Menjambak keras rambutnya

"Juleha kalau kau tidak keluar akan aku hancurkan rumah mu" teriak Ratna yang sudah di penuhi api kemarahan.

Bu Juleha yang berada di dalam panas dingin, ia masih diam di tempat tak berani keluar untuk menghadapi Ratna.

Ratna yang merasa tidak ada tanggapan sama sekali dari diri bu Juleha semakin marah.

"Juleha kau kira aku cuman sekedar mengancam saja, tidak!"

"Aku tidak sedang main-main, akan aku perlihatkan pada mu biar kau percaya"

Ratna melirik ke arah tongkat besi yang berada di dekatnya, tepatnya di samping kirinya.

Ratna mengambil tongkat itu, ia menatap tajam ke arah rumah bu Juleha kembali.

"Lihat ini, aku akan tujukan pada mu biar kau percaya hah!"

Craangg!

Craangg!

Craangg!

Craangg!

Craangg!

Ratna menghancurkan kaca rumah bu Juleha dengan tongkat besi itu, ia melampiaskan segala kemarahannya pada kaca itu.

Orang-orang yang berada di sana menutup mulut tak percaya ketika melihat Ratna yang sangat berani menghancurkan kaca rumah bu Juleha.

Bu Juleha yang mendengar suara pecahan kaca itu langsung panik.

"Dia benar-benar gila, dia akan menghancurkan rumah ku, aku tidak akan biarkan hal itu, aku harus hentikan dia"

Bu Juleha berjalan mendekati pintu, ia membukanya dan menatap tajam ke arah Ratna.

Tatapan maut Ratna tak kalah sama sekali dari tatapan bu Juleha.

"Beraninya kau menghancurkan rumah ku!' hardik bu Juleha yang marah besar saat kaca-kaca di jendelanya sudah pecah semua.

"Iya, aku memang berani, mau apa kau!" Ratna memberikan tatapan super tajamnya pada bu Juleha.

"Apa maksud mu melakukan ini semua, apa salah ku" Ratna tertawa paksa mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari bibir bu Juleha.

"Hahaha kau masih bertanya di mana letak kesalahan mu?"

"Hei Juleha, kau apakan anak ku hah, dia pulang-pulang dari rombongan nangis-nangis itu semua karena mu!"

"Apa yang sudah kau lakukan padanya!"

Ratna memukul tubuh bu Juleha dengan menggunakan tongkat besi itu.

"Arrrrgghh sakit, hentikan!"

Ratna tak mendengarkan dan terus saja memukuli bu Juleha.

"Apa yang sudah kau lakukan padanya, kenapa dia pulang nangis-nangis dengan menjerit kesakitan hah!"

"Aku tidak melakukan apapun pada anak mu, aku tidak melakukan apa-apa, tolong hentikan" titah bu Juleha yang sudah kesakitan.

"Apa kau bilang?"

"Tidak tau apa-apa, hei Juleha kau yang sudah membuat anak ku malu, mulut ember mu ini mengatakan apa saja padanya hah!"

Ratna menarik kerah baju bu Juleha, ia sungguh geram sekali pada iblis di depannya itu.

"Aku tidak menghinanya, kau salah paham" bu Juleha mulai sesak napas karena Ratna terus saja menarik kerah bajunya.

"Tidak menghinanya? hei Juleha, kau jangan pura-pura lagi, cepat akui kesalahan mu!" hardik Ratna yang menatap tajam ke arah bu Juleha yang sedang berusaha untuk melepaskan diri darinya.

"Aku tidak bersalah Ratna, aku tidak ngelakuin apapun, kau jangan asal nuduh orang" dalam keadaan seperti ini bu Juleha masih berusaha untuk membela diri, padahal jelas-jelas dia yang pertama kali menghidupkan api.

"Anak ku bilang kau yang sudah menghinanya, dia tidak mungkin berbohong pada ku, kau jangan memutar balikkan fakta kalau kau masih ingin hidup" Ratna memberikan tatapan tertajamnya pada bu Juleha.

"Ratna, aku tidak hina dia, dia yang berbohong"

"Kalian semua" teriak Ratna dengan tatapan yang tajam, setajam silet.

Mereka semua yang berada di halaman rumah bu Juleha terkejut.

"Katakan pada ku, siapa yang sudah berbohong di sini!"

Mereka semua diam, mereka tidak tau harus menjawab apa.

"Dia atau anak ku!" tunjuk Ratna pada bu Juleha yang tengah ketar-ketir.

Mereka semua masih diam, tidak ada yang berani menjawab.

"JAWAB!"

Semua orang bungkam, tidak ada yang berani menjawab.

"Kenapa kalian semua diam, apa kalian juga terlibat!" teriak Ratna yang membuat mereka semua tambah ketar-ketir.

"Di sini itu yang berbohong dia atau anak ku, cepat jawab!"

"Juleha" salah satu di antara mereka berteriak nama bu Juleha yang membuat pemilik nama tersebut panas dingin.

Ratna kembali melihat ke arah bu Juleha dengan tatapan tajamnya.

Bu Juleha menelan ludah pahit saat pribadi Ratna yang baik dan kalem kini berubah menjadi monster yang sangat mengerikan.

Ratna mendekati bu Juleha dengan tatapan mautnya, bu Juleha menelan ludah melihat tatapan maut itu.

"R-ratna a-aku minta maaf pada mu, aku tidak akan ngulangi kesalahan ku lagi" bu Juleha memundurkan tubuhnya dengan gemetaran hebat.

"Tidak akan ngulangi lagi?"

"Juleha kau itu sudah keterlaluan, asal kau tau anak ku pulang-pulang dari rombongan langsung nangis-nangis, dan itu semua terjadi karena mu, kau biang keroknya!"

"Maafkan aku Ratna, aku tidak sengaja, tolong jangan apa-apakan aku" titah bu Juleha dengan ketakutan, ia terus saja mundur ke belakang.

"Tidak bisa! kau sudah tidak bisa di maafkan lagi, aku harus beri kau pelajaran!" bu Juleha semakin ketar-ketir ketika menatap ke arah wajah Ratna yang begitu menyeramkan di matanya.

Ratna melayangkan pukulan ke arah bu Juleha.

"Arrrrgghh" bu Juleha memejamkan mata dengan berteriak sekeras mungkin.

"Lepaskan aku bang, jangan halangi aku" titah Ratna kala Farhan mencekal tongkat itu sehingga tidak mengenai sasarannya.

"Dek kamu jangan gila, kamu bisa saja bunuh bu Juleha dengan tindakan adek"

"Biarkan, aku gak peduli, dia sudah cari gara-gara dengan keluarga kita, aku harus beri dia pelajaran yang setimpal agar mulutnya tidak ember lagi!" Ratna kembali menatap tajam ke arah bu Juleha, ia hendak melayangkan pukulan pada bu Juleha.

Dengan cepat Farhan mencekal tongkat itu, ia merampas tongkat itu dari genggaman Ratna, lalu membuangnya ke sembarangan arah.

"Abang jangan ikut campur!" tegas Ratna yang saat ini di penuhi dendam pada bu Juleha.

"Adek jangan gila, adek bisa saja ngebunuh dia dengan tindakan konyol ini"

"Konyol?"

"Jadi abang berpikir tindakan aku ini konyol, bang aku lakuin ini demi Airin, aku gak terima anak kita di permaluin sama ****** ini!" tegas Ratna tak main-main.

"Iya abang tau, tapi gak gini juga, ayo kita pulang aja"

"Gak mau, aku mau beri dia pelajaran dulu"

"Arrrrgghh" teriak bu Juleha yang rambutnya di jambak kasar oleh Ratna yang geram sekali padanya.

Farhan berusaha melerai pertikaian mereka.

"Dasar kau iblis, tega-teganya kau buat anak ku malu, dasar tetangga ember, bisanya cuman ngomong doang" Ratna terus mengomel dengan menjambak rambut bu Juleha dengan kasar.

"Lepaskan aku, sakit" teriak bu Juleha yang kesakitan karena Ratna terus saja menjambak rambutnya.

"Sudah dem sudah, ayo kita pulang saja" ajak Farhan memegangi kedua tangan istrinya yang tidak bisa diam.

"Awas kau ya, sampai kau cari gara-gara lagi, akan aku bakar kau hidup-hidup" ancam Ratna.

"Dasar ******!"

"Sudah dek, ayo kita pulang" Farhan menarik istrinya untuk pergi dari sana.

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

mampos kau juleha, salah sendiri jd orang koq julid. kl sampe blm kapok jg berarti kebangetan tuh orang😒

2023-08-23

0

gaby

gaby

Mantaap mak Ratna. Kalo biasanya novel2 lain akan menangis meraung2 ktika anaknya dhina. Ini mak Ratna menunjukkan taringnya, karena sejatinya segalak2nya emak sm anaknya tp marah ktika anaknya di sakiti org lain

2023-08-14

0

💞Erra Tarmizi💞

💞Erra Tarmizi💞

cuma suami yang bisa meredam kemarahan istri 🥰

2023-04-01

0

lihat semua
Episodes
1 Penghinaan
2 Ke puskesmas
3 Kemarahan Ratna
4 Menjambak keras rambutnya
5 Menangis sepanjang malam
6 Tidak ada perubahan
7 Ekonomi sulit
8 Di ikuti genderuwo
9 Di bawa ke dukun
10 Penjelasan dukun
11 Bekas kemerahan di leher
12 Menjaga jarak
13 Keanahen Nana
14 Ternodai
15 Noda merah di seprei
16 Kesurupan
17 Memutuskan berhenti dari pondok
18 Mimpi
19 Mimpi 2
20 Kerasukan
21 Kerasukan 2
22 Kerasukan 3
23 Mimpi di dalam mimpi
24 Kedatangan polisi
25 6 bulan kemudian
26 Keguguran
27 Di nodai genderuwo
28 Dendam yang terbalaskan
29 Kepergian Bima
30 Undangan
31 Hadir di dunia nyata
32 Menatapnya tanpa henti
33 Berusaha menghancurkannya
34 Kemarahan Airin
35 Menghindarinya
36 Terkejut ketika tau segalanya
37 Akan berusaha menolak
38 Balas dendam
39 Kedatangan tamu tak di undang
40 Rencana licik Kamila
41 Berusaha mengusir Zidan
42 Rawan anak hilang
43 Panggilan dari orang misterius
44 Terbakar api cemburu
45 Alasan menghindarinya
46 Kesepakatan bersama
47 Melihatnya menikah
48 Hati yang terluka
49 Kemarahan bu Juleha
50 Ketakutan
51 Dua orang yang saling mencintai
52 Terjebak di tempat yang gelap
53 Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54 Di kejar makhluk seram
55 Kecewa
56 Bimbang
57 Tidak ada lagi ruang untuk mu
58 Percekcokan Yasha dan Zidan
59 Berusaha melarangnya datang
60 Moment 10 tahun yang lalu
61 Masam
62 Fitnah keji
63 Fitnah keji 2
64 Mata yang ternodai
65 Saling adu mulut
66 Apapun bisa di tikung
67 Kaget
68 Tertangkap basah
69 Lingkaran api
70 Mengabaikannya
71 Tegang
72 Tenang di tempat yang salah
73 Mempercepat pernikahan
74 Kecurigaan Nana
75 Deal
76 Di introgasi
77 Kemarahan Nana
78 Tidak bisa memberontak
79 Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80 Pengawasan yang di perketat
81 Kembali bercek-cok
82 Menjatuhkan harkat dan martabat
83 Di desak
84 Kekacauan Zidan
85 Menganggapnya Airin
86 Positif hamil
87 Pernikahan dadakan
88 Tak henti-hentinya berdoa
89 Resmi menjadi pasangan suami istri
90 Biang kerok
91 Pengantin baru
92 Tak ingin kehilangan dia
93 Taruhan
94 Kepergian Yasha
95 Di rundung kesedihan
96 Tidak ada kabar tentangnya
97 Berjuang sendiri
98 Tertekan selama kepergiannya
99 DEG!
100 Kenyataan pahit
101 Tamat
102 Pengumuman Novel baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Penghinaan
2
Ke puskesmas
3
Kemarahan Ratna
4
Menjambak keras rambutnya
5
Menangis sepanjang malam
6
Tidak ada perubahan
7
Ekonomi sulit
8
Di ikuti genderuwo
9
Di bawa ke dukun
10
Penjelasan dukun
11
Bekas kemerahan di leher
12
Menjaga jarak
13
Keanahen Nana
14
Ternodai
15
Noda merah di seprei
16
Kesurupan
17
Memutuskan berhenti dari pondok
18
Mimpi
19
Mimpi 2
20
Kerasukan
21
Kerasukan 2
22
Kerasukan 3
23
Mimpi di dalam mimpi
24
Kedatangan polisi
25
6 bulan kemudian
26
Keguguran
27
Di nodai genderuwo
28
Dendam yang terbalaskan
29
Kepergian Bima
30
Undangan
31
Hadir di dunia nyata
32
Menatapnya tanpa henti
33
Berusaha menghancurkannya
34
Kemarahan Airin
35
Menghindarinya
36
Terkejut ketika tau segalanya
37
Akan berusaha menolak
38
Balas dendam
39
Kedatangan tamu tak di undang
40
Rencana licik Kamila
41
Berusaha mengusir Zidan
42
Rawan anak hilang
43
Panggilan dari orang misterius
44
Terbakar api cemburu
45
Alasan menghindarinya
46
Kesepakatan bersama
47
Melihatnya menikah
48
Hati yang terluka
49
Kemarahan bu Juleha
50
Ketakutan
51
Dua orang yang saling mencintai
52
Terjebak di tempat yang gelap
53
Di hadapkan dengan dua pilihan yang berat
54
Di kejar makhluk seram
55
Kecewa
56
Bimbang
57
Tidak ada lagi ruang untuk mu
58
Percekcokan Yasha dan Zidan
59
Berusaha melarangnya datang
60
Moment 10 tahun yang lalu
61
Masam
62
Fitnah keji
63
Fitnah keji 2
64
Mata yang ternodai
65
Saling adu mulut
66
Apapun bisa di tikung
67
Kaget
68
Tertangkap basah
69
Lingkaran api
70
Mengabaikannya
71
Tegang
72
Tenang di tempat yang salah
73
Mempercepat pernikahan
74
Kecurigaan Nana
75
Deal
76
Di introgasi
77
Kemarahan Nana
78
Tidak bisa memberontak
79
Menunggunya dengan sisa waktu yang sedikit
80
Pengawasan yang di perketat
81
Kembali bercek-cok
82
Menjatuhkan harkat dan martabat
83
Di desak
84
Kekacauan Zidan
85
Menganggapnya Airin
86
Positif hamil
87
Pernikahan dadakan
88
Tak henti-hentinya berdoa
89
Resmi menjadi pasangan suami istri
90
Biang kerok
91
Pengantin baru
92
Tak ingin kehilangan dia
93
Taruhan
94
Kepergian Yasha
95
Di rundung kesedihan
96
Tidak ada kabar tentangnya
97
Berjuang sendiri
98
Tertekan selama kepergiannya
99
DEG!
100
Kenyataan pahit
101
Tamat
102
Pengumuman Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!