‘Naluriku tidak pernah salah. Kalau pria ini pasti ada hubungannya dengan tubuh ini. Buktinya saja, tanganku sebenarnya sedang gemetar.’ Pikir Elly. Dia kini sebenarnya sedang menahan diri agar tubuhnya tidak gemetar.
Meskipun sulit, tapi Elly tatap mencoba menahannya, karena dia tidak mau memperlihatkan kelemahannya di depan laki-laki itu.
Dan suasana gaduh kembali terdengar, karena mereka semua bingung dengan keputusan dari kata pertandingan ulang.
“Pertandingan ulang? Itu boleh juga.” Sahut salah satu di antara mereka semua.
Karena ada satu yang setuju, maka ada yang lainnya juga dan itu di tandai dengan sebuah anggukan.
“Benar. Lagian, aku mana mungkin me-”
Alves yang dari tadi terdiam karena ucapannya sempat terpotong oleh laki-laki asing itu, akhirnya angkat bicara. “Apakah kalian sedang ingin jadi seorang pengecut? Padahal tidak ada satupun dari kalian yang sempat menolak ide dari Elly barusan.”
Ucapannya yang masuk akal dan di saat yang sama juga mempunyai sebuah bukti dai Cctv, maka tidak ada satu pun orang yang berani membantah ucapan Bos Alves ini.
Termasuk pria asing yang entah datang dari mana, karena Alves sendiri baru melihatnya, jadi dia sama sekali tidak tahu siapa dia.
“Sepertinya ucapannya memang benar juga. Tapi semoga saja ada event seperti ini ada yang kedua kalinya ya. Dan-” Ucapannya berhenti ketika laki-laki ini mengalihkan pandangannya dari dari Alves ke satu orang wanita yang tadi sempat di panggil Elly? “Elly ya? Akan aku ingat namamu itu.”
Tanpa sepatah kata lagi, laki-laki itu pergi dengan lambaian tangan yang di tunjukkan untuk mereka berdua yaitu Alves dan Elly sendiri, sebelum pria itu kembali masuk ke dalam mobil.
“Hei, kau mau pergi kemana?”
“Melanjutkan perjalanannku.” Sahut pria ini sambil memakai kacamata hitam.
Setelah mengatakan itu, pria itu pun pergi dengan membawa mobil nya untuk melanjutkan perjalanannya.
Dan tidak ada yang bisa menghalanginya pergi, karena pria itu langsung menancap gas mobil engan cukup dalam, dan mana ada yang mau mati tertabrak untuk sekedar menghalanginya.
“Ok, karena orang itu sudah pergi, jadi bukankah-” Alves yang pada akhirnya menemukan kemenangan karena pelayan pribadi nya itu, langsung mengeksekusi mereka semua yang terlibat dalam balapan kali ini. “Artinya kalian akan mau menuruti apa pun yang aku suruh?”
Dan senyuman yang dari luar terlihat ramah itu sebenarnya mengandung lebih banyak makna tersirat yang langsung di sadari oleh mereka semua, termasuk oleh Deon, Diana, dan Vion serta Elly sendiri.
‘Ahh….sudah kalah, kenapa aku harus menuruti perintah dari sepupuku sendiri? Dasar Alves, padahal yang taruhan kan wanita itu, seharusnya wanita itulah yang aku layani, bukan dia.’ Pikir Deon, melihat Alves senang dengan hasil akhirnya, karena tidak mendapatkan kerugian apapun sebab hasil akhir dari pertandingannya itu, kemenangan tetap berada di genggaman Alves atas nama Elly sendiri.
Sedangkan Elly, dia hanya diam sambil melihat kepergian dari pria asing tadi.
‘Siapa dia?’ Satu pertanyaan yang terus saja timbul. Sampai Elly tanpa sadar tangan kanannya itu mencengkram lengan kirinya terus.
‘Kenapa dia melihat ke arah sana terus? Apakah dia kenal dengan pria tadi?’ Alves yang sadar dengan tingkah Elly yang terlihat seperti antara penasaran tapi juga takut, membuat Alves berbisik. “Karena kau memenangkan pertandingan ini, apa yang kau inginkan?”
Tanpa basa basi Elly menjawab dengan cepat. “Pulang saja.” Tekan Elly.
‘Dia seperti ada sesuatu yang di khawatirkan.’ Tatap Alves pada tangan kanan Elly yang terlihat semakin mencengkram lengan tangan kirinya sendiri, yang menandakan Elly memang sedang di sudutkan sesuatu.
Karena tahu sudah seperti itu, Alves mau tidak mau mengatur rencana dulu untuk mengurus kedelapan belas pembalap yang terdiri dari teman-temannya Alves sekaligus Deon si sepupunya Alves itu.
“Karena kebetulan saat ini aku ada keperluan mendadak, aku akan memberikan perinntah kepada kalian semua lewat pesan singkat. Siapa yang tidak melakukannya akan ketahuan, karena aku punya ini.” Alves pun memberikan kode pada sepasang matanya, yang artinya Alves bisa tahu dimana dan apa yang sedang di lakukan oleh orang-orang yang ingin Alves perhatikan.
Dan setelah mengatakan itu, Alves langsung menyuruh Elly masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan mereka semua.
Mereka semua tentu saja langsung bengong, karena melihat Alves dengan mata kepalanya sendiri menyuruh wanita yang menjadi pelopor pemenang dari balapan tadi, untuk masuk kedalam mobilnya?!
“Aku tidak salah lihat, kan? Dia baru saja memasukkan wanita itu kedalam mobilnya.”
“Kau tidak salah lihat, karena aku juga melihatnya sendiri, Alves membiarkan wanita itu duduk di dalam mobilnya.”
“Iya, aku juga melihat Alves ternyata mengizinkan wanita bernama Elly itu masuk ke dalam mobilnya.”
“Bukankah artinya kalau mereka berdua memang punya hubungan?”
“Aku pikir juga seperti itu.”
“Tapi-” Kata yang sangat menggantung itu pun langsung menarik perhatian mereka semua, “Kira-kira apa yang akan Alves lakukan pada kita ya? Tahu sendiri, kalau ternyata wanita yang jadi taruhan itu bukanlah wanita yang membuat perkara dengan Alves untuk di berikan kepada kita.”
“Eh..kau benar juga.” salah satu orang pun jadi menyadari hal itu juga, yaitu Alves, yang ternyata punya hubungan dekat dengan baik dengan Elly barusan.
Mereka semua tentu saja merasa aneh, sebab biasanya Alves bukanlah tipe yang akan dekat-dekat dengan wanita, apalagi sampai memberikan izin duduk di dalam mobilnya, itu bagaikan hal tabu untuk Alves sendiri, tapi itu tidak terjadi dengan Elly barusan.
Itulah alasan dari mereka semua merasakan rasa heran yang teramat sangat kepada Alves.
__________
BRRMMM…..
Mobil mewah berwarna merah yang cukup menyialukan mata, karena cukup mencolok itu terus melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang kebetulan sedang tidak padat
Selagi matanya sedang fokus ke depan, maka tidak dengan pikirannya itu.
Aiden, pria yang barusan ikut campur dalam urusan balapan tadi, kini sedang terdiam dengan segala pikirannya itu.
Ya…
Pikirannya terus tertuju pada wanita itu, wanita yang di jadikan bahan taruhan dalam balapan mobil itu, tapi di saat yang sama juga wanita itu rupanya ikut andil dalam balapan tersebut, dan akhirnya taruhan itu berakhir gagal Aiden dapatkan karena yang memenangkan pertandingan adu kecepatan itu adalah wanita itu sendiri.
“Elly? Jadi dia namanya Elly? Padahal aku pikir saat aku melihat fotonya tadi dia adalah Raelyn.” Gumam Aiden, dia sama sekali tidak tahu kalau ternyata wanita yang jadi bahan taruhan tadi namanya adalah Elly, bukan Raelyn. “Aku tahu di dunia ini pasti ada punya penampilan dan wajah yang bisa sama persis, tapi kita tunggu saja, sekalipun wanita itu namanya adalah Elly, aku akan terus memantaunya, karena aku punya firasat kalau dia adalah Raelyn.”
Aiden yang awalnya menggigit jari karena dia benar-benar sedikit bingung sebab punya fakta baru dengan wanita yang sedang di carinya itu adalah orang lain, langsung kembali fokus ke depan.
Ya..Aiden untuk sementara melepaskan Elly yang kebetulan punya wajah dan penampilan fisik yang sama dengan wanita yang sedang di carinya, tapi Aiden sudah memastikan untuk pertemuan yang kedua dia tidak akan melepaskannya.
Itulah alasan di balik dirinya tiba-tiba ikut masuk dalam lomba adu balap tadi, untuk memastikan sendiri dengan mata kepalanya sendiri seperti apakah wanita yang di jadikan bahan taruhan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments