19 : PTRI : Kesamaan

"Eh..dia ternyata sampai tidur di sini?" Doni melepaskan masker nya, dan pergi menghampiri Alves yang sama sekali belum berganti pakaian, bahkan sampai tidur dalam posisi duduk seperti itu. "A-"

"Bagaimana keadaannya?" Hanya saja, sebelum Doni membuka suaranya, Alves lebih dulu bangun dan menanyakan situasi serta kondisi dari wanita yang mereka tangani itu.

Doni yang merasa lelah, memutuskan duduk di samping kiri persis Alves, menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi lalu menjawab : "Karena demam dan benturan keras di kepalanya, dia sekarang sedang koma. DI tambah karena adanya pembuluh darah yang pecah di dalam otaknya, jadi ini akan memakan waktu yang cukup lama agar dia pulih.

Tapi ngomong-ngomong, darimana kau mendapatkan wanita itu? Di tubuhnya benar-benar banyak luka lebam dan ada juga beberapa luka sayatan. Jadi kelihatannya dia memang korban dari kekerasan."

"Aku kebetulan menemukannya di pinggir pantai. Jadi aku juga tidak tahu siapa dia dan identitasnya apa." Balas Alves. Dia memang penasaran, tapi dia juga tidak punya sesuatu yang bisa mengaitkan siapa identitas dari wanita yang dia temukan itu.

"Hmm..untung saja kau tepat waktu, kalau terlambat sedikit saja, dia akan kehilangan nyawanya." Imbuh Doni. Dia beranjak dari kursinya, meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku itu karena dia benar-benar merasa lelah sebab berdiri cukup lama, di tambang cukup menguras tenaga dan pikirannya untuk mengatasi pasien yang di bawa oleh Alves ini. "Dia akan di rawat di ICU lebih dulu sampai sadar, jadi Istirahat dulu sana, biarkan para asistenku yang menjaganya." Sambung Doni.

Sama hal nya dengan Doni, Alves pun berdiri dan melihat wanita asing yang Alves temukan itu sedang di pindahkan.

Terlihat wajah tidur itu selalu mengusik isi kepala Alves untuk beberapa waktu. Tapi karena dia mempercayai kinerja dari Doni ini, Alves pun pergi meninggalkan rumah sakit.

'Dia terlihat begitu memperhatikannya. Apakah ada sesuatu yang dia pikiran dan ada hubungannya dengan wanita ini?' Pikir Doni, ikut dengan para asisten nya pergi ke ruang ICU dan membantu mereka berdua untuk memasang semua alat pendukung kehidupan dari pasien tersebut.

________________

Pagi itu.

ZRASHHH...

Air hangat yang keluar dari shower itu mengguyur tubuh atletis milik Alves dari atas kepala sampai ujung kaki.

"Hahh ..." Alves menghela nafas cukup panjang. Dia benar-benar merasakan rasa lelah di tubuh.

Bukan karena pekerjaan yang menumpuk atau karena menghadiri pesta, melainkan dia lelah karena tanpa sadar dirinya menunggu korban orang hanyut, sampai operasinya selesai.

Iris mata miliknya yang berwarna merah itu pun kian gelap seolah dia baru saja melihat sebuah mangsa yang sudah lama dia tunggu.

"Aku melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan. Sebenarnya ada apa denganku" Merasakan dilema untuk pertama kalinya, Alves mendongak kan kepalanya ke atas, agar wajah tampan miliknya langsung di terjang dengan guyuran dari air shower yang terasa seperti hujan itu.

Alves memejamkan matanya, lalu mencoba mengingat ingat asal dari mana dirinya bisa mendapatkan perasaan familiar dari miliknya itu.

Tapi belum juga mendapatkan pencerahan, dering dari handphone miliknya pun mengganggu ritual nya.

Alves menjeling tajam ke arah handphone yang sengaja dia letakkan di atas meja dekat wastafel, karena dia memang tidak bisa lepas dari handphone nya, sebab banyak sekali panggilan penting yang biasanya masuk.

Tapi karena suara dering kali ini berbeda, maka itu sudah jelas kalau yang sedang menelepon nya adalah Doni.

Dengan tubuhnya yang masih polos, Alves berjalan untuk mengambil handphone miliknya, dan mengangkat panggilan telepon itu.

"Ada apa?" Alves bertanya pada poin intinya secara langsung.

"Aku butuh darahmu."

"Kau menginginkan darahku untuk di minum?" Tanyanya lagi. Karena ritual mandinya sudah di potong oleh Doni yang sangat rajin sekali absen untuk menelepon nya, Alves pun jadi menyudahi kegiatannya itu, mengambil handuk kimono yang tergantung di dinding sebelah pintu, dan menutupi tubuh polosnya itu dengan handuk tersebut.

Tidak lupa dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya, Alves pun beranjak keluar dari kamar mandi.

"Memangnya aku ini Vampir? Aku butuh darahmu bukan untukku, tapi wanita ini. Kami kehabisan stok darah, dan golongan darahmu yang AB+ itu kebetulan cocok dengannya. Jadi aku butuh darahmu." Jelas Doni, alasan dirinya menelepon Alves pagi-pagi adalah karena dia memang membutuhkan darah dengan golongan darah yang sama.

Beberapa waktu lalu di bank darah memang ada darah dengan golongan itu, tapi karena wanita yang di bawa oleh Alves ternyata membutuhkan lebih banyak darah dengan golongan itu, maka sekarang stok nya pun habis.

Dan satu-satunya orang yang memiliki darah itu adalah Alves sendiri.

'Jadi dia pun juga sama-sama memiliki golongan darah sepertiku?' Alves pun jadi mulai berpikir kalau itu adalah sesuatu yang cukup menguntungkan.

Karena tidak akan ada yang tahu masa depan itu akan seperti apa, maka dari itu Alves jadi sempat memikirkan sebuah keuntungan yang bisa dia dapatkan dari wanita yang dia selamatkan itu.

"Aku akan kesana." Setelah mengatakan itu, Alves menutup telepon nya dan bersiap pergi ke rumah sakit lagi.

________________

"Wow, siapa si pria tampan itu?"

"Wah...pagi-pagi dapat stimulan menyenangkan. Dia sangat menyilaukan."

Para pasien serta pengunjung yang kebetulan sedang duduk di lobi, langsung menyadari kehadiran dari Alves yang baru saja masuk.

Karena tampilannya yang memukau, apalagi Alves yang kebetulan akan sekalian berangkat kerja, maka balutan dari jas berwarna biru navy itu pun membuat kesan Alves jadi semakin gagah dan sexy, sebab balutan jas dan celana yang di pakai oleh Alves benar-benar mencetak tubuh atletis nya dengan sempurna, sehingga banyak wanita yang meliriknya.

Tapi Alves tetap mampu untuk mengabaikan mereka semua, karena hanya dengan membuat jelingan mata yang cukup dingin, mereka semua yang hendak mendekat, berhasil mengurungkan niatnya itu.

Tidak butuh waktu yang lama, setelah naik lift, dia sampai di lantai tiga, dan di sanalah pasien yang Alves bawa semalam di rawat, di ruang ICU.

Dan karena kebetulan ruangannya ada dinding yang di buat dengan kaca, maka Alves mampu melihat kondisi wanita itu dari luar kamar.

"Oh Tuan, anda sudah sampai? Apakah anda bisa melakukanya sekarang?" Tanya perawat wanita ini kepada Alves yang belum lama sampai itu.

"Ya. Sekarang saja." Jawab Alves, dia pun mengikuti kemana asisten dari Doni ini pergi. Dan ternyata karena hanya ada di ruang sebelah, dia pun jadi tidak perlu berjalan jauh.

Sepuluh menit kemudian, Alves keluar dengan lengan tangan kiri sudah di plester.

"Oh, kalau anda mau masuk anda harus gunakan pakaian ini." Sebelum perawat ini pergi, ia memberikan seragam untuk Alves pakai jika memang mau menjenguknya.

Karena itu, Alves pun menerima pakaian tersebut.

"Padahal aku bukan siapa-sapa nya dia. Tapi ya sudahlah, lagi pula aku memang sedang lagi senggang, lebih baik coba buang waktu dengan mengurus orang sakit. " Dan Alves pergi masuk kedalam kamar ICU dengan pakaian steril yang di berikan oleh perawat tadi.

KLEK.

Rasa sakit hasil jarum yang sempat tertanam di dalam lapisan kulit tipisnya memang masih terasa, tapi kira-kira seperti apakah jika jarum itu terus tertanam di tangan itu terus?

"Ternyata memang banyak luka." Alves sempat menyentuh tangan kiri dari kulit putih pucat yang di miliki oleh wanita yang terbaring di depannya itu.

Ada luka lebam, bahkan luka seperti sayatan yang terlihat seperti cambukan, juga ada.

'Berapa banyak yang sudah dialami oleh wanita ini?' Rasa simpati itu pun kembali muncul.

Dia benar-benar sangat menyayangkan, karena wanita cantik yang ada di depannya ini sungguh menghadapi kesulitan yang entah seberapa sulit, tapi Alves mampu merasakannya ketika dia hanya melihat semua luka yang di miliki oleh wanita tersebut.

"Sampai berapa lama dia akan terus seperti ini?" Tanya Alves pada satu perawat yang baru saja keluar dari kamar mandi itu.

"Yang tahu hanya tuhan, Tuan. Tidak ada yang mampu memprediksinya, apalagi dengan benturan kepala yang keras sampai membuat pembuluh darah di dalam otaknya pecah, maka ada kemungkinan lebih dari sebulan.

Tapi intinya, kembali kepada si pasien itu sendiri Tuan." Papar wanita ini. "kalau begitu saya permisi terlebih dahulu." Imbuhnya, meninggalkan Alves sendirian di dalam kamar.

Seperginya perawat tadi, Alves menarik kursi kosong dan duduk di sebelah wanita itu.

"Apakah aku akan jadi orang gila, karena aku berbicara sendiri pada orang yang bahkan tidak bisa bangun seperti ini?" Ucap Alves. "Tapi aku yang sudah bicara sendiri seperti ini juga sudah di anggap gila." Imbuhnya lagi.

Episodes
1 1 : PTRI : Alves & Elly
2 2 : PTRI : Malam yang panjang.
3 3 : PTRI : Usaha Elly
4 4 : PTRI : Kenapa jadi pelayan yg melayani
5 5 : PTRI : Kemampuan
6 6 : PTRI : Bawa Elly
7 7 : PTRI : Perdebatan.
8 8 : PTRI : Taruhan
9 9 : PTRI : Kecepatan.
10 10 : PTRI : Kemenangan
11 11 : PTRI : Karena taruhan
12 12 : PTRI : Pelayan harus melayani
13 13 : PTRI : Pelayan Rasa Istri
14 14 : PTRI : Malam pertemuan. 1
15 15 : PTRI : Selera
16 16 : PTRI : Bunga harapan
17 17 : PTRI : Takdirnya langsung di temukan.
18 18 : PTRI : Menuju perasaan
19 19 : PTRI : Kesamaan
20 20 : PTRI : Membuka pertemuan
21 21 : PTRI : Awal dari kesepakatan
22 22 : PTRI : Hilangkan penghalang
23 23 : PTRI : Kunjungan pertama
24 24 : PTRI : Aku pelayan
25 25 : PTRI : Pencuri bertopeng
26 26 : PTRI : Elly Vs. Arya
27 27 : PTRI : Kehancuran.
28 28 : PTRI : Tumbang.
29 29 : PTRI : Kehadiran Elly membawa Alves kedunia baru
30 30 : PTRI : Bukan miliknya.
31 31 : PTRI : Tidak sesuai
32 32 : PTRI : Merenggut mahkota
33 33 : PTRI : Ingatan
34 34 : PTRI : Mall
35 35 : PTRI : Pelayan >< Majikan
36 36 : PTRI : Salah paham
37 37 : PTRI : Debat
38 38 : PTRI : Debat perasaan
39 39 : PTRI : Otak bekerja 1
40 40 : PTRI : Kantor
41 41 : PTRI : Kesalahan
42 42 : PTRI : Elly Pergi
43 43 : PTRI : Perintah
44 44 :PTRI : Perintah
45 45 : PTRI : Karena perintah
46 46 : PTRI : Pilihan
47 47 : PTRI : Mengacaukan pemanasan
48 48 : PTRI : Memungut Bidadari
49 49 : PTRI : Ellyn >< Raelyn.
50 50 : PTRI : Benci
51 51 : PTRI : Pasangan
52 52 : PTRI : Aku Adalah Pelayan
53 53 : PTRI : Elly Di Pesta
54 54 : PTRI : Bunga pengantin
55 55 : PTRI : Rumah sakit lagi?
56 56 : PTRI : Latar belakang
57 57 : PTRI : Elly tidak mau diam
58 58 : PTRI : Rencana
59 59 : PTRI : Boneka
60 60 : PTRI : Kepikiran Elly
61 61 : PTRI : Pertengkaran
62 62 : PTRI : Di Dalam Rasa
63 63 : PTRI : Menerima hadiah Elly
64 64 : PTRI : Elly melayani pengobatan Alves
65 65 : PTRI : Elly Punya Tekad
66 66 : PTRI : Godaan Elly.
67 67 : PTRI : Lagi-lagi karena Raelyn
68 68 :PTRI : Pertemuan
69 69 : PTRI : Elly ingin berguna
70 70 : PTRI : Pelukan belakang yang hakiki
71 71 : PTRI : Hadiah ulang tahun
72 72 : PTRI : Serangan pagi
73 73 : PTRI : Elly bermain
74 74 : PTRI : Alves ingin menjerat hati Elly
75 75 : PTRI : Perbedaan
76 76 : PTRI : Apa kebiasanmu?
77 77 : PTRI : Karena mulut
78 78 : PTRI : Elly melayani
79 79 : PTRI : Karena sentuhan jadi pertemuan
80 80 : PTRI : Elly menghadapi Arshen
81 81 : PTRI : Elly membalas
82 82 : PTRI : Khawatir
83 81 : PTRI : Bahan pelampiasan
84 82 : PTRI : Elly membalas
85 85 : PTRI : Satu wanita empat pria
86 86 : PTRI : Alves mencari, polisi mencari
87 87 : PTRI : Serangan
88 88 : PTRI : Membawanya pulang.
89 89 : PTRI : Kucing kecil?
90 90 : PTRI : Kode
91 91 : PTRI : Malam yang panas?
92 92 : PTRI : Penasaran
93 93 : PTRI : Hubungan absurd
94 94 : PTRI : Dingin di dalam kegelapan
95 95 : PTRI : Pengkhianatan
96 96 : PTRI : Ingatan.
97 97 : PTRI : Hamil?
98 98 : PTRI : Penasaran dengan cinta
99 99 : PTRI : Cecil
100 100 : PTRI : Ternyata Cecil
101 101 : PTRI : Pertemuan Aiden dengan Elly
102 102 : PTRI : Aiden
103 103 : PTRI : Elly menantang Aiden
104 104 : PTRI : Sekamar dengan Aiden
105 105 : PTRI : Godaan merangsang.
106 106 : PTRI : Lawannya adalah Aiden
107 107 : PTRI : Menyeret gairah Elly
108 108 : PTRI : Perasaan harus mencintainya.
109 109 : PTRI : Sentuhan yang dingin
110 110 : PTRI : Membalas budi
111 111 : PTRI : Keanehan
112 112 : PTRI : Kunjungan yang tidak terduga.
113 113 : PTRI : Kecurigaan yang sia-sia
114 114 : Hamil untuk ku
115 115 : PTRI : Gara-gara memilih
116 116 : Karena Miaw
117 117 : PTRI : Karena menantang
118 118 : Karena peran Elly
119 119 : Golf
120 1120 : PTRI : Pasangan Golf
121 121 : Elly jadi taruhan lagi
122 122 : PTRI : Pencarian
123 123 : PTRI : Wawancara kepanikan
124 124 : PTRI : Elly menggodanya
125 125 : Kejahilan Elly
126 126 : PTRI : Heels yang patah.
127 127 : PTRI : Alves sensitif
128 128 : PTRI : Silver Pyxis
129 129 : PTRI : Target
130 130 : PTRI : Alves? Azriel?
131 131 : PTRI : Rencana tenggelam bersama
132 132 : PTRI : Sungai
133 133 : PTRI : Jika bukan karena mereka
134 134 : PTRI : Gbran.
135 135 : PTRI : Ajakan
136 136 : Sisi balik Alves
137 137 : PTRI : Alves Atau Azriel?
138 138 : PTRI : Hadiah tersembunyi
139 139 : PTRI : Barang lamaran
140 140 : PTRI : Tangisan
141 141 : PTRI : Menuju hubungan berikutnya
142 142 : PTRI : Kejutan
143 143 : PTRI : Perhatian pertama
144 144 : PTRI : Perdebatan mereka bertiga
145 145 : PTRI : Restu?
146 146 : PTRI : Pusat perhatian
147 147 : PTRI : Perbuatan Onar Elly
148 148 : PTRI : Hubungan yang mendalam
149 149 : PTRI : Debat
150 150 : PTRI : Satu pukulan langsung terungkap
151 151 : PTRI : Serba salah
152 152 : PTRI : Menginjak tubuhnya
153 153 : Rafael merindu
154 154 : Tangan terampilnya.
155 155 : Pengaturan rencana
156 156 : Undangan Fashion Show
157 157 : Malam acara mereka
158 158 : Fashion Show
159 159 : Kerusuhan
160 160 : Malam kekacauan
161 161 : Arlo
162 162 : Melawan Arlo
163 163 : Arlo >< Arlan
164 164 : Berdua
165 165 : Tunjuk
166 166 : Interogasi
167 167 : Gara-gara kucing
168 168 : Gara-gara kucing 2
169 169 : Pencegahan
170 170 : Pernyataan di bawah langit malam
171 171 : Lamaran
172 172 : Kedatangan Ibu mertua
173 173 : Tes
174 174 : Makan sore
175 175 : Karena kerja keras mereka berdua
176 176 : Peduli
177 177 : Elly menangis karena ...
178 178 : Kejutan yang gagal
179 179 : Hari spesial
180 180 : Menuju hubungan baru
181 181 : Melepas status
182 182 : Rayuan yang gagal
183 183 : Godaan Pasutri
184 184 : Hadiah
185 185 : Berhasil
186 186 : Dua sudah cukup
187 187 : Akhir dari harapan.
Episodes

Updated 187 Episodes

1
1 : PTRI : Alves & Elly
2
2 : PTRI : Malam yang panjang.
3
3 : PTRI : Usaha Elly
4
4 : PTRI : Kenapa jadi pelayan yg melayani
5
5 : PTRI : Kemampuan
6
6 : PTRI : Bawa Elly
7
7 : PTRI : Perdebatan.
8
8 : PTRI : Taruhan
9
9 : PTRI : Kecepatan.
10
10 : PTRI : Kemenangan
11
11 : PTRI : Karena taruhan
12
12 : PTRI : Pelayan harus melayani
13
13 : PTRI : Pelayan Rasa Istri
14
14 : PTRI : Malam pertemuan. 1
15
15 : PTRI : Selera
16
16 : PTRI : Bunga harapan
17
17 : PTRI : Takdirnya langsung di temukan.
18
18 : PTRI : Menuju perasaan
19
19 : PTRI : Kesamaan
20
20 : PTRI : Membuka pertemuan
21
21 : PTRI : Awal dari kesepakatan
22
22 : PTRI : Hilangkan penghalang
23
23 : PTRI : Kunjungan pertama
24
24 : PTRI : Aku pelayan
25
25 : PTRI : Pencuri bertopeng
26
26 : PTRI : Elly Vs. Arya
27
27 : PTRI : Kehancuran.
28
28 : PTRI : Tumbang.
29
29 : PTRI : Kehadiran Elly membawa Alves kedunia baru
30
30 : PTRI : Bukan miliknya.
31
31 : PTRI : Tidak sesuai
32
32 : PTRI : Merenggut mahkota
33
33 : PTRI : Ingatan
34
34 : PTRI : Mall
35
35 : PTRI : Pelayan >< Majikan
36
36 : PTRI : Salah paham
37
37 : PTRI : Debat
38
38 : PTRI : Debat perasaan
39
39 : PTRI : Otak bekerja 1
40
40 : PTRI : Kantor
41
41 : PTRI : Kesalahan
42
42 : PTRI : Elly Pergi
43
43 : PTRI : Perintah
44
44 :PTRI : Perintah
45
45 : PTRI : Karena perintah
46
46 : PTRI : Pilihan
47
47 : PTRI : Mengacaukan pemanasan
48
48 : PTRI : Memungut Bidadari
49
49 : PTRI : Ellyn >< Raelyn.
50
50 : PTRI : Benci
51
51 : PTRI : Pasangan
52
52 : PTRI : Aku Adalah Pelayan
53
53 : PTRI : Elly Di Pesta
54
54 : PTRI : Bunga pengantin
55
55 : PTRI : Rumah sakit lagi?
56
56 : PTRI : Latar belakang
57
57 : PTRI : Elly tidak mau diam
58
58 : PTRI : Rencana
59
59 : PTRI : Boneka
60
60 : PTRI : Kepikiran Elly
61
61 : PTRI : Pertengkaran
62
62 : PTRI : Di Dalam Rasa
63
63 : PTRI : Menerima hadiah Elly
64
64 : PTRI : Elly melayani pengobatan Alves
65
65 : PTRI : Elly Punya Tekad
66
66 : PTRI : Godaan Elly.
67
67 : PTRI : Lagi-lagi karena Raelyn
68
68 :PTRI : Pertemuan
69
69 : PTRI : Elly ingin berguna
70
70 : PTRI : Pelukan belakang yang hakiki
71
71 : PTRI : Hadiah ulang tahun
72
72 : PTRI : Serangan pagi
73
73 : PTRI : Elly bermain
74
74 : PTRI : Alves ingin menjerat hati Elly
75
75 : PTRI : Perbedaan
76
76 : PTRI : Apa kebiasanmu?
77
77 : PTRI : Karena mulut
78
78 : PTRI : Elly melayani
79
79 : PTRI : Karena sentuhan jadi pertemuan
80
80 : PTRI : Elly menghadapi Arshen
81
81 : PTRI : Elly membalas
82
82 : PTRI : Khawatir
83
81 : PTRI : Bahan pelampiasan
84
82 : PTRI : Elly membalas
85
85 : PTRI : Satu wanita empat pria
86
86 : PTRI : Alves mencari, polisi mencari
87
87 : PTRI : Serangan
88
88 : PTRI : Membawanya pulang.
89
89 : PTRI : Kucing kecil?
90
90 : PTRI : Kode
91
91 : PTRI : Malam yang panas?
92
92 : PTRI : Penasaran
93
93 : PTRI : Hubungan absurd
94
94 : PTRI : Dingin di dalam kegelapan
95
95 : PTRI : Pengkhianatan
96
96 : PTRI : Ingatan.
97
97 : PTRI : Hamil?
98
98 : PTRI : Penasaran dengan cinta
99
99 : PTRI : Cecil
100
100 : PTRI : Ternyata Cecil
101
101 : PTRI : Pertemuan Aiden dengan Elly
102
102 : PTRI : Aiden
103
103 : PTRI : Elly menantang Aiden
104
104 : PTRI : Sekamar dengan Aiden
105
105 : PTRI : Godaan merangsang.
106
106 : PTRI : Lawannya adalah Aiden
107
107 : PTRI : Menyeret gairah Elly
108
108 : PTRI : Perasaan harus mencintainya.
109
109 : PTRI : Sentuhan yang dingin
110
110 : PTRI : Membalas budi
111
111 : PTRI : Keanehan
112
112 : PTRI : Kunjungan yang tidak terduga.
113
113 : PTRI : Kecurigaan yang sia-sia
114
114 : Hamil untuk ku
115
115 : PTRI : Gara-gara memilih
116
116 : Karena Miaw
117
117 : PTRI : Karena menantang
118
118 : Karena peran Elly
119
119 : Golf
120
1120 : PTRI : Pasangan Golf
121
121 : Elly jadi taruhan lagi
122
122 : PTRI : Pencarian
123
123 : PTRI : Wawancara kepanikan
124
124 : PTRI : Elly menggodanya
125
125 : Kejahilan Elly
126
126 : PTRI : Heels yang patah.
127
127 : PTRI : Alves sensitif
128
128 : PTRI : Silver Pyxis
129
129 : PTRI : Target
130
130 : PTRI : Alves? Azriel?
131
131 : PTRI : Rencana tenggelam bersama
132
132 : PTRI : Sungai
133
133 : PTRI : Jika bukan karena mereka
134
134 : PTRI : Gbran.
135
135 : PTRI : Ajakan
136
136 : Sisi balik Alves
137
137 : PTRI : Alves Atau Azriel?
138
138 : PTRI : Hadiah tersembunyi
139
139 : PTRI : Barang lamaran
140
140 : PTRI : Tangisan
141
141 : PTRI : Menuju hubungan berikutnya
142
142 : PTRI : Kejutan
143
143 : PTRI : Perhatian pertama
144
144 : PTRI : Perdebatan mereka bertiga
145
145 : PTRI : Restu?
146
146 : PTRI : Pusat perhatian
147
147 : PTRI : Perbuatan Onar Elly
148
148 : PTRI : Hubungan yang mendalam
149
149 : PTRI : Debat
150
150 : PTRI : Satu pukulan langsung terungkap
151
151 : PTRI : Serba salah
152
152 : PTRI : Menginjak tubuhnya
153
153 : Rafael merindu
154
154 : Tangan terampilnya.
155
155 : Pengaturan rencana
156
156 : Undangan Fashion Show
157
157 : Malam acara mereka
158
158 : Fashion Show
159
159 : Kerusuhan
160
160 : Malam kekacauan
161
161 : Arlo
162
162 : Melawan Arlo
163
163 : Arlo >< Arlan
164
164 : Berdua
165
165 : Tunjuk
166
166 : Interogasi
167
167 : Gara-gara kucing
168
168 : Gara-gara kucing 2
169
169 : Pencegahan
170
170 : Pernyataan di bawah langit malam
171
171 : Lamaran
172
172 : Kedatangan Ibu mertua
173
173 : Tes
174
174 : Makan sore
175
175 : Karena kerja keras mereka berdua
176
176 : Peduli
177
177 : Elly menangis karena ...
178
178 : Kejutan yang gagal
179
179 : Hari spesial
180
180 : Menuju hubungan baru
181
181 : Melepas status
182
182 : Rayuan yang gagal
183
183 : Godaan Pasutri
184
184 : Hadiah
185
185 : Berhasil
186
186 : Dua sudah cukup
187
187 : Akhir dari harapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!