malah keluyuran" suruh mik.
"Baik mik"
Ratna menghubungi Farhan.
tutt
tutt
tutt
"Ayo bang angkat" cemas Ratna karena Farhan tak kunjung mengangkat telponnya.
tutt
tutt
tutt
Berulang kali Ratna mencoba menghubungi Farhan namun tetap saja Farhan tidak mengangkatnya.
"Gak dia angkat mik"
"Farhan bilang akan kemana, kenapa dari kemarin gak pulang-pulang juga?"
"Bang Farhan gak bilang mau kemananya, dia cuman bilang kalau dia gak pulang saja"
Vroom
Vroom
Vroom
Suara kendaraan berhenti tepat di depan rumah.
"Itu kayaknya bang Farhan mik"
"Bagaimana keadaan Airin?" Farhan berdiri di ambang pintu.
"Masih sama bang, tidak ada perubahan sama sekali, obat yang di berikan bu bidan gak ngaruh sama sekali"
"Pak sakit pak, perut Airin sakit hiks hiks" Airin terus menangis, ia seperti orang yang kesurupan karena rasa sakit itu.
"Apa kita bawa ke bidan lain aja?"
"Iya bang, Airin harus di bawa ke bidan lagi, bidan kemarin itu tidak ngaruh sama sekali pada Airin, kita harus bawa Airin ke bidan lain, mudah-mudahan Airin bisa sembuh"
Farhan mengangguk, ia masih diam di tempat tanpa ingin pindah sedikitpun.
"Ayo sekarang kita ke bidan lagi, abang mau minta tolong pak Joni dulu, ibu bantu Airin siap-siap" Ratna mengangguk kemudian Farhan keluar dari dalam rumah untuk menemui beliau untuk meminta bantuan.
Ratna membantu Airin untuk siap-siap.
"Kita ke puskesmas lagi, semoga saja setelah ini kamu bisa sembuh" Airin mengangguk, ia ingin segera sembuh, ia sudah tidak mau sakit lagi.
"Mik Ratna pergi dulu, Ratna titip Nana, kalau dia nyariin Ratna, bilang aja kalau Ratna lagi bawa Airin ke puskesmas"
"Iya, kamu tidak usah khawatir sama Nana, mik yang bakal jagain dia, sana bawa Airin ke puskesmas"
"Kami berangkat dulu mik, assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Ratna dan Arin keluar dari kamar itu, ia masuk ke dalam mobil pak Joni.
Pak Joni melanjutkan mobilnya menuju puskesmas yang agak lebih jauh dari puskesmas yang kemarin.
Warga-warga yang melihat Airin masuk ke dalam mobil pak Joni pada bergosib.
"Kenapa mereka bawa Airin ke puskesmas pake mobil segala, dia itu sakit apa coba?" nyinyir bu Juleha yang tidak akan pernah bisa di hentikan.
"Kayaknya dia itu sakit keras, ayo kita nanya langsung sama mik Muna, dia pasti tau Airin sakit apa" usul Sadu'a yang sangat kepo pada penyakit yang Airin derita.
"Tunggu apa lagi, ayo kita ke sana aja, kita harus cari tau kenapa Airin di bawa ke puskesmas, kita harus tau dia sakit apa" ajak bu Rukayah yang juga sangat penasaran pada apa yang terjadi pada Airin.
Mereka semua mendekati mik yang baru keluar dari dalam kamar Airin.
"Mik" teriak mereka yang membuat langkah mik terhenti dan beralih menatap ke arah mereka semua.
"Ada apa, kenapa kalian pada ke rumah mik semua?"
"Mik Airin itu mau kemana?" penasaran bu Juleha.
"Mau di bawa ke puskesmas"
"Emang Airin itu sakit apa mik, kenapa cuman mau periksa pake mobil segala?" ingin tau bu Rukayah.
"Mik juga gak tau Airin sakit apa, cuman kemarin setelah habis pulang dari rombongan Airin ngeluh sakit perut saat sudah sampai di rumah, tapi sampai sekarang masih belum sembuh juga, ini adalah kali kedua Airin di bawa ke puskesmas"
"Kok bisa tiba-tiba Airin sakit mik, perasaan kemarin Airin baik-baik aja" merasa aneh bu Sadu'a.
"Mik juga gak tau, dia tiba-tiba sakit perut gitu aja"
"Apa mungkin Airin kena santet ya mik" menerka-nerka bu Rukayah.
"Santet?"
"Kamu ngada-ngada, siapa yang mau nyantet Airin, orang Airin gak pernah ngelakuin hal yang macem-macem sama orang-orang"
"Enggak harus Airin yang ngelakuinnya mik, bisa aja ada orang yang gak suka sama mik lalu dia buat mik menderita dari Airin" ucapan bu Rukayah membuat mik terdiam.
"Ah tidak mungkin, Airin cuman sakit biasa, dia tidak mungkin sakit karena di santet atau di kirim barang-barang gaib sama orang" bantah mik karena ia merasa hal itu tidak akan terjadi.
"Airin mau di periksa di mana mik?" penasaran bu Sadu'a.
"Di puskesmas"
"Kenapa gak di rumah sakit aja?"
"Kalau gak sembuh maka terpaksa Airin akan di bawa ke rumah sakit besar, ini lagi nunggu apakah setelah habis di periksa lagi ada perubahan di dalam diri Airin atau tidak, kalau tidak ada maka akan di bawa ke rumah sakit besar"
"Oh gitu mik"
"Kami pamit dulu mik, kami lagi ada banyak pekerjaan yang masih belum selesai" pamit bu Rukayah.
"Iya"
Mereka semua membubarkan diri dari rumah mik Muna setelah rasa penasaran itu terbayarkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
HNF G
koq diperiksa ke bidan, emangnya hamil? 😅🤦♀️
harusnya dibawa ke dokter.
itu si juleha gak kapok2 ya jd orang, heran deh
2023-08-23
0
Anastasya
kebiasaan emak2 sukanya nyinyir aja! hadeeeh
2023-01-11
4