Di bawa ke dukun

Ratna dan Farhan masuk ke dalam ruangan dokter.

"Selamat siang dok"

"Selamat siang, silahkan duduk pak bu" dokter cantik itu mempersilahkan mereka duduk.

Ratna dan Farhan duduk di tempat yang dokter itu tunjuk.

"Bagaimana hasilnya dok, anak saya sakit apa?" penasaran Ratna, ia sungguh ingin tau Airin mengidap penyakit apa.

Dokter itu melihat hasil pemeriksaan itu."Anak ibu tidak sakit apapun, semuanya normal, tidak ada penyakit berbahaya yang terdeteksi"

Farhan dan Ratna terkejut, jelas-jelas Airin kesakitan, namun mengapa tidak ada penyakit yang di temukan.

"Dokter pasti salah, anak saya itu dari kemarin terus ngeluh sakit, saya sudah periksa dia sampai dua kali ke puskesmas, tapi gak ngaruh sama sekali, mangkanya kami bawa ke sini biar kami tau dia sakit apa sebenarnya, tapi kenapa dokter malah bilang gak ada penyakitnya?" tak percaya Ratna dengan hasil pemeriksaan.

"Tapi bener ibu, hasilnya memang seperti ini, anak ibu gak sakit apapun"

"Enggak, ini pasti dokter salah, coba dokter periksa lagi" titah Farhan.

"Baik saya akan periksa kembali" untuk meyakinkan mereka berdua, dokter itu pun rela kembali meriksa Airin.

Dokter itu kembali meriksa Airin, biar Farhan dan Ratna percaya kalau sebenarnya Airin tidak sakit apapun, namun anehnya perut Airin terus saja sakit, di beri obat pereda nyeri pun tidak ngaruh sama sekali.

1 jam kemudian hasil pemeriksaannya keluar.

"Bagaimana dokter, bagaimana hasilnya?"

"Sama, pasien tidak mengidap penyakit apapun"

Ratna dan Farhan terkejut, sebenarnya mereka senang Airin tidak sakit apapun, tetapi melihat Airin yang kesakitan seperti itu mereka yakin kalau Airin mengidap suatu penyakit.

"Enggak mungkin, dokter pasti salah, anak saya kesakitan dokter, tapi kenapa saat di periksa tidak di temukan penyakit apapun" tunjuk Farhan ke arah Airin yang terus menangis.

"Tapi bener pak, kalau pasien tidak mengidap penyakit apapun"

"Ini gak bener, ayo Airin kita pulang, gak guna kita berada di sini" ajak Farhan yang sudah kesal pada hasil yang tidak di ketahui itu.

Airin di bantu keluar dari dalam rumah sakit oleh Farhan dan Ratna.

Mereka bertiga mendekati pak Joni yang tengah duduk santai di parkiran dengan segelas kopi hitam yang berada di sampingnya.

"Gimana hasilnya, Airin sakit apa Ratna?"

"Tidak di ketahui, dokternya payah, dia tidak tau apa penyakit anak ku, ayo pak Joni kita pulang, sia-sia kita datang ke sini"

Ratna begitu kesal, ia berharap datang ke rumah sakit besar dapat membuatnya mengetahui penyakit yang di derita Airin, tetapi hal itu tak sama sekali terwujud.

"Sebentar" pak Joni dengan terburu-buru menyeruput kopi hitam itu meski masih panas, menurutnya sayang kalau tidak di minum.

"Ayo kita pulang, pelan-pelan saja Airin" pak Joni membuka pintu mobilnya agar Airin masuk ke dalam.

Airin mengangguk, ia di bantu Farhan dan Ratna untuk masuk ke dalam mobil pak Joni kembali.

Pak Joni melajukan mobil menuju desa Melati, sepanjang perjalanan Ratna tampak ngomel karena tidak ada hasil yang ia dapatkan.

"Bagaimana rumah sakit ini, kenapa tidak bisa ngedeteksi penyakit Airin, apa alatnya kurang canggih, sehingga beginian saja tidak bisa"

"Huft sia-sia aku datang ke sini, udah mahal-mahal gak ada hasilnya"

"Sabar Ratna, mungkin saja dokter itu benar kalau Airin tidak ngidap penyakit mematikan" pak Joni menenangkan Ratna yang terus ngomel.

"Aku senang pak Joni kalau Airin gak sakit keras, cuman dia itu dari kemarin udah ngeluh sakit perut, kenapa saat di periksa gak ada penyakitnya, kan aneh"

"Kalau ke dokter gak ada hasilnya, mending kalian bawa Airin ke dukun saja, siapa tau Airin sakit itu karena hal-hal gaib"

Mereka berdua diam, ucapan pak Joni ada benarnya juga, di periksa ke puskesmas hingga ke rumah sakit tapi tetap saja tidak ada hasilnya, bisa jadi Airin terkena hal-hal gaib sehingga dokter tak dapat mendeteksi penyakit yang di deritanya.

"Hal gaib gimana pak Joni, Airin gak pernah nyakitin hati orang lain, masa iya ada orang yang berniat jahat padanya dengan cara ngirim santet" tak percaya Farhan jika ada orang yang melakukan itu pada anaknya.

"Gak harus santet, bisa aja ada orang dengki pada keluarga kalian, dia gunain Airin anak kalian dalam melakukan tindakan jahatnya"

"Bisa jadi, di periksa ke puskesmas sampai 2 kali gak ada hasilnya, di periksa ke rumah sakit besar saja gak ada hasilnya juga, jadi kayaknya jalan satu-satunya kita harus bawa Airin ke dukun, mungkin saja dukun tau kenapa penyakit Airin gak bisa di deteksi" jawab Ratna.

"Masalahnya dukun mana yang mau kita datangin, aku enggak pernah tau kalau di desa Melati ada dukun" bingung Farhan.

"Ada han, dia itu tinggal di desa sebelah, apa mau saya antar saja ke sana" tawar pak Joni.

"Boleh pak Joni, semoga saja saat datang ke dukun Airin bisa sembuh" jawab Ratna.

Pak Joni mengangguk dan terus melajukan mobil menuju desa Mawar yang di sana ada seorang dukun.

Sepanjang perjalanan Airin terus menangis, perutnya benar-benar sakit, Ratna, Farhan dan juga pak Joni merasa iba pada nasib Airin, mereka hanya bisa menenangkan Airin yang terus mengeluh sakit.

Tak cuman mereka bertiga genderuwo yang mengikuti Airin dari tadi merasa iba pada Airin, ia hanya diam dengan duduk di samping Airin, rasanya kupingnya panas saat mendengar tangisan Airin namun yang bisa ia lakukan hanya diam.

"Pak Joni lebih cepat lagi pak" titah Ratna.

Pak Joni mengangguk dan terus melajukan mobil menuju desa Mawar.

Sekitar 10 meter mobil akan masuk ke gapura yang di dalamnya banyak desa, tiba-tiba banyak kendaraan roda dua dan empat yang melaju dengan pelan.

Pak Joni terpaksa memelankan laju mobilnya, kemacetan panjang terjadi di jalanan itu.

"Kok macet, ada apa ini?" penasaran Farhan.

"Kayaknya ada sesuatu, bentar saya akan nanya dulu" pak Joni membuka jendela mobil.

"Ada apa pak, kenapa bisa macet?" pengendara motor yang berada di samping mobil pak Joni menatap ke arah pak Joni.

"Ada orang kecelakaan pak di depan, mangkanya macet"

"Oh ada kecelakaan, pantes saja macet banget" Ratna mewajarkan kejadian ini.

"Ibu sakit banget, Airin ingin pulang, gak mau ada di sini, ayo kita pulang bu"'

"Iya kita akan pulang, kamu yang sabar dulu, sebentar lagi kita akan pulang juga"

Airin terus menggeleng, ia masih menangis, rasa sakit di perutnya semakin terasa, sungguh sakitnya melebihi apapun, ia rasanya tak kuat menahan rasa sakit itu.

Terpopuler

Comments

Amelia Syharlla

Amelia Syharlla

sakit apa sebenarnya thor

2023-02-22

1

lihat semua
Episodes
1 Penghinaan
2 Ke puskesmas
3 Kemarahan Ratna
4 Menjambak keras rambutnya
5 Menangis sepanjang malam
6 Tidak ada perubahan
7 Ekonomi sulit
8 Di ikuti genderuwo
9 Di bawa ke dukun
10 Penjelasan dukun
11 Bekas kemerahan di leher
12 Menjaga jarak
13 Keanahen Nana
14 Ternodai
15 Noda merah di seprei
16 Kesurupan
17 Memutuskan berhenti dari pondok
18 Mimpi
19 Mimpi 2
20 Kerasukan
21 Kerasukan 2
22 Kerasukan 3
23 Mimpi di dalam mimpi
24 Kedatangan polisi
25 6 bulan kemudian
26 Keguguran
27 Di nodai genderuwo
28 Dendam yang terbalaskan
29 Kepergian Bima
30 Undangan
31 Hadir di dunia nyata
32 Menatapnya tanpa henti
33 Berusaha menghancurkannya
34 Kemarahan Airin
35 Menghindarinya
36 Terkejut ketika tau segalanya
37 Akan berusaha menolak
38 Balas dendam
39 Kedatangan tamu tak di undang
40 Rencana licik Kamila
41 Berusaha mengusir Zidan
42 Rawan anak hilang
43 Panggilan dari orang misterius
44 Terbakar api cemburu
45 Alasan menghindarinya
46 Kesepakatan bersama
47 Melihatnya menikah
48 Hati yang terluka
49 Kemarahan bu Juleha
50 Ketakutan
51 Dua orang yang saling mencintai
52 Terjebak di tempat yang gelap
53 Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54 Di kejar makhluk seram
55 Kecewa
56 Bimbang
57 Tidak ada lagi ruang untuk mu
58 Percekcokan Yasha dan Zidan
59 Berusaha melarangnya datang
60 Moment 10 tahun yang lalu
61 Masam
62 Fitnah keji
63 Fitnah keji 2
64 Mata yang ternodai
65 Saling adu mulut
66 Apapun bisa di tikung
67 Kaget
68 Tertangkap basah
69 Lingkaran api
70 Mengabaikannya
71 Tegang
72 Tenang di tempat yang salah
73 Mempercepat pernikahan
74 Kecurigaan Nana
75 Deal
76 Di introgasi
77 Kemarahan Nana
78 Tidak bisa memberontak
79 Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80 Pengawasan yang di perketat
81 Kembali bercek-cok
82 Menjatuhkan harkat dan martabat
83 Di desak
84 Kekacauan Zidan
85 Menganggapnya Airin
86 Positif hamil
87 Pernikahan dadakan
88 Tak henti-hentinya berdoa
89 Resmi menjadi pasangan suami istri
90 Biang kerok
91 Pengantin baru
92 Tak ingin kehilangan dia
93 Taruhan
94 Kepergian Yasha
95 Di rundung kesedihan
96 Tidak ada kabar tentangnya
97 Berjuang sendiri
98 Tertekan selama kepergiannya
99 DEG!
100 Kenyataan pahit
101 Tamat
102 Pengumuman Novel baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Penghinaan
2
Ke puskesmas
3
Kemarahan Ratna
4
Menjambak keras rambutnya
5
Menangis sepanjang malam
6
Tidak ada perubahan
7
Ekonomi sulit
8
Di ikuti genderuwo
9
Di bawa ke dukun
10
Penjelasan dukun
11
Bekas kemerahan di leher
12
Menjaga jarak
13
Keanahen Nana
14
Ternodai
15
Noda merah di seprei
16
Kesurupan
17
Memutuskan berhenti dari pondok
18
Mimpi
19
Mimpi 2
20
Kerasukan
21
Kerasukan 2
22
Kerasukan 3
23
Mimpi di dalam mimpi
24
Kedatangan polisi
25
6 bulan kemudian
26
Keguguran
27
Di nodai genderuwo
28
Dendam yang terbalaskan
29
Kepergian Bima
30
Undangan
31
Hadir di dunia nyata
32
Menatapnya tanpa henti
33
Berusaha menghancurkannya
34
Kemarahan Airin
35
Menghindarinya
36
Terkejut ketika tau segalanya
37
Akan berusaha menolak
38
Balas dendam
39
Kedatangan tamu tak di undang
40
Rencana licik Kamila
41
Berusaha mengusir Zidan
42
Rawan anak hilang
43
Panggilan dari orang misterius
44
Terbakar api cemburu
45
Alasan menghindarinya
46
Kesepakatan bersama
47
Melihatnya menikah
48
Hati yang terluka
49
Kemarahan bu Juleha
50
Ketakutan
51
Dua orang yang saling mencintai
52
Terjebak di tempat yang gelap
53
Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54
Di kejar makhluk seram
55
Kecewa
56
Bimbang
57
Tidak ada lagi ruang untuk mu
58
Percekcokan Yasha dan Zidan
59
Berusaha melarangnya datang
60
Moment 10 tahun yang lalu
61
Masam
62
Fitnah keji
63
Fitnah keji 2
64
Mata yang ternodai
65
Saling adu mulut
66
Apapun bisa di tikung
67
Kaget
68
Tertangkap basah
69
Lingkaran api
70
Mengabaikannya
71
Tegang
72
Tenang di tempat yang salah
73
Mempercepat pernikahan
74
Kecurigaan Nana
75
Deal
76
Di introgasi
77
Kemarahan Nana
78
Tidak bisa memberontak
79
Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80
Pengawasan yang di perketat
81
Kembali bercek-cok
82
Menjatuhkan harkat dan martabat
83
Di desak
84
Kekacauan Zidan
85
Menganggapnya Airin
86
Positif hamil
87
Pernikahan dadakan
88
Tak henti-hentinya berdoa
89
Resmi menjadi pasangan suami istri
90
Biang kerok
91
Pengantin baru
92
Tak ingin kehilangan dia
93
Taruhan
94
Kepergian Yasha
95
Di rundung kesedihan
96
Tidak ada kabar tentangnya
97
Berjuang sendiri
98
Tertekan selama kepergiannya
99
DEG!
100
Kenyataan pahit
101
Tamat
102
Pengumuman Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!