“Aku akan pergi ke kamar dulu.” Setelah sampai di rumah, Elly yang dari tadi terdiam dalam perjalanan pulang, memutuskan memisahkan diri lebih dulu dari Alves.
Melihat Elly terlihat tidak seperti yang biasanya, Alves hanya diam dan pergi ke dalam kamar.
Dan di dalam kamar, Elly buru-buru berlari pergi masuk kedalam kamar mandi. Di sana Elly menghampiri kloset, dan di situlah, perasaan mual yang sedari tadi Elly tahan langsung membuat Elly akhirnya muntah.
“Hoekk….Hoekk….” Sarapan pagi yang Elly makan pun akhirnya keluar semua, sehingga perutnya akhirnya di kuras dan kosong kembali. “Hoekk….”
Perlu lebih dari lima menit Elly mengkondisikan perasaan dari tubuhnya hingga dia keluar dari kamar mandi.
‘Apa-apaan tadi? Padahal aku bukanlah orang yang mudah mabuk. Ya..aku bukan orang yang mabuk perjalanan. Tapi sepertinya aku mual karena-’
Elly yang kala itu membuka pintu kamar mandinya, tiba-tiba saja dia di hampiri seorang pria yang tidak lain adalah Alves.
“Apa yang terjadi kepadamu?” Tanya Alves, lalu Alves memperhatikan Elly dari atas sampai bawah, memegang dagu Elly dan melihat wajah Elly kiri dan kanan, layaknya seorang dokter yang mecemaskan pasiennya sendiri.
“Aku tidak tahu.” Elly hanya diam sambil menunggu pemeriksaan dari Alves selesai. Dia pun memperhatikan setiap tingkah yang Alves buat itu.
Setelah selesai, Alves melepaskan jepitan kedua jarinya tadi dari dagu nya Elly.
“Aku mendengarmu mual di dalam. Apakah kau mengenal laki-laki tadi? Aku melihatmu terlihat cukup terusik dengan keberadaan dari pria tadi.” ucap Alves.
Sebenarnya Alves sama sekali tidak tahu apa yang terjadi kepada diri Elly, akan tetapi hanya dengan sekali lihat dengan apa yang terjadi saat berhadapan dengan pria asing tadi, Alves tentu tahu, reaksi dari Elly yang terus mengepalkan tangannya dan memegang lengan tangannya sendiri itu menjadi arti kalau Elly memang ada hubungannya dengan pria asing itu.
Tapi apa alasannya, itulah yang menjadi pertanyaan untuk Alves.
“Aku sendiri juga tidak tahu. Isi kepalaku ini benar-benar tidak mengingat apa yang sebenarnya sudah terjadi pada tubuh ini. Tapi hanya ada satu yang pasti, kalau tubuh ini sangat mengingat laki-laki tadi, apa yang di lakukannya kepadaku sebelum ini, itu sudah menjadi bukti kalau aku memang ada hubungannya.” Elly menunduk ke bawah, dan menatap tangannya kanannya yang kemudia dia kepal dengan cukup kuat.
Elly sebenarnya tidak begitu mengerti apa yang terjadi, tapi saat dirinya bertemu dengan Aiden, tubuhnya tiba-tiba gemetar, maka Elly punya kesimpulan kalau tubuhnya itu memang pernah mendapatkan pengalaman buruk dengan laki-laki tadi.
Apa itu, Elly juga tidak tahu.
‘Apakah aku harus menyeli-’
Mendengar penjelasan dari Elly yang cukup masuk akal itu, Alves pun menghela nafas pelan dan berkata : “Jika kau mau, aku kan mencoba menyelidiki masa lalumu.”
“Huh?” Ucapan Alves pun berhasil menarik perhatiannya. “Mengingat aku datang ke rumah ini dan menjadi pelayan pribadimu, aku pikir kau sudah menyelidiki masa laluku.”
Semua orang pasti akan melakukan itu, menyelidiki latar belakang anak buahnya sendiri, apalagi jika yang di rekrut adalah orang asing yang punya masalah hilang ingatan seperti Elly ini.
Alves yang sedang kepanasan itu pun menyisir rambut aram temaram miliknya dengan kelima jari tangannya dan menjawab : “Kau pikir selama seminggu ini aku punya waktu senggang untuk menyelidiki latar belakangmu?”
Dan tatapan mata Alves yang begitu dingin saat menatap Elly, membuat Alves seperti sedang merencanakan sesuatu yang sangat di perhitungkan dengan matang.
“Aku pasti akan menemukan latar belakangmu dengan cepat, jadi jangan khawatirkan soal pria tadi dan lakukan saja tugasmu untuk meyaniku seperti kesepakatan awal kita.
Itulah tugas kita masing-masing, benar, kan?” Tatap Alves dengan wajah seriusnya. “Aku mencari informasi bawahanku, dan kau hanya perlu bekerja saja seperti biasa.”
Elly yang melihat ekspresi Alves sudah dalam mode serius seperti itu, maka Elly pun mengikuti alur yang di buat oleh majikannya itu dengan menjadi seorang anak buah yang melayani Alves secara pribadi.
“Baiklah, kita berdua lakukan tugas kita masing-masing.” Jawab Elly.
“Bagus.” Sedang dalam mode seorang Bos yang punya kepribadian tegas dan punya jiwa seorang pemimping yang kuat, Alves tiba-tiba merentangkan kedua tangannya di depan Elly. “Lepaskan pakaianku.”
Elly awalnya menatap dan memperhatikan tindakan Alves ini, akhirnya mengambil satu langkah ke depan.
Dia tahu apa yang sedang di kode kan oleh Alves ini kepadanya.
Sesuai dengan peran mereka masing-masing, Elly pun melayani Alves yang ingin sekalian mandi di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar yang di tinggali oleh Elly ini.
Dan tugas pertama setelah mereka berdua melakukan perjalanan dengan mengacu adrenalin, maka kini adalah pekerjaan yang mengacu pada mental mereka berdua.
Karena saat ini Alves sedang menyuruh wanita di depannya yang statusnya hanya seorang pelayan, untuk melakukan pekerjaannya dengan membantunya melepaskan pakaiannya.
“Baiklah.” Dan Elly dengan menurutnya, melepaskan pakaian Alves dari atas sampai bawah. Bahkan termasuk celana yang di kenakan oleh Alves, Elly lah yang melepaskannya. “Apakah aku juga harus melepaskan ini juga juga?”
Satu pertanyaan itu lantas menarik perhatian Alves untuk melihat ke arah bawah, yang ternyata sekarang hanya tinggal celana boxer nya saja.
“Apa kau takut?” Alves tersenyum miring melihat Elly kini sedang berjongkok di depan kedua kaki jenjangnya.
Elly mendongak ke atas untuk melihat ekspresi wajah Alves yang ternyata sedang mencoba memberikannya cobaan. “Hanya seperti ini, apa yang harus aku takuti. Aku itu sudah sering melihat hal seperti ini, jadi jangan berharap kalau aku akan tergoda dengan milikmu.”
Sama hal nya dengan apa yang di lakukan oleh Alves, Elly pun membalas senyuman miring itu dengan seringaian nya juga.
‘Jadi dia sudah sering melihatnya? Yang benar saja. Kenapa wajah polosnya ini seperti hanyalah sekedar topeng? Ah..wanita memang suka seperti itu, menyembunyikan niat serta jati dirinya di balik topeng palsu.’ Pikir Alves saat dia melihat tatapan mata Elly yang begitu berani, seolah Elly memang benar-benar tidak mempunyai ketakutan apapun?
Tapi buktinya saat Elly berhadapan dengan Aiden, Elly bisa menunjukkan rasa takutnya.
Itu hanyalah mengecualian untuk Alves, karena di balik tampang polos dari wajah wanita di depannya ini, sebenarnya ada segudang rahasia yang sedang di sembunyikan oleh Elly ini.
“Kalau begitu lepaskan itu juga untukku.” Perintah Alves kepada Elly, agar membantunya melepaskan celana Boxer nya.
Elly kembali menatap ke arah depan, “Tidak masalah.”
Dan dengan beraninya, Elly pun menurunkan celana yang tidak lain gerbang kedua milik Alves, sampai akhirnya dia juga melepaskan hal terakhir yang di pakai oleh pria ini.
“Ok, sudah.” Seperti bukan apa-apa lagi, Elly langsung memungut semua pakaian yang tadi di pakai oleh Alves dan membawanya pergi?
“Tunggu, kau mau kemana? Kan belum selesai.”
Elly yang hendak pergi itu pada akhirnya menghentikan langkah kakinya, berbalik dan bertanya. “Apakah ada lagi yang harus aku lakukan?”
“Aku sebenarnya ingin berendam. jadi siapkan juga airnya.” Satu perintah lainnya pun datang juga, dan mengharuskan Elly untuk menyiapkan air untuk majikan nya itu.
Tanpa memperdulikan penampilan tanpa busana dari Alves, Elly meletakkan pakaian yang tadi sempat Elly pungut ke atas tempat tidur dan kembali masuk kedalam kamar mandi.
‘Dia memang wanita aneh tapi cukup penurut juga. Bahkan aku yang sengaja memberanikan diri telanjang seperti ini, ternyata memang benar-benar tidak mempengaruhi iman wanita itu.’ Sambil berjalan menyusul Elly yang ada di dalam sana, Alves pun berkata : “Elly, aku memuji imanmu yang cukup kuat itu. Tapi aku ada satu perintah lagi.”
Elly yang kini sedang ada di samping bathtub langsung menoleh ke belakang dan menemukan pria beruang itu sudah ada di belakangnya persis.
Dengan penampilannya yang sebenarnya menggugah siapapun untuk mata yang memandang, maka Elly adalah wanita yang bisa menahan keinginan itu dari segala godaan dari pria di depannya itu.
“Katakan saja, kan ini memang tugasku sebagai pelayan yang harus melayanimu secara pribadi.” Kata Elly, menunggu perintah selanjutnya dari Alves yang dari ekspresi wajah Alves, itu seperti menandakan kalau perintah yang akan harus di lakukannya adalah sesuatu yang lebih besar dari sekedar membantunya melepaskan baju dan menyiapkan air untuk berendam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments