Penjelasan dukun

"Airin gak kuat bu, ini sakit banget"

"Kamu harus kuat sayang, ibu yakin kamu pasti bisa sembuh"

Airin terus menggeleng, ia terus menangis di dalam mobil, kemacetan panjang itu membuatnya tertekan, ia benar-benar ingin segera sampai di rumah, ia ingin istirahat.

Pak Joni terus melajukan mobil dengan pelan-pelan, kendaraan-kendaraan yang berjejer rapih di depannya melaju dengan pelan-pelan.

Ketika hampir sampai di gapura, mata mereka menangkap ada mayat yang di tutupi oleh koran, orang-orang berkerumun di dekat mayat itu.

Darah dari korban kecelakaan itu memenuhi jalanan, Ratna langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, ia begitu ngeri melihat jenazah itu meskipun ia tidak melihat seperti apa wajahnya.

Sekitar 15 menit lamanya kemacetan itu memperangkap Airin dan keluarganya hingga pada akhirnya mobil bisa melaju seperti semula.

Pak Joni melajukan mobil dengan kecepatan lumayan tinggi, suasana jalanana tidak terlalu ramai tidak seperti jalanan raya yang ada di kota sehingga ia bisa melaju kencang.

Butuh waktu 2 jam untuknya bisa sampai di tempat yang di inginkan.

"Kita sudah sampai di rumah dukunnya, ayo kalian turun"

Mereka semua turun dan menatap ke arah rumah dukun yang dindingnya masih batu bata belum di cat.

"Ayo kita ke sana" ajak pak Joni.

Mereka mengikuti pak Joni dari belakang.

"Assalamualaikum, mbah Mujib" panggil pak Joni dengan mengetuk pintu.

Mbah Mujib keluar dari dalam rumah itu, ia sebaya dengan kakek Airin.

"Wa'alaikum salam, ayo masuk ke dalam" ajak mbah Mujib yang sepertinya tau maksud kedatangan mereka semua.

Mereka semua masuk ke dalam dan duduk di lantai yang di alasi tikar.

"Ada apa kalian kemari?"

"Mbah anak saya sudah 2 kali di periksa ke puskesmas dan juga sudah di periksa ke rumah sakit besar, tapi mengapa tidak di ketahui mengidap penyakit apapun, padahal dia terus berteriak-teriak kesakitan?" Ratna menjelaskan keadaan Airin pada mbk Mujib.

"Jelas dokter tidak akan tau anak kalian sakit apa"

"Maksud mbah?" penasaran Farhan.

"Anak kalian itu tidak sengaja nginjak benda-benda gaib yang di taruh di depan rumah kalian"

"BENDA GAIB?"

"Benar, ada benda gaib yang sengaja di taruh di depan rumah kalian, dan sama anak kalian gak sengaja di injak, mangkanya dia bisa jadi seperti ini"

Mereka semua terkejut, mereka tidak pernah membayangkan kalau Airin seperti ini karena ada orang dengki yang sudah tega menaruh barang gaib.

"Terus gimana mbah, saya mau anak saya sembuh, saya minta tolong, tolong sembuhkan anak saya"

"Baik, saya akan ambil barang gaib itu dari jarak jauh, pasti setelah ini anak kalian akan sembuh, dia gak akan sakit lagi setelah benda gaib itu di ambil"

"Terima kasih mbah, terima kasih sudah mau membantu keluarga kami" Farhan sungguh berterima kasih pada mbah Mujib, kalau dia tidak bertemu dengan mbah Mujib kemungkinan besar Airin tidak akan bisa di sembuhkan.

"Sama-sama" mbah Mujib melirik ke arah Airin dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

"Mbah kenapa bisa ada orang yang tega naruh barang-barang gaib di depan rumah saya, siapa dia sebenarnya, kenapa dia tega sekali pada keluarga kami?"

"Kau tanyakan saja pada suami mu, dia yang sudah membuat orang itu ngelakuin hal ini"

Ratna langsung menatap tak percaya ke arah Farhan yang duduk di sampingnya.

"Maksudnya gimana mbah, kenapa mbah bilang orang itu ngelakuin hal ini karena saya?' tak mengerti Farhan.

"Orang itu dengki pada mu, dia itu bukan orang jauh, kamu kenal dengannya, dia ngelakuin ini semua pada keluarga mu karena dia itu iri pada mu, mangkanya dia setega itu pada keluarga kalian"

"Siapa sekiranya orang yang ngelakuin ini semua pada keluarga ku" Farhan mulai mikir keras, ia berusaha mengingat teman-temannya yang dekat dengannya dan sekiranya ada orang yang sudah membuat anaknya seperti ini

"Kau pasti tau, dia dekat dengan mu, tapi sekarang dia menjauh dari mu"

Farhan terus mikir keras, ia berusaha mengingat-ingat semua temannya.

"Apa mungkin Romli" terkejut Farhan ketika teringat pada Romli temannya dulu yang sangat akrab dengannya, namun entah kenapa sekarang Romli tidak pernah lagi datang ke rumahnya.

"Bisa jadi"

"Tapi kenapa Romli bisa setega itu dengan ku, benar-benar tidak berguna, awas saja nanti ya, akan aku datangin dia" emosi Farhan sudah mulai naik, ia begitu geram pada Romli yang sudah membuat Airin kesakitan beberapa hari ini.

"Sudah, kau tidak usah datangin dia, biar mbah saja yang akan urus dia, kalian tidak usah khawatir lagi"

"Terima kasih mbah, terima kasih sudah mau menolong keluarga kami, tapi bener kan mbah Airin akan segera sembuh dari penyakit anehnya itu?" Ratna memastikan kembali, ia hanya takut kondisi Airin tetap sama seperti hari-hari sebelumnya.

"Iya, anak mu akan sembuh setelah ini, sekarang kalian pulanglah, kalian tidak usah khawatir lagi, mbah yang akan mengurus segalanya"

"Terima kasih mbah, kami pamit pulang" Farhan memberikan amplop sebagai tanda terima kasih pada mbah Mujib.

"Iya-iya"

"Ayo pak Joni kita pulang" ajak Farhan.

Pak Joni setuju kemudian kembali melajukan mobil menuju desa Melati yang tidak terlalu jauh itu.

Tatapan mbah Mujib terus tertuju pada genderuwo yang mengikuti Airin, ia tidak sama sekali mengusir genderuwo itu, ia malah membiarkannya.

Mobil terus melaju, sepanjang perjalanan genderuwo itu terus menatap wajah Airin, ia tidak ingin jauh-jauh dari Airin walau sedikitpun.

Mobil pak Joni berhenti tepat di depan rumah Airin, Airin dan keluarganya keluar dari dalam mobil.

"Pelan-pelan Airin" Airin mengangguk, ia melangkah dengan pelan-pelan dan begitu hati-hati.

"Bagaimana, Airin sakit apa, dia gak sakit keras kan?" mik dan abah langsung mendekati mereka yang baru pulang dari rumah sakit.

"Airin baik-baik saja mik, Airin gak sakit apapun, cuman kata mbah Mujib Airin gak sengaja nginjak benda gaib di depan rumah mangkanya dia bisa sakit seperti ini" jawab Ratna.

"Ya Allah" kaget mik dan abah saat tau hal itu.

"Siapa yang sudah naruh benda gaib itu?" penasaran abah.

"Ratna gak tau abah, yang jelas dia adalah orang yang dengki pada keluarga kami"

"Oh begitu, mik bawa Airin masuk ke dalam, ini sudah mau gelap" suruh abah.

"Ayo Airin masuk ke dalam, gak baik malam-malam ada di luar" ajak mik.

Airin mengangguk, mik membantu Airin ke kamarnya agar Airin bisa istirahat.

Saat sampai di kamarnya Airin langsung istirahat, ia benar-benar lelah seharian berada di dalam mobil.

Genderuwo yang mengikuti Airin hanya duduk di pojokan dan terus menatap ke arah Airin yang terlelap dalam tidurnya.

Genderuwo itu adalah suruhan orang yang sudah menaruh benda gaib di depan rumah Farhan dan Ratna.

Orang dengki itu sangat iri pada Farhan, mangkanya dia melakukan ini semua pada keluarga Farhan.

Terpopuler

Comments

Amelia Syharlla

Amelia Syharlla

waduh gawat nih

2023-02-22

1

lihat semua
Episodes
1 Penghinaan
2 Ke puskesmas
3 Kemarahan Ratna
4 Menjambak keras rambutnya
5 Menangis sepanjang malam
6 Tidak ada perubahan
7 Ekonomi sulit
8 Di ikuti genderuwo
9 Di bawa ke dukun
10 Penjelasan dukun
11 Bekas kemerahan di leher
12 Menjaga jarak
13 Keanahen Nana
14 Ternodai
15 Noda merah di seprei
16 Kesurupan
17 Memutuskan berhenti dari pondok
18 Mimpi
19 Mimpi 2
20 Kerasukan
21 Kerasukan 2
22 Kerasukan 3
23 Mimpi di dalam mimpi
24 Kedatangan polisi
25 6 bulan kemudian
26 Keguguran
27 Di nodai genderuwo
28 Dendam yang terbalaskan
29 Kepergian Bima
30 Undangan
31 Hadir di dunia nyata
32 Menatapnya tanpa henti
33 Berusaha menghancurkannya
34 Kemarahan Airin
35 Menghindarinya
36 Terkejut ketika tau segalanya
37 Akan berusaha menolak
38 Balas dendam
39 Kedatangan tamu tak di undang
40 Rencana licik Kamila
41 Berusaha mengusir Zidan
42 Rawan anak hilang
43 Panggilan dari orang misterius
44 Terbakar api cemburu
45 Alasan menghindarinya
46 Kesepakatan bersama
47 Melihatnya menikah
48 Hati yang terluka
49 Kemarahan bu Juleha
50 Ketakutan
51 Dua orang yang saling mencintai
52 Terjebak di tempat yang gelap
53 Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54 Di kejar makhluk seram
55 Kecewa
56 Bimbang
57 Tidak ada lagi ruang untuk mu
58 Percekcokan Yasha dan Zidan
59 Berusaha melarangnya datang
60 Moment 10 tahun yang lalu
61 Masam
62 Fitnah keji
63 Fitnah keji 2
64 Mata yang ternodai
65 Saling adu mulut
66 Apapun bisa di tikung
67 Kaget
68 Tertangkap basah
69 Lingkaran api
70 Mengabaikannya
71 Tegang
72 Tenang di tempat yang salah
73 Mempercepat pernikahan
74 Kecurigaan Nana
75 Deal
76 Di introgasi
77 Kemarahan Nana
78 Tidak bisa memberontak
79 Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80 Pengawasan yang di perketat
81 Kembali bercek-cok
82 Menjatuhkan harkat dan martabat
83 Di desak
84 Kekacauan Zidan
85 Menganggapnya Airin
86 Positif hamil
87 Pernikahan dadakan
88 Tak henti-hentinya berdoa
89 Resmi menjadi pasangan suami istri
90 Biang kerok
91 Pengantin baru
92 Tak ingin kehilangan dia
93 Taruhan
94 Kepergian Yasha
95 Di rundung kesedihan
96 Tidak ada kabar tentangnya
97 Berjuang sendiri
98 Tertekan selama kepergiannya
99 DEG!
100 Kenyataan pahit
101 Tamat
102 Pengumuman Novel baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Penghinaan
2
Ke puskesmas
3
Kemarahan Ratna
4
Menjambak keras rambutnya
5
Menangis sepanjang malam
6
Tidak ada perubahan
7
Ekonomi sulit
8
Di ikuti genderuwo
9
Di bawa ke dukun
10
Penjelasan dukun
11
Bekas kemerahan di leher
12
Menjaga jarak
13
Keanahen Nana
14
Ternodai
15
Noda merah di seprei
16
Kesurupan
17
Memutuskan berhenti dari pondok
18
Mimpi
19
Mimpi 2
20
Kerasukan
21
Kerasukan 2
22
Kerasukan 3
23
Mimpi di dalam mimpi
24
Kedatangan polisi
25
6 bulan kemudian
26
Keguguran
27
Di nodai genderuwo
28
Dendam yang terbalaskan
29
Kepergian Bima
30
Undangan
31
Hadir di dunia nyata
32
Menatapnya tanpa henti
33
Berusaha menghancurkannya
34
Kemarahan Airin
35
Menghindarinya
36
Terkejut ketika tau segalanya
37
Akan berusaha menolak
38
Balas dendam
39
Kedatangan tamu tak di undang
40
Rencana licik Kamila
41
Berusaha mengusir Zidan
42
Rawan anak hilang
43
Panggilan dari orang misterius
44
Terbakar api cemburu
45
Alasan menghindarinya
46
Kesepakatan bersama
47
Melihatnya menikah
48
Hati yang terluka
49
Kemarahan bu Juleha
50
Ketakutan
51
Dua orang yang saling mencintai
52
Terjebak di tempat yang gelap
53
Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54
Di kejar makhluk seram
55
Kecewa
56
Bimbang
57
Tidak ada lagi ruang untuk mu
58
Percekcokan Yasha dan Zidan
59
Berusaha melarangnya datang
60
Moment 10 tahun yang lalu
61
Masam
62
Fitnah keji
63
Fitnah keji 2
64
Mata yang ternodai
65
Saling adu mulut
66
Apapun bisa di tikung
67
Kaget
68
Tertangkap basah
69
Lingkaran api
70
Mengabaikannya
71
Tegang
72
Tenang di tempat yang salah
73
Mempercepat pernikahan
74
Kecurigaan Nana
75
Deal
76
Di introgasi
77
Kemarahan Nana
78
Tidak bisa memberontak
79
Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80
Pengawasan yang di perketat
81
Kembali bercek-cok
82
Menjatuhkan harkat dan martabat
83
Di desak
84
Kekacauan Zidan
85
Menganggapnya Airin
86
Positif hamil
87
Pernikahan dadakan
88
Tak henti-hentinya berdoa
89
Resmi menjadi pasangan suami istri
90
Biang kerok
91
Pengantin baru
92
Tak ingin kehilangan dia
93
Taruhan
94
Kepergian Yasha
95
Di rundung kesedihan
96
Tidak ada kabar tentangnya
97
Berjuang sendiri
98
Tertekan selama kepergiannya
99
DEG!
100
Kenyataan pahit
101
Tamat
102
Pengumuman Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!