Dengan demikian, hari ini pun menjadi awal penentuan siapakah antara Alves dan Vion, yang akan memenangkan pertandingan.
Karena di sini, taruhannya adalah bisa mendapatkan layanan dari Elly, yang notabene nya, bagi Alves sendiri itu adalah miliknya.
BRRMM....BRRMM....
"Alves, apakah kau rela jika aku meminjam wanitamu kepadaku?" Ledek Vion kepada Alves.
Kini mereka berdua sedang berada di dalam mobil sport mereka. Dan demi memperlihatkan aksi mereka, awal dari posisi mereka itu di isi dengan deru dari suara knalpot mobil yang sedang di mainkan oleh Alves dan Vion.
"Kau pikir aku akan rela? Tidak akan." Lirik Alves pada Vion yang terlihat percaya diri untuk bisa memenangkan pertandingan yang di adakan khusus untuk mereka berdua?
TIN....TIN.....
Mendengar adanya suara klakson dari mobil yang lain, Alves dan Vion pun melirik ke arah spion mobil, dan dari situlah tepat di belakang mereka berdua tiba-tiba saja datang beberapa mobil lain, yang kebetulan saja Alves kenal.
"Yo kawan...ternyata alasanmu tidak datang ke kantor adalah untuk ini?" salam pria berambut hitam punya wajah yang cukup tampan ini. Dengan masih memakai setelan jas formal, pria ini pun menghentikan mobil sport berwarna hitam miliknya di samping kanan mobil Alves, sehingga posisi antara Alves dan Vion pun berhasil di pisahkan oleh posisi dari mobil rekan kerjanya Alves ini, yaitu Doni.
Alves mengernyitkan matanya dan bertanya, "Dari mana kau bisa tahu aku ada disini?"
"He~" ekspresi Doni pun bercampur antara heran tapi juga senang. "Ada apa? Padahal kau sendiri yang mengundangku datang kesini." Dan Doni pun mengeluarkan handphone nya dai dalam furing jas hitam yang Doni pakai itu.
Doni yang menyodorkan handphone nya di depan Alves, membuat Alves langsung merebutnya dan melihat kenyataan dari pesan singkat yang di kirim oleh Alves sendiri?
"Ah..jadi dia ya, wanita yang ingin dijadikan taruhan?" Tanya Doni sambil menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di depan mobilnya Alves, dan wanita itu sedang sibuk bermain dengan handphone milik Alves.
Dan tidak hanya Doni saja yang datang, melainkan ada teman-temannya juga.
Sehingga suasana di dalam arena balapan pun jadi bertambah ramai.
'Elly!' Alves yang penasaran dengan apa yang sebenarnya Elly lakukan dengan handphone nya, Alves pun segera keluar dari mobil nya dan menghampiri wanita yang sedang terlihat asik bermain handphone nya sampai tubuhnya ikut-ikutan miring karena bermain game?
Karena itu, Alves pun langsung merebut handphone yang sempat di pinjam oleh oleh pelayan nya itu dengan secepat kilat.
"Sini."
"Eh..?" Elly menyatakan keterkejutannya dengan handphone yang tadi sedang Elly gunakan untuk bermain game dengan wajah termangu, karena handphone yang dia pegang sudah di sita oleh pemiliknya. "Alves, itu sebentar lagi itu masuk Finish." Elly yang merasa tanggung, ingin melanjutkan game nya lagi, makannya, Elly pun berusaha untuk merebutnya lagi. "Pinjam lagi."
"Tidak." Ketus Alves.
Dan Alves langsung mengangkat handphone itu tinggi-tinggi agar Elly yang lebih pendek dari tubuh Alves, tidak akan bisa merebut sesuatu yang tinggi itu. Tapi selagi itu juga Alves mencoba menilik sesuatu yang dari tadi Alves pikirkan.
"Elly, kenapa kau mengirim banyak pesan pada orang lain tanpa seizinku?" Tanya Alves, sedikit marah, karena perbuatan dari Elly ini akhirnya menimbulkan kekacauan yang lumayan besar juga.
Elly yang awalnya hendak merebut kembali handphone itu untuk menyelesaikan perlombaannya di dam game, langsung mengurungkan niatnya seraya menjawab, "Karena aku melihat mereka memberimu pesan, tapi kau sendiri tidak membalasnya, maka aku lah yang membalasnya.Dengan begitu, pertemuan besar kan bisa terjadi."
Mendengar hal itu, Alves menjeling ke arah Elly yang terlihat tidak ada rasa bersalah sedikitpun dengan apa yang di lakukan nya itu sebenarnya sungguh salah besar.
"Alves, ternyata kau disini ya? Oh, apa dia wanita yang kau maksud itu?"
BRAK...
Satu persatu mobil berhenti tepat di garis nya masing-masing, dan puluhan orang pun keluar dari mobil yang mereka bawa itu untuk menyapa Alves.
"Alves-"
"Alves, kau terlihat sehat."
"Alves, apa kau akhirnya punya calon Istri, tapi untuk sementara di sewakan untuk di jadikan taruhanmu? Kau sungguh licik." Satu orang lagi menyapanya juga.
Tidak hanya laki-laki saja yang datang, tapi ada juga wanita yang sengaja datang karena ingin melihat Elly?
Tentu saja.
Dan salah satunya adalah wanita bernama Diana ini. "Alves, aku akan pastikan diriku menang."
"Menang untuk apa? Wanita di larang ikut balapan." Sela Dion.
"He~ Siapa yang memberikan aturan? Kau? Bukan kan? Jadi jangan menghalangiku untuk ikut balapan." Jawab Diana, tidak suka keinginannya di halangi oleh seseorang, dan itu adalah Dion.
Dion memutar tubuhnya ke belakang menghadap Diana, lalu bertanya."Kau kan wanita, memangnya apa yang mau kau lakukan dengannya?"
"Karena ini tentang sesama wanita, maka itu akan jadi rahasia." Cibir Diana sambil menutup salah satu matanya kepada Dion, lalu kembali masuk ke dalam mobilnya, karena dia sudah bersiap untuk melakukan pekerjaan yang menantang adrenalin miliknya.
"Alves, memangnya wanita boleh ikut?" Dion langsung menyandarkan tubuhnya ke mobil dan menatap Alves yang sudah bertatap mata dengan Elly itu.
Karena Elly, semua orang jadi datang. Itulah masalahnya Alves.
'Tapi karena sudah terlanjur semua orang ada di sini, sebaiknya ak-'
Belum juga menuntaskan kalimat di dalma pikirannya, Alves kembali di hadiri salah satu mobil miliknya yang berwarna biru metalik.
"Itu kan mobilku?" Lirih Alves, dan langsung mendelik Elly yang terlihat senang karena seperti sedang menunggu-nunggu.
"Ya. Ini mobilmu. Aku menyuruh anak buahmu untuk membawakannya kesini." Jawab Elly.
"Untuk apa? Kau sudah membuat mereka semua datang kesini. Dan banyak di antara mereka itu adalah orang yang tidak aku sukai, dan kau sekarang membawa salah satu mobil di garasiku kesini?" Alves pun jadinya berbicara dengan nada lirih tapi penuh dengan penekanan. Sebab gara-gara satu orang wanita, dia harus di hadapi sebuah masalah
Setelah sampai di samping mobil sebelah kiri Alves, anak buah Alves pun keluar dari mobilnya dan menyerahkan kunci mobil kepada majikannya itu.
"Tuan, saya sudah membawa mobil anda. Jadi saya permisi dul." pamit anak buah Alves ini, meninggalkan majikan dan pelayan pribadi dari majikannya itu di sana, tepat setelah membawakan kendaraan yang di mau oleh Tuan majikan?
Padahal itu adalah pesanan yang di inginkan oleh Elly agar di bawakan salah satu mobil milik Alves.
Alves menatap kunci mobil yang dia barusan di terimanya, tapi belum apa-apa kunci itu sudah menghilang di rebut oleh Elly.
"Untuk apa? Karena disini aku juga akan ikut balapan."
"Apa?"
"Ei~ kau yakin? Kau itu wanita yang di jadikan taruhan, masa ikut balapan."
Satu dua orang diantara mereka protes.
Karena ada beberapa orang yang protes, Elly pun menjawab dan memberikan penjelasan kepada mereka semua yang hadir, bahkan termasuk untuk Alves, Dion, Vion, dan Diana.
Tanpa ada yang di kecualikan, mereka harus mendengar perubahan rencana.
"Karena peraturannya baru saja di ubah. Aku mengakui aku jadi bahan taruhan. Tapi jika kalian saja yang ikut dalam permainan ini, bagiku rasanya tidak akan seru.
Jadi ada bagusnya, kalau aku yang merupakan jaminan dari taruhan ini, ikut balapan juga.
Setidaknya ada tantangannya, sedikit." Jelas Elly sambil memberikan contoh dari jari jempol dan telunjuk yang di buat saling berjejer, sehingga memperlihatkan arti dari kata sedikit tadi.
"Dengan kata lain, jika kau memang bisa menang, apa jadinya?"
"Jika aku kalah, orang yang memenangkan lomba akan aku layani selama seharian penuh. Tapi jika aku yang menang, maka kalian harus menuruti perintahnya selama seharian juga. Bagaimana? Tidak ada ruginya mencoba, ya kan?" Tawar Elly dengan senyuman manis yang langsung mengikat hati banyak laki-laki, bahkan Alves sendiri.
'Elly, jadi kau melakukan ini pada akhirnya untukku juga? Tunggu.., tapi dia ikut balapan juga? Memangnya dia bisa menyetir?' Pikir Alves, dia akhirnya mengetahui apa maksud dari kekacauan yang di lakukan oleh pelayan pribadinya ini adalah untuk Alves juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
nengkirana
kyknya elly ini mantan agen2 rahasia yaa🤔🤔 tapi amnesia😉
2023-02-13
1