"Itu boleh juga, aku jadi ingin lihat apa isi keberuntunganku hari ini." Satu orang berhasil di bujuk.
"Hanya sehari, itu tidak masalah."
"Baiklah, aku akan ikut. Lagi pula, disini akulah yang pasti akan menang." Mencoba memberikan kepercayaan diri yang tinggi pada dirinya sendiri.
Dan detik seperti yang baru saja Alves pikirkan, setelah Elly menyudahi pengumuman tadi, Elly langsung menyambar kunci mobil yang sempat ada di tangannya Alves, dan segera berjalan pergi menuju mobil milik Alves yang baru datang itu.
"Ok, siapa yang setuju angkat tangan." Perintah Elly, saat sudah berada di samping mobil milik Alves yang baru datang karena sengaja di bawakan oleh salah satu anak buah Alves sendiri.
Dan semua orang angkat tangan sebagai tanda kesepakatan.
"Semua Cctv yang ada, sebagai bukti kesepakatan kita semua. Kalau begitu kita mulai." Beritahu Elly, sebelum akhirnya dia pergi masuk ke dalam mobil.
"Alves, padahal mereka semua pasti baru melihatnya, tapi wanita itu bisa menarik semua orang masuk dalam aturannya ya? Ada apa ini, ini jadi semakin menarik saja." ucap Deon kepada Alves yang terlihat sedang melamun.
"Kau benar, aku juga sebenarnya baru melihat wanita itu, tapi dalam sekali lihat, aku langsung tertar-" Vion yang hendak mengutarakan ucapannya itu sebagai dukungan atas ucapannya Deon, tiba-tiba menggantung di udara, saat Vion akhirnya mendapatkan sebuah jelingan yang cukup tajam oleh Alves. 'Gawat, kelihatannya Alves marah.'
Tiba-tiba sedikit takut melihat tatapan mata Alves yang cukup dingin seolah sedang menatap musuh bebuyutan nya, Vion memutuskan kembali memasukkan kepalanya ke dalam mobil dan segera menutup jendela mobilnya.
"Alves, dari mana kau bisa mendapatkan wanita seperti dia?" Akhirnya Deon pun bertanya karena penasaran.
Alves yang di tanyai, langsung menoleh dan memperhatikan Elly yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil.
Dan sekarang saja Elly yang sudah berada di dalam mobilnya, sedang melambaikan tangannya, sekaligus memberikan kode kepada Alves agar segera masuk kedalam mobil yang Alves bawa secara pribadi itu karena perlombaan siap di mulai.
Tanpa menjawab satu pertanyaan dari Deon itu, Alves pun pergi masuk kedalam mobilnya.
Melihat hal itu, Deon hanya tersenyum tipis, karena tingkah dari Alves yang tidak lain adalah Bos nya akhirnya memilih untuk bungkam dan tidak menceritakan sedikit alasan kenapa Bos Alves yang merupakan CEO dari Group Alventra yang menguasai segala bidang bisnis hampir di seluruh negara, dan merupakan orang yang sangat menghindari wanita, tiba-tiba bisa memiliki wanita di sampingnya?
'Ini cukup mengejutkan, karena Alves tiba-tiba memilik wanita di sampingnya, dan bahkan terlihat cukup dekat. Sudah pasti ini akan jadi perjalanan yang cukup menarik.' Pikir Deon seraya menyeka sudut bibirnya sendiri sebelum dia memilih untuk kembali masuk kedalam mobil, bersiap untuk melakukan uji kemampuan dan memunculkan adrenalin miliknya juga.
Setelah ada dua puluh mobil sudah bersiap pada posisinya masing-masing, seorang wanita berpakaian seksi yang hanya memakai pakaian tanktop dan rok jeans pendek, datang sambil membawa bendera.
Wanita itu berdiri di samping jalan sambil mengangkat bendera dengan cukup tinggi, agar barisan mobil yang ada di belakang bisa tetap mampu bisa melihatnya.
"Ok, aku akan hitung mundur. Sekarang nyalakan mesin mobil kalian." Ucap wanita ini dengan menggunakan mikrofon sehingga suaranya langsung menggema di dalam seluruh arena balap.
Dan ucapannya tentu langsung di dengarkan oleh mereka semua, termasuk Vion, Deon, Alves dan Diana, mereka berempat yang kebetulan berada di posisi jarak di depan, tentu sudah punya ambisi dan keinginan mendapatkan satu tujuan mereka semua, yaitu mendapatkan kemenangannya.
"Kalian semua sudah bersedia? Tiga! Dua! Satu!" Wanita ini pun akhirnya langsung menurunkan kibaran bendera yang dia pegang sebagai tanda kalau balapan langsung di mulai tepat di hitungan ke tiga.
Seperti yang di harapkan, mereka semua langsung menancapkan gas sedalam dalamnya, merebut kecepatan tertinggi untuk meraih kemenangan.
Itulah tujuan dari mereka semua, dan itu adalah demi untuk memenangkan Elly untuk melayani salah satu dari orang yang memenangkan pertandingan ini.
Karena itu, aksi kebut-kebutan akhirnya di mulai.
BRMMM....!
________________
Melakukan balapan mobil di tempat yang seharusnya, mereka semua pun cukup menikmati kecepatan yang bisa di ampu oleh mobil mereka untuk mendapatkan suatu kemenangan.
Tidak akan ada yang protes, karena aksi kebut-kebutan dari mereka semua berada di tempat yang benar.
Lantas, apakah Alves menaruh hatinya dengan benar mengenai Elly yang ternyata bisa menguasai jalanan seperti itu?
'Padahal aku pikir dia wanita polos biasa yang butuh simpati. Karena itulah, aku menyelamatkan nyawanya dan mau menerimanya sebagai pelayanku. Tapi ternyata-' Pikir Alves terhenti saat melihat ada banyak orang yang benar-benar mengikuti lomba balap mobil ini demi Elly.
Melihat hal itu semua, tentu saja Alves tidak terima.
Elly, satu-satunya wanita yang melayaninya, orang yang harus ada di sisinya karena tugasnya memang seorang pelayan, tapi mau di jadikan bahan taruhan untuk melayani si pemenang?
"Kalau begitu, aku harus memenangkan pertandingan ini, agar Elly tidak melayani orang lain selain aku." Ucap Alves dengan lirih. Sorotan matanya kembali serius, demi mendapatkan kemenangan, tentu saja Alves semakin meningkatkan kecepatan mobilnya untuk melewati semua saingannya, dan membuktikan kemenangannya, bahwa yang memang pantas melayaninya hanya Elly, dan Elly tidak pantas melayani orang lain selain Alves sendiri.
BRRMM....
Semakin pedal gas di injak semakin dalam, kecepatan mobil yang di kendarai oleh Alves pun semakin meningkat, demi menyusul Elly yang berada di barisan kedua setelah Deon.
"Kau ada hanya untuk melayaniku saja. Elly." Tekan Alves, dia tidak mau kalah dengan Deon.
Tidak hanya Alves saja yang mempunyai ambisi untuk memenangkan pertandingan, karena di satu sisi ada selain mereka semua ada juga yang barusan datang.
WUSHH....
"Eh?" Wanita yang berperan menjadi wasit ini hanya terheran karena ada mobil berwarna merah mencolok yang baru saja lewat dan mengebut untuk menyusul mereka semua yang sudah ada di depan sana. "Ramai sekali. Padahal hanya karena satu wanita, punya Tuan Alves pula. Tapi banyak yang minat."
Wanita ini pun hanya diam berdiri untuk mencari sang pemenang. Maka dari itu dia berdiri di tempatnya terus sambil memakai tiang bendera yang dia bawa sebagai pegangannya.
Dan di dalam mobil berwarna merah ini, seorang pria sedang menyunggingkan senyuman miringnya.
Dia mengganti roda gigi ke nomor empat, dan semakin menginjak pedal gas. Demi menyusul mereka yang sudah berada jauh di depan sana, pria ini semakin mengebut sampai speedometer menunjukkan angka 178 Km/jam dan semakin bertambah.
"Akhirnya ada barang taruhan yang menarik. Aku harus memenang dan mendapatkanmu lagi." Gumam pria ini.
Demi kemenangan, tentunya. Dia akhirnya memperlihatkan kemampuannya dalam mengendari mobilnya. Melewati beberapa tikungan dengan cukup bagus, lalu tepat di tikungan ke delapan, itu pun jadi kesempatan dirinya untuk melewati beberapa mobil dalam sekali jalan.
BRRMM.....
"S-siapa dia? Dia sangat ahli juga. Tapi karena dia, sekarang aku jadi tertinggal lagi!" Pekik pria ini, karena sudah berada di urutan belakang, dia pun merasa tidak ada kemenangan pada dirinya.
Apalagi setiap kali ingin membalapi mereka, dia di halangi oleh dua mobil yang sengaja agar orang ini tidak bisa melewati mereka dan mengejar mobil semua orang yang ada di depan.
"Hei! Kalian licik! Jangan menghalangiku!"
Pemilik dari dua mobil berwarna kuning dengan merek yang sama itu pun sama-sama membuka jendela mobil dan mengeluarkan tangannya dengan membuat kode yang cukup menantang, karena genggaman tangan itu hanaya menyisakan satu jari tengah sebagai kode untuk satu orang di belakang mereka.
"Jangan harap bisa mendahului kita Idiot." Ucap laki-laki berambut coklat bermata biru ini, dengan tangan kiri masih berada di luar mobil.
"Kau hanya akan ada terus di belakang kami." Sahut satu orang yang ada di sebelah mobil milik pria tadi, dan itu adalah seorang perempuan. "
TIN...TIN....TIN....
Suara klakson itu pun menjadi tanda protes kepada anak kembar di depan sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments