Setelah mengatakan itu kepada Alves, sebuah tekanan lebih besar pun mendarat juga di atas tubuh Elly.
"Karena kau sendiri juga sudah tahu, maka temanilah aku malam ini." Jawab Alves atas pertanyaannya Elly.
Alves pun kembali mendaratkan mulutnya di atas salah satu dari dua buah yang tidak bisa di maka itu. Sedangkan si pemilik, dia hanya mengusap ujung kepala Alves dengan manja, sebab dia cukup menikmati perbuatan yang di lakukan Alves kepadanya.
Sampai di saat itulah, salah satu tangan Alves pun beraksi juga. Dia meraih ujung bawah dari pakaian yang di kenakan oleh Elly dan menyingkapnya sampai ke atas.
"Elly-" panggil Alves dengan lirih saat mereka berdua di pertemukan.
"Hmm...lakukan saja." Sahut Elly seraya mengusap wajah Alves yang terlihat susah akan keringat sendiri terus membanjiri wajahnya yang cukup tampan itu.
Dengan sebuah jawaban yang terdengar sudah cukup jelas, Alves pun benar-benar tidak akan memberikan Elly sebuah kelonggaran sedikitpun.
Dan lagi pula karena sudah mendapatkan Izin dari si pemilik, Alves pun mendaratkan tubuh Elly agar kembali terbaring, dan perlahan bermain di bawah sana.
Menyingkap kain tipis yang melindungi keindahan dari barang eksotis yang hanya bisa di ciptakan oleh dua orang, dan di saat itu pula lah, Alves sungguh mendaratkan ujung miliknya itu di pintu gerbang milik Elly dan sengaja menggesek nya seperti kartu kredit.
"Alves, kau sungguh nakal."
"Bukannya kau sendiri yang berbuat nakal lebih dulu kepadaku?" Balas Alves.
"Itu karena kau sendiri yang bertubuh menggoda." Balas juga Elly.
Dan di saat itulah ketika Alves mulai masuk ke pintunya, satu pertanyaan pun muncul. "Anghh~..E-elly, kenapa punyamu sempit?" Satu pertanyaan bodoh pun keluar juga.
Dan tentu saja jawaban kurang ajarnya pun ikut keluar juga. "Bagaimana tidak sempit, tidak ada yang pernah masuk." Tatap Elly terhadap wajah Alves yang cukup menggoda, karena sedang menahan erangan nikmat tepat di bawah sana, "Alves, kau nikmati saja permainannya."
Dengan kata pasti yang sudah seperti itu, Elly pun mendorong tubuh beruang Alves ke samping kanan hingga akhirnya tubuh Alves bisa jatuh juga di atas karpet tebal yang cukup empuk itu.
BBRUKKK...
Dan disitulah, Elly pun sudah berada di posisi atas tubuh Alves.
"Bukannya ini terbalik?"
"Terbalik atau bukan, yang penting masing-masing bisa menikmatinya, ya kan?" Tanya balik Elly. Dia yang sudah duduk di atas persis milik kepunyaannya Alves, dengan serta merta langsung menggesek mesin nya ke kartu kredit milik Alves.
"Arhh~" Erang Alves, saat dia mendapati miliknya tertekan dalam kelembutan yang cukup panas.
Sampai kedua tangannya yang hendak meraih pinggang Elly, langsung Elly tangkap dan kedua tangannya pun di ikat dengan menggunakan dasi yang sempat di lepaskan oleh Alves beberapa saat tadi.
Dan dari situlah, Elly pun memerankan posisinya untuk melayani Tuan nya itu dengan sebaik mungkin, sampai mereka berdua yang tidak melakukan hubungan dengan memasukkan pusaka nya Alves kepadanya, sama-sama berakhir dengan puncak kenikmatan.
Dan erangan dari nada yang cukup tinggi serta memikat keluar dari mulut mereka berdua yang sudah separuh terbuka dengan nafas juga sudah begitu tersengal-sengal.
'Apa-apaan wanita ini? Kenapa dia bisa memberikanku kenikmatan yang tidak pernah aku dapatkan selama dua puluh delapan tahun ini? AH~ I-ni benar-benar rasa pertama yang cukup menyenangkan.' Benak hati Alves, saat dia kembali di permainkan dalam sebuah permainan yang memacu hasr*at dari diri seorang manusia untuk melepaskannya dalam na*fsu yang di kerjakan dengan berhubungan int*im bersama dengan pelayannya itu.
Dan masing-masing mendapatkan keuntungannya. Itu adalah sebuah kepuasan.
____________
Cip...cip....cip....
Setelah melewati malam yang cukup panjang, dia akhirnya membuka matanya, dan memperlihatkan sepasang manik mata berwarna merah Ruby.
'Akh...kenapa kepalaku sakit?' Pikir Alves, saat pertama kali merasakan sakit di kepalanya tepat di saat dia bangun.
Tapi lebih dari pada itu, dia justru mendapati tubuhnya yang terasa di berikan beban yang cukup antara ringan dan berat.
Ketika dia meliriknya ke bawah, barulah dia tahu dia melihat seorang wanita sedang terkapar di atas tubuh Alves dengan air liur sudah mulai membasahi dada bidangnya.
'Kenapa dia ada di atas tubuhku? Dan apa-apaan dengan pakaiannya yang terbuka?' Tapi saat Alves melirik kembali ke arah tubuhnya sendiri, Alves pun menyadarinya juga, kalau dirinya juga sedang tidak memakai baju, dan apalagi celana? 'Apa, kami berdua semalam melakukannya?'
Hanya itulah yang tiba-tiba saja tercetus di dalam kepala Alves, mengingat tubuh pelayannya ini juga memang sudah separuh telanjang, sampai memperlihatkan buah dadanya yang terhimpit ke permukaan dari dada bidang Alves.
"Huft...huftt..." Suara dengkuran lembut pun terdengar. "Alves, menyenangkan, kan?" Gumam Elly di bawah alam mimpinya yang entah sedang bermimpi apa. "Kalau mau lagi, aku akan...melakukannya lagi." Imbuhnya.
Kedua tangannya pun mulai mengepalkan tangannya dengan cukup serat, sampai Alves yang awalnya diam dan memperhatikan Elly yang sedang mengigau itu, tiba-tiba di sentakan dengan area bawah miliknya yang kembali menyentuh sesuatu lembut dan juga berdenyut?
'Dia sungguh memimpikan itu denganku?' Alves pun di buat terpana dengan tekad dari Elly yang sungguhan memberikan layanan kepadanya dengan sangat baik, hingga Alves sendiri merasakan sesuatu yang sejuk di bawah pan*tat nya, yang demikian mereka berdua memang sempat mendapatkan pelepasan.
Melihat hal menakjubkan terhadap wajah polos Elly yang terlihat lelah itu, Alves pun menarik ujung dari ikatan dasi miliknya yang mengikat kedua tangannya itu, setelahnya, Alves pun menahan tubuh mungil Elly agar terus berada di posisinya, ketika Alves sendiri kini sudah terduduk.
Dan terlihat sudah pemandangan yang cukup memanjakan matanya, sebab dirinya juga Elly memang sudah sepenuhnya bermain mempermainkan milik mereka sampai semalaman, hingga Alves sempat melihat adanya darah yang sempat mendarat di permukaan area pribadinya Alves.
"Elly?" Panggil Alves sambil menepuk ringan pipi Elly yang kebetulan memang lumayan cantik.
"Ehmm?" Elly terlanjur sudah tertidur lelap itu tidak bisa membuka matanya, karena saking nyamannya bisa tidur cukup pulas.
Melihat hal tersebut, Alves pun terpaksa tidak membangunkannya, dan memilih untuk membawa Elly dalam gendongannya, lalu membawanya pergi dari ruang tamu dengan penampilan mereka berdua yang sudah cukup acak-acakan, karena pergulatan mereka berdua semalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Ir Syanda
Ketagihan dia ...😂
2023-03-17
1
Ir Syanda
Elly sudah pro ternyata ...
2023-03-17
1
Ir Syanda
Aduh, aku masih terlalu polos untuk membayangkannya wkwkw😂
2023-03-17
1