"Bagaimana, apa sudah mendingan" Airin menggeleng, rasa sakit di perutnya masih belum reda walaupun ia sudah minum obat.
"Sebentar lagi rasa sakitnya akan berkurang, kamu tunggu saja dulu, obatnya masih belum beraksi" Airin mengangguk, ia diam meski saat ini rasa sakit di perutnya masih begitu sangat terasa, namun sebisa mungkin ia menahannya.
"Airin kamu kenapa bisa tiba-tiba sakit saat habis pulang dari rombongan?" penasaran Ratna, ia ingin tau masalah utama anaknya sehingga terjatuh sakit seperti ini.
Airin langsung mengeraskan tangisnya dengan memeluk tubuh ibunya.
Ratna langsung panik saat melihat Airin yang tiba-tiba menangis.
"Ada apa nak, bilang sama ibu kamu kenapa, siapa yang udah buat kamu kayak gini?" Airin menggeleng dengan butiran-butiran bening yang terus keluar.
"Ibu waktu di rombongan bu Juleha hina Airin huhu" wajah Ratna langsung berubah menjadi merah saat tau kalau penyebabnya ada pada tetangganya sendiri.
"Bu Juleha bilang apa sama kamu?"
"Bu Juleha bilang Airin nyusahin, dia juga hina Airin di depan semua orang, Airin sakit hati bu, Airin sakit hati"
"Kurang ajar, dasar Juleha, akan aku hajar dia, beraninya dia hina anak ku, dia kira aku akan biarkan dia gitu aja" Ratna langsung meledak saat tau bu Juleha telah menghina Airin hingga Airin terus saja menangis.
"Airin kamu tenang aja, ibu akan bikin perhitungan dengannya, ibu gak akan diem aja kamu di permaluin sama si Juleha itu, ibu akan labrak dia ke rumahnya" geram Ratna yang ingin sekali mencabik-cabik tubuh bu Juleha yang mulutnya sangat ember.
Airin hanya menangis, ia sungguh merasa sangat sakit hati saat di permalukan di depan umum seperti itu, sekarang ini ia menumpahkan segala kesedihan yang sudah ia tahan-tahan sedari tadi.
"Pak Joni tolong lebih cepat lagi pak" titah Ratna yang sedang marah besar pada bu Juleha, ia ingin segera mendatangi rumah bu Juleha untuk membuatnya bungkam.
"Baik Ratna" pak Joni mempercepat laju mobilnya, ia yang mendengar itu semua hanya bisa diam tak berani mencegah sama sekali.
Sepanjang perjalanan Ratna terus saja mengumpat karena ia benar-benar kesal sekali pada bu Juleha yang sudah berani-beraninya membuat Airin malu di depan umum.
Saat sampai di rumah, Ratna bukannya mengantar Airin ke dalam kamar, dia malah langsung mendatangi rumah bu Juleha yang merupakan tetangganya.
Rumah bu Juleha berada di sebelah barat, sedangkan rumahnya berada di sebelah selatan agak ke timur.
"Juleha keluar kau!" teriak Ratna yang seperti orang kesurupan dan terus-terusan berteriak nama bu Juleha yang membuat orang-orang yang merupakan tetangganya langsung mendekatinya.
"Juleha keluar kau!"
Brak
Brak
Brak
Ratna memukul keras pintu rumah bu Juleha, ia begitu geram sekali pada pemilik rumah itu yang sudah berani-beraninya mengusik kehidupannya melalui anaknya.
Bu Juleha yang berada di dalam terkejut.
"Juleha keluar kau!"
"Itu kayak suaranya Ratna, kenapa dia teriak-teriak manggil nama aku"
Brak
Brak
Brak
"Juleha keluar kau!"
"Berani-beraninya kau menghina anak ku, sini kau hadapi aku kalau kau memang berani!" teriak Ratna dengan memukul pintu dengan kerasnya agar pemiliknya keluar.
Bu Juleha yang tau kenapa Ratna bisa marah langsung tegang.
"Waduh bahaya ini, Ratna lagi marah besar pada ku, aku gak mau keluar, bisa-bisa dia akan buat aku hancur lebur" pelan bu Juleha yang sudah ciut.
"Julehaaa keluar kau pengecut!"
"Berani-beraninya kau menghina anak ku, kalau kau memang berani, keluar dan hadapi aku, akan aku hajar kau ya"
Orang-orang yang berada di sana diam, tidak ada yang berusaha menghentikan tindakan Ratna karena sebagain dari mereka ada yang ikut-ikutan menghina Airin saat di rombongan.
"Hei pengecut, keluar kau, di mana nyali mu hah, tadi kau sok-sokan hina anak ku, aku tidak akan tinggal diam, keluar kau sekarang atau ku robohkan rumah mu" teriak Ratna yang membuat bu Juleha panas dingin di dalam.
"Aduh gimana ini, apa aku keluar aja ya?" bimbang bu Juleha yang tidak bisa tenang saat telinganya terus saja mendengar suara teriakan Ratna yang menyuruhnya keluar.
"Bu di luar ada apa, kok berisik banget?" Simanjuntak suami dari bu Juleha, ia keluar dari dalam kamarnya karena merasa terganggu dengan suara Ratna yang lagi marah-marah di depan rumah.
"Itu pak, Ratna lagi marah-marah sama ibu, padahal ibu gak salah apa-apa" bohong bu Juleha dengan harapan suaminya akan melindunginya dari kemarahan Ratna.
"Kalau ibu gak salah apa-apa, gak mungkin Ratna akan marah-marah, ini pasti ibu sudah buat kesalahan, cepat ibu ngaku, apa yang ibu lakukan sehingga Ratna sampai marah-marah kayak gitu" Simanjuntak memaksa bu Juleha untuk mengakui kesalahannya.
"Iya ibu udah hina Airin, dan sekarang dia gak terima, bapak tolongin ibu, tolong lindungi ibu dari dia" mohon bu Juleha yang agak ngeri pada Ratna yang saat ini sedang marah besar padanya.
"Bapak gak mau bu, ibu tanggung aja sendiri, bapak gak mau ikut-ikut" bu Juleha semakin panas dingin saat suaminya tidak mau berpihak padanya.
"Ayolah pak tolongin ibu, apa bapak gak kasihan sama ibu?" bu Juleha menatap tak percaya ke arah suaminya.
"Ibu sudah keterlaluan, bapak gak mau ikut-ikut, ibu urus saja masalah ibu" setelah mengatakan hal itu Simanjuntak masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Aduh gimana ini, bapak gak mau bantuin aku, aku harus apa ini?" bu Juleha semakin panas dingin saat Ratna masih terus berteriak-teriak dengan menggedor-gedor pintu.
"Juleha keluar kau, apa kau mau ku robohkan rumah mu" teriak Ratna yang membuat bu panik.
"Aku keluar gak ya, tapi kalau aku keluar masalah ini akan lebih panjang, tapi kalau aku gak keluar, Ratna pasti akan robohin rumah ku" bimbang bu Juleha, ia tampak ragu-ragu ingin keluar atau tidak.
"Juleha, keluar kau, kenapa ngumpet hah, apa nyali mu sudah ciut hah!"
"Keluar kau pengecut!"
Bugh
Ratna menendang keras pintu rumah bu Juleha.
Bu Juleha yang berada di dalam terkejut saat Ratna seperti akan merobohkan rumahnya.
"Bagaimana ini, Ratna gak main-main sama ucapannya, haruskah aku keluar dan hadapi dia?" bimbang bu Juleha yang agak ragu.
"Juleha, keluar kau!" Ratna tak ada habis-habisnya yang berteriak, ia seperti orang yang kerasukan, ia sungguh tak terima ada orang yang menghina dirinya apalagi anaknya.
Orang-orang yang berada di sana pada diam, mereka agak ngeri saat melihat Ratna yang seperti orang kesurupan karena terus berusaha membuat bu Juleha keluar dengan cara menggedor-gedor pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
💞Erra Tarmizi💞
takut kali sama ratna, kemarahannya meluap-luap mengingat orang hina anaknya
2023-04-01
0
Amelia Syharlla
begitulah seorang ibu klo ada yang hina anaknya pasti maju duluan 💪💪💪
2023-02-21
2
Niè
emaknya ngerii eiyy......
2023-02-19
2