Kesurupan

Airin terus melajukan motornya hingga sampai di sekolahan Nana.

Nana langsung turun dan masuk ke dalam sekolahan, Airin langsung kembali melajukan motor menuju rumah.

Ketika sampai di rumah Airin masuk ke dalam kamarnya tanpa ekspresi, ia duduk dengan tatapan kosong.

Airin terus memikirkan masalah pondoknya, di saat Airin tengah diam ada genderuwo yang masuk ke dalam tubuhnya.

Seketika tatapan mata Airin langsung berubah menjadi tajam dan tampak menyeramkan.

"Airin" panggil Ratna namun tidak ada tanggapan sama sekali dari Airin.

"Airin ayo anterin ibu ke kampung sebelah, di sana ada orang yang meninggal, ibu di ajakin sama bu Sami, ayo sekarang anterin ibu ke sana, semua orang sekarang lagi nunggu ibu di rumah bu Sami"

Airin diam dengan tatapan mata yang terus menatap lurus ke depan.

Ratna melihat gerak-gerik Airin yang agak berbeda, tak seperti biasanya.

"Airin"

Airin masih diam di tempat, ia tak bergerak sedikitpun.

Ratna semakin merasa aneh, ia pun berjalan mendekati Airin yang terus menatap lurus ke depan padahal di depan tidak ada sesuatu yang menarik menurutnya.

"Airin ayo anterin ibu ke kampung sebelah" Ratna menepuk pundak Airin.

Tatapan tajam Airin langsung menatap ke arah Ratna.

Ratna yang di tatap seperti itu mundur sejengkal.

"Arrrrgghh!" tiba-tiba Airin langsung berteriak, matanya terus melotot tajam.

Ratna tersentak, ia benar-benar kaget saat Airin berteriak secara tiba-tiba.

"Arrrrgghh" Airin terus berteriak, ia tidak bisa diam, ia melempari apapun yang ada di dekatnya ke arah Ratna.

"Pergi dari sini, pergii!" teriak Airin.

Ratna bergegas langsung keluar dari dalam kamar Airin meninggalkan Airin yang masih berteriak-teriak dengan melemparkan semua yang ada di dekatnya.

"Mik, mik" panggil Ratna yang panik.

"Ada apa Ratna, kenapa kamu teriak-teriak?" khawatir mik yang saat ini berada di dapur.

"Mik Airin kesurupan, dia ngamuk-ngamuk di kamarnya"

"APA KESURUPAN!" kaget mik.

"Iya mik, ayo kita ke kamar Airin mik, sebelum dia hancurin semua barang yang ada di sana"

"Iya ayo"

Mik dan Ratna bergegas mendekati kamar Airin.

Mereka berdiri di depan kamar Airin, mereka melihat ke arah pintu, telinga mereka terus mendengar suara teriakan Airin yang tengah mengamuk di dalam kamar.

"Abah-abah, abah di mana" panggil mik yang panik.

"Ada apa mik, kenapa mik teriak-teriak?" abah langsung menghampiri mik yang terus memanggilnya dengan panik.

"Airin kesurupan di dalam abah" jawab mik.

"Ya Allah kenapa anak itu bisa kesurupan" kaget abah.

"Gak tau bah, dia tiba-tiba langsung marah-marah dan ngusir aku" jelas Ratna.

"Di mana suami mu?"

"Di rumahnya pak Simajuntak bah, tadi dia pamit mau ke sana, mau liat cincin akik"

"Cepat panggil dia kemari, bilang kalau anaknya kesurupan"

"Baik abah"

Ratna bergegas mendatangi rumah pak Simanjuntak untuk memanggil Farhan.

"Bang, abang" panggil Ratna yang melihat Farhan tengah duduk di teras rumah bu Juleha bersama pak Simanjuntak dari kejauhan.

Keduanya melihat ke arah Ratna yang mendekat dengan wajah paniknya.

"Ada apa dek, kenapa kamu nyusul ke sini?" penasaran Farhan.

"Airin kesurupan bang, abang cepat pulang, dia lagi marah-marah di kamarnya, kita harus tolongin dia"

"Kok bisa Airin kesurupan" kaget Farhan yang langsung berdiri dari duduknya.

"Gak tau bang, dia tiba-tiba kesurupan, ayo sekarang kita ke sana, abah sama mik lagi nungguin kita"

"Iya ayo"

Farhan dan Ratna bergegas pulang dari rumah bu Juleha.

"Loh mana pak Farhan, kenapa udah gak ada?" bu Juleha sudah tak mendapati Farhan yang tadi ada di depan terasnya.

"Sudah pulang bu" jawab pak Simanjuntak.

"Kok pulang, kenapa tiba-tiba pulang, capek-capek kan ibu bikinin kopi, tau gini gak akan ibu bikinin kopi, gula mahal" omel bu Juleha yang takut rugi walau sedikitpun.

"Airin kesurupan, Ratna tadi nyusul pak Farhan ke sini, dia ngajak pak Farhan pulang lagi" jawab pak Simanjuntak.

"Kesurupan, kok bisa kesurupan?" kaget bu Juleha sampai-sampai kedua matanya terbuka dengan lebarnya.

"Bapak gak tau bu, jangan tanya bapak" jawab pak Simajuntak lalu menyeruput kopi hitam yang baru bu Juleha bikin.

"Ayo pak kita ke sana saja, kita harus cari tau Airin kesurupan kenapa" ajak bu Juleha yang gak mau ketinggalan berita terbaru.

Pak Simajuntak setuju, ia dan bu Juleha bergegas datang ke rumah Ratna.

Ratna dan Farhan langsung mendekati mik dan abah yang masih berada di depan pintu kamar Airin, mereka masih tidak berani masuk ke dalam kamar Airin.

"Di mana Airin?"

"Di dalam Farhan" jawab mik.

Farhan tanpa banyak bicara langsung masuk ke dalam kamar Airin, ia mendekati Airin yang tengah mengamuk dengan terus membanting semua barang-barang yang berada di kamar.

"Arrrrgghh"

Airin terus berteriak-teriak, ia tidak bisa diam sama sekali, pandanganya tertuju pada mereka berempat yang berdiri di ambang pintu.

"Huaaa pergii!" teriak Airin yang sedang kacau balau, jilbab yang tadi menutupi rambutnya sudah hilang entah kemana.

"Pergi kalian!" sekali lagi Airin berteriak agar mereka pergi dari kamarnya, ia terus mengacak rambutnya kasar, sesekali Airin mencakar lehernya hingga tertinggal warna merah dan agak sedikit mengeluarkan darah.

Farhan dengan pelan-pelan mendekati Airin, ia berekspresi setenang mungkin.

"Pergi kalian, pergi dari sini, biarkan aku sendiri!"

"Aku mau sendiri, kalian semua pergi!"

Airin terus berteriak, di antara mereka semua bertiga tidak ada yang berani masuk ke dalam, mereka hanya berdiri di ambang pintu dengan menatap ngeri ke arah Airin yang tak mereka kenali.

"Pergii!"

"Aaarrrrggh" teriak panjang Airin saat Farhan menangkapnya, Farhan memegang erat kedua tangan Airin yang tak bisa diam.

Airin tidak bisa diam, ia memberontak, ia terus menendang tubuh Farhan dengan sekuat tenaganya.

"Lepaskan aku, lepaskan!"

Airin terus memberontak, ia terus berteriak-teriak.

Ratna, mik dan abah langsung mendekati Airin.

"Pegang kakinya" suruh Farhan.

Ratna dan mik memegang kuat kaki Airin, Airin terus memberontak dengan berteriak-teriak saat Ratna menekan ibu jari kaki Airin.

Abah memegang dahi Airin lalu membacakan ayat kursi agar setan yang merasuki tubuh Airin keluar.

"بسم لله الرحمن الرحيم ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ "

"Aaarrrrggh"

Airin berteriak dengan sangat keras, ia memberontak, ia berusaha melepaskan diri dari mereka semua yang tengah memegangnya.

"لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ"

"Arrrrgghh panas, hentikan!"

Airin meraung, tubuhnya terasa panas saat mendengar lantunan ayat kursi.

Abah tak berhenti, ia terus membacakan ayat kursi untuk mengusir makhluk halus yang berada di dalam tubuh Airin.

"مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ "

"Hentikan, panas, aku sudah tidak kuat lagi!"

"Hiks hiks HENTIKAN!"

Mereka bertiga terus memegang erat Airin yang tengah memberontak.

"يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ "

"Huaaa panas!"

"Berhentiiii, jangan di lanjutkan!"

Airin terus memberontak, ia tidak bisa diam, Farhan, mik dan Ratna kewalahan menahan Airin yang terus memberontak dan tak bisa diam.

"وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ"

"Panas, berhenti!"

"Tolong hentikan hiks hiks hiks" Airin menangis, ia benar-benar sudah sangat kepanasan mendengar lantunan ayat kursi itu.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

knp gak manggil pak kyai aja, masa di desa gak ada kyainya. 🙄🤔

2023-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Penghinaan
2 Ke puskesmas
3 Kemarahan Ratna
4 Menjambak keras rambutnya
5 Menangis sepanjang malam
6 Tidak ada perubahan
7 Ekonomi sulit
8 Di ikuti genderuwo
9 Di bawa ke dukun
10 Penjelasan dukun
11 Bekas kemerahan di leher
12 Menjaga jarak
13 Keanahen Nana
14 Ternodai
15 Noda merah di seprei
16 Kesurupan
17 Memutuskan berhenti dari pondok
18 Mimpi
19 Mimpi 2
20 Kerasukan
21 Kerasukan 2
22 Kerasukan 3
23 Mimpi di dalam mimpi
24 Kedatangan polisi
25 6 bulan kemudian
26 Keguguran
27 Di nodai genderuwo
28 Dendam yang terbalaskan
29 Kepergian Bima
30 Undangan
31 Hadir di dunia nyata
32 Menatapnya tanpa henti
33 Berusaha menghancurkannya
34 Kemarahan Airin
35 Menghindarinya
36 Terkejut ketika tau segalanya
37 Akan berusaha menolak
38 Balas dendam
39 Kedatangan tamu tak di undang
40 Rencana licik Kamila
41 Berusaha mengusir Zidan
42 Rawan anak hilang
43 Panggilan dari orang misterius
44 Terbakar api cemburu
45 Alasan menghindarinya
46 Kesepakatan bersama
47 Melihatnya menikah
48 Hati yang terluka
49 Kemarahan bu Juleha
50 Ketakutan
51 Dua orang yang saling mencintai
52 Terjebak di tempat yang gelap
53 Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54 Di kejar makhluk seram
55 Kecewa
56 Bimbang
57 Tidak ada lagi ruang untuk mu
58 Percekcokan Yasha dan Zidan
59 Berusaha melarangnya datang
60 Moment 10 tahun yang lalu
61 Masam
62 Fitnah keji
63 Fitnah keji 2
64 Mata yang ternodai
65 Saling adu mulut
66 Apapun bisa di tikung
67 Kaget
68 Tertangkap basah
69 Lingkaran api
70 Mengabaikannya
71 Tegang
72 Tenang di tempat yang salah
73 Mempercepat pernikahan
74 Kecurigaan Nana
75 Deal
76 Di introgasi
77 Kemarahan Nana
78 Tidak bisa memberontak
79 Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80 Pengawasan yang di perketat
81 Kembali bercek-cok
82 Menjatuhkan harkat dan martabat
83 Di desak
84 Kekacauan Zidan
85 Menganggapnya Airin
86 Positif hamil
87 Pernikahan dadakan
88 Tak henti-hentinya berdoa
89 Resmi menjadi pasangan suami istri
90 Biang kerok
91 Pengantin baru
92 Tak ingin kehilangan dia
93 Taruhan
94 Kepergian Yasha
95 Di rundung kesedihan
96 Tidak ada kabar tentangnya
97 Berjuang sendiri
98 Tertekan selama kepergiannya
99 DEG!
100 Kenyataan pahit
101 Tamat
102 Pengumuman Novel baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Penghinaan
2
Ke puskesmas
3
Kemarahan Ratna
4
Menjambak keras rambutnya
5
Menangis sepanjang malam
6
Tidak ada perubahan
7
Ekonomi sulit
8
Di ikuti genderuwo
9
Di bawa ke dukun
10
Penjelasan dukun
11
Bekas kemerahan di leher
12
Menjaga jarak
13
Keanahen Nana
14
Ternodai
15
Noda merah di seprei
16
Kesurupan
17
Memutuskan berhenti dari pondok
18
Mimpi
19
Mimpi 2
20
Kerasukan
21
Kerasukan 2
22
Kerasukan 3
23
Mimpi di dalam mimpi
24
Kedatangan polisi
25
6 bulan kemudian
26
Keguguran
27
Di nodai genderuwo
28
Dendam yang terbalaskan
29
Kepergian Bima
30
Undangan
31
Hadir di dunia nyata
32
Menatapnya tanpa henti
33
Berusaha menghancurkannya
34
Kemarahan Airin
35
Menghindarinya
36
Terkejut ketika tau segalanya
37
Akan berusaha menolak
38
Balas dendam
39
Kedatangan tamu tak di undang
40
Rencana licik Kamila
41
Berusaha mengusir Zidan
42
Rawan anak hilang
43
Panggilan dari orang misterius
44
Terbakar api cemburu
45
Alasan menghindarinya
46
Kesepakatan bersama
47
Melihatnya menikah
48
Hati yang terluka
49
Kemarahan bu Juleha
50
Ketakutan
51
Dua orang yang saling mencintai
52
Terjebak di tempat yang gelap
53
Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54
Di kejar makhluk seram
55
Kecewa
56
Bimbang
57
Tidak ada lagi ruang untuk mu
58
Percekcokan Yasha dan Zidan
59
Berusaha melarangnya datang
60
Moment 10 tahun yang lalu
61
Masam
62
Fitnah keji
63
Fitnah keji 2
64
Mata yang ternodai
65
Saling adu mulut
66
Apapun bisa di tikung
67
Kaget
68
Tertangkap basah
69
Lingkaran api
70
Mengabaikannya
71
Tegang
72
Tenang di tempat yang salah
73
Mempercepat pernikahan
74
Kecurigaan Nana
75
Deal
76
Di introgasi
77
Kemarahan Nana
78
Tidak bisa memberontak
79
Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80
Pengawasan yang di perketat
81
Kembali bercek-cok
82
Menjatuhkan harkat dan martabat
83
Di desak
84
Kekacauan Zidan
85
Menganggapnya Airin
86
Positif hamil
87
Pernikahan dadakan
88
Tak henti-hentinya berdoa
89
Resmi menjadi pasangan suami istri
90
Biang kerok
91
Pengantin baru
92
Tak ingin kehilangan dia
93
Taruhan
94
Kepergian Yasha
95
Di rundung kesedihan
96
Tidak ada kabar tentangnya
97
Berjuang sendiri
98
Tertekan selama kepergiannya
99
DEG!
100
Kenyataan pahit
101
Tamat
102
Pengumuman Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!