Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Apa yang akan di katakan oleh Alves terhadapnya itu seperti sebuah keputusan besar yang mau tidak mau harus Elly ambil.
Dan itu adalah…
“Temani aku mandi.” Kata dari satu perintah yang di tunjukkan untuk Elly membuat Elly mengernyitkan matanya.
Alves sudah lebih dulu masuk kedalam bathtub, merendamkan tubuh nya di dalam air dingin yang cukup menyegarkan tubuhnya, lantas bagaimana dengan Elly yang diperintahkan untuk menemani Alves yang kini sedang berendam itu?
Kira-kira apa yang di tangkap oleh Elly atas ucapan Alves tadi?
“Baiklah, karena kau butuh teman untuk mandi dan bicara, aku akan menurutinya.” Dengan ekspresi datar, Elly berdiri dan kedua tangannya yang kebetulan sudah basah itu dia gunakan untuk melepaskan satu per satu kancing yang menautkan kedua sisi dari kemeja kotak-kotak kebesaran yang di pakai itu dan langsung menanggalkan nya.
Sedangkan Alves, matanya membulat sempurna karena akhirnya dia tahu kalau perintah yang di tangkap oleh Elly adalah memang menemaninya mandi, dan bahkan sekarang saja wanita itu malah ikut masuk kedalam bathtub bersamanya.
Sehingga air yang ada di dalam bathtub pun langsung meluber.
Dan setelah itu, Elly yang sudah tidak memakai apapun, duduk berhadapan dengan Alves.
Karena bak untuk mereka berdua berendam itu seperti kolam, maka dari itu tempatnya pun jadi sedikit lebih luas untuk mereka berdua berendam bersama dalam posisi saling berhadapan.
“Aku sudah menemanimu berendam, jadi sudah puas, kan?” Tanya Elly.
Senyuman kecilnya menghiasi bibir mungil nan ranum itu, sehingga menambah kesan menggoda untuk Alves, apalagi setelah Alves memang harus di hadapi oleh wanita yang bukan sekadar wanita biasa, karena sekarang saja Elly jadi punya kesan di mata Alves kalau Elly sudah seperti seorang pela* cur.
“Sekarang apa? Apakah kau mau layanan plus-plus?” Tawar Elly dengan ekspresi berani.
Menghadapi Elly yang ternyata bisa punya keberanian seperti itu, membuat Alves memejamkan matanya, bersandar ke belakang bathtub dan tersenyum tipis.
“Memangnya kau tahu cara untuk melayani pria dengan sistem plus-plus yang kau maksud itu?” Tanya Alves.
“Tapi sebelum itu, aku akan memperingatkanmu, kalau air ini mungkin sudah tidak bersih lagi, karena aku memang sedang datang bulan, tap-”
“Aku tidak mempermasalahkan itu. Aku hanya penasaran bisa mandi dan mengobrol dengan seseorang. Tapi jika memang kau bisa melakukan layanan yang kau maksud tadi, aku bersedia saja.” Jawab Alves atas pertanyaan tadi.
“Baiklah, jika memang itu jawabanmu, aku akan melakukannya.” Dan benar saja, setelah mengiyakannya, Elly langsung berdiri dengan berani tepat di depan Alves. Sehingga air yang tadinya menutupi sepertiga tubuh polos itu, sudah tidak ada lagi yang ditutupi.
Ya..
Alves sudah memberikan cap, kalau wanita di depannya yang Alves rekrut untuk menjadi pelayannya, ternyata akan melakukan apa saja sesuai dengan keinginan Alves, karena itu memang tugas pelayan?
‘Bukankah dia yang seperti ini, melayaniku dalam segala hal, membuatnya dari pada statusnya yang seorang pelayan, yang ada justru jadi terasa seperti di layani oleh Istri. Ah…apakah seperti ini jika aku memiliki Istri?’ Alves yang sesaat tadi memejamkan matanya, sudah terbuka dan menemukan Elly sudah berlutut di depannya langsung.
Dua wajah dengan jarak yang kian mendekat itu membuat mereka berdua jadi merasakan hembusan dari nafas mereka masing-masing.
Dan rasa sejuk itu memang sudah berubah menjadi panas saat Elly melangkahkan kakinya tepat ke samping kanan dan kiri pinggang Alves lalu duduk di atas pangkuannya, sampai akhirnya Elly mengulurkan kedua tangannya dan dia gunakan untuk melingkarkan di belakang lehernya.
“Oh~ Apa ini yang kau masud dengan layanan plus-plus itu?” Tanya Alves dengan telinga sudah merah merona. Tapi meskipun begitu, Alves tetap memberanikan dirinya sendiri untuk menatap wajah Elly yang cantik itu.
Adanya rambut kusut yang menghalangi wajah Elly, Alves pun perlahan mengangkat tangannya dan menepis rambut yang menempel di pipi Elly. Selagi itu pula dia pun meneruskan tujuan tangannya untuk mendorong belakang kepala Elly agar lebih dekat lagi.
“Hmmm. Jadi jika kau tidak menyukainya, katakan saja.” Sahut Elly dengan wajah memerah, sebab dia merasakan telapak tangan Alves yang besar dan lebar itu menyusuri wajahnya, sampai sempat menyapu leher putih Elly yang membuat dia jadi merasakan sensasi yang cukup menggelitik.
“Tidak, aku menyukai semua layananmu selama ini. Jadi jangan khawatir.” Jawab Alves.
Dua pasang mata yang saling menatap itu pun membawa mereka berdua seperti masuk kedalam jurang kesenangan.
Benar, karena sebentar lagi mereka akan saling menghibur diri dengan cara mereka berdua.
Dan salah satunya adalah dengan menyapu semua lapisan dari kulit mereka dengan segala sentuhan.
“Alves, kau memang pria yang kesepian.” Sindir Elly tepat persis di wajah Alves langsung yang jarak wajah diantara mereka berdua sudah kurang dari sepuluh centimeter, yang mana akhirnya mereka berdua menemukan saingan dari bibir mereka untuk saling bergelut dan bersilat lidah.
“Tidak masalah jika kau memang punya kesan kepadaku seperti itu, karena yang terpenting kau bisa melayaniku seperti yang seharusnya.” Imbuh Alves dengan sorotan mata sudah di selimuti gairah yang kian mencuat, dan itu terbukti dengan area pribadi Alves yang sudah menyapa pan*t at nya.
Tapi karena Alves sadar diri dengan situasi milik mereka hanyalah sekedar majikan dan pelayan yang berusaha melayani semua kebutuhannya Alves, maka Alves pun mampu menahan dirinya itu dan hanya bermain di luar saja.
“Aumph~...”
Sama hal nya dengan Alves, Elly pun perlahan sudah diselimuti aura dari orang yang sedang kepanasan ingin minta lebih.
Itu memang terlihat dari wajahnya.
Tapi seperti yang di pikirkan, Elly juga mampu untuk menahan itu semua, karena hanya dengan permainan untuk memuaskan majikannya dari kontak fisik bagian luar saja sudah lebih dari cukup untuk mereka berdua.
“Kau sungguh pintar menggoda, Elly.” Bisik Alves dengan tangan sudah melingkar di pinggang ramping milik Elly.
“Jika tidak seperti itu, aku mana mungkin bisa melakukan peranku sebagai pelayan?” Sahut Elly, memegang wajah Alves dengan kedua tangannya.
“Tapi asal kau tahu, tugasmu ternyata melebihi pelayan biasa.” Beritahu Alves.
“Makannya, aku harus di bayar mahal sesuai dengan pekerjaanku yang melebihi pelayan biasa. Itulah salah satu yang harus kau penuhi, Alves.” Dan wajah mereka berdua pun kembali mendekat, menyatukan mulut mereka untuk menemukan makanan tanpa bisa di makan itu.
“Kau sungguh beruntung, karena kau satu-satunya pelayan pribadi milikku, maka kau punya segudang uang di dalam rekeningmu. Tunggu saja akhir bulan, kau akan merasakan bagaimana rasanya bisa belanja seperti wanita lain.” Jelas Alves. Dia memang bisa membayar Elly kapanpun dia mau, tetapi sesuai dengan kesepakatan bahwa gaji di bayar di akhir bulan, maka Alves akan menuruti permintaannya itu, kecuali ada keadaan mendesak.
Mendengar godaan uang hasil kerja, Elly pun tersenyum tipis.
“Aku akan menunggunya.” Jawab Elly.
Melihat wajah bahagia karena uang kerja sendiri? Alves yang mendengar itu pun jadi tertawa geli dalam hati, karena rupanya Elly memang punya prinsip sendiri kalau uang yang di hasilkan adalah karena hasil dirinya bekerja.
“Aku akan membayarmu lebih, Elly. Jadi coba, puaskan aku dengan layananmu.” Bujuk Alves.
Elly pun menganggukkan kepalanya, dan pekerjaannya sebagai pelayan untuk melayani majikannya yang kesepian itu pun dia mulai.
Dan permulaan mereka di awali dengan hal yang cukup menyita mental mereka, tepat setelah tubuh mereka berdua saling menempel. Memberikan kesan gairah tersendiri untuk kedua manusia ini.
"Ah~" Lenguhan tak jelas itu keluar saat salah satu tangan Alves menyambut bakpau milik Elly.
"Suaramu sangat menggoda, Elly. Keluarkan lagi." Lirih Alves dengan tatapan mata terus tertuju pada leher Elly yang terlihat jenjang itu.
"itu tergantung usahamu, Alves." Jawabnya.
Maka tanpa sungkan lagi, Alves pun ingin mencoba agar suara tadi kembali keluar dari mulut yang nampak indah itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments